
"Tuan berani sekali memicu permusuhan diantara kita, apa ada alasan mengapa tuan harus bisa merekomendasikan saya kepada Raja sekaligus membuat saya mau menjadi pahlawan, pasti ada keuntungan yang akan tuan dapatkan nantinya?"
"Heh.. kamu sudah mengetahuinya, kalau begitu aku tidak perlu menyembunyikannya lagi. Alasanku tak lain untuk mendapatkan hati Raja, begitulah. Aku sangat menyukainya sejak lama..."
Wajah merah merona pria berambut putih membuat Hyun Wo jijik dalam bayangannya. Bukannya itu artinya pria ini penyuka sesama jenis, pikir Hyun Wo masih belum pasti.
Kemudian pria berambut putih itu perlahan-lahan menunjukkan jati dirinya dia sebenarnya adalah seorang perempuan dewasa.
"Astaga pikiranku, ternyata dia adalah perempuan yang menyamar. Tunggu, itu artinya..." ucap Hyun dalam hati.
"Kamu terkejut bukan, aku lihai lho main di atas. Kalau kamu bersedia menjadi pahlawan aku bisa memberikanmu sebuah kepuasan," ucap pria berambut putih yang kini menjadi seorang perempuan atau mungkin wujud aslinya, berbicara kepada Hyun didekat telinganya.
Hyun Wo menghindarinya ia tak ingin terkena jebakan yang bagi kebanyakan pria pasti memilihnya. Dan belum tentu juga perempuan ini adalah wujud aslinya.
"Gimana ya, aku tetap menolak. Terus tentang mereka bertiga dan Amaryllis hanyalah gertakan semata bukan?" ucap Hyun menyeringai.
[Pemberitahuan sistem]
"Benar sekali tuan, mereka semua dalam keadaan baik-baik saja dan ini adalah wujud aslinya. Tapi bagaimana tuan bisa menyimpulkan kebenarannya?
"Hanya informasi yang aku dapati dari raut wajahnya dan gerak-geriknya, serta perkataannya!"
Mengetahui akan kebohongannya yang sudah diketahui oleh Hyun Wo perempuan itu lalu menyerah setelah lama membujuk dengan berbagai cara tidak mendapati hasil.
Hyun Wo lalu berujar bisa membantunya mendapatkan hati Raja tanpa mencari seorang yang akan dijadikan pahlawan lagi.
Mereka berdua lalu duduk pada sebuah meja terdapat teko dan dua gelas serta roti sebagai kudapan.
Membicarakan mengenai taktik mendapatkan hati Raja yang langsung dijelaskan oleh Hyun Wo secara detail.
•••
Bertemu dengan ketiga perempuan itu Hyun Wo langsung mendapatkan pelukan hangat dari ketiganya.
Yang untungnya bukan di depan publik, namun di ruang VIP masih didalam Colosseum.
Membicarakan kepada ketiganya apa yang mereka lakukan disaat turnamen berlangsung dijawab Momo dengan antusias.
"Aku tentu saja menunggu dan menonton tuan beraksi!" ucapnya ceria sambil mengunyah makanan.
"Hehe.. lalu apa lagi?" timpal Hyun mengalihkan pandangannya pada Liliana. Sayangnya Liliana yang tidak bisa melihat karena tak mempunyai kedua mata membuatnya tidak bisa melihat maupun mengetahui Hyun yang melihatnya.
__ADS_1
Sayuri yang mengetahui Hyun Wo melihat Liliana begitu lama membuat dirinya merasa tidak nyaman dan mencoba mengalihkan pandangannya.
"Ehem, oh ya Hyun. Kamu tahu tidak, kami sebelumnya bertaruh, tapi lucunya kami semuanya kalah karena tebakan dalam taruhan tidak ada yang benar. Dalam aturannya sih... yang kalah harus traktir!" ucap Sayuri.
"Berarti kalian saling mentraktir kalau begitu hehe, dan jangan lupa ajak aku makan-makan!"
"Pasti!" ketiganya serentak berbicara bersamaan hingga mereka berada dalam keadaan canggung setelahnya.
Sore ini Hyun Wo bersama ketiga perempuan itu berada di pasar sedang berbelanja. Hyun Wo seperti biasa mencari bahan obat, Sayuri bahan masakan yang akan dibuatnya nanti malam, Momo mencari makanan lezat, dan Liliana yang kini didekat Hyun Wo berkeinginan dibelikan pakaian.
Sayuri ijin pergi sebentar untuk mencari bahan masakannya dia baru mendapatkan setengahnya dan harus mencari bahan-bahan yang belum lengkap.
Hyun Wo mengijinkannya diikuti oleh Momo yang berujar ingin mencari makanan lezat untuk cemilannya.
Memahami Momo tukang makan dan itu adalah hobinya Hyun Wo lalu mengijinkannya juga.
Tinggal Liliana yang kini bersama dengannya dengan wajah berseri-seri membuat Hyun Wo bertanya padanya.
"Apa ada yang membuatmu bahagia sore ini Lia, bisakah kamu beritahu?"
"Ngga akan, kamu ingin tahu aja sih humph."
"Lagipula inilah sifat Liliana yang sesungguhnya, dia sedikit jual mahal," ucap Hyun dalam hati.
"Silahkan dipilih-pilih tuan, saya harap tuan menemukan apa yang tuan cari. Kalau boleh saya akan membantu juga."
"Ya, itu saran yang bagus. Aku mencari uhm... gaun untuk sahabatku, tolong bantu dia ya!" terang Hyun tersenyum ramah hanya saja tidak bagi Liliana dia kini memasang wajah cemberut.
Beberapa saat Liliana berganti-berganti gaun akhirnya Hyun Wo menemukan gaun yang cocok untuk Liliana.
"Aku beli gaun ini."
"Maaf tuan, jika sudah di coba berarti tuan harus membelinya. Itu peraturan toko kami!"
Artinya sepuluh gaun yang sebelumnya di coba oleh Liliana harus Hyun Wo beli semuanya.
"Begitu ya, ya sudah kemas saja."
[Pemberitahuan sistem]
"Tuan, sebenarnya pemilik toko ini berbohong tidak menerapkan aturan yang barusan dia katakan pada tokonya!"
__ADS_1
"Biarkan saja dia, orang sepertinya pasti akan ada balasannya heh.."
"Saya mendukung perkataan tuan."
Setelahnya, Hyun Wo mencari bahan obat guna meracik obat pelekat ajaib serta ramuan tertentu.
Bertemu lagi dengan keduanya Momo nampak membawa banyak makanan pada kedua tangannya hal itu menjadikan dirinya pusat perhatian orang yang lalu lalang maupun sedang melakukan transaksi.
"Cantik, tapi dia suka makan. Jika aku memilikinya pasti keuanganku akan cepat habis."
"Tapi tubuhnya sangat ideal meskipun dirinya suka makan?"
"Apa dia aslinya orang yang menyamar menjadi perempuan??"
Ucap tiga orang pria mengomentari Momo.
Hyun Wo menepuk jidatnya sembari menghela nafas panjang melihat Momo membawa begitu banyak makanan, sepertinya dia juga habis makan di tempat yang menjual makanan yang dibelinya dan dibawanya ini.
Sementara Sayuri terlihat elegan seperti seorang istri sempurna yang sedang membawa barang belanjaan, tapi itu di mata para perjaka yang membayangkan diri Sayuri.
Bagi Hyun Wo Sayuri sangat terampil dalam urusan rumah tangga dan sifat keibuannya sangat cocok disebut sebagai wanita rumahan yang handal.
Mendapati semua kebutuhan yang diperlukan pada masing-masing dari mereka, Hyun Wo kemudian mengajak mereka untuk pulang. Di tanggapi dengan anggukan ketiganya.
Disaat mereka berjalan beriringan dan membuat orang yang melihatnya iri seseorang mengamati keempatnya dari jauh.
Dia adalah Yu'an bingung ingin bertemu dengan Hyun Wo lagi atau dirinya pulang dan memulai hidup baru, setelah dirinya melakukan kejahatan dan kebaikan disaat yang bersamaan. Seperti mencampuri.
"Hyun... sebenarnya aku suka padamu..."
Di ruangan khusus hanya dua orang, Hyun Wo hendak melakukan sesuatu kepada Liliana.
Flashback on
Sebelumnya, kepribadian diri Hyun Wo yang gelap menemukan sebuah ruangan unik didalam goa markas monster terbang yang mengoleksi hal tak biasa.
Yaitu banyak mata terlihat indah dalam sebuah wadah kaca sedang dengan jumlah yang lumayan banyak.
Ia kemudian terpikirkan untuk menemukan sepasang mata milik Liliana yang kemungkinan tersembunyi pada banyaknya koleksi mata ini.
Mengingat jelas bayangan mata Liliana seperti apa ia pun tak lama berhasil menemukannya.
__ADS_1
Sepasang mata berwarna biru yang indah.
"Sebuah kado yang istimewa."