Luxia System

Luxia System
Rahasia Raja Makhluk Bawah Tanah


__ADS_3

Dia lalu menghilang begitu saja dari dekat Hyun Wo namun terdeteksi sedang bersembunyi di balik sebuah pohon besar.


Tap..


Hyun Wo kini berada di depannya dengan ekspresi ramah.


"Apa ada yang menganggu dirimu sang legenda?" tanya Hyun.


"Argh! Kenapa diriku hidup lagi, harusnya aku sudah mati. Lalu siapa dirimu, sebelumnya aku kira adalah monster berbahaya yang aku lawan?!"


Zhang Gi terlihat menyentuh keningnya sambil berbicara seperti sedang merasakan sakit di kepalanya.


"Aku seorang petualang amatir, tujuanku kemari untuk menghentikan monster jahat yang akan membangkitkan seluruh pasukan perang kerajaan ini, kamu pasti mengenalnya bukan?"


"Hm, aku mengetahuinya. Jadi aku ini salah satu yang dihidupkan oleh monster itu?"


"Iya, itulah alasannya dirimu bisa bangkit dari kematianmu yang sudah ribuan tahun berlalu, serta dikendalikan oleh monster itu sebelumnya. Bagaimana jika dirimu membantu bersama-sama untuk..."


Belum selesai mengucapkan ajakan, Zhang Gi menyela perkataan Hyun Wo.


"Tidak, tidak aku tidak mau bertarung lagi. Karena aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk menjalani kehidupan tenang, apalagi sekarang ini aku hidup kembali."


"Maaf jika aku menganggu kesenanganmu, tapi kamu ini sebenarnya setengah hidup. Saat monster itu mati dirimu juga akan lenyap. Ku harap dirimu bisa mempertimbangkan hal terakhir, apa yang akan kamu lakukan sebelum dirimu tiada untuk kedua kalinya!"


Akhirnya Zhang Gi memutuskan bergabung dengan Hyun Wo guna mengalahkan monster itu yang sebenarnya beberapa menit lalu dikalahkan oleh tiruan Hyun Wo, namun masih hidup.


Bersama para monster yang tersisa kini mereka bergegas menuju tempat tujuan dengan mengikuti Hyun Wo.


Sebelumnya Zhang Gi meminta maaf kepada Hyun Wo karena ia telah membuat kerusakan sangat parah di bekas reruntuhan ini.


Serta hampir saja membahayakan nyawa orang yang tak bersalah. Tapi untungnya Hyun Wo adalah orang kuat sehingga mampu mengimbangi dirinya.


Di satu sisi.


"Monster sepertimu apa mampu mengenai wajahku?" ucap tiruan Hyun kepada monster berukuran lebih besar dibandingkan makhluk abadi itu dengan wajah mengejek.


Bugh!


Membuatnya terkena tinjuan mendadak disebelah pipi kanannya hingga terhempas kebelakang.

__ADS_1


Sementara kepala monster yang Hyun Wo pegang terlihat terlempar secara acak.


Dharr!!


Namun sesaat setelah tubuh Hyun menyentuh tanah ledakan terdengar dan membakar tubuh monster itu dengan api berwarna biru. Tepat di titik Hyun Wo sebelumnya berpijak.


"Hyun... kamu tidak apa-apa, biar aku sembuhkan ya!" ucap Sayuri khawatir sembari menawarkan akan menyembuhkan luka parah jika Hyun merasa sangat sakit.


Sementara Momo mencari tahu lebih lanjut dengan melototi tubuh Hyun Wo dari segala sisi dia lalu melihat luka yang memang sebelumnya perlu diobati.


Ketiga perempuan itu seakan mengabaikan ledakan tadi.


"Luka-luka kecil dulu Sayuri, baru nanti kita sembuhkan secara berkala. Yang penting Hyun sembuh!" ujarnya.


Beda dengan Liliana yang sebelumnya menangkap kepala monster itu.


"Pasti Hyun sengaja membuat dirinya lengah, mana mungkin kan dia segitu mudahnya dihajar oleh monster itu, meskipun lawannya sekarang ini terlihat sangat kuat!" gumam Liliana didengar oleh monster yang kini tinggal kepalanya saja.


"Tepat apa yang kamu katakan gadis cantik, orang licik sepertinya memang melakukan segala triknya dengan baik agar aksinya tidak disadari oleh lawan."


Sayangnya monster itu menyembuhkan dirinya dari luka yang disebabkan oleh ledakan tadi.


Hingga pulih seperti sediakala membuat Liliana berpikir jika Hyun Wo salah dalam mengambil tindakan, karena tidak memikirkan kemungkinan ini.


Dari auranya saja mereka lebih kuat dari yang sebelumnya.


"Hahahaha trik licikmu sungguh membuatku muak anak muda, padahal aku sudah menawarkan hal paling menguntungkan bagimu dan jutaan orang yang mungkin saja meminta hal itu, kau pasti menyesal!"


Hyun Wo kemudian bangkit saat dirinya sedang diobati.


"Ah? Hyun... belum selesai..." ucap Sayuri.


Menjelaskan bahwa perkataan monster itu hanyalah kebohongan belaka sama seperti dirinya yang menggunakan trik licik dalam menipu lawan maupun korbannya.


Monster itu terlihat terdiam yang sebelumnya angkuh dan menyombongkan diri.


"Jelaskan kenapa kau menyebutku pembohong?" tanya monster itu nampak menahan marah terlihat dari otot rahang yang mengeras.


"Tidak mau mengakuinya ya, kalau begitu kau monster yang sangat payah. Sebenarnya dirimu telah menipu banyak manusia maupun monster, caranya dengan iming-iming pasukan abadi, tapi meminta syarat yang kau sebut sebagai perjanjian. Sama halnya dengan dark killer, dia hanya meminta apa yang akan diambilnya dari orang yang memerintahkannya sesuai dengan perjanjian si pemanggil, dan tidak menggunakan sesuatu itu."

__ADS_1


"Sebaliknya, dirimu menggunakannya guna menciptakan tubuh lebih kuat dari waktu ke waktu, seiring banyaknya orang yang kau tipu!"


Perkataan Hyun Wo barusan membuat semuanya tercengang terutama bagi monster itu yang melakukan perjanjian dengannya.


Sehingga setengah dirinya menjadi tukang belulang.


Monster yang meminta Hyun Wo menjelaskan alasan tadi kini terdiam, untuk yang kedua kalinya. Lalu raut wajahnya menyeringai ke arah Hyun Wo dengan sorot mata membunuh.


"Aku tidak menyangka akan ada yang tahu tentang rahasia itu. Padahal selama ratusan tahun ini rahasia itu tetap sebuah rahasia, dan orang sepertimu pertama kalinya menyadarinya. Hebat... tapi sayangnya kalian yang ada disini akan aku bunuh, dan ku jadikan bagian-bagian tubuhku hahaha..."


Tawa monster itu sangat menakutkan apalagi aura yang menyelimuti dirinya serasa mampu menyudut siapa saja disana.


Momo bahkan keliatan lebih ketakutan dari yang sebelumnya. Sampai-sampai telinga kelincinya ikut merasakannya, kini nampak layu bagaikan tumbuhan.


Sementara Liliana hanya menunjukkan ekspresi siap siaga jika saja serangan dadakan dilakukan oleh monster itu.


Hendak akan mengangkat satu tangannya, monster itu tak jadi melakukannya lantaran kedatangan para monster dan Hyun Wo asli.


Beserta monster berwujud kabut dan Zhang Gi kedatangan mereka sangat mengejutkan ketiga perempuan itu, maupun bagi lawan yang akan dihadapi.


"Kalian bertiga tidak apa-apa kan? Maaf aku baru datang." tanya Hyun kepada ketiga perempuan itu.


Ketiganya mendekati Hyun Wo dengan ekspresi berbeda ada cemberut, marah, dan senang.


Momo sangat senang hingga dia memeluk Hyun Wo tanpa memikirkan dua keberadaan perempuan yang kini melihatnya.


Itulah mengapa Sayuri memasang ekspresi cemberut, sementara Liliana marah karena Hyun Wo membuat perasaannya pasang surut.


"Hei... apa aku tidak diberi penghargaan, bukannya aku selama ini ikut menjaga kalian?" sela tiruan Hyun.


"Maaf menganggu momen kekeluargaan kalian, tapi aku merasa senang karena apa yang aku butuhkan berada didepan mataku heh..." ucap monster itu sembari menunjukkan seringainya di akhir ucapannya.


Monster berwujud kabut menyerang terlebih dahulu hingga dirinya tak berwujud lagi setelah dihajar oleh monster bertubuh besar itu.


"Hehe... hanya lalat kecil..."


Hyun Wo asli berada didepan semua para monster yang bekerjasama dengannya. Diikuti oleh Zhang Gi yang kini sudah berada di samping Hyun Wo. Beserta yang lainnya.


Di pihak lawan pun tidak diam saja barisan yang disusun sedemikian rupa bersiap akan menghadapi mereka.

__ADS_1


"Serang!!!"


"Serang!!!"


__ADS_2