
Kamar tidur berukuran luas ini sangat mewah seperti dikhususkan hanya seorang ratu saja yang boleh masuk kemari, celetuk Sayuri kegirangan.
Ranjang tempat tidur berjumlah satu namun mampu ditempati oleh tiga orang sekaligus serta terdapat banyak lukisan indah di kamar ini.
Bukan hanya itu saja makanan mewah terlihat sudah tersaji dan tertata rapi pada meja makan panjang terletak di ruangan lain kamar ini.
Dan seterusnya hingga Hyun Wo selesai menyampaikan, karena dirasanya sudah cukup menjelaskan kondisi kamar ini pada Liliana.
Saat ini pun hati Hyun merasakan sakit dikala melihat senyum polos Liliana sewaktu ia menjelaskan kepadanya tentang gambaran didalam kamar ini secara mendetail.
Kemudian mereka makan malam bersama dengan perasaan senang terlihat dari wajah berseri-seri mereka saat menyantap makanan dan sambil mengobrol.
"Enak sekali..." gumam Sayuri dengan suara kecil namun Hyun Wo masih bisa mendengarnya.
Bagi Sayuri memakan makanan mewah yang ada dihadapannya ini adalah sebuah mimpi yang tak bisa ia wujudkan jika tidak mendapatkan keberuntungan berpihak padanya.
Seusai makan mereka mandi di tempat yang berbeda, karena kamar ini memiliki empat kamar mandi sekaligus.
Seperti biasa Hyun Wo menyempatkan waktunya untuk berlatih setelah mandi menurutnya adalah pilihan yang tepat bahwa waktu ini otak seseorang akan menjadi rileks.
Serta menunggu kedua wanita itu mandi yang Hyun Wo pikir akan membutuhkan waktu yang sangat lama bagi keduanya keluar dari sana.
Layaknya seseorang orang yang sedang bertapa Hyun Wo bahkan melakukannya sebaik mungkin. Fokus dan jiwa sudah menyatu dengan baik di pikirannya.
Hingga terciptalah ruang kosong dalam keadaan gelap dan hanya ada setitik cahaya.
Suara tetesan air lalu terdengar olehnya dengan sangat jelas dipadukan dengan ketenangan jiwa sehingga suara lain mampu Hyun Wo hilangkan.
Berlanjut pada suara hembusan angin dan keberadaan tak terlihat wujudnya namun Hyun Wo bisa melihat arah angin dari pandangannya.
Dari warna-warna yang bergerak seperti halnya irama lagu dan senandung syahdu.
Jendela kamar yang terbuka dan dirinya yang kebetulan menghadap padanya Hyun Wo bisa mencium sesuatu yang menerpanya hingga kemari.
Dan setiap latihan tersebut nilai naik level diri selalu bertambah drastis yang kini dalam keadaan masih berlatih.
[Pemberitahuan sistem]
"Tuan hari ini berhasil meningkatkan skill, level diri, dan lainnya secara drastis. Yang artinya tuan sudah selangkah dengan impian dan ambisi yang sekarang ini sedang di upayakan."
"Begitulah, akan lebih bagus jika diriku bisa secepatnya menjadi yang terkuat. Karena masa mudaku ini akan aku habiskan dengan banyak pengalaman dan berlatih!"
"Memiliki ambisi yang kuat adalah sebuah modal utama terbaik tuan, hanya saja harus dicukupi dengan ilmu pengetahuan dunia ini."
"Umm sepertinya kamu sedang promosi Luxia, kalau begitu langsung saja skill dan item apa yang akan kamu terangkan padaku?"
__ADS_1
"Saya senang tuan memahaminya, lalu izinkan saya menampilkan item dan skill tersebut pada layar!"
Item Pengetahuan Instan
Pengetahuan dasar membentuk penyerapan murni hingga pada level diri 100 : 2500
Pengetahuan Teknik beladiri dan jenis : 2000
Pengetahuan melihat kekuatan monster sekali lihat : 5000
[Yang lainnya geser kebawah]
Pengetahuan acak
Pengetahuan sejuta resep masakan koki handal : 3500
Pengetahuan penyair dan menuliskan lagu : 2000
Pengetahuan dasar seribu satu cara memikat wanita : 3700
Pengetahuan skill elemen air, api, angin : 3800
[Yang lainnya geser kebawah]
Skill pengetahuan instan dipadukan dengan keahlian tertentu
Skill seorang Assassin : 6000
Skill seorang Alchemist tingkat tinggi : 5500
Skill seorang elemen Elemen : 4600
[Yang lainnya geser kebawah]
"Wow, cara memikat wanita mahal sekali. Apa sesusah itu menaklukkan wanita di zaman ini?"
"Ada rahasia tersembunyi dalam item tersebut tuan, seperti tidak akan tuan ketahui sebelum membelinya!"
"Hmm tapi aku tidak ada niatan untuk membelinya, karena nenek yang aku anggap sebagai ibu pernah bilang jika usaha keras tidak akan mengkhianati hasil. Meskipun terkadang ada yang tidak memuaskan tapi ada yang berbeda maupun berubah pada kita."
Selesai berlatih Hyun Wo lalu mencium bau harum semerbak memasuki kamarnya membuatnya penasaran pada wangi yang tengah dihirupnya saat ini.
Dan masuklah dua wanita cantik berpakaian minim yang hendak memutuskan untuk tidur menuju ke kamarnya.
"Kalian!? Kalau gitu aku akan cari angin sebentar," ucap Hyun gelagapan berinisiatif untuk pergi, namun di hadang oleh keduanya.
__ADS_1
"Tunggu, ini sudah malam. Tidak baik jika keluar di malam hari sembarangan, ada dampak buruk lho..." ucap Liliana dengan wajah agak merona.
"Hm, aku setuju sama yang dikatakan kakak, lagipula di luar anginnya sedang kencang, jadi aku tidak setuju kamu keluar!" ucap Sayuri menimpali dengan satu jari di digelengkan didepan Hyun.
Tidak ingin di semprot dan mendapati nasehat dari mereka berdua, yang kini dengan ekspresi mengintimidasi. Hyun Wo akhirnya memilih untuk tidur dan mengurungkan niatnya untuk pergi keluar.
Menggunakan kekuatan supranatural "kegelapan" Hyun Wo mematikan lampu di atas nakas.
Kini dirinya berada di tengah-tengah mereka berdua Liliana dan Sayuri.
"Astaga, kenapa hal ini selalu terjadi padaku. Tapi... perkataan itu mencerminkan diriku yang dulu, sementara sekarang aku sedikit berubah secara perlahan," ucap Hyun dalam hati.
Beberapa menit kemudian Hyun Wo tidak bisa tertidur sama sekali lantaran Sayuri dan Liliana yang sedang tertidur pulas memeluk tubuhnya dengan erat.
"Emmm..."
"Kenapa mereka bisa tidur pulas begini dalam situasi canggung, bahkan Sayuri terlihat tidak malu-malu lagi?" ucap Hyun dalam hati.
[Pemberitahuan sistem]
"Tuan bisa berkonsentrasi dan fokuskan diri untuk tidur, pada sebuah ruang tenang yang tercipta dari ketenangan hakiki!"
"Ah iya, itu dia. Aku malah melupakan latihan penyerapan murni barusan, terimakasih Luxia!"
"Sama-sama tuan, saya hanya menjalankan kewajiban saya. Jadi tuan tidak usah mengucapkan terimakasih kepada saya, karena saya ini adalah sebuah sistem!"
"Tidak, tidak kamu lebih dari sebuah sistem, bahkan aku menganggap dirimu adalah teman pertama ku saat aku terbangun dari kematian dan berada untuk pertama kalinya di dunia ini."
"Dan sebenarnya jika dirimu seseorang wanita mungkin akan banyak orang-orang yang menyukaimu, termasuk diriku."
Beberapa saat Luxia tidak merespon perkataan Hyun Wo lagi hingga ia berkata.
"Aku salah berkata tadi, maksudnya diriku yang ingin menjadi seperti Luxia!" ucap Hyun dalam hati.
Keesokan harinya.
Pagi yang cerah menyambut mereka yang bangun awal melihat keindahan matahari terbit.
Hyun Wo terbangun dikala kedua wanita didekatnya masih tidur pulas tak ingin menganggu ia pun berniat untuk tidak membangunkan mereka dari tidurnya.
"Liliana tampak cantik sekali jika dilihat dari dekat, dan bagian itu terlihat sangat menonjol dari sebelumnya. Apa aku baru menyadarinya ya?" ucap Hyun dalam hati.
Dengan extra hati-hati Hyun Wo berusaha untuk melepaskan diri dari cengkeraman kedua wanita cantik yang asyik berkutat dengan apa yang dipeluknya. Menganggap Hyun Wo adalah guling.
"Selain itu Sayuri jadi lebih bersih dibandingkan waktu aku bertemu pertama kali dengannya, kalau tidak salah saat hujan mengguyur desa Lytt," ucap Hyun dalam hati.
__ADS_1
Melihat banyaknya persediaan bahan makanan di dapur kecil membuat Hyun Wo berpikir untuk memasak, karena jika ia ingat-ingat lagi dirinya sudah lama tidak memasak.