
"Serang!!!" ucap seorang pahlawan memerintahkan semuannya untuk mulai bergerak melawan monster terbang yang mulai bermunculan dari pintu keluar gua.
Semuanya sudah di atur sedemikian rupa pada posisinya masing-masing ras elf berada paling belakang sebagai penyerangan jarak jauh menggunakan busur panah, sedangkan barbarian bergerak sebagai penyerangan.
Lain halnya dengan para guardian bergerak lebih awal berada pada barisan paling depan bertugas menghalau serangan api maupun berbagai elemen lainnya dari lawan yang dihadapi.
Sementara di luar sedang terjadi perang yang sangat sengit antara manusia yang bergabung dengan elf untuk melawan monster, Hyun Wo sibuk melawan beberapa monster terbang yang berada didalam gua.
Selesai membebaskan semua tawanan sebelumnya kini Hyun Wo dihadapan dengan monster terbang memakai topeng dengan satu tangannya yang memiliki kuku panjang terbakar oleh api.
Slash...
Hampir saja ia terkena serangan kuku terbakar itu beberapa senti mendekati tubuhnya, berkat salah satu skill khusus Hyun Wo dapat menghindarinya pada timing yang pas.
Bugh!
Dikala kedua kaki Hyun Wo menyentuh tanah dirinya tidak menyadari gerakan dadakan dari monster itu membuatnya terkena pukulan penuh api sampai terhempas jauh kebelakang.
Brakk!
Berakhir pada dinding gua keras dari batu berukuran besar Hyun Wo lalu mengeluarkan darah segar pada mulutnya spontan.
Wus...
"Rasakan ini!"
Dash...
Tiba saja monster itu sudah berada di depan Hyun Wo.
Keluar dari bekas hempasan tadi dan berdiri sedikit sempoyongan tendangan keras Hyun Wo terima secara tiba-tiba bisa dihindarinya.
Dengan kecepatannya yang luar biasa monster terbang bertopeng itu melesat cepat seperti halnya berpindah-pindah tempat sembari menyerang Hyun Wo secara bertubi-tubi dari segala arah, secara langsung menggunakan tinju dan tendangannya.
"Hiyaa.. "
Bugh!!
Lalu serangan terakhir monster itu digunakan saat tubuh Hyun Wo berada di udara terlihat tak berdaya dan dalam hitungan detik Hyun Wo terdorong jauh kedalam tanah akibat tinjuan keras barusan.
"Dia tidak menarik sekali. Atau mungkin aku terlalu kuat untuk dihadapi oleh manusia rendahan sepertinya hahaha.."
Pasukan yang berada di luar dibuat kewalahan lantaran mendapati salah satu monster terbang yang lumayan kuat untuk mereka hadapi, dan sulit untuk diincar maupun dibunuh.
__ADS_1
Monster itu melayang-layang di atas mereka sambil menembaki lawan dibawahnya dengan api berwujud meteor berkecepatan konstan terus-menerus.
Dhar!!
Dhar!!
Dhar!!
Satu per satu dari mereka tumbang akibat serangan mematikan barusan itupun diakibatkan oleh satu monster, belum lagi lawan sesungguhnya yang akan mereka hadapi. Yaitu anak buah terkuat tetua monster terbang yang memiliki mobilitas tinggi saat bertarung.
Mampu memusnahkan desa kecil sekali serang dari jarak jauh, namun dua dari tiga anak buah terkuat itu masih asyik menonton peperangan.
Sedangkan yang satunya lagi berhadapan dengan Hyun Wo didalam goa, tapi kelihatannya dia menang telak setelah sebelumnya menghajar Hyun Wo habis-habisan.
"Berd, kamu berhasil mengalahkannya? Dia itu salah satu dari mereka yang berhasil membunuh banyak ras kita!" ucap sang kekasih monster tersebut mendekati suaminya, terlihat dirinya sedang membawa bayinya.
"Apa yang kamu lakukan disini, bukannya aku menyuruhmu untuk bersembunyi?"
"Anak kita ini terus menangis ingin bertemu denganmu..! Ku mohon gendong lah dia sebentar saja, habis ini aku janji akan bersembunyi pada tempat yang sudah disediakan ketua."
"Baiklah, lagi pula aku sangat menyayanginya lebih dari apapun setelah dirimu."
Crash...
Crash... × 25
"Argh!
"Arghh!!!"
Satu persatu monster terbang yang ada sekitar Berd berteriak hingga menggema pada seisi goa, bahkan memekikkan telinga bagi yang mendengarnya. spontan membuat Berd langsung khawatir pada keberadaan Istrinya, walaupun ada didekatnya.
"Sial! Ada serangan diam-diam dari pihak mereka. Zine? dimana dirimu?"
Menggunakan kekuatan apinya yang membara sebagai penerangan Berd terkejut melihat istrinya dan anaknya terikat oleh sesuatu berwarna hitam.
"Cih, kalau berani jangan bersembunyi! Tunjukkan wajahmu dasar pengecut!"
"Hei, hei... bukannya harusnya dirimu khawatir karena nyawa kedua orang paling kau cintai ada di tanganku. Bagaimana jika kita bermain sebuah game!"
"Sialan! Akan ku bunuh kau setelah..." Berd berhenti berkata saat isterinya terlihat menderita sedang membutuhkan bantuannya.
Anaknya pun menangis kencang membuatnya semakin kesal, namun dia memilih untuk menahan diri.
__ADS_1
"Baiklah, aku menuruti permainan konyolmu!" ucap Berd.
"Hehe pilihan yang bagus, aku tidak salah menilai dirimu. Gamenya sangat mudah, kita main game siapa yang seharusnya kau pilih! Yaitu antara anak dan istrimu siapa yang akan diselamatkan, begitulah. Hitungan mundur di mulai dalam sepuluh detik!"
"tunggu, pilihan itu sangat..."
"Heh, aku mulai 9...8...7...6...5..."
Crak!
Berd pada akhirnya memilih Istrinya sementara anaknya dia harus merelakannya terbunuh dihadapannya, setelah istrinya dihempaskan ke arah dirinya oleh sesuatu berwujud hitam pekat yang menjerat istri dan anaknya sebelumnya.
Jleb!
Saat istrinya jatuh dalam pelukannya Berd tertusuk oleh sesuatu berwarna hitam pekat itu layaknya bayangan hitam pada ulu hatinya. Dan.....
Slash...
Tubuhnya terbelah menjadi dua dalam sekejap bersama dengan istrinya yang memang sudah mati beberapa menit yang lalu.
Di sisi lain Hyun Wo membantu para pasukan dari Colosseum melawan anak buah tetua monster terbang menggunakan skill miliknya dan menggunakan Devil sword.
Meskipun agak lumayan sulit dan menantang menurut Hyun Wo saat melawan dua anak buah tetua monster terbang itu, dirinya senang melawan monster yang lumayan kuat.
Sampai-sampai ia tetap bergerak menyerang mereka tanpa jeda.
Hingga akhirnya keduanya terbunuh oleh Hyun Wo saat memanfaatkan kelengahan mereka.
Tak disangka Feng masih berada di wilayah ini Hyun Wo berpapasan dengannya saat hendak melawan monster lainnya.
Feng terlihat berjalan santai, entah mengapa dirinya tidak peduli pada peperangan ini. Dan di saat ketua monster terbang itu mengenali Feng sebagai peserta lumayan kuat pada turnamen, dia kemudian melesat ke arahnya bersiap untuk melakukan serangan dari dekat.
Slash...
Hyun Wo melihatnya dengan jelas kecepatan serangan tongkat yang dibawa oleh Feng saat membelah ketua monster terbang dalam sekali serangan biasa saja, yang menurutnya melewati microdetik namun masih dugaannya saja.
Hyun Wo sendiri tidak mampu melihat gerakannya dengan jelas, meskipun memiliki pasif skill tertentu yang membuat matanya lumayan awas pada kecepatan.
Seketika pasukan monster terbang itu tak bergeming melihat ketuanya terbunuh dengan mudahnya tanpa perlawanan sama sekali.
Di detik itu dimaafkan oleh ras elf untuk mengincar titik lemah pada leher lawannya.
Dalam hitungan detik banyak pihak monster terbang yang berjatuhan.
__ADS_1
Mengetahui anaknya dibunuh Tetua monster lalu menampakkan dirinya seraya menggunakan kekuatan terkuat miliknya, yaitu hujan bola api berkecepatan tinggi.
Sebuah sihir pelindung diciptakan oleh sang pahlawan yang masih selamat dalam peperangan sementara adiknya yang memimpin masuk kedalam goa kemungkinan tewas terbunuh.