
Segala persiapan sudah sepenuhnya siap untuk memulai suatu operasi pada kedua tempat bola mata Liliana.
Sebelumnya, Hyun Wo menunjukkan sepasang mata yang nampak tak asing saat Liliana lihat dalam sebuah wadah. Tapi itu saat dia menggunakan penglihatan sementara dari kemampuan supranatural miliknya.
Liliana lalu setuju melakukan operasi yang segera dilakukan oleh Hyun Wo lantaran segala persiapannya sudah mumpuni.
Langkah awal, Liliana di buat mati rasa pada area matanya dengan teknik jarum khusus yang ditusukkan pada area tersebut.
Tentunya dia berbaring terlebih dahulu sebelum di tusuk oleh jarum itu pada area mata serta merilekskan diri sebelum ketahap berikutnya.
Lalu membuat Liliana tak sadarkan diri agar operasi berjalan dengan lancar.
Di bantu oleh Luxia yang memberikan saran dan masukan sehingga lebih mudah lagi saat Hyun Wo melakukannya dan berlangsung dengan cepat, setengah jam kemudian operasi pun selesai dilakukan.
Liliana masih dalam kondisi tertidur pulas sementara kedua matanya di balut dengan perban dari kain khusus.
[Pemberitahuan sistem]
"Operasinya berjalan dengan lancar, saya menduga Liliana akan sangat terkejut saat dirinya terbangun nanti."
"Iya, dan operasi ini tidak mungkin selesai dengan cepat jika bukan karena bantuanmu juga Luxia, jadi terimakasih."
Bum!
"Hah? Suara apa itu?" tanya Hyun yang langsung meninggalkan ruangan tersebut menuju ke arah dapur.
Sampai disana dirinya melihat dapur dalam keadaan berantakan dan itu ulah Momo terlihat dirinya tersenyum kepada Hyun Wo mengungkap kesalahan dirinya.
"Hu... apa kamu tidak apa-apa, lain kali kamu jangan memaksakan diri untuk memasak. Ngomong-ngomong dimana Sayuri, bukannya dia yang seharusnya masak?"
Momo terdiam tidak menjawab perkataan Hyun Wo barusan, dia fokus melihat tangannya yang sedang dipegang oleh Hyun Wo.
"Syukurlah, tidak ada luka. Cuma pakaianmu saja yang kotor terkena cipratan... ledakan bahan yang kamu masak."
Alangkah terkejutnya Sayuri saat memasuki dapur dalam keadaan kacau balau membuatnya jadi mematung sesaat.
Melihat Hyun Wo sedang bersama Momo membuat ekspresi terkejut Sayuri berubah kemudian mendekati keduanya.
"Apa kamu baik-baik saja Momo, sini biar aku cek takutnya ada yang luka!"
"Enggak kok, aku baik-baik saja. Tadi Hyun sudah mengejek!"
"Begitu ya..."
Yang pada akhirnya membuat mereka bertiga membersihkan dapur itu, karena merasa tidak enak jika diketahui oleh orang lain.
__ADS_1
Dan jika diketahui, sebab sebelumnya terdengar suara cukup keras dari dapur maka Hyun Wo sudah bersiap untuk menjelaskannya kepada pembantu yang bekerja di Colosseum.
Akibat ledakan tadi membuat bumbu dan bahan yang sudah dipersiapkan menjadi terbuang sia-sia.
Sehingga Sayuri tidak memiliki kesempatan untuk memasak malam ini. Mencari bumbu dan bahan pengganti pun juga susah mencarinya di malam hari.
Usai membersihkan dapur Momo langsung meminta maaf keenam kalinya kepada Sayuri, karena telah melakukan hal buruk.
Dia sebelumnya melihat Sayuri dengan wajah murung disela-sela membersihkan dapur.
Sementara Hyun Wo mengucapkan sesuatu yang membuat Sayuri merasa tenang dan nyaman sembari mengelus-gelus kepalanya.
Dalam sudut yang tak terlihat oleh Momo dan juga Hyun Wo, Sayuri tersenyum bahagia saat orang yang dicintainya sangat perhatian padanya.
Sayuri yang berada tepat di dekat dada Hyun Wo seperti adegan pasangan yang menenangkan kekasihnya saat sedang sedih. Entah kenapa membuat hati Momo merasa sakit.
Tap..tap..tap..
Dan hal itu diketahui pula oleh Liliana yang sudah bangun pasca operasi dan langsung menuju ke arah dapur.
Pada akhirnya keempatnya saling bahu membahu.
Kini mereka semua berada di ruangan tempat makan yang seharusnya berisi masakan dan hidangan sebagai makan malam ini.
Sayuri merasa bersyukur dan senang mengetahui Liliana bisa melihat lagi dia bahkan melihat-lihat mata Liliana dari dekat.
Momo pun sama dia nampak senang melihat Liliana dengan mata birunya yang indah.
Dikala keadaan lapar itu di tengah-tengah obrolan mereka seseorang memanggil dari arah pintu diiringi suara ketukan pintu.
Dia adalah Amaryllis bersama dengan para pembantu membawakan hidangan istimewa begitu banyaknya kedalam ruangan VIP tersebut.
Menaruhnya pada meja makan panjang hingga full berisi hidangan menggugah selera.
Saat Amaryllis hendak meninggalkan ruangan itu Hyun Wo membuatnya tak langsung pergi.
"Terimakasih untuk semua ini Mary, tapi sepertinya ini terlalu banyak. Apa kamu sengaja karena mengetahui Momo yang suka makan?" ucap Hyun dengan senyum ramah.
"Mm... aku memang sengaja. Ya sudah aku pergi dulu!"
Hyun Wo menahan tangan Amaryllis saat dia berbalik badan dan melenggang pergi.
"Dirimu belum makan malam bukan, sebaiknya kamu ikut makan malam bersama kami!"
"Bagaimana bisa kamu tahu aku belum makan malam, apa kamu mempunyai kekuatan psikis?" tanya Amaryllis memastikan dengan raut penuh selidik.
__ADS_1
"Hhaha... aku tidak mempunyai nya kok, tenang saja. Jadi kamu mau kan makan malam disini?"
"Aku tidak mau mengganggu kalian..." jawab Amaryllis menundukkan wajahnya sedikit saat berbicara.
Melihat Amaryllis yang merasa tidak enak membuat Hyun Wo menariknya masuk kedalam.
Senyuman manis terkesan penuh makna menghiasai wajah Amaryllis saat dirinya tarik oleh Hyun Wo, dia seakan menyukainya.
Makan malam pun berlangsung dengan khidmat semuanya sibuk dengan makanannya sendiri seakan berbicara saat makan tidak diperbolehkan.
Saat akan tidur Hyun Wo mengecek status dirinya entah itu level diri, level skill, dan peningkatan kemampuannya.
Tak lupa pula ia mengecek jumlah poin yang dimilikinya ternyata lumayan banyak untuk membeli kultivasi dewa, namun Hyun Wo tunda terlebih dahulu.
Ia berniat akan membelinya setelah menyelesaikan Quest sekali lagi, karena kebetulan sebuah Quest ia dapatkan di malam hari.
[Pemberitahuan sistem]
[Quest menghentikan ritual terlarang yang akan dilakukan oleh satu monster pada sebuah reruntuhan kerajaan lama ribuan tahun]
[Poin yang didapatkan jika berhasil menyelesaikan 4000]
"Hadiah poin sebanyak itu pasti... monster yang akan aku hadapi bukan monster tingkat rendah dan akan memakan waktu pula saat menghadapinya," ucap Hyun dalam hati menerka-nerka.
Hyun Wo kemudian membaca informasi tentang monster itu didalam ruangan System secara teliti.
Memiliki nama Rose monster dengan wujud menyerupai manusia dengan kekuatan supranatural menyerupai seorang penyihir.
Diketahui rencananya melakukan ritual terlarang pada reruntuhan kerajaan lama guna membangkitkan para kesatria yang terkubur disana untuk dijadikan budaknya.
Serta 100 ribu pasukan yang tewas dalam medan pertempuran dekat dengan kerajaan tersebut.
Selain itu mencari jiwa-jiwa yang masih memiliki penyesalan dalam hidupnya.
"Monster itu sepertinya memiliki rencana yang mungkin saja akan membahayakan negara, bisa saja dia akan memulai perang!"
Usai mendapati beberapa ide sebagai rencana dan taktik melawan monster itu Hyun Wo lalu memutuskan untuk tidur nyenyak malam ini.
Maka ia meminum ramuan racikannya memiliki efek khusus pada dirinya yang dapat membuatnya tidur nyenyak.
Hyun Wo mulai menguap dan matanya mulai mengantuk. Tak lama ia pun tertidur.
Seseorang memakai jubah hitam masuk kedalam kamar Hyun Wo rupanya dia telah memasukkan sesuatu kedalam ramuan yang barusan Hyun Wo minum.
__ADS_1