
Ternyata suara langkah kaki yang mampu membuat tanah bergetar itu berasal dari pijakan telapak kaki monster bertubuh Titan.
Tubuhnya yang diselimuti oleh api membara mampu membakar jalannya saat melangkah. Serta meninggalkan jejak dalam berkawah api.
Hanya saja kemunculannya ini baru beberapa saat di mode api tersebut, sehingga dampak kerusakan disekitaran tidaklah terlalu parah.
Sayangnya bagi Qixuan kerusakan itu membuat dirinya sangat marah, emosinya meledak-ledak.
Pasalnya ada tempat penting bagi Qixuan dimana tempat itu telah hancur karena dilalui makhluk yang paling dibencinya.
"Grrr.. monster itu. Ayo Hook, Kita serang dia!" titah Qixuan menahan emosi, sembari menatap tajam ke arah tubuh besar monster itu.
Hook mengangguk faham, baru setelah itu ia merenggangkan otot-ototnya yang terlihat urat-uratnya itu sebagai persiapan.
Sebuah anak panah diselimuti aura es melesat ke arah monster Titan itu, tepat mengarah langsung pada lehernya.
Sementara Hook mengambil satu pohon yang telah tumbang lalu melesatkan nya seakan melempar tombak.
Tas.
Tas.
"Hahaha." Monster itu terkekeh setelah menangkis dua serangan dari kedua ras elf itu. Setelahnya ia menatap keduanya dengan senyuman lebar.
Pandangannya itu tertuju pada Qixuan yang sepertinya tertarik dengan perempuan itu.
Qixuan yang melihat tatapan ketertarikan tertuju padanya pun merasa jijik, ia membuang muka malas.
Dirinya bahkan sampai berniat untuk menggunakan serangan jarak jauh dari jurus Tornado es guna melimpahkan kekesalannya.
"Serang dia secara terus-menerus Hook, aku akan mempersiapkan serangan langsung padanya!" pinta Qixuan menatap lekat rekannya.
"Apa, kau akan menggunakan serangan berdampak itu!?" sahut Hook menatap tajam Qixuan. Ia tahu serangan macam apa yang akan digunakan oleh rekannya itu melalui auranya.
"Ya, begitulah. Lagipula aku tidak ingin monster itu merusak lebih banyak lagi tempat!"
Hook kemudian bergerak sembari melakukan serangan guna memancing monster Titan itu agar menargetkannya.
Selagi Qixuan mempersiapkan penggunaan jurus terkuatnya.
Serangan dari batu dan pohon itu nyatanya berhasil membuat monster Titan itu murka hingga melontarkan api berasal dari tangannya.
Menargetkan Hook dengan serius hingga membuatnya terkena serangan pada tubuh bagian belakang.
"Argh!!!"
__ADS_1
"Hook!!"
Qixuan kesal saat melihat rekannya tersakiti sehingga dirinya emosi dan langsung melakukan penyerangan.
Monster-monster yang mendekati dirinya pun membeku seketika. Dan hancur berkeping-keping.
Sementara para elf lain terlindungi oleh bongkahan es, mereka seperti terperangkap namun dapat bergerak di dalam bongkahan es tersebut.
Buih es mulai berterbangan dari aura yang berasal dari tubuh Qixuan, buih tersebut sebenarnya menyebar ke segala arah dan membuat sekitaran seperti tengah turun salju.
Bedanya buih tersebut berwujud kristal dari serpihan es.
Serangan dari monster Titan mulai difokuskan kepada perempuan dari ras elf itu. Kedua tangannya seperti sedang membentuk bola api yang terserap melalui tubuhnya yang diselimuti api.
Wooosh...
Api bergejolak berbentuk bola itu melesat ke arah Qixuan yang tengah melancarkan serangan balasan
Saat bola api itu dibentuk sekitaran monster Titan menjadi panas, sementara saat Qixuan membalas serangan tersebut menggunakan jurus es. Sekitaran dirinya dibuat membeku dan hawa terasa dingin.
Blarsh...
Kedua serangan dari elemen yang berlawanan itu bertabrakan hingga menyebabkan gelombang besar mencakup kedua sisi.
Wuss...
Wosh...
Wosh...
Untungnya rumah-rumah maupun bangunan penting di wilayah ras elf itu terlindungi saat gelombang dahsyat menerpa.
Sehingga tingkat kerugian bisa diminimalisir serta orang-orang terselamatkan.
Sementara kedua tempat yang menjadi asal dari serangan api dan es tadi menjadi dua wilayah berbeda.
Area belakang monster Titan itu penuh api, namun tak sampai melelahkan bongkahan es berisi bangunan dan rumah-rumah penduduk.
Sementara area belakang Qixuan sudah seperti kutub Utara penuh akan es di bagian belakangnya. Dirinya yang lebih mendominasi.
"Huf.. huf.. jurus ini banyak menyerap inti diriku...."
Tak disangka monster Titan itu membeku secara perlahan dikala dirinya akan memulai langkah dan melakukan penyerangan selanjutnya.
Kekuatan api di tubuhnya seakan padam tak bisa melelehkan buih es yang mulai menyelimutinya.
__ADS_1
Dengan gontai Qixuan beranjak sembari mengerakan kedua tangannya untuk mengatur buih es yang berterbangan.
Mengumpulkan buih buih itu untuk menutupi seluruh tubuh monster api itu disaat tubuhnya tak bisa digerakkan.
Lantaran kedua kakinya sampai perut sudah membeku dengan tingkat kebekuan seratus persen dan api di tubuhnya mulai lenyap. Monster itu hanya bisa pasrah dikala tubuhnya akan membeku secara keseluruhan.
Kretak.
Tak lama target besarnya itu membeku secara keseluruhan, meninggalkan serpihan kecil es di udara saat Hook melemparkan batu berukuran empat kali lipat dari tubuhnya ke arah monster Titan itu.
"Ha ... untungnya aku menggunakan jurus ini untuk melawan monster api, jika tidak monster itu akan membakar sekitaran," ucap Qixuan merasa lelah sampai dirinya terduduk pada kedua lutut.
Hook kemudian menghampiri Qixuan untuk menolongnya, sementara bongkahan es yang memerangkap para elf di desa elf mulai menghilang.
Rumah-rumah bahkan bangunan pun sama-sama terlindungi.
Mereka para elf mendekati Qixuan guna memproklamirkan kemenangannya ini.
Sementara ahli obat dari ras elf turut memeriksa keadaan pahlawan yang telah menyelamatkan desa dari serangan para monster.
•••
Lusius yang mengetahui kekacauan diakibatkan oleh invasi para monster secara besar-besaran itupun tak tinggal diam.
Dirinya pergi dari tempat pengajarannya menuju pusat kota demi membantu para kesatria dan penduduk di sana.
"Matilah manusia rendahan!" umpat monster yang sudah berada di belakang Momo setelah menghindar dari serangan-serangan monster lain.
"Hah!?"
Momo kemudian membuka mata setelah dirinya pasrah memilih untuk memejamkan mata, namun entah mengapa dirinya sama sekali tidak merasakan rasa sakit.
"Eh.. Lu-Lusius? ucap Momo terbata, dirinya tak menyangka bisa bertemu dengan Lusius. Ras peri yang waktu itu mendominasi turnamen di fase kedua.
"Jadi ... kamu yang sudah menyelamatkan Momo?" tanya Momo menatap lekat Lusius.
"Ya. Senang rasanya aku datang tepat waktu. Kalau begitu aku pergi!" sahut Lusius yang langsung pergi meninggalkan Momo.
Ia kemudian melihat Sayuri dengan nafas terengah-engah, lalu mendekatinya. Sambil melihat sekitaran telah berubah.
Banyak bangunan dan rumah-rumah hancur serta pertarungan yang terjadi dari kejauhan.
Ia pun sangat lega lantaran Lusius menolongnya sembari menghabisi monster-monster di sekitar tempat dirinya berpijak.
Nampak beberapa tubuh monster sudah tak bernyawa tergelatak.
__ADS_1
"Momo, kita harus berhati-hati untuk sekarang. Karena monster lain pasti akan datang, aku merasakannya ..." ungkap Sayuri lirih.
"Hm. Aku akan berhati-hati saat menuntun kamu. Tenang saja, Momo bakalan serius kali ini!"