Luxia System

Luxia System
Kepribadian Lain Liliana


__ADS_3

Hyun Wo terus menghindari serangan ular putih penjaga tumbuhan langka tanpa memberi celah untuknya menyerang balik.


"Astaga, apa dia sangat marah karena aku mengambil tumbuhan langka ini," ucap Hyun masih dalam keadaan yang sama namun sempat melihat akar genus yang telah berhasil didapatkannya.


Kemudian memasukkannya kedalam wadah tak terbatas miliknya.


"Berhasil!"


Bugh!


"Argh!!"


Brak! brak! brak!


Dirinya lengah sampai terkena serangan ular itu hingga membuatnya terhempas dan menabrak pohon besar hingga berlubang sebanyak tiga kali.


Darah segar keluar pada bagian pelipisnya pada saat tubuhnya melewati pohon terakhir.


Hyun Wo kemudian bangkit sementara luka pada tubuhnya sudah ia sembuhkan dengan skill healing yang kemudian melancarkan aksi balasan kepada ular itu.


Melesat ke sana kemari guna menemukan titik kelemahan ular berkulit keras tersebut tanpa membuang waktu dan tenaga.


Crak!


Dengan gerakan cepat dibandingkan sebelumnya Hyun Wo berhasil membunuh ular putih tersebut sekali serang.


"Padahal aku tidak berniat membunuhnya, tapi dia sendiri yang mengantarkan kematian padaku."


Menggunakan Devil sword karena terpaksa ia pun berhasil menumbangkan ular penjaga.


Kakek tua itu kini berada dihadapan Hyun Wo seolah sedang menghadangnya sebelumnya dia mendarat dari atas, meninggalkan bekas kaki pada tanah yang dipijaknya.


"Nak, kau terlalu kejam sampai membunuh hewan peliharaan ku huhu..."


"Huh, apa kakek tua ini pemilik monster itu, sejak kapan monster bisa dijadikan peliharaan?" ucap Hyun dalam hati.


"Maaf kek, aku tidak sengaja membunuhnya ular itu, karena ular putih peliharaan kakek terus menyerang diriku tanpa henti. Yah, aku salah sebelumnya karena mengambil tumbuhan ini, tapi ada alasan kenapa aku harus mendapatkannya!"


"Jadi begitu, ular itu memang buas kepada orang asing. Apalagi dirinya ini belum melihat manusia lagi selain diriku dalam waktu yang sangat lama."

__ADS_1


Hyun Wo kemudian mengobrol dengan kakek tua itu di sebuah rumah kecil terbuat dari kayu dan atapnya dari tumbuhan merambat, sementara potongan ular putih itu dilenyapkan begitu saja.


"Apa ketiga perempuan itu kamu yang membawanya kesini nak?" tanya kakek tua itu.


"Ya, saya yang membawa mereka bertiga kesini."


"Tapi diantara ketiganya ada yang berbahayanya menurutku, dia sebelumnya hampir saja membunuh seorang kakek tua sepertiku!" ujarnya mengadu sembari memberitahu.


Hyun Wo diam sejenak menerka-nerka siapa yang dimaksudkan oleh kakek tua ini dari ketiganya.


"Dan dirimu luar biasa nak, mengumpulkan ke"tiga ras menjadi satu party. Manusia, elf, dan best jenis kedua."


"Itu hanya kebetulan saja kek, mereka memiliki alasan tersendiri mengapa mengikutiku!"


Lembah Yaoi dinamakan lembah hantu karena tempat ini sangat rahasia menurut penuturan kakek tua yang Hyun Wo temui beberapa saat yang lalu.


Beliau juga mengatakan jika orang pilihan memang benar bisa memasuki maupun menemukan tempat ini yang mana membuat Hyun Wo tersentak, bahwa kebohongan yang diciptakan dirinya sebenarnya adalah kenyataan.


Kini dirinya kembali menuju tempat ketiga perempuan itu ia tinggalkan.


Melihat satu pohon hancur setengahnya membuat Hyun Wo mengira jika ada perkelahian di tempat ini, dan itu persis seperti yang dikatakan kakek tua itu kepadanya.


Bau harum yang ditinggalkan pun memperkuat argumen kakek itu, karena parfum yang dicium Hyun Wo saat ini pernah ia temui saat berdekatan dengan Liliana.


"Hyun, akhirnya kamu kembali, sebelumnya aku mendengar suara gaduh!" ucap Sayuri memberitahukan apa yang dialaminya.


"Itu benar, suara gaduh itu sampai bisa menghancurkan sebuah pohon," timpal Momo.


Sementara Liliana terlihat tersenyum mendengar suara Hyun Wo maupun kedatangannya itu.


"Lia, dia ternyata menyembunyikan hal itu dari mereka," ucap Hyun dalam hati.


Mengingat bahan obat telah didapatkan semuanya guna membuat ramuan herbal pengingat lupa ingatan Hyun Wo akhirnya memutuskan untuk membuatnya di tempat ini.


Dibantu oleh mereka bertiga sehingga tidak membutuhkan waktu yang lumayan lama hingga menunggu ramuan tersebut jadi.


Setelah masak Hyun Wo mulai mencampurkan bahan-bahannya menjadi satu dari berbagai bahan yang sudah ia dapatkan.


Membutuhkan waktu kurang lebih 24 menit untuk mendapatkan hasil sempurna dari ramuan herbal yang telah ia buat, Hyun Wo cukup puas pada hasil jerih payahnya tak lupa pula ia berterimakasih kepada ketiga perempuan itu.

__ADS_1


"Ramuan ini sebenarnya buat apa tuan?" tanya Momo penasaran dirinya berada di dekat Hyun dan sedang melihatnya memasukkan ramuan berwujud seperti bubur kedalam sebuah mangkuk.


"Tentu saja untuk menyembuhkan luka dalam pada diri seseorang, itulah salah satu manfaat ramuan ini!"


Momo masih mencerna perkataan Hyun Wo barusan dan masih penasaran pada manfaat lain dari ramuan herbal itu.


"Waah, sangat bermanfaat sekali tuan.


Hyun Wo lalu mendekati Liliana yang sedang duduk di atas batu kemudian menawarinya untuk meminum ramuan herbal buatannya.


Namun Liliana langsung menolak ramuan tersebut dan menanyakan untuk apa dia meminumnya. Sontak membuat Hyun Wo terkejut atas perubahan sikap Liliana barusan.


Bahkan Sayuri maupun Momo dibuat terperangah dari jauh. Karena mengetahui jika Liliana adalah orang yang tidak mungkin marah karena hal seperti tadi.


"Sebenarnya ini ramuan herbal yang mampu mengembalikan ingatan dirimu yang lama Lia!" jelas Hyun.


"Humph, aku tidak mau meminumnya, karena aku akan tergantikan setelah itu."


"Apa maksudmu dirimu yang sekarang ini adalah kepribadian lain dari Liliana yang asli?"


"Begitulah, itulah mengapa aku tidak mau meminum ramuan itu dan takkan pernah!" balas Liliana menekankan kata diakhir ucapannya.


Hyun Wo sudah mengetahui bahwa Liliana yang saat ini sedang berbicara dengannya adalah orang yang waktu itu membunuh banyak tumbuhan monster dan orc yang berada di luar markas.


Hal itu diperkuat dari bukit yang ia dapatkan melalui jejak ditinggalkan, bisa ia pastikan sendiri jika Liliana tidak mungkin melakukan hal seperti itu. Kecuali dirinya sedang dikendalikan oleh kepribadian ganda dirinya.


Flashback on


"Wanita itu memiliki aura kegelapan yang kuat, dan kemungkinan saat dia marah lalu lepas kendali sampai menggunakan seluruh jurus kekuatannya, bisa dipastikan tempat sekitarnya akan rusak parah," ujar kakek tua itu kepada Hyun.


"Menurutku jika dirimu terpaksa harus melawannya kamu harus menggunakan kekuatan segel terlebih dahulu, berguna menghilang kekuatannya sesaat. Lalu saat dia lengah kamu memberikannya ramuan herbal itu!"


Flashback off


Hyun Wo melihat Liliana dengan raut sedih diwajahnya, tapi tidak membuatnya mengurungkan niat untuk mengembalikan Liliana seperti dulu.


Dimana sifatnya itu disukai oleh si pemilik tubuh sampai membuatnya jatuh cinta kepadanya.


"Lalu bagaimana caranya aku meminumkan ramuan ini kepadanya kalau dia bersih keras menolak, sampai berkata takkan pernah minum!" ucap Hyun dalam hati bertanya-tanya.

__ADS_1


"Lagian aku yang sekarang tidak jauh beda dengan Liliana yang kamu kenal Hyun. Aku janji bakalan menjadi istri yang baik kedepanya."


"Kalau bisa kamu boleh menjadikan aku seperti apapun yang kamu mau..."


__ADS_2