
Sebelumnya.
"Apa aku menang duel?" tanya Hyun kepada wasit yang terlihat tak percaya jika Icarus tertunduk seperti itu.
"Belum, masih harus menunggu beberapa saat lagi. Siapa tahu pangeran akan bangkit kembali!" sahutnya berusaha untuk adil.
"Baiklah, aku tunggu."
Tak lama kemudian wasit mulai menyuarakan pemenang pertarungan tersebut.
"Dengan ini Hyun Wo yang menjadi pemenang dalam duel sengit barusan, sela..."
"Awas Hyun!!!" teriak Elisha lantang.
Drap!
Whosh...
Brak!!!
"!?"
Belum usai berbicara wasit jalannya duel ini dibuat bergeming.
Saat Hyun Wo sudah menangkap pukulan mematikan Icarus yang secara diam-diam bangkit lalu menyerangnya dari belakang.
Gerakan melesatnya yang begitu cepat membuat yang lain mengira jika Icarus hanya sekedar bangkit dari keadaannya.
Ketika Hyun Wo menangkap pukulan itu dengan satu tangan dan kini sedang menahannya, pada sekitaran kecuali bagian belakang dirinya hancur berantakan.
Efek penahanan yang menyebabkan angin berhembus sangat kencang dengan tekanannya begitu kuat menyebabkan setengah dari arena Colosseum yang luas itu, lebih tepatnya bagian lantai menjadi bebatuan.
"!?"
Momen pukulannya yang ditahan oleh Hyun Wo membuat Icarus tertegun.
Di tambah tatapan mengintimidasi dari lawannya yang seakan berniat akan membunuhnya jika lebih dari ini.
"Peraturan mengatakan jika anda sudah kalah, pangeran. Dan saya tidak suka orang yang melanggar aturan!" ucap Hyun serius penuh penekanan.
Shut..
Tap..
Icarus kemudian membatalkan serangan lanjutan dari pukulannya kemudian melesat kebelakang guna menjauhi keberadaan Hyun Wo.
Asap yang menutupi arena membuat para penonton kesusahan untuk melihat keadaan mereka disana.
__ADS_1
Tak terkecuali seseorang yang dapat menembus dalam kepulan asap yang berasal dari efek serangan mematikan Icarus barusan.
Beberapa saat kemudian.
Pangeran Icarus kini mengakui dirinya kalah dalam pertarungan sengit tadi hanya saja menurutnya, dirinya tidak kalah sepenuhnya.
Hyun Wo kemudian menghampiri Icarus dan berucap.
"Pangeran memang kalah dalam duel ini, tapi bukan berarti kalah dalam pertarungan hidup dan mati! Kalau saya koreksi, pangeran lengah pada taktik lawan!"
"Hahahaha kau benar, aksimu tadi memang membuatku lengah. Contohnya saja saat dirimu hanya menghindari berbagai serangan dariku, lalu mengeluarkan darah begitu banyak saat terkena pukulan keras. Sebenarnya itu terlihat mencurigakan, namun langkahmu yang berani demi keberhasilan taktik membuatku lupa akan poin itu!"
Keduanya lalu tertawa bersama seperti halnya mereka sudah akrab setelah pertarungan tadi.
Berbeda dengan wasit yang kini masih gemetaran pasca nyawanya terselamatkan oleh aksi Hyun Wo barusan.
"Baiklah, hanya kali ini saja aku meminta maaf, karena serangan yang tak terduga tadi bisa saja membunuh seseorang jika bukan dirimu yang menahannya!" ucap Icarus.
"Ku maafkan, lagian adikmu sebelumnya memperingati diriku akan serangan mu, kan!?"
"Ya, aku sempat mendengarnya. Bukannya dia bisa memandang masa depan."
"Benar, hanya saja penglihatannya itu terbatas. Bahkan ada dua kemungkinan jika diriku dalam posisinya, pertama diriku terkena serangan itu dan kedua menahannya seperti tadi. Dan sebenarnya.. sebelum adikmu memperingatkan, diriku sudah merasakan gerakan cepat pangeran yang hendak menyerang!"
"Serta aku memilih untuk menahannya, lantaran ada seseorang yang hampir saja menjadi korban karena ulah pangeran!" imbuh Hyun sembari menunjukkan senyuman setengah, lalu menoleh ke arah wasit.
•••
Pada akhirnya masalah berkaitan dengan anggapan penglihatan putri Elisha berakhir dengan damai.
Pertarungan itu juga yang memperkuat argumen Hyun Wo sebelumnya.
Pangeran Icarus bahkan menjelaskan kepada adiknya putri Elisha secara gamblang gambaran kebenaran dari argumen Hyun Wo dan juga kemampuan penglihatannya.
Kini Hyun Wo dalam sebuah ruangan dimana dirinya tengah diobati, namun dirinya mengakui sebuah kebenaran kepada keempat perempuan itu.
"Jadi darah itu cuma..."
"Ya, darah bohongan!" tandas Hyun kepada Amaryllis.
"Pantas saja aku melihat sekilas dirimu yang mendekatkan genggaman tangan pada wajah, dan seakan kamu menyimpan sesuatu dalam mulut!" timpal Liliana.
"Benar, kamu jeli sekali Lia."
Sementara Momo merasa malu mengingat dirinya yang sebelumnya menangis. Termakan tipuan yang sulit untuk diketahui secara kasat mata.
"Momo, kamu terlihat.. seperti sehabis menangis?" tanya Hyun yang kini mengalihkan atensinya kepada Momo yang terlihat murung.
__ADS_1
"... aku cuma kemasukan debu, ya kan!? jawab Momo sembari melihat ke arah ketiga perempuan itu secara bergantian.
Dalam ruangan sistem Hyun Wo tertawa puas ia sebenarnya mengetahui Momo yang sebelumnya menangis lantaran mengkhawatirkan dirinya.
Berbeda dengan ketiga perempuan itu yang kini mengangguk membantu Momo berbohong, meskipun ada sedikit raut hampir membuka kebohongan itu.
Di halaman kerajaan, Hyun Wo dan keempat perempuan itu sedang diantar oleh Elisha, Cyrus, dan Icarus. Bahkan beberapa orang penting kerajaan.
Dikarenakan Hyun Wo memutuskan untuk pamit meninggalkan kerajaan dan kembali melanjutkan petualangannya.
Meskipun Elisha tak rela jika Hyun Wo harus pergi secepat ini sebelum dirinya mengenal Hyun Wo lebih dekat lagi.
Dikala perpisahan Hyun Wo sempat berjanji bahwa dirinya akan kembali suatu saat nanti dan melihat putri Elisha kembali saat dirinya sangat merindukannya.
Hal itu seketika membuat Elisha tenang dan berdoa yang terbaik untuk keselamatan Hyun Wo ditengah petualangannya.
Sementara Cyrus mengatakan dirinya akan berlatih lebih keras lagi untuk mengimbangi kekuatan Hyun Wo, dirinya mengaku jika saat ini masih jauh dari kata imbang.
Berbeda dengan kakak tertuanya, Cyrus. Menyebut jika Hyun Wo adalah rivalnya. Baginya kekuatan Hyun Wo memiliki hal unik yang dapat membuatnya mampu melawan seseorang dengan level diri yang lebih tinggi darinya.
Dan hal itu sangat luar biasa katanya, bahkan Cyrus menyayangkan Hyun Wo yang menolak diberikan promosi menjadi ketua para pahlawan kerajaan.
Padahal dalam posisi itu dirinya bisa mendapatkan segalanya selain pengalaman di Medan perang saat mengalahkan musuh, seperti kekayaan, kedudukan, kekuasaan, lainnya.
"Aku hanya tidak tertarik saja, bagiku melihat dunia yang luas ini sangat menyenangkan!" ucap Hyun.
"Ya, kamu ini memang tipe orang yang menyukai kebebasan. Tapi jika dirimu berubah pikiran aku bisa menyarankan kembali kepada Raja agar dirimu mendapatkan promosi lagi, lagian Raja menanti-nanti, bukan. Walaupun untuk saat ini dirimu kekeh tidak menginginkannya hahah?"
"Iya tepat sekali hahaha.."
Melihat senyuman Icarus puas membuat Elisha sebagai adiknya merasa senang begitupun dengan Cyrus.
Menurutnya, baru kali ini kakak tertuanya tertawa puas tanpa halangan didekatnya.
•••
Hyun Wo maupun keempat perempuan itu mulai mengemasi barang yang akan dibawa, memasukkannya kedalam wadah tak terbatas.
[Pemberitahuan sistem]
"Tuan, sepertinya tuan harus cepat-cepat pergi menuju ke desa Hawl, karena monster itu memiliki niatan untuk beralih ke tempat selanjutnya. Saat penduduk desa sudah sedikit dan seorang pahlawan membuatnya mundur!"
"Kalau begitu aku akan mengemasi barang-barang dengan cepat. Dan... apa kamu bisa melacak orang yang pernah menyelamatkan diriku pada saat mengalahkan ketua monster tengkorak, Luxia?"
"Saya akan berusaha mencarinya tuan."
"Hmm, Luxia nampak ragu, jika aku menanyakan hal yang berkaitan dengan perempuan itu."
__ADS_1