
Kembali ke kapal yang masih dalam keadaan baik-baik saja membuat Sayuri merasa tenang, karena dua orang yang dikhawatirkan dirinya beberapa saat lalu bisa kembali dengan selamat tanpa luka serius.
Padahal lawan yang dihadapi bukan lawan sembarangan tapi melihat keduanya kembali sudah cukup membuat hati kecil Sayuri tentram.
Di kapal mereka lalu berbincang mengenai kejadian sebelumnya saat menghadapi monster Hydra yang menjadi momok menakutkan bagi para pelaut selama bertahun-tahun.
Kini ada titik terang bagi para pelaut untuk dapat melewati perairan mematikan tanpa harus khawatir pelayarannya karam di laut karena ulah monster Hydra yang sekarang ini sudah lenyap.
Hanya saja menurut pandangan Hyun Wo belum secara pasti perairan mematikan aman untuk dilewati, mengingat kembali monster lain menghuni perairan tersebut.
"Kapal ini ternyata tangguh juga bisa kebal terhadap tekanan gelombang, bahkan ketika didalam air pun tetap kokoh. Tidak ada bagian kapal yang rusak, harga memang menentukan kualitas."
Kini Hyun Wo sedang bersantai menikmati keindahan malam yang cerah dan masih berada di lautan.
Sebenarnya alasan dirinya tidak berlabuh meskipun ada waktu sebelum memasuki malam, karena ia ingin menikmati waktu istirahatnya berada di kapal ini lebih lama lagi.
Niatnya Hyun Wo ingin semalaman menikmatinya, karena besok pagi setelah sampai di pelabuhan dirinya akan menjual kembali kapal ini. Meskipun harganya tidak sama seperti di awal ia membelinya namun harga jual beberapa pun ia terima asal ada uang saku di wadah tidak terbatas yang kini menipis.
"Mari makan."
Ketiganya lalu makan malam bersama dengan bahan makanan yang di bawah dari pelabuhan dalam wadah tong khusus anti busuk dan layu yang membuat bahan makanan didalamnya selalu dalam kondisi segar. Karena terdapat sihir yang menyelimutinya.
Setelah menyantap hidangan makan malam yang dimasak oleh Sayuri dan Liliana, Hyun Wo kini berada di salah satu kamar yang ada didalam kapal.
Melatih dirinya kembali agar satu hari tidak tersia-siakan begitu saja. Bagi Hyun Wo berlatih dan berlatih adalah salah satu syarat baginya untuk mencapai tujuan serta ambisinya.
Yaitu melatih penyerapan murni dengan menggabungkan energi alam dengan dirinya, menyerap dengan baik sesuai ketentuan.
Berefek pada kekuatan inti serta jurus dan skill yang akan di tingkatkan berdasarkan levelnya masing-masing.
[Pemberitahuan sistem]
-Quest mengalahkan monster "Hydra" telah diselesaikan dalam waktu sehari, Hadiah yang didapatkan 2000 poin.
-Serta membuka skill rahasia secara acak.
__ADS_1
[Selamat anda berhasil mendapatkan skill penyembuhan]
Skill Healing dapat menyembuhkan diri sendiri dari luka-luka kecil maupun luka parah disesuaikan dengan level skill. Menyembuhkan, memulihkan, bahkan memiliki pasif memperkuat tubuh selama 20 detik.
Dapat digunakan dalam pertarungan maupun dalam kondisi tertentu, serta memulihkan diri maupun menyembuhkan orang lain.
"Lumayan, skill healing sangat berguna dan bisa membantu diriku sewaktu-waktu terluka karena lawan yang sulit. Bahkan ketika Sayuri tidak ada didekat ku. Dia kan memiliki sihir penyembuhan seingat ku."
Tok! tok! tok!
Masih dalam kondisi fokus pada saat melatih penyerapan murni Hyun Wo dikejutkan oleh suara ketukan pintu. Membuatnya harus menghentikan dulu latihannya untuk hari ini.
Rupanya Liliana hendak memutuskan tidur bersama dengan Hyun Wo lantaran statusnya sebagai istri bohongan masih melekat pada dirinya.
"Masuklah, aku belum memakai baju saat ini!" ucap Hyun mempersilahkan Liliana untuk masuk serta memberitahukan kepadanya bahwa ia sedang tidak memakai baju. Hyun mengatasi kebiasaan Liliana yang sering memeluknya secara tak terduga.
Lantaran ingatannya masih belum pulih dan perlu diobati dengan obat khusus, yang sekarang ini sedang dicari bahan untuk membuatnya bersamaan dengan Hyun Wo yang antusias dalam menyelesaikan Quest dari sistem.
Wajah Liliana memerah kemudian duduk di tepi ranjang menunggu kabar dari Hyun Wo yang sudah memakai baju.
"Hoamm."
"Aku sudah memakai baju Lia, dan aku sudah mengantuk sekali."
"Gitu ya, ya udah kamu tidur aja."
"Maaf ya aku tidak bisa mengobrol denganmu sekarang, rasa kantuk sudah menang melawan diriku... hoamm."
Hyun Wo tidak keberatan dengan Liliana yang tidur dengannya malam ini, dan hal tersebut sudah terbiasa baginya dan tidak perlu dikhawatirkan. Mengingat kembali penjelasan Liliana tentang hubungan kepura-puraan ini.
Bahkan ketika mereka tinggal dia gua Hyun Wo pernah tidur bersama dengan Lia. Dan bukan hanya satu malam saja.
Keesokan harinya, kapal megah yang dibeli oleh Hyun Wo dari bos kapal dengan harga tinggi kini telah berlabuh di pelabuhan.
Kondisi pagi hari di pelabuhan cukup ramai ketika Hyun Wo melihat jalur lintas perdagangan. Terlihat banyak sekali barang dagangan yang diangkut ke kapal.
__ADS_1
Sementara di sisi lain, khususnya bagi kapal tertentu pada jalur nasional keadaannya tidak seramai tempat berlabuh kapal pengangkut barang.
Hanya ada kaum bangsawan dan orang-orang dengan kekuasaan yang berlalu lalang.
"Saya mau jual kapal ini bos!" ucap Hyun ketika berada tepat di samping bos penjual kapal.
"Ternyata anda, senang bisa bertemu kembali. Bagaimana perjalanan anda menggunakan kapal megah ini," sahutnya ramah lalu menunjuk kapal yang tengah berlabuh.
"Sangat berkenan di diri saya, karena kapal ini sangatlah sesuai dengan kebutuhan yang saya harapkan dan tidak disangka-sangka."
Bos penjual kapal mengerutkan dahi lalu beralih pada topik awal pembicaraan Hyun Wo yang ingin menjual kapal kembali.
"Tapi untuk harga jualnya saya kurangi tuan, karena..."
"Tidak apa, saya berharap boss memberikan harga jual yang sebanding."
Di satu sisi dua orang berpakaian kerajaan berserta seorang wanita cantik bak Putri kerajaan terlihat putus asa karena kejadian yang menimpa dirinya.
Pria yang Hyun Wo duga sebagai tunangan wanita cantik di sampingnya itu pun terlihat sedang berpikir keras.
"Hem, maaf saya menyela pembicaraan anda. Apa ada yang bisa saya bantu?" ucap Hyun mengajukan diri untuk menolong dua orang yang menurutnya tengah tertimpa masalah.
"Kebetulan, saya ini pengawal Putri Milan, saya sedang mengantarnya menemui ibunya di kota ini. Tapi kejadian tak terduga terjadi pada saya, uang untuk sewa membayar kapal hilang tanpa saya sadari!"
"Bukannya anda bisa memasukkan uang kedalam..."
"Justru itu, saya tidak memiliki penyerapan murni."
Mendengar ucapan pria di depannya tersebut Hyun Wo dibuat tertegun hingga dirinya merasa kasian padanya. Serta pada wanita yang diduga Putri kerajaan.
"Tuan, tolong bantu saya, pinjamkan uang untuk sewa kapal kami pulang. Meskipun kita baru bertemu tapi aku akan sangat berterimakasih jika tuan mau membantu," ucap wanita tersebut dengan wajah memelas mendekati Hyun.
"Hmm, memiliki koneksi dengan orang kerajaan pasti bermanfaat bagiku suatu hari nanti. Apalagi diriku akan berpetualang demi menyelesaikan Quest System dan menjadi yang terkuat. Bisa saja sewaktu-waktu aku singgah di kerajaan tempat Putri ini berkuasa," ucap Hyun dalam hati memikirkannya keuntungan pribadi jika ia membantu orang kerajaan.
"Bos saya tidak jadi menjual kapal, saya akan berikan kapal megah ini secara sukarela pada dua orang ini!"
__ADS_1
Sementara yang diacak bicara mendadak mematung tidak mampu untuk menyahut perkataan Hyun Wo barusan.