Luxia System

Luxia System
Keluar Dari Balik Layar


__ADS_3

Pedang berukuran besar menghantam keras ke arah jatuhnya Hyun Wo yang membeku dari atas.


Dalam beberapa saat tempat ini menjadi bergetar lantaran serangan tajam lagi mematikan dipastikan dapat membunuh Hyun Wo dalam satu kali serang tersebut.


Ya, bagi mereka para penduduk desa menganggap orang yang hendak menyelematkan mereka telah terbunuh oleh monster tengkorak raksasa itu.


Dari sana juga terlihat Momo yang menangis tanpa henti lantaran tuannya sekaligus orang yang dia sukai mengalami hal buruk.


Menyangka bahwa Hyun Wo benar-benar terkena serangan itu dan membuatnya mati mengenaskan tanpa bisa mengelak.


Bahkan Sayuri berpikir jika lolos dari bekuan es yang memerangkap Hyun Wo tadi tidaklah mudah.


Monster tengkorak itu tersenyum lebar dan merasa bangga bahwa dirinya telah membunuh ancaman terbesar menurutnya, yang dapat mengacaukan ritual penyerapan jiwa dari para penduduk desa.


Dengan kata lain akan dilakukan oleh ketua monster tengkorak setelah ini. Yang seharusnya sudah dari tadi dilakukan lantaran kedatangan tamu tak diundang menyebabkan ritual itu jadi tertunda.


Lalu saat monster tengkorak itu tak sengaja memegang dadanya yang tepat mengarah ke inti kehidupannya monster itu langsung dibuat tertegun.


Tak disangka bagian dadanya sampai tembus kebelakang keadaan berlubang itupun belum bisa diketahui dan dipastikan olehnya apa penyebabnya.


Menilik lebih dalam dengan satu tangannya masuk guna mengecek inti biru didalam dadanya, monster itu lalu mendapati inti kehidupannya sudah meleleh.


Tak lama monster itu dibuat sempoyongan hingga pada akhirnya jatuh menimpa lantai tempat ini dengan keras disebabkan oleh ukuran dan tubuh besarnya.


Para penduduk desa yang melihat dikalahkannya monster itu menjadi diam belum berkata mengenai pendapat dan dugaannya.


Sayuri maupun Momo pun terdiam bagaikan patung.


Sementara di dekat berbatuan membeku seseorang kemudian muncul memperlihatkan dirinya, Hyun Wo tersenyum mengarah pada tubuh tak bergerak monster itu.


"Bukannya sudah kubilang, ukuran ku ini menguntungkan diriku. Mengiring lawan pada keadaan dirinya akan menang dan mengakhiri pertarungan adalah cara termudah untuk merencanakan trik licik dibaliknya, karena dalam keadaan tersebut yang ada dalam pikirannya adalah bagian akhir, bukan mewaspadai kemungkinan kecil dari lawannya akan memutar balikkan keadaan."


Dengan ini kematian monster itu terungkap bahwa Hyun Wo yang telah membunuhnya hanya saja satu pernyataan muncul di benak para penduduk desa, bagaimana cara Hyun Wo selamat dari keadaan dirinya yang sebelumnya antara hidup dan mati.


Serta menyerang monster itu sampai-sampai tak terlihat keberadaannya bahkan tidak disadari serangan sebelumnya, hingga diketahui dada monster tengkorak itu telah berlubang sampai tembus kebelakang?"

__ADS_1


Tap..


"Apa kalian baik-baik saja?" tanya Hyun kepada para penduduk desa yang terpenjara menjadi satu dalam penjara besar dengan diselimuti oleh cahaya keemasan.


Diduga cahaya tersebut adalah sebab dari terdistorsi hawa dingin di tempat ini yang tak dapat dirasakan oleh para penduduk desa didalam.


"Kami baik-baik saja pahlawan hanya saja emosi dan perasaan kami dibuat naik turun gara-gara dirimu!" seloroh salah satu dari mereka yang menjawab.


Dilanjutkan dengan penduduk desa yang lain disertai sorakan dan berbagai rasa syukur terhadap keselamatan diri mereka masing-masing.


Pujian Hyun Wo abaikan tidak terlalu merasa bangga pada dirinya yang terpenting mereka berhasil diselamatkan.


"Maaf aku belum bisa mengeluarkan kalian terlebih dahulu, dikarenakan suhu tempat ini sangat dingin. Kurasa akan berbahaya jika kalian aku keluar sekarang ini, tunggu sampai diriku mengalahkan ketua monster tengkorak itu!" terang Hyun kepada para penduduk desa dipahami dan dicermati dengan baik, mereka sepertinya paham akan keadaan. Dan memilih untuk bersabar.


"Hyun... kamu jahat... membuatku begini, hiks..."


"Momo, bukannya aku berhasil selamat dari keadaan membahayakan nyawa tadi. Kenapa kamu masih menangis..?"


Momo kemudian menatap Hyun Wo yang sudah ada didepannya di luar penjara ini sedang menatapnya pula sembari menunggu jawaban.


"Momo dengarkan aku baik-baik, kamu itu tidak boleh menangis lagi ya, bukan karena dirimu sudah dewasa tapi air matamu itu sangat berharga. Jangan menangis hanya karena melihat di satu sisi, kamu mengerti?"


"Mm... aku mengerti..."


Momo kembali ceria lagi hanya saja yang membuatnya murung sekarang adalah perutnya yang keroncongan ingin diberi makan.


Berlanjut pada Sayuri dan entah mengapa para penduduk diam tidak ada yang berbicara, ketika Hyun Wo sedang mengobrol dengan mereka berdua.


"Hyun... makasih ya udah menyelamatkan diriku dan kami semua, kamu pasti kelelahan sekarang. Maaf aku tidak bisa membantumu dengan kekuatan penyembuhan karena terhalang penjara ini..."


"Tidak apa-apa, mana dan tenagaku masih cukup untuk mengalahkan pemimpin dan pasukan tengkorak di tempat ini. Oh ya, Lili belum ku lihat, apa dia tidak ada disini?" tanya Hyun di akhir ucapannya.


"Um... Liliana sebenarnya terhempas saat terkena serangan monster itu saat dirinya mencoba melawan!" jelas Sayuri agak cemberut.


Dirinya merasa tidak terlalu diperhatikan oleh Hyun Wo, bahkan menanyakan keadaannya pun belum kunjung dikatakan.

__ADS_1


"Baiklah, aku pergi dulu. Kamu baik-baik ya Sayuri, kamu itu adalah gadis yang tegar dan sabar yang pernah aku temui, dan aku akan menagih dirimu yang akan menyembuhkan diriku hehe.."


Mendengarnya Sayuri dibuat merah merona dan memalingkan wajahnya karena malu. Walaupun Hyun Wo tidak menanyakan keadaannya tapi ia tahu, jika Hyun memperhatikan dirinya selama ini.


Hal itu yang membuat diri Sayuri saat ini meledak-ledak dan perasaan yang dibuat berdebar-debar.


Dan ketika Hyun Wo akan pergi ia berkata.


"Oh ya, kamu memanggilku apa tadi Momo, langka sekali ya..." diakhir Hyun Wo tersenyum lalu menghilang dalam sekejap dikarenakan kecepatan bergeraknya tidak bisa dilihat oleh beberapa penduduk desa.


Kali ini Momo yang dibuat malu atas perkataan Hyun Wo barusan.


"Aku tadi memanggilnya Hyun bukan tuan..." gumamnya sembari menutupi wajahnya yang memerah.


[Pemberitahuan sistem]


"Tuan, sepertinya diri anda yang lain sudah berhasil mengalahkan ketua monster itu beberapa saat yang lalu, hanya saja ada yang janggal!"


"Ya, ada yang janggal. Harusnya ada notifikasi darimu yang mengatakan Quest dan misi telah diselesaikan. Meskipun para penduduk desa belum di bawa keluar dari tempat ini, akan tetapi masih masuk kedalam keberhasilan tugas sistem, bukan?"


"Benar tuan, dan kejanggalan itu saya tegaskan bukan karena kesalahan diri saya. Karena bisa saja yang dibunuh oleh diri tuan itu bukan ketua monster tengkorak yang sesungguhnya!"


Swosh...


"Dia... tidak salah lagi.."


Tap..


Tap..


"Harus kuakui kalian berdua ini sangat kuat bisa membunuh tubuh lain diriku, bahkan salah satu dari kalian membunuh bawahan elit ku. Hahahaha tidak menyangka ada manusia seperti kalian di dunia ini, baru kali ini diriku merasa haus akan pertarungan setelah ribuan tahun menahannya!"



Muncul lagi monster tengkorak yang datang secara tiba-tiba langsung melayangkan serangan pedangnya pada Hyun Wo saat dalam perjalanan menuju pasukan monster tengkorak berada.

__ADS_1


Berniat akan memastikan suatu hal, tak disangka dirinya saat ini bertemu secara langsung dengan ketua monster tengkorak yang sesungguhnya.


__ADS_2