Luxia System

Luxia System
Yang Membuatnya Tergoyahkan


__ADS_3

"Oh, percaya diri sekali kau anak muda. Dan hanya dirimu saja yang berani memerintahkan para monster disini untuk bekerjasama denganmu, lalu bagaimana setelahnya?"


"Kalian boleh menyerang diriku secara bersamaan nantinya," sahut Hyun.


"Heh.. jangan sombong, kami ini memiliki kekuatan masing-masing yang bisa saja membunuhmu dengan mudah!" timpal monster lain.


"Baiklah, baiklah kalau begitu pertama-tama kita harus membunuh salah satu boneka dari monster yang kalian benci itu, di atas. Bukannya monster itu yang telah mengurung kalian ini layaknya burung dalam sangkar, atau lebih buruk lagi dari itu..."


Perkataan Hyun Wo barusan membuat suara para monster di tempat gelap gulita ini menggema, meneriaki apa yang akan mereka lakukan kepada monster yang telah mengurungnya.


Di atas, pria itu masih menunggu lawannya yang sebelumnya masuk kedalam sebuah lubang, lalu dia merasakan guncangan dari bawah tempatnya berpijak hingga membuatnya menjauh, karena tanah di bawahnya meledak.


Brakk!


Keluar para monster yang terlihat penuh emosi dan merasakan kesenangan atas kebebasannya, wajah para monster terlihat dengan sorot tajam mengincar pria itu.


Dikala para monster secara bersamaan menuju ke arah incarannya, pria itu langsung memainkan biolanya. Terlihat bermunculan arwah-arwah sebagai penyerangan dirinya maupun pertahanan menghadapi para monster.


Buush...


Swosh...


Brakk...


Dharr!!


Siut...


Seperti halnya pertempuran antara makhluk hidup dan makhluk yang sudah mati, kedua belah pihak sangat serius menyerang satu sama lain.


Namun Hyun Wo melihat para monster tidak diuntungkan dalam keadaan ini saat menghadapi para arwah, karena mereka tidak bisa menyerangnya sama sekali.


Tubuh para arwah itu tembus saat di serang, sedangkan saat arwah itu menyerang balik membuat monster yang diserangnya terluka.


Bugh!


Dash...


Selain itu Hyun Wo juga melihat kekuatan fisik pria itu saat menghindar dari berbagai serangan para monster, menyerang balik dengan tinjuan perdetik lalu memainkan biolanya lagi dan melakukan gerakan serangan seakan telah terlatih untuk itu.


"Dia ternyata jago dalam beladiri juga, bahkan tubuhnya atletis. Hmm, aku harus memikirkan celah ataupun kelemahannya. Karena dia masih bisa mengelak serangan tajam bahkan dari titik buta!" ucap Hyun dalam hati.

__ADS_1


Ia lanjut mengamati pertempuran ini dimana pihaknya dalam melakukan genjatan senjata beberapa diantaranya telah tumbang.


"Bos, ada yang kabur dari medan pertempuran ini!" ujar monster seukuran manusia berbicara kepada Hyun Wo yang sedang fokus mengamati.


"Biarkan saja, dia pasti akan kembali lagi. Lalu kenapa dirimu tidak bertarung!?"


Note: Sebelumnya Hyun Wo menaruh kegelapan dari kekuatan supranatural miliknya kedalam tubuh tergelap para monster untuk berjaga-jaga.


"Lawan kita ini sangat sulit untuk dihadapi oleh monster rendah seperti saya ini, lalu bos juga tidak ikut bertarung?"


"Diriku sedang mengamati pertempuran guna mencari kelemahan pria itu. Sebaiknya dirimu ikut membantu rekan-rekanmu yang lain!" titah Hyun serius sembari menunjuk ke arah pertempuran sengit itu.


"Maaf bos, sebenarnya saya memiliki kekasih. Dan mungkin Istri dan anak saya pasti mencari-cari saya beberapa hari ini!"


"Huh. Tunggu, kau bilang kekasih dan keluarga? Akhirnya..." ucap Hyun menyeringai di akhir ucapannya.


Kini pria itu terus menerus didesak namun hebatnya dia masih bisa mengelak sembari melancarkan serangan balasan mematikan.


Bugh!


Hingga pukulan sekilas nya mampu menghancurkan tubuh besar monster berwujud buaya bergigi tajam.


Bahkan dalam jeda lagu yang dia mainkan pria itu menggunakan Bow selayaknya pedang yang mampu menebas para monster yang dekat dengannya.


Liliana menghampiri tiruan Hyun Wo mengatakan bahwa dirinya telah berhasil menemukan monster yang dicari-cari.


Setelah memastikan perkataan Liliana dan terbukti benar iapun mengirimkan kabar tersebut kepada Sayuri dan Momo.


"Bagus Lia, kamu berhak mendapatkan hadiah karena memenangkan perlombaan ini."


"Siapa juga yang mau hadiah, aku hanya ikutan membantu saja..." sahut Liliana sembari berbalik badan menghindari kontak mata dengan Hyun, dia menyilangkan lengan didepan dada dengan wajah memerah.


Menandakan berakhirnya perlombaan antara mereka bertiga, yang sebenarnya adalah akal-akalan dari diri gelap Hyun Wo dengan kebohongannya untuk menipu mereka bertiga.


Mereka lalu langsung saja menuju tempat dimana monster itu berada, kini ketiga perempuan itu berada lumayan jauh dibelakang, sedangkan Hyun Wo memimpin.


Terlihat wajah cemberut dari keduanya, Momo maupun Sayuri.


"Ternyata monster itu bersembunyi disini, hihihi aku langsung saja menghabisinya!" ucap Hyun dengan senyum lebar melihat monster yang dicarinya tengah melakukan sebuah ritual. Terlihat dia sedang fokus pada hal itu.


Sedangkan dirinya berada tak jauh dari monster itu tengah memperhatikannya.

__ADS_1


Kemudian Hyun Wo menggunakan kekuatan supranatural miliknya hendak menciptakan gumpalan dari kegelapan, lalu melesatkan dengan cepat ke arah monster itu.


Dharr!!!


Reruntuhan beberapa bangunan pun hancur berkeping keping lantaran terkena imbas ledakan dari efek gumpalan seukuran bola kasti berjumlah tiga buah itu.


Bahkan terbentuk sebuah bekas ledakan yang cukup dalam setelah asap menghilang, sementara monster itu masih hidup. Namun satu tangannya hancur tak tersisa.


"Cih, dia masih hidup. Padahal aku sudah menghabiskan mana yang cukup banyak saat menggunakan kekuatan supranatural tadi!" ucap Hyun dalam hati kesal melihat monster incarannya masih tengah berdiri tegak, meskipun tubuh bagian kanannya terluka parah.


Ketiga perempuan itu menghentikan langkahnya, terkejut saat melihat pemandangan didepannya.


Para monster mulai tumbang secara bersamaan setelah pria itu memainkan biolanya dengan nada sedih, membuat para monster entah kenapa ikut hanyut dalam irama.


Sehingga mereka lengah dan mudah untuk dikalahkan.


Disaat pria itu bergerak lincah dalam menghindari serangan dari berbagai arah terlihat ekspresinya yang terkejut di detik berikutnya, dengan kedua mata yang terbuka lebar.


Bugh!


Dirinya lalu terkena pukulan keras sekaligus mematikan pada wajahnya, setelah menatap wanita cantik tepat berada didepannya.


Yang kemudian meninjunya secara tak terduga. Membuatnya terdorong kebelakang beserta biola yang terlepas dari genggaman tangannya.


Dirinya pun tergeletak di tanah dengan darah segar yang keluar dari mulut dan hidungnya. Lalu...


Brakk!!


Dalam keadaan itu para monster memanfaatkannya dengan baik menghujani tubuh pria itu dengan serangan miliknya.


Dharr!!


Lenyapnya para arwah mengartikan bahwa pria itu sudah tewas.


[Pemberitahuan sistem]


"Tuan sebelumnya menggunakan skill peniru wajah yang di level 6 sudah sempurna dalam meniru wajah dan tubuh seseorang. Ternyata ini alasan tuan mengapa bertanya mengenai kekasih pria itu!"


"Yah. Untuk membuatnya lengah dalam sesaat. Aku memahami jika menyerangnya secara serius akan sulit untuk mengenainya, karena dirinya sangat lincah. Itulah mengapa aku menggunakan rencana ini untuk membuatnya lengah. Selincah-lincahnya seseorang akan tergoyahkan saat dirinya melihat sesuatu yang menurutnya sangat tidak terduga!"


Sementara para monster terkejut melihat wanita cantik dengan gaun kelap kelip perlahan menjadi seorang pria, dia adalah Hyun Wo.

__ADS_1


"Nah, bagaimana jika lanjut menuju monster yang kalian benci!"


"Kau!?"


__ADS_2