Luxia System

Luxia System
Strategi Terbaik Bukan Hanya Dari Pemikiran Saja


__ADS_3

Tidak ada perlawanan lagi setelah perempuan itu masuk kedalam peti kegelapan dan para zombie masih mendekati Sayuri maupun Liliana.


"Hm, sepertinya perempuan itu memang harus dilenyapkan sesuai langkah-langkah dari Luxia!"


Menggunakan botol sihir bertuliskan elemen api Hyun Wo lalu membukanya dan menambahkan mana kuat untuk mengubah api menjadi berwarna biru setelah menyegel peti kegelapan tersebut.


Bukan hanya warnanya saja yang berubah api biru ini memiliki peningkatan khusus setelah ditambahkan mana.


Langsung saja Hyun Wo melesatkan api biru tersebut pada peti kegelapan hingga membakar keseluruhan peti.


Dan mulai ada perlawanan, meskipun peti dalam kondisi tersegel. Pergerakannya seperti halnya reaksi perempuan itu terhadap api yang membakarnya hidup-hidup, pikir Hyun.


Di satu sisi tiruan monster kelelawar dan ketua orc sedang menghabisi para zombie yang menuju ke arah Hyun Wo.


"Apa!?"


[Pemberitahuan sistem]


"Maaf tuan, sepertinya saya lengah memberikan informasi. Tubuh yang tuan bakar dalam peti tersebut ternyata bukan tubuh monster itu yang asli!"


"Lalu dimana tubuhnya yang asli?"


"Dia akan menunjukkannya sendiri tuan."


Pada tumpukan zombie yang tergeletak ada dari mereka yang kembali bangkit terlihat pula wajah dan tubuhnya berubah menjadi seseorang yang tidak asing bagi Hyun Wo.


"Dia. Ternyata memindahkan jiwa pada zombie lain, lalu saat pemindahan jiwa selesai salah satu dari targetnya bisa diubah menjadi dirinya sama persis!" ucap Hyun dalam hati menerka kondisi yang terjadi sekarang ini.


"Anak muda, kita bertemu lagi. Padahal aku berharap kamu mati tanpa rasa sakit jika kamu terkena racun buatan ku sebelumnya. Sayangnya kamu menolak, dan malah memasukkan diriku kedalam peti, bahkan membakarnya!"


Perempuan itu berkata dengan ekspresi wajah menggoda saat memandangi Hyun Wo sesekali dia menelan ludahnya dengan ekspresi memerah dan menyentuh bibirnya dengan jari begitu vulgar.


Pakaian yang dikenakannya bahkan berbeda dari yang sebelumnya kini terlihat terbuka sampai memperlihatkan bagian dirinya yang seharusnya ditutupi.


"Tsk, dia sengaja melakukan itu!" gumam Hyun agak kesal melihatnya.


"Hahaha tapi sekarang aku akan membunuhmu dan menjadikan tubuhmu sebagai bantal guling hihi.."


Shut!


"Dia kemari."


Perempuan itu melesat dan menyerang Hyun Wo dari jarak dekat, namun yang diserang berusaha untuk menghindarinya tanpa terkena sentuhan sama sekali.


Wus...


Hyun Wo berpindah tempat menggunakan skill khusus dengan mayat zombie yang belum bangkit.

__ADS_1


"Menghindari ku ya, hmm kamu malah membuatku semakin tertarik saja untuk mendapatkan mu."


"Ah, sial. Perempuan ini sudah gila," umpat Hyun dalam hati.


Mana yang semakin terkuras membuat Hyun Wo memutuskan untuk mengurangi penggunaan kekuatan supranatural kegelapan miliknya.


Tiruan ketua orc pun menghilang berserta monster tiruan satunya lagi. Menyisakan tiruan monster kelelawar.


"Sudah di ambang batas ya, lebih baik kamu menyerah saja. Sebelum aku menggunakan kekuatan utamaku!" ucap Perempuan itu memperingati Hyun dengan tatapan serius diakhir ucapannya.


Hyun Wo berpikir di sela waktunya ini untuk memikirkan tentang kekuatan utama monster menyusahkan yang mengubah seseorang maupun ras lain menjadi zombie.


Kini tiruan monster kelelawar berhasil mengenai perempuan itu dengan pukulan keras mendarat di bagian perut.


Karena pergerakan tiruan monster kelelawar sangat cepat dan Hyun Wo tidak ingin melewatkan kesempatan lengah lawannya itu, ia pun mengendalikan wujud kekuatan supranatural "kegelapan" untuk menyerang lawannya tanpa jeda dari segala arah.


Srak!


Crak!


Bruk.


Hingga tubuh perempuan itu terkoyak parah setelah mendapati serangan mematikan. Hyun Wo pun dibuat kelelahan setelah menghabiskan mana nya yang lumayan banyak bahkan secara drastis.


"Hosh.. dia lawan yang menyusahkan."


"Huh?"


Sebuah tangan muncul dari dalam tanah dan langsung menarik Hyun Wo kedalam sampai tidak terlihat lagi.


Liliana yang merasakan Hyun Wo dalam bahaya kemudian ia melesat menggunakan sayap kekuatan supranatural miliknya menuju tempat terakhir Hyun Wo menghilang.


Namun disaat ia hampir dekat dengan lokasi kejadian, sebuah ledakan terjadi tepat didepannya.


Dharr!!


Liliana membuka matanya dan masih dalam keadaan berdiri dirinya melihat pelindung berwarna putih yang melindungi dirinya dari ledakan barusan.


"Hyun...?"


Dengan raut cemas Liliana mencoba untuk tetap tenang sembari mengecek asal ledakan, rupanya berasal dari titik dimana Hyun Wo menghilang.


Hal mengejutkan terlihat jelas karena para zombie ambruk begitu mendekati Sayuri maupun Liliana. Semuanya dipastikan telah tumbang saat Liliana merasakan pengerakan mereka.


"Lia, apa kamu mengkhawatirkan diriku?"


Suara seseorang yang sangat Liliana khawatirkan kini terdengar lagi olehnya, setelah ia sendiri mengira tidak akan mendengarnya lagi.

__ADS_1


"Hyun... apa itu kamu, kamu selamat?"


"Yah. Ini aku. Kamu kenapa menangis?"


Tanpa disadari Hyun Wo akan mendapatkan sebuah pelukan erat dari Liliana sebelumnya dia bahkan melihat raut Liliana yang sedih dan menegang.


Dalam pelukan itu Liliana menangis tanpa air mata.


Flashback on


"Kurasa aku harus menjebak dirinya, hanya saja akan membahayakan diriku, karena aku harus tersentuh olehnya agar rencana ini berhasil," ucap Hyun dalam hati mengamati lawannya.


"Luxia? Apa aku bisa menyembuhkan diri dari racun monster itu, misalnya jika aku terkena sentuhannya?"


"Ada kemungkinan tuan bisa menyembuhkan diri sendiri melalui pengetahuan obat-obatan yang tuan kuasai dari item ahli ramuan dan obat yang tuan beli."


"Kalau begitu aku lebih berani untuk mencoba rencana yang terlintas di pikiranku barusan, meskipun kemungkinan kecil, tapi ada kemungkinan juga rencana ini bisa berhasil dan mampu mengalahkannya."


"Tapi pertama-tama aku akan menaruh bahan peledak pada tubuh zombie yang akan aku tukar nantinya."


Saat tubuh Hyun Wo ditarik oleh sebuah tangan dari dalam tanah dengan kecepatan 1,3 detik dirinya masih sempat bertukar diri dengan tubuh zombie yang tergeletak.


Ledakan lalu terjadi diakibatkan bersamaan dengan pertukaran diri tersebut Hyun Wo meninggalkan api pada tubuh perempuan menyerupai monster itu yang berada didalam tanah.


Sedangkan pada tubuh mayat zombie itu terdapat sesuatu yang bisa meledak didapatkan Hyun Wo dari hadiah salah seorang saat dirinya berada di luar guild waktu itu.


Fase terakhir Hyun Wo memanfaatkan lubang ledakan tersebut untuk membunuh perempuan itu menggunakan kekuatan supranatural kegelapan.


Hyun Wo bahkan sudah memastikan kedalaman lubang yang diciptakan dari ledakan itu.


Di sisi lain agak jauh dari tempat Liliana dan Sayuri berada, Hyun Wo berusaha menyembunyikan dirinya dengan meracik ramuan penawar racun.


Flashback off


Sayuri mendekati kedua orang yang sedang berpelukan tersebut dengan hati tidak enak jika saja kedatangannya hanya menjadi pengganggu.


[Pemberitahuan sistem]


[Misi selesai]


-Quest mengalahkan monster zombie telah diselesaikan dalam waktu sehari, Hadiah yang didapatkan 3500 poin.


-Serta mendapatkan bonus 300 poin.


Agak lama keduanya berpelukan sampai berakhir karena suara gumaman Sayuri.


"Selesai sudah tujuan kita kemari, sekarang kamu jangan terlalu bersedih Lia. Karena aku baik-baik saja sekarang!"

__ADS_1


"Hmm aku tahu saat kamu mengatakannya, hanya saja sesaat yang lalu kamu sudah membuatku sangat khawatir..."


__ADS_2