Luxia System

Luxia System
Yang Berhadapan Dengan Hyun Wo Nantinya


__ADS_3

Kini para penonton yang menyaksikan aksi luar biasa dari ras peri tersebut yang mampu menahan pukulan dari Olympius dibuat terperangah, sebagian dari mereka seakan mematung dalam keadaan sebelumnya.


"Bagaimana bisa ras peri itu mampu menahan pukulan Olympius dengan mudahnya, itu sangat tidak masuk akal?"


"Benar sekali, bahkan memberi tamparan keras pada Olympius karena dia menahannya menggunakan satu jari."


Beberapa saat akhirnya penonton berkomentar mengenai hal menakjubkan yang mereka lihat dan mungkin akan tertanam pada memori mereka.


Terlihat raut datar Olympius saat mendengar komentar para penonton atau mungkin dirinya merasa diremehkan. Bagaimana bisa legenda terdahulu dipermalukan seperti ini, pikir Olympius.


Lusius mendorong jari tangannya yang masih menyentuh pukulan mematikan yang tertahan dari lawannya, seketika Olympius terdorong jauh kebelakang sampai mengenai pembatas arena.


Kali ini penonton riuh menyoraki Lusius berbeda dengan sebagian dari mereka yang diam, mereka adalah para murid didikan Olympius sang ksatria berbakat generasi selanjutnya.


Olympius bangkit lalu bergerak lebih cepat dari yang sebelumnya mendekati lawannya mencoba untuk tidak memberi waktu padanya menyerang sama sekali.


Berbagai teknik pukulan dan tendangan ia kerahkan pada satu waktu kepada Lusius, orang dalam hidupnya yang membuat Olympius merasa sangat malu.


Sepuluh menit berlangsung Lusius sama sekali tidak terkena serangan beruntun itu dia hanya menghindar dan menghindar dalam keadaan tenang. Bagaikan air yang mengalir, karena setiap dia menghindari pukulan maupun tendangan dirinya terlihat memukau di mata penonton.


Saat ini Hyun Wo berbincang dengan Amaryllis di lantai tiga di dalam suatu ruangan bisa disebut tempat tinggal sementara Amaryllis.


"Sepertinya besok kita akan menuju markas monster terbang itu!" ucap Amaryllis.


"Hmm, aku setuju jika pemburuan monster itu dilakukan besok, lebih efisiennya kita langsung menyerbu markas mereka. Tapi aku masih penasaran pada hilangnya mayat korban penduduk desa, mereka semua hilang dalam semalam?"


Amaryllis nampak berpikir lalu dia membuka mulut.


"Dari informasi yang aku ketahui mayat penduduk desa dibawa pergi oleh monster terbang pada malam itu setelah pembantaian dan pembunuhan yang mereka lakukan pada penduduk desa. Lalu ada goblin yang melihat mayat penduduk desa jatuh dari langit, setelah goblin itu bersembunyi dia kemudian melihat monster terbang sedang membawa mayat penduduk desa!"


Mendengarnya membuat Hyun Wo teringat pada goblin yang pernah menceritakan padanya akan monster bersayap itu yang katanya memiliki perjanjian dengan monster lain.


"Aku juga pernah mendengar dari ras goblin, dia mengatakan monster terbang itu memiliki perjanjian dengan monster lain. Artinya jika kita memburu mereka ada kemungkinan besar kita melawan monster lainnya!"


"Hmm, akan aku sampaikan pada tuanku, dan sebisa mungkin monster terbang itu harus dimusnahkan. Saya dengar tuan menang di ronde pertama, saya harap tuan bisa menang sampai di final!" ucap Amaryllis tersenyum disela-sela menganti topik pembicaraan.


Tak lama Hyun Wo pamit untuk pergi dirasa lumayan lama dirinya berbincang dengan Amaryllis hanya saja ia tidak enak untuk mengatakan jubahnya masih digunakan Amaryllis untuk menutupi pakaian menggoda yang dia kenakan.


Malahan Amaryllis sampai mengenakannya dan terlihat ekspresi suka diwajahnya. Seakan tidak ada kesempatan jubah itu kembali ke tangan Hyun Wo.


"Huh... biarkan saja," ucap Hyun dalam hati lalu ia melenggang pergi.


Mendapati informasi berkaitan dengan duel di ronde keenam dari sistem Luxia membuat Hyun Wo agak was-was setelahnya, karena ia memikirkan kemungkinan terburuknya. Yang bisa saja menggagalkan misi dari sistem.

__ADS_1


Pasalnya para peserta turnamen lumayan kuat dan luar biasa dari segi kekuatan takutnya salah satu dari peserta terkuat itu bertemu dengan Eric dibabak selanjutnya dan malah mengalahkannya sampai terbunuh.


Alhasil misi mengalahkan monster yang menyamar jadi gagal jika hal itu terjadi.


[Pemberitahuan sistem]


"Menurut saya tuan harus melakukan pengamanan pada Eric!"


"Sebentar, aku pikirkan dulu."


"Akhirnya... aku mendapati ide cemerlang, aku akan mengatur babak kedua turnamen agar Eric berhadapan denganku nanti. Dengan cara ini seratus persen aku bisa mengalahkannya tanpa berlama-lama menunggu lagi!"


Hyun Wo lalu pergi ke sebuah tempat masih didalam Colosseum dimana tempat itu digunakan sebagai penilaian tertentu pada setiap peserta. Sekaligus menentukan lawan yang akan dihadapi dari setiap peserta pada setiap babak.


Berkat sistem Luxia, Hyun Wo jadi mudah menjelajahi tempat-tempat didalam Colosseum.


Sementara ronde keenam berakhir lantaran salah satu peserta berhasil dikalahkan sampai tak sadarkan diri di tengah duel sengit.


Pemenang ronde keenam adalah Lusius dari ras peri.


"Apa aku bisa berguru dengannya, dia sangat hebat?!"


"Olympius saja sampai dibuat tidak ada apa-apanya saat melawan Lusius."


Ucap beberapa penonton mengomentari kedua peserta di ronde keenam ini.


Dilanjutkan ronde ketujuh.


Hosen (ras manusia) Vs Feng(ras manusia)


Hosen pernah menjadi juara dua di turnamen "seseorang setengah dewa" sebelumnya, di fase pertama. Keunggulannya memiliki sihir tingkat tinggi berbagai macam jenisnya.


Feng seorang pertapa tua yang berkelana disepanjang hidupnya diketahui dirinya mengikuti turnamen ini, karena secara tidak sengaja singgah di kota besar ini. Dan menemukan selembaran menarik menurutnya.


"Mulai!!"


Feng terlihat membawa tongkat kayu di arena dan mengenakan pakaian lusuh serta topi kerucut yang sudah usang.


Di sisi lain Hosen terlihat rapi dengan pakaian yang dikenakannya sembari membawa sebuah belati.


"Kakek, saya bersedia jika anda menyerang saya terlebih dahulu! Saya menghormati anda!" ucap Hosen ramah.


"Apa kamu yakin anak muda?"

__ADS_1


"Tentu saja saya yakin."


"Baiklah, jika itu mau mu."


Shut!


Wosh...


"Dia menghi..."


Bugh!


Pukulan yang tidak diduga-duga mendarat pada pipi Hosen saat dia lengah membuatnya terhempas dan mengeluarkan darah segar.


Tentu saja penonton terdiam dan sangat serius mengamati duel ronde ketujuh ini yang menurut sebagian dari mereka akan seru.


Shut!


Shut!


Shut!


Feng bergerak kesana kemari dengan cepat hingga membuat Hosen kewalahan saat melihat gerakannya.


Wugh!


Feng berada tepat dihadapan Hosen kemudian menundukkan badannya dan menghempaskan Hosen ke udara.


Penonton terkesiap melihat aksi kakek Feng tersebut.


Bugh!


Brakk!


Dengan loncatan dibantu oleh tongkatnya Feng menghajar Hosen di udara hingga dia mendarat keras pada arena.


"Kakek itu kejam sekali pada Hosen, apa dia tidak tahu ayah Hosen adalah seorang Baron yang berkuasa di kota ini?!"


"Kau tidak dengar, sebelumnya pembicara jalannya turnamen mengatakan jika kakek Feng adalah seorang pertapa yang berkelana sepanjang hidupnya. Mana mungkin dia mengetahui Hosen anaknya Baron."


"Benar juga ya."


Feng memberikan waktu bagi Hosen untuk bangkit, menurutnya tidak seru jika lawannya dikalahkan dengan cepat.

__ADS_1


"Pukulanmu boleh juga kek, sepertinya pemanasan-nya sudah selesai ya."


__ADS_2