Luxia System

Luxia System
Kebenarannya


__ADS_3

Hampir saja Hyun Wo terhempas namun ia menahannya menggunakan kekuatan supranatural untuk menahan dirinya dari belakang.


"Hanya hempasan saja bisa sekuat ini, bisa-bisa aku terbunuh jika dia menyerang ku secara bertubi-tubi!" ucap Hyun dalam hati ada sedikit rasa gelisah dihatinya.


Shut!


Bugh! Dash! Bugh!


Perkiraannya setengah terbukti, perempuan cantik itu bergerak dengan cepat menuju Hyun Wo dan menyerangnya secara bertubi-tubi dengan kekuatan fisik.


Kegelapan seakan melindunginya dari segala sisi arah setiap pukulan perempuan itu selalu di tangkis oleh kegelapan yang aktif disekitar Hyun Wo.


"Sial. Tidak ada waktu bagiku untuk menggunakan Blood sword sama sekali, dia menyerang ku tanpa jeda sedikitpun!" ucap Hyun dalam hati.


[Pemberitahuan sistem]


"Tuan, perempuan itu sepertinya marah besar karena tuan telah menggores wajahnya hingga meninggalkan bekas sayatan. Meskipun tidak seberapa tapi untuk wanita itu adalah luka besar."


"Hanya karena itu dia menyerang ku secara bertubi-tubi, itu tidak masuk akal!"


"Bukan itu saja, tuan juga menusuk perutnya sebelumnya."


"Lebih baik tuan gunakan skill existence charger guna menjauh dari perempuan ini terlebih dahulu!"


"Saran yang bagus Luxia."


"Aku lupa telah menusuknya sebelumnya, akan tetapi kenapa dia tetap berdiri tegak seperti halnya tidak tertusuk sama sekali. Apa mungkin dia memiliki sihir penyembuhan?" ucap Hyun dalam hati bertanya-tanya pada dirinya.


Menuruti saran dari Luxia, Hyun Wo menutupi dirinya dengan kegelapan sementara perempuan itu terus melakukan serangan fisik tanpa henti.


Kegelapan tersebut telah menjadi tameng terkuat yang dapat melindungi diri Hyun Wo dari serangan fisik wanita tersebut.


Untungnya terdapat elf yang dapat Hyun Wo gunakan sebagai tujuan teleportasi nya. Ia kini bersembunyi dibelakang elf tersebut.


"Dia belum menyadarinya."


Blood sword ia panggil kemudian bergegas menuju tempat perempuan tersebut yang masih menghajar pelindung kegelapan.


Dengan kecepatan yang berbeda dari sebelumnya Hyun Wo hendak menyerangnya secara sembunyi-sembunyi.


Pergerakan cepat Hyun Wo tersebut disebabkan karena ia memiliki sayap terbuat dari kegelapan yang dapat membuatnya melesat cepat.


"Sihir cahaya!"


Plash...


Cahaya muncul dari titik perempuan tersebut berdiri, Hyun Wo yang terkejut hendak menyerangnya malah tertunda karena sayapnya menghilang dalam area terang tersebut.


Begitupun pada pelindung kegelapan yang ikut lenyap setengahnya terkena cahaya terang tersebut. Bisa dipastikan kekuatan supranatural milik Hyun Wo sudah diketahui kelemahannya oleh perempuan cantik tersebut.

__ADS_1


"Pedang cahaya."


Shut!


Shut!


Ting! ting! ting!


Swosh... swosh...


*Keduanya beradu pedang*


Tidak menjadi masalah bagi Hyun Wo kekuatan supranatural "kegelapan" menghilang saat ini, namun yang dia khawatirkan pertarungan jarak dekat.


Swosh...


Brakk!


Serangan meleset dari pedang cahaya tadi dapat membelah lantai tempat ini dengan mudahnya, Hyun Wo bahkan bergidik ngeri saat melirik bekasnya.


Blood sword yang digunakan Hyun Wo masih lemah karena belum melukai seseorang hingga mengeluarkan darah.


Apalagi levelnya masih termasuk level rendah.


Ting!!!


Wajah mereka kini bertemu hingga bisa melihat wajah satu sama lain dengan jelas.


Hyun Wo mengeryitkan dahi dirasa ia tidak seperti yang perempuan cantik ini katakan.


"Bagaimana kalau kita membicarakannya dengan kepala dingin dan tidak melawan satu sama lain. Yang pada akhirnya kita berdua akan terluka!" saran Hyun dengan senyum tipis diwajahnya.


"Humph, malahan kamu yang akan terluka olehku setelah ini. Jadi tidak ada gunanya menunda-nunda kematian mu."


Hyun Wo menelan saliva nya bukan karena mendengar ancaman barusan, melainkan wajah cantik perempuan tersebut yang kini membuat jantungnya berdegup tidak karuan.


"Aku kemari hanya ingin mencari tahu penyebab hujan terus-menerus di desa Vilyt saja. Setelah aku mengetahuinya aku akan langsung pergi!"


Secara tidak diduga perempuan tersebut menurunkan pedangnya diikuti oleh Hyun Wo juga. Dia seakan tersihir oleh perkataan jujur Hyun Wo.


"Oke. Kalau itu yang kamu mau aku akan ceritakan, tapi ada satu syarat. Kamu tidak boleh mengatakan kepada siapapun setelah mengetahuinya, dan kamu ini bukan berasal dari desa ini bukan?"


"Iya, benar sekali. Lebih tepatnya aku berasal dari desa sebelah. Saudara dari desa Vilyt. Untuk syarat aku akan memenuhinya dan menjaga rahasia itu."


"Eh, kamu orang desa sebelah yang berhasil selamat dari segerombolan monster-monster bersayap?"


"Begitulah, aku mungkin beruntung bisa selamat."


"Udah cukup jangan memerankan orang yang kamu tiru sekarang ini dengan kelakuan dinginnya, aku sudah muak dengan hal itu!"

__ADS_1


Hyun Wo kemudian kembali pada wujud dirinya yang asli karena dirasa menganggu perempuan cantik tersebut.


Melihat wajah Hyun Wo dia membuka matanya lebar-lebar. Pemilik tubuh memang memiliki wajah yang tampan sejak kecil namun karena lingkungan dan pengaruh lain wajah tampannya itu seakan menghilang.


Tapi semenjak Hyun Wo rajin berlatih dan berlatih serta meminum obat dari pengetahuan ramuan herbal yang dimilikinya. Ia mengembalikan anugerah si pemilik tubuh yang sudah lama tertutup oleh topeng.


"Apa ada sesuatu di wajahku hmm?" tanya Hyun Wo.


Yang sebenarnya ia cukup malu saat melihat perempuan cantik dihadapannya menatapnya secara intens apalagi dalam jarak yang cukup dekat.


Mengingat kenangan pacarnya membuat Hyun Wo menjaga ekspresinya sekarang ini.


"Tidak ada apa-apa, tetapi bukan karena kamu tampan ya aku jadi melihatmu begitu."


"Yah, lagipula ada hal yang harus kita bicarakan terlebih dahulu!"


Perempuan cantik tersebut menceritakan kejadian di masa lalu awal mula penyebab hujan terus-menerus di desa Vilyt.


Berawal dari tanah desa Vilyt yang tidak subur sehingga tanaman tidak tumbuh secara normal, kekurangan air bersih, sungai mengering, kelaparan, serangan monster, dan bencana kecil lainnya.


Lalu ada elf dan peri yang memasuki desa, peri tersebut menawari secercah harapan bagi penduduk desa Vilyt.


Sebuah harapan bagi warga desa tentang desanya yang kini tidak layak lagi ditempati.


Dengan menumbalkan elf yang dibawa oleh si peri tersebut untuk dijadikan sesembahan.


Setengah penduduk desa menurutinya dan pada hari itu seorang elf dikawal memasuki tempat persembahan bawah tanah untuk dijadikan persembahan.


Dia dirantai disana dan dibakar hidup-hidup menggunakan sihir api oleh para penduduk desa hingga menjadi abu.


Namun yang dibakar bukan dirinya yang asli melainkan tubuh pengganti mirip sepertinya.


Perempuan cantik yang merasa kasihan pada seorang gadis lemah yang telah melakukan hal nekat tersebut.


Pada hari itu hujan turun dalam keadaan sedang pada wilayah desa Vilyt dan banyak lagi harapan penduduk desa yang dikabulkan.


Hujan terus-menerus di desa Vilyt disebabkan karena elf tersebut dalam pengaruh sihir. Membuatnya bahagia namun dalam arti ia harus bersedih hingga mengeluarkan air mata terus-menerus.


Semakin ia bahagia dalam dunia khayalannya, semakin ia banyak mengeluarkan air mata tanpa disadarinya.


Dan hujan akan terus-menerus turun beserta pelindung kuat disekitar desa yang mulai terbentuk.


Ada pria terkuat di desa Vilyt yang memang mengancam perempuan cantik penolong itu untuk membelenggu elf tersebut dan harus dalam keadaan tersihir.


"Pelindung kuat desa ini juga ada karena gadis elf itu dalam pengaruh sihir, jika dia bebas dari sihir maka pelindung desa akan lenyap bersama hujan yang melanda selama bertahun-tahun ini!"


"Jadi begitu," sahut Hyun yang memahami seluruh cerita perempuan cantik yang kini duduk bersamanya. Dibelakang mereka berdua ada elf yang masih terbelenggu.


[Pemberitahuan sistem]

__ADS_1


Selamat anda telah menyelesaikan Quest dan misi, kini poin hadiah segera masuk kedalam profil anda. Mohon anda segera mengeceknya.


__ADS_2