Luxia System

Luxia System
Terungkap


__ADS_3

Tempat sepi tak ada orang sama sekali Hyun Wo sekarang ini berada di sebuah taman belakang Colosseum.


[Pemberitahuan sistem]


Mereka sebenarnya memiliki maksud jahat mengapa membawa tuan kemari, dan salah satu adalah juara turnamen kedua, pada tahap pertama!"


"Mereka berada di dalam ruang peserta, apa kedua orang itu juga termasuk..."


"Mereka hanya tangan kanan juara kedua."


Pria bernama Hosen yang pernah menjadi juara kedua pada turnamen sebelumnya menatap Hyun Wo tajam. Namun tak ada tanda-tanda dirinya akan melakukan hal secara tidak terduga.


Dalam keadaan ini sebenarnya membuat Hyun Wo malas meladeni mereka hanya demi uang lah ia mau diajak kemari.


"Rong Yu adalah sahabat kami, kurasa dirimu lumayan kuat bisa mengalahkannya. Hanya saja caramu terkesan seperti seorang pecundang saat mengalahkannya, harusnya jika ingin menggunakan senjata dari awak kau..."


"Apa ini alasanku dibawa kemari, aku tahu kemenangan diriku di ronde pertama terlihat seperti seorang pecundang, bahkan kalian boleh mengataiku pengecut. Tapi sebelum itu mana uang yang dirimu janjikan?" ucap Hyun sembari mengangkat satu tangannya seperti orang yang meminta paksa di hadapan Hosen.


Terlihat Hosen yang kesal atas sikap Hyun Wo kepadanya seakan omongannya barusan hanyalah angin lalu saja. Tapi dia tidak berniat untuk mengalahkan Hyun Wo di tempat ini.


Tiba-tiba saja dua orang sebagai tangan kanan Hosen menyerang Hyun Wo bersamaan sembari mengeluarkan sihir dan senjata miliknya.


Drep!


Skill pemberat tubuh ia gunakan saat mereka berdua hendak mendekati Hyun Wo untuk menghabisinya.


"Kenapa tubuhku tertekan kebawah, ini... seperti tekanan gravitasi!" ucap perempuan yang menjadi tangan kanan Hosen dalam keadaan tertunduk.


"Jika kalian menyerangku seperti ini bukannya kalian sama sepertiku, seorang pecundang huh! Beraninya menyerang seseorang saat dia disibukkan dengan suatu hal."


Mereka berdua tertegun mendengar perkataan Hyun Wo barusan dan tidak menyahut sama sekali. Berbeda dengan Hosen dia nampak tersenyum dan memberikan tepukan kecil.


"Hebat, hebat orang sepertimu mengatakan hal yang sepantasnya. Ucapanmu ada benarnya juga, dan maafkan kedua orang itu. Ini uang aku janjikan, cek sendiri jika dirimu tidak percaya jumlahnya!"


"Aku maafkan mereka karena dirimu menempati janji, dan aku percaya padamu. Baiklah, aku pergi dulu," ucap Hyun melenggang pergi sembari memasukkan uang didapatnya dalam wadah tanpa batas.


Ronde kedua Turnamen "manusia setengah dewa"


Lalui(ras manusia) Vs Zoom (ras monster)

__ADS_1


Seorang ahli samurai yang menguasai teknik-teknik para generasi terdahulu sebagai keunggulan yang dimiliki oleh dirinya.


Zoom monster dikenal dengan julukan si penghancur berbadan besar mampu membunuh para saudaranya sendiri serta dia menjadi pemimpin pasukan kerajaan karena jasa dan kemampuannya.


"Mulai!!"


Di satu sisi Hyun Wo berusaha akrab dengan para peserta di ruang khusus ia terpaksa melakukannya demi mendapati secuil kecurigaan pada mereka.


Beberapa dari mereka memilih mengabaikan Hyun Wo bahkan ada yang membencinya seraya mengungkit kejadian di ronde pertama.


Hanya tiga orang yang segan kepada Hyun Wo sambil berbincang-bincang dengannya.


Melihat Yu'an yang memberinya aba-aba membuat Hyun Wo mendekatinya.


"Apa kamu sudah menemukan monster yang menyamar?" tanya Hyun berbisik di telinga Yu'an seketika membuatnya memerah tanpa Hyun sadari.


"Itu... aku belum mengetahuinya."


"Begitu ya, kalau begitu lanjutkan pekerjaanmu!"


Saat Hyun Wo akan melenggang pergi Yu'an yang sedang dalam mode penyamaran memegang tangan Hyun Wo.


"Apa kamu bakal menempati janji setelah aku menemukan monster itu, tapi bagaimana jika aku tidak berhasil, akankah kamu...?"


Hyun Wo sendiri berencana pergi langsung ke pusat data para peserta dengan cara menyamar menjadi seseorang nantinya.


Sampai di ruangan yang diduga tempat data para peserta berada Hyun Wo langsung bersembunyi dan menggunakan kekuatan supranatural miliknya "Floating soul" guna menembus dinding.


Setelah jiwanya masuk ia langsung berpindah tempat kemudian melumpuhkan satu orang yang ada di ruangan itu hingga membuatnya pingsan.


"Baik, mari kita cek data para peserta turnamen, dan jika ada kecurigaan dari data salah satu peserta maka dialah monster yang menyamar."


Beberapa menit membaca setia data peserta dengan teliti Hyun Wo masih kesulitan menemukan diantara mereka yang menggunakan identitas palsu.


Tapi ia mendapatkan empat tersangka yang mungkin salah satunya adalah monster itu.


Kembali pada jalannya Turnamen di ronde kedua ini.


Lalui terlihat menghindari serangan Zoom berungkali sebuah gelombang yang dikeluarkan olehnya mampu menemukan besi.

__ADS_1


Srak...


Brak!


Zoom terbelah menjadi dua dan tumbang seketika menandakan berakhirnya ronde kedua yang di menenangkan oleh Lalui seorang ahli samurai.


"Orang itu lincah sekali, dia sebelumnya menghindari serangan mematikan monster itu yang bisa saja berakibat fatal saat kena," ucap Momo.


"Julukannya memang layak diberikan kepadanya, beberapa teknik samurainya saat membalas monster itu lumayan beragam," ucap Sayuri menimpali.


Berbeda dengan keduanya Liliana memilih untuk mendengarkan saja apa yang mereka berdua katakan sembari menyahut sesekali.


Dilanjutkan Ronde ketiga.


Jia Li(ras beast) Vs Addison ( ras manusia)


Jia Li ras best yang mampu membunuh setiap lawannya dengan kematian indah menggunakan serangkaian teknik dan taktik tak terduga, keindahan adalah kata yang sering diucapkan.


Addison pria tanpa emosi dan terkesan dark dia membunuh setiap monster tanpa dipersenjatai apapun hanya kedua tangannya yang bagaikan senjata itu sebagai andalan bertarungnya.


"Mulai!!"


Setelah memperkecil keempat peserta yang diduga adalah tersangka penyamaran dan pemalsuan identitas oleh seorang monster. Kini tinggal dua tersangka yang harus Hyun pastikan.


Hyun Wo kemudian memilih data peserta manusia dan dengan pasti mengatakan jika dia pelakunya.


[Pemberitahuan sistem]


[Quest menemukan monster yang menyamar telah diselesaikan]


Kini Hyun Wo merasa lega, karena salah satu tugas dari sistem berhasil ia selesai dengan kemampuan menganalisanya.


Bernama Eric yang notabenenya sebagai pengajar tempat beladiri berusia 27 tahun.


Hyun Wo kemudian pergi tak lupa menempatkan seseorang yang sebelumnya telah ia buat pingsan pada tempat duduknya seperti semula.


Demi mencegah kecurigaan ia pun memberinya pil khusus yang menyamakan ingatan dirinya sebelumnya seperti mimpi.


Memasukkan pil tersebut ke mulutnya lalu ia melenggang pergi menggunakan kemampuan supranatural miliknya.

__ADS_1


Kali ini ia akan mencari Yu'an untuk menghentikan pencarian si penyamar karena sudah diketahui olehnya.


Pada ronde ketiga ini yang sudah berlangsung selama 4 menit Addison terlihat terluka pada bagian bahu dan kakinya. Akibat ulah Jia Li yang membuatnya lengah.


__ADS_2