Luxia System

Luxia System
Siapa Perempuan Itu?


__ADS_3

Kemenangan Hyun Wo di babak terakhir ini membuat sebagian penonton bersorak untuknya atas aksi dan keunikan gaya bertarungnya yang luar biasa, serta tipuan-tipuan yang digunakannya dalam memenangi setiap babak.


Mereka malah menganggap Hyun Wo adalah orang pintar sekaligus hebat ibaratnya sebagai permata indah dan menawan.


"Pasti yang bersorak itu ada penjilat yang ingin mengambil keuntungan dari kepopuleran diriku, huh... aku sudah mengerti akan hal itu," ucap Hyun dalam hati mengedarkan pandangan sekali lagi ke arah penonton sebelum meninggalkan arena, sebenarnya ia sedang mencari tiga perempuan itu.


Turnamen fase kedua ini nyatanya lebih cepat dibandingkan akhir turnamen pertama dimana tidak ada peserta di setiap ronde yang berakhir seri yang membuat keduanya tidak lanjut.


Perbedaan lainnya juga terlihat pada setiap pesertanya di fase kedua ini mampu mengundang banyaknya orang-orang kuat tak disangka-sangka.


Bahkan dari ras peri, elf, best, dan monster sekalipun semuanya memiliki gaya bertarung dan kekuatan yang berbeda-beda.


Satu jam berlalu, kini Hyun Wo diberi pelayan VIP diwaktu istirahatnya didalam Colosseum sembari menunggu kedatangan Raja yang akan menjadi pemberi hadiah bagi juara turnamen.


Sebelumnya hal ini tidak Hyun Wo ketahui ia pun menyangka jika ada perubahan jadwal setelah turnamen selesai secara mendadak.


[Pemberitahuan sistem]


"Menurut saya alasan Raja akan hadir pada pemberian hadiah mungkin saja karena mendapati kabar tentang pertarungan seluruh peserta turnamen. Yang mana akan memberi mereka promosi untuk bergabung menjadi prajurit, kesatria, pahlawan, dan sebagainya!"


"Hmm, itu masuk akal Luxia."


Saat ini Hyun Wo sedang menikmati sajian makanan bersama dengan tiga perempuan berbeda ras, siapa lagi kalau bukan Liliana, Sayuri, dan Momo mereka sangat berarti bagi Hyun Wo dan menjadi salah satu semangat hidupnya.


Sebenarnya Hyun Wo ingin mengundang Yu'an untuk kemari agar dirinya menikmati hasil jerih payahnya yang sebelumnya ikut pula membantu keberhasilan Quest maupun misi.


Sayangnya Yu'an tidak Hyun Wo temui lagi setelah ia terakhir kali bertemu dengannya. Beda dengan Amaryllis, dia sebelumnya menolak halus ajakan Hyun Wo menikmati sajian lantaran memiliki suatu kepentingan.


Yang mungkin saja sedang mengurus Eric monster yang menyamar menjadi peserta turnamen hingga babak kedua, pikir Hyun Wo menebak.


Untuk penyerbuan markas monster terbang akan dilakukan esok harinya di pagi hari.

__ADS_1


Disinilah mereka berempat berada, duduk pada kursinya masing-masing pada sebuah meja makan panjang berisi beraneka macam sajian seperti halnya jamuan spesial kelas atas, Hyun Wo maupun mereka bertiga asyik menyantap sajian sambil mengobrol.


Penyelenggara turnamen juga memberi mereka kebebasan jadi tidak ada orang lain disana, kecuali Hyun Wo dan tiga perempuan itu.


Pelayanan pembawa sajian pun hanya terlihat di awal saja saat bertugas menaruh beberapa sajian yang baru masak dan menanyakan apa yang dibutuhkan oleh mereka.


"Yeey, aku akan jadi kaya mendadak!!" ucap Momo seperti seorang anak kecil saja lalu menyangga dagunya pada meja, dia sedang mabuk setelah meminum segelas kecil sampanye yang dia kira adalah minuman biasa.


"Momo? Kamu minum ini ya... pantas saja kamu mabuk!" ucap Sayuri kaget mengetahui botol sampanye terbuka di samping Momo, sebelumnya mereka tidak mengetahui jika botol itu berada di sana.


Sayuri kemudian mengambil botol sampanye itu dan menjauhkannya dari Momo.


"Ah, aku mau kamu menyuapi diriku Hyun. Sudah lama aku tidak merasakan suapan darimu lagi...!" ucapan Liliana sontak membuat Sayuri memalingkan pandangan kearahnya.


Begitupun Momo yang masih dalam keadaan setengah sadar, dia belum sepenuhnya mabuk.


Dulu saat pemilik tubuh masih hidupnya dia selalu menyempatkan waktunya untuk menghilangkan penat Liliana seusai berlatih, meningkatkan diri maupun level.


Kebetulan sudah waktunya makan siang, dan hal itu ditanggapi Liliana dengan senyuman manis sambil mengiyakan tawaran Hyun Wo. Hingga keterusan dia lakukan kepada sahabat masa kecilnya itu sampai mereka berdua memasuki masa remaja.


Saling suap menyuapi pun terjadi diantara mereka berdua, namun pada usia tersebut adalah terakhir kali baginya melakukan hal itu. Dia paham pada perlakuannya kepada sahabatnya terlalu berlebihan.


"Kamu melamun Hyun?" ucap Liliana sekaligus menyadarkan Hyun dari lamunannya yang sebenarnya ia sedang mengingat ingatan masa lalu si pemilik tubuh.


"Begitulah, tapi apa kamu tidak merasa sedikit..."


"Tidak enakan kah, gapapa kok..."


"Kenapa dia agak berbeda sekarang, mirip seperti dirinya yang lembut saat kehilangan ingatan? Bukannya aku sudah menyembuhkan hilang ingatannya, jangan bilang... sebagian ingatan dirinya yang itu ikut dia ingat?" ucap Hyun dalam hati menerka-nerka.


Karena terpaksa, Hyun Wo akhirnya mau melakukan hal yang baginya memalukan ini kepada Liliana meski harus dilihat Sayuri maupun Momo, tapi entah kenapa mereka menatapnya dengan ekspresi lain.

__ADS_1


Hyun Wo mencoba menangkap maksud ekspresi mereka barusan, bahkan auranya pun berbeda dari biasanya.


•••


Pemberian hadiah pun berlangsung dengan baik hingga selesai, sebelumnya Raja sempat mempromosikan Hyun Wo sebagai pahlawan, namun tawaran itu ia tolak dengan alasan logis tidak membuat Raja sakit hati.


Selain Raja banyak orang-orang yang mendekati Hyun Wo dengan maksud berbeda-beda.


Malamnya, Hyun Wo membuat obat untuk mendetoks penyakit yang diidapnya setelah sore hari ia berbelanja banyak bahan obat bersama mereka bertiga.


Saat ini Hyun Wo berada di ruangan khusus Alchemist ditemani oleh seorang perempuan sedang melakukan hal serupa dengannya, yaitu membuat obat.


Selesai membuat beberapa obat Hyun Wo memutuskan untuk kembali ke kamarnya, terpisah dengan ketiga perempuan itu.


"Yam, yam..."


"Hei? Siapa kamu?"


Seorang wanita bergaun pink sama seperti rambutnya yang terurai panjang terlihat halus mengejutkan Hyun Wo sedang mengunyah kue pada meja makan.


Dia pergi begitu saja tidak menyahut perkataan Hyun Wo sehingga ia memutuskan untuk mengejarnya.


Sayangnya ia kehilangan jejak perempuan tadi, bahkan dirinya tidak sempat melihat wajahnya, karena perempuan itu membelakangi dirinya saat ketahuan.


"Mungkin dia salah masuk ruangan, tapi Amaryllis bilang ruangan VIP ini dijaga ketat? Kurasa aku harus menanyakan tentang perempuan tadi padanya."


Merebahkan dirinya dan hendak memejamkan mata namun pikirannya terlalu penasaran pada perempuan tadi ada rasa ingin mengungkapkan siapa dia sebenarnya.


"Kenapa aku jadi penasaran seperti ini, bahkan ingatan barusan membuatku penasaran pada perempuan itu. Dari suaranya saat mengunyah kue sepertinya tidak asing bagiku," gumam Hyun sambil menatap langit-langit kamarnya.


Tak lama Hyun Wo mulai memejamkan matanya saat dirinya sudah mulai mengantuk mengingat esoknya ia akan membalaskan dendam bagi desanya maupun Liliana.

__ADS_1


__ADS_2