
Sosok bak malaikat pencabut nyawa itu diselimuti oleh aura gelap pada dirinya dengan mata berwarna merah menyala menatap Hyun Wo yang sedang memperhatikan sosok itu tak bergeming.
[Pemberitahuan sistem]
"Sepertinya mahluk ini adalah wujud lain dari monster itu tuan, kekuatannya bisa menggunakan tubuh seseorang atau monster untuk dijadikan bonekanya! Mirip persis dengan tubuh korbannya."
"Lumayan merepotkan juga kekuatan monster itu, lalu mengenai kekuatan asli si pemilik tubuh yang dimasuki olehnya apa bisa digunakan kekuatannya, Luxia?"
"Bisa tuan, namun ada efek samping saat monster atau seseorang yang dijadikan wadah dirinya yang lain jika sampai terbunuh. Tubuh monster itu akan mengalami rasa sakit pada tingkatan tertentu dalam beberapa saat, hingga membuatnya dalam kondisi rentan."
"Yah, aku mengerti sekarang. Efek samping itu juga bisa aku artikan sebagai salah satu kelemahannya."
Swosh...
"Apa!? Sangat cepat sekali serangan dari rantai berujung lancip monster ini barusan, meskipun dalam jarak jauh, tch!" ucap Hyun dalam hati setelah dirinya mengelak dua serangan rantai berujung lancip yang barusan mengarah pada kedua matanya.
Dengan sigap Hyun Wo langsung memasang kuda-kuda setelahnya.
Wosh...
Wosh...
Tap..
Slash...
Menggabungkan dua serangan secara bersamaan di awali dengan keempat rantai di belakang tubuh monster itu yang mengincar titik vital lawannya, dilanjutkan dengan sabit yang hampir saja memenggal kepala Hyun Wo, nyaris saja.
Ting! ×30
Swosh...
Swosh...
Keduanya lalu beradu senjata, dilihat dari segi itu Hyun Wo kalah jumlah, karena ia hanya menggunakan Devil sword.
Sementara monster itu memiliki sabit beserta keempat rantai dibelakang tubuhnya yang dapat memanjang serta dikendalikan olehnya, bahkan dinilai membahayakan pada ujungnya yang lancip itu. Yang salah satunya terdapat racun.
Kletak!
Srak!
Sabit monster itu hancur di momen keduanya beradu senjata hingga satu lengannya terpotong dan sempat berada di udara dalam beberapa saat.
Jleb!
__ADS_1
Satu gerakan mematikan Hyun Wo arahkan pada tubuh monster itu dan berhasil mengenainya hingga tembus.
Namun, seakan monster itu tidak merasakan apa-apa, meskipun satu tangan dan tubuhnya terluka. Dia tetap berdiri tegak setelah tertusuk dan mundur kebelakang.
Di waktu inipun monster itu mulai melakukan serangan berikutnya, setelah serangan Hyun Wo sebelumnya tidak berefek padanya sama sekali.
Aura hitam yang berada didekat monster itu terlihat di ubahnya menjadi sebuah sabit berukuran lebih besar dari sebelumnya.
Hyun Wo menghela nafas panjang kemudian menghembuskan nya perlahan, lalu bergerak memulai penyerangannya.
Trak!
Di salah satu pijakan saat Hyun Wo memilih mendekati monster itu dengan berlari dirinya terjatuh dalam sebuah lubang kemudian tubuhnya di tangkap oleh sebuah tangan raksasa layaknya asap berwarna hitam pekat.
Membuatnya tak bisa bergeming sama sekali dalam genggaman tangan itu, keadaan tersebut langsung dimanfaatkan oleh lawannya untuk segera mengakhiri pertarungan ini.
Yang kemudian melesat cepat ke arahnya dalam sekejap.
Crak!!
Tangan itu terbelah menjadi dua, namun Hyun Wo sudah tidak ada di sana. Diketahui ia menghilang pada detik terakhir sabit monster itu hampir membelahnya.
Monster itu nampak melirik sekitaran tempatnya guna mencari keberadaan Hyun Wo.
Srak! ×7
Sekejap Hyun Wo sudah berada disekitarnya dan berpindah-pindah posisi, lalu membelah monster itu dan menerbangkan tubuhnya sampai-sampai membakarnya di udara hingga menjadi abu menggunakan botol sihir elemen api biru.
"Kelemahan monster itu saat dirinya berada di udara, meskipun gerakannya cepat, tapi dirinya tidak bisa memulihkan tubuhnya pada saat itu!" gumam Hyun.
Usai mengalahkan monster itu dirinya memanggil hewan summon serigala hantu pelacak melalui buku yang ia dapatkan dari seorang pengemis tua beberapa waktu yang lalu.
Guna menemukan keberadaan monster yang dicarinya di tempat luas dan besar ini ia harus pintar-pintar memikirkan langkah yang tepat.
Di satu sisi ketiga perempuan itu beserta diri tiruan Hyun Wo menghadapi pria bertopi penyihir, pria itu terlihat sedang duduk bersila dalam keadaan melayang.
Yang awalnya muncul secara tiba-tiba dan menyerang mereka dengan jarum jam ribuan jumlahnya.
Belum usai mengalahkannya setelah bertubi-tubi menghindari, menahan, dan merasakan sesuatu hal yang aneh dalam pergerakan mereka Hyun Wo terlihat lebih tua dari sebelumnya.
Pria itu telah melakukan sesuatu terhadap waktu kehidupan yang dimiliki oleh Hyun Wo sehingga terjadi hal mengejutkan padanya.
Meskipun hanya tubuh tiruannya, Hyun Wo yang asli ikut merasakan sepuluh persen rasa sakit yang dialami oleh tubuh tiruannya itu.
__ADS_1
Persis seperti monster yang dicari oleh Hyun Wo sama-sama memiliki efek samping pada salah satu penggunaan kekuatannya.
Ketiga perempuan itu sama sekali tak bergeming dikala Hyun Wo perlahan-lahan menua.
Ketiga perempuan itu seakan mematung dalam sekejap.
"Hahaha, ini akhir dari dirimu dan teman-temanmu, sekarang rasakan kematian perlahan hingga dirimu menjadi abu!" ucap pria itu yang Hyun pikir adalah boneka monster itu.
Luxia mengatakan bahwa pria itu sudah mati ribuan tahun yang lalu, namun dirinya menghembuskan nafas terakhir pada ruang ciptaannya.
Sehingga jasadnya itu melewati peradaban demi peradaban baru dan menyesuaikannya.
"Lalu jika diriku tidak mati, apa yang akan kau lakukan? Aku tidak sabar membuatmu menderita!" balas Hyun Wo menyeringai seakan dirinya tidak takut pada apapun.
Pria itu berdecak lalu mengerahkan tangannya untuk mempercepat proses kematian incarannya itu.
Tapi entah mengapa ketiga perempuan itu dia biarkan saja dan tidak mengurusnya, ataupun dijadikannya sandera?
Tubuh tiruan Hyun Wo yang dalam keadaan tua renta kemudian bergerak menuju pria itu melayang di udara sambil bersila, sementara pria itu terlihat tenang-tenang saja sedang menunggu lawannya.
Sayangnya Hyun Wo tidak pernah sampai pada pria itu dirinya mengalami time loop sekian kalinya.
[Pemberitahuan sistem]
"Sepertinya tubuh tiruan tuan di tempat patung-patung itu menghadapi lawan yang sulit!"
"Yah, lawan itu mengingatkan diriku pada pertarungan turnamen, dikala Porte memanggil makhluk berwujud jam yang dapat mengendalikan waktu dalam jangkauan tertentu. Kurasa diri tiruanku tidak akan mudah kalah, meskipun dalam keadaan menyulitkan sekali heh.."
"Untungnya tuan sempat memindahkan tiga perempuan itu dengan tubuh pengganti skill clone sebelumnya."
Kini tubuh tiruannya itu bersujud dihadapan pria itu memohon agar dirinya diselamatkan bila perlu ia ingin dirinya dikembalikan seperti semula.
Disaat pria itu mencecar Hyun Wo yang dianggap sebagai seorang pecundang Hyun Wo malah mengatakan dia adalah pria paling beruntung di dunia. Dan dirinya bukan seorang pecundang, karena memiliki tiga istri tercinta yang sangat mencintai dirinya.
Sehingga membuat pria itu terpikirkan sebuah ide untuk membuat lawannya sangat menyesal sebelum mati mengenaskan.
Memindahkan ketiga perempuan itu yang kini sudah ada disekitarnya serta melakukan aksi tak senonoh di depan Hyun Wo hingga membuatnya terpuruk.
"Hahaha terimalah nasibmu bocah, sekarang wanitamu ada dalam genggamanku. Akan ku jadikan mereka sebagai budak pemuas kebutuhan saja heh..."
"Tidak!! Jangan lakukan itu, mereka tidak bersalah!" ucap Hyun tanpa bisa berbuat apa-apa hingga kepalanya yang dalam keadaan bersujud menyentuh tanah, lantaran tidak kuat melihat aksi tidak pantas pria itu.
Namun di saat seperti itu Hyun Wo tersenyum lebar seperti seorang villain yang berhasil melakukan rencana jahatnya.
Menutupi senyuman mengerikan itu dengan kedua telapak tangannya, apa yang sebenarnya terjadi?
__ADS_1