
Area yang sebelumnya hijau kini menjadi tandus disertai ceceran darah segar pada tanah layaknya genangan sesaat setelah hujan reda.
Namun dalam keadaan itu kemenangan belum dipastikan, merujuk pada Hyun Wo yang tengah berhadapan dengan ketua monster Lust, lantaran monster itu belum sepenuhnya dikalahkan.
Terlihat kemampuan regenerasi monster Lust kini pulih kembali, padahal sebelumnya sudah di cegah kemampuan tersebut agar tidak aktif dalam beberapa waktu kedepan.
"Hyun... biar aku saja yang melawannya!" ucap Liliana dengan nada tegas di akhir. Ada raut dendam meliputi amarahnya yang terpendam ketika memandangi monster itu.
Sementara bagian dari tanah yang terangkat atas ulah ketua monster Lust sudah ditangani oleh ketua monster musang dengan kemampuan otot-ototnya dalam menahan beban berat itu.
[Pemberitahuan sistem]
"Tuan, sepertinya monster Lust mulai meregenerasi diri dan memperkuat diri sendiri! Sebaiknya tuan langsung saja menyerangnya!"
Ketika Liliana melepaskan pelukan dan hendak bersiap untuk menghadapi monster Lust yang kini dalam keadaan diam namun berdiri tegak, Hyun Wo bergegas mencegah Liliana tuk memulai persiapan.
Liliana berbalik badan dan melihat ke arah Hyun Wo.
"Ada apa Hyun? Aku hanya mau membantu..!" nadanya begitu serius dan lirih diakhir kalimat, menunjukkan dirinya butuh kepercayaan Hyun.
"Tidak Lia, lawan kita kali ini bukanlah monster sembarangan. Dia terlalu kuat! Lihat, area hijau yang sebelumnya kamu puji disaat kita hendak mendarat telah berubah total!"
"Justru karena perbuatannya yang membuatku tidak bisa diam saja hanya melihat kamu berjuang sendiri Hyun. Bukan karena aku meremehkan mu.. Aku tahu lawan kita kuat, tapi aku memiliki cara untuk menghadapinya! Kamu percaya kan sama aku?"
Detik ini tatapan Liliana memancarkan tekad kuat dari perkataannya, bahkan di persekian detik dikala perasaan Hyun Wo sedang dalam keadaan campur aduk, ia sempat mempercayai Liliana dengan sepenuh hati.
"Baiklah, aku serahkan bagian terakhir dari pertarungan ini padamu Lia..." jawab Hyun dengan senyuman mengekspresikan kepercayaan dirinya kepada Liliana. Dibalas dengan senyuman yang mana begitu manis saat Hyun lihat, bahkan senyuman Liliana memancarkan kecantikannya.
"Dengan syarat.. kamu harus berhati-hati setiap saat, karena pengerakan monster itu bisa sangat cepat pada waktunya! Dan..." sambung Hyun memperingati.
Padahal saat ini, melalui telepati, Hyun Wo tengah menginformasikan poin penting kepada Liliana. Di saat fokus berhadapan dengan ketua monster Lust nantinya.
Apalagi sekarang ini wujudnya berubah total dari awal yang kemungkinan kekuatannya meningkat.
Wus...
Dengan cepat Liliana melesat menembus angin yang berhembus mengarah langsung ke arah ketua monster Lust yang sebentar lagi pulih dari luka di tangannya.
Menyadari musuh yang mendekat membuat ketua monster Lust mengepalkan tangan kirinya, diselimuti oleh aura pekat guna memblokade. Lantaran dia sadar lawannya menggunakan kekuatan penuh.
Brakk!
Gret...
__ADS_1
Tak disangka Liliana menggunakan jebakan disaat serangannya mulai dilancarkan.
Di persekian detik ketika pengguna kekuatan supranatural kegelapan miliknya diubah menjadi pedang berukuran raksasa, tangan berukuran besar tiba-tiba keluar dari tanah kemudian menjerat tubuh ketua monster Lust. Hingga menjalar ke seluruh tubuh.
Berakibat blokade yang sebelumnya tengah digunakan untuk menangkis sekaligus digunakan sebagai penyerangan terhadap musuh lenyap seketika. Apalagi jeratan kegelapan tersebut begitu erat dan dalam melekat pada tubuh ketua monster Lust.
Jleb.
Kini tubuh Monster Lust terluka parah di bagian dada hingga tembus kebelakang. Liliana sengaja menancapkan pedangnya pada tubuh ketua monster Lust lalu berpijak pada batu dekat dengan lawannya sembari mengamati.
Lantaran monster itu masih bisa bertahan hidup.
Tangan Liliana terlihat seperti mengerakan kegelapan pekat tak mempan pada cahaya itu agar menjerat keseluruhan tubuh lawannya.
Tak ingin ada pengerakan dari lawannya yang mengidentifikasi perlawan.
"Hyun!!"
Kode dari Liliana tersebut langsung Hyun Wo tanggapi dengan pengerakan cepat mengarah kepada ketua monster Lust.
Di udara ia menggunakan pedang pemberian Raja Frederick guna melakukan penyerangan dan...
Blarrr...
Yang diserap kemudian dikonversikan menjadi api dengan tingkatkan lebih tinggi dari sebelumnya. Memperkuat elemen tersebut.
Api itu merayap pada tubuh ketua monster Lust, yang kini berusaha untuk lepas dari jeratan yang memerangkap dirinya.
Namun usaha tersebut sia-sia, kekuatan supranatural Liliana pada jeratan itu dirasa terlalu kuat untuk sekedar melonggarkan jeratan.
"Cih.. kalian para manusia akan binasa suatu hari nanti, ingat itu!" ujar ketua monster Lust dikala tubuhnya berselimutkan api hingga menutup wajahnya.
Dalam sepuluh menit lebih lamanya api membakar perubahan tubuh ketua monster Lust itu, kini menyisahkan debu yang terbang tertiup angin.
Hanya saja debu tersebut terlihat tebal dari warnanya yang hitam, masih terlihat oleh mata butiran kecilnya itu.
Di langit yang terlihat terbelah.
Merasa kurang enak diliat membuat Amaryllis yang tengah melihatnya pun bertindak, ia melangkah sembari memunculkan hawa seperti es pada telapak tangannya.
Kemudian meniupnya hingga terbang di udara. Tak lama hawa itu meledak tak bersuara.
Dan dalam sekejap debu yang berterbangan itu berubah menjadi salju yang sangat bersih.
__ADS_1
"Wahh... luar biasa kak, sihir yang memukau," ucap seorang anak perempuan mengomentari tindakan Amaryllis dalam menciptakan keajaiban menurutnya.
"Makasih..."
Sementara Hyun Wo membeli sebuah item langka, yaitu sebuah item dalam bentuk cair pada wadah khusus yang memiliki efek luar biasa.
Sebuah item yang berefek pada tanah hingga mengembalikan kesuburan yang hilang dan mampu menumbuhkan kehidupan tumbuhan yang telah musnah sebelumnya.
Usai membeli, Hyun Wo langsung saja membuat item tersebut berada dalam ketinggian tertentu, dibantu oleh hewan summon yang dipanggilnya. Sejenis burung.
Jrests...
Kletak!
Wadah item terbuat dari kaca itu retak setelah burung bertubuh listrik menghancurkan wadah tersebut.
Selain itu wujud cair dari item tersebut menyebar secara merata dalam ketinggian yang tidak dapat dilihat oleh mata.
"Barusan ada burung summon yang terbang ke atas membawa sesuatu?" ucap Amaryllis penasaran.
Nyatanya penggunaan kekuatan supranatural yang digunakan oleh Liliana sebelumnya guna menjerat ketua monster Lust, terlalu memakan banyak mana.
Sehingga Liliana pingsan secara mendadak sesaat setelah dirinya menoleh dan tersenyum kepada Hyun Wo dari kejauhan.
Grep..
"Hyun... makasih..."
Secepat kilat Hyun Wo melesat guna menangkap tubuh Liliana. Pada saat itu pula sistem Luxia mengumumkan jika misi mengalahkan monster Lust dan melenyapkan pasukannya beserta menyelamatkan para tawanan berhasil diselesaikan.
Sementara tubuh tiruan Hyun Wo yang sebelumnya bersatu dalam hal kekuatan kini tengah melihat indahnya pemandangan salju di atas bongkahan tanah. Membentuk seperti bangunan yang menjulang tinggi.
Dirinya terkesan seperti pria dark, namun dilihat dari bawah dia sungguh memukau hingga para perempuan yang melihatnya dibuat terpanah.
"Selesai sudah misi kali ini, dan sepertinya diriku mendadak populer dikalangan perempuan, cih!" gumamnya dengan tatapan malas. Sama sekali tidak merespon sapaan di bawah yang terdengar bersenandung ria. Tiruan Hyun hanya mengabaikan mereka.
Berbeda dengan sisa dari pasukan monster musang yang terlihat sedang merayakan kemenangan. Yang menurut mereka sangatlah berkesan dari ribuan kemenangan lainnya.
•••
Sebuah rumah yang terbuat dari kristal lengkap akan tempat tidur dari materi serupa menjadi tempat tinggal Hyun Wo dan kedua perempuan itu sementara.
Lantaran Liliana masih dalam keadaan pingsan dan butuh pemulihan ekstra akibat dari penggunaan mana yang sangat banyak dalam waktu singkat.
__ADS_1