Luxia System

Luxia System
Lawan Babak Final Yang Menyusahkan


__ADS_3

Lalui menggunakan teknik samurainya


didepan lawannya dengan cepat setelah melesat lurus menuju Hyun Wo, setelah wasit menyatakan dimulainya pertarungan.


Swosh...


Swosh...


Kini sebuah teknik berbeda dari sebelumnya dia gunakan dan dilanjutkan dengan teknik lain saat Hyun Wo berhasil mengelak.


Lalui nampak tenang dengan ekspresi biasa, meskipun serangannya tidak mengenai lawannya sama sekali.


"Jadi dia memiliki level diri 30 pantas saja akurasi serangannya begitu berbeda!" ucap Hyun dalam hati sembari mencari celah untuk melakukan serangan balasan.


Tap..


Entah kenapa Lalui menjauh dari Hyun Wo dan agak jauh darinya, bahkan samurainya dia masukkan kembali kedalam sarung.


"Ada dengan Lalui, apa dia berniat menyerah? Itu pasti... tidak mungkin?"


"Bisa saja dia akan menggunakan tangan kosong guna mengalahkan peserta curang itu, yang menurutnya tidak pantas dikalahkan dengan samurai miliknya!"


"Kau salah, Lalui tidak akan bertarung lebih serius jika lawannya tanpa menggunakan pedang. Dan berlaku bagi peserta ras manusia!"


"Jadi begitu, aku mengerti sekarang."


Beberapa penonton mengomentari tindakan Lalui saat ini.


Hyun Wo sendiri belum melakukan serangan balik masih tak bergeming di tempatnya sembari mencari tahu alasan lawannya memasukkan senjatanya, Hyun Wo terlihat serius mengamati dari tatapannya.


"Hei... apa kau menyerah, ini baru permulaan?" tanya Hyun.


"Cih, tidak ada kata menyerah di kamusku. Kau tahu, aku sedang mengeluarkan pedang terkuat milikku!"


Sebuah bundaran sihir mengeluarkan pedang bercahaya menyilaukan.


Grep..


Penonton yang mengetahui pedang itupun dibuat terkejut dan tak habis pikir Lalui akan menggunakannya di babak final ini.


Sebuah pedang warisan dari leluhur terdahulu yang mana bisa membela apapun, yang bahkan cahaya sekalipun. Hanya saja akan menguras mana cukup banyak pada setiap ayunan.


Pedang ini diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi sampai melewati dua zaman.


Dan butuh keahlian khusus serta level diri tertentu untuk menggunakannya.


Luxia memberitahukan hal tersebut kepada Hyun Wo disela waktu senggangnya.


"Jadi pedang ini bisa membela apapun, kurasa aku harus berhati-hati. Tapi kenapa dia harus menggunakan pedang itu jika dirinya sendiri yakin bisa mengalahkan diriku tanpa menggunakannya, bahkan samurainya saja bisa membuatku lengah?"

__ADS_1


"Kemungkinannya Lalui menyadari jika anda sangat kuat untuk dilawan tuan!"


"Hmm, dia terlalu berlebihan pada diriku, atau mungkin berniat ingin cepat-cepat mengakhiri babak final ini?"


Kemudian Lalui menyuruh Hyun Wo untuk bertarung maupun berduel dengannya menggunakan pedang miliknya, yang Hyun Wo gunakan di babak pertama saat melawan Rong Yu.


Alasannya untuk menghormati si pemilik asli pedang yang digunakan Lalui sekarang, dan tentu saja Hyun Wo menyanggupi permintaan tersebut dengan senang hati.


Blood sword Hyun Wo keluarkan sebagai pedang pilihannya untuk melawan pedang legenda.


"Terimakasih sudah mau menyanggupi permintaan sepele ini!" ucap Lalui ramah.


"Tidak masalah. Nah, kalau begitu mulai saja sekarang adu pedangnya...!" sahut Hyun dengan senyum smirk.


[Pemberitahuan sistem]


"Tuan kenapa memancingnya agar dia marah? Lalui sebenarnya adalah orang yang mudah terusik dengan masalah yang berkaitan dengan meremehkan dirinya, dan menurut pengamatan saya tuan masuk dalam kategori tersebut!"


Swosh...


Ayunan pedang Lalui hampir saja menebas leher Hyun Wo jika tidak sempat di hindari.


"Dia melesat cepat ke arahku tanpa suara... apa itu jurus meringankan tubuh?" ucap Hyun bertanya dalam hati.


Di samping leher Hyun Wo saat menghindari ayunan pedang sebelumnya terlihat sesuatu mengejutkan yaitu ada gerakan transparan yang menurutnya udara yang terbelah.


Jleb!


"Tsk, aku lupa dirimu memiliki sihir tembus!" ucap Lalui saat setelah dirinya tertusuk pedang milik Hyun Wo.


Sebelumnya Hyun sudah mengkalkulasikan keadaan yang akan terjadi selanjutnya dan arah datangnya serangan Lalui berikutnya.


Yaitu pada titik wajah dan kebetulan sekali ia biarkan dirinya terlihat lengah agar mendapati momen menusuk Lalui.


Tusukkan Hyun Wo tidak terlalu dalam hanya mengenai pinggir perut Lalui saja tujuannya tak lain untuk meningkatkan kekuatan Blood sword saat membuat lawannya berdarah, selain itu guna menaikkan levelnya.


"Sekalian saja aku naikkan level Blood sword. Di tugas penaikan level pedang ini aku harus membuat lawan berdarah 21 kali, berlaku pada siapa saja, dan kebetulan sekali kurang satu," ucap Hyun dalam hati.


Bersamaan dengan dirinya yang berbicara mengenai serangan tidak terduga Hyun Wo, sebelumnya Lalui menggunakan sihir penyembuhan pada perutnya yang terluka.


Dia lalu berbalik badan dan mulai bergerak melancarkan serangannya.


Entah kenapa dia bergerak secara berbeda sembari mengayunkan pedangnya pada Hyun Wo seakan mengarahkannya pada momen tak terduga, menurut analisa Hyun Wo.


Dan benar seperti dugaannya, sekitaran Hyun Wo kini tak ada udara sama sekali, sementara Lalui terus mengayunkan pedangnya.


"Dia membuatku terdesak, karena yang bisa kulakukan sekarang ini hanyalah menghindar dan menghindar, jika aku bergerak menjauh maka..."


Ting!

__ADS_1


"Akhirnya kau menggunakan pedangmu, penipu sialan!" ucap Lalui dengan senyuman miring diwajahnya.


Swosh...


Swosh...


Ting!


Ting!


[Pemberitahuan sistem]


"Tuan harus menjauh dari Lalui! Dia bisa membuat tuan kehabisan nafas pada wilayah yang telah dihentikan udara!"


"Aku juga berpikir seperti itu Luxia, hanya saja aku harus menunggu saat yang tepat."


Ting!!!


Kletak!


Tak disangka pedang itu mampu membuat Blood sword hancur pada bagian tajam pedang tersebut hingga menjadi serpihan kecil.


Bagi item seperti Blood sword saat hancur bisa dibeli kembali, namun level pedang tersebut akan di reset 50% dari level terakhir yang didapatkan.


Hyun Wo terlihat murung sepertinya dia kesal lantaran pedang miliknya tak bisa digunakan.


Kletak!


Penonton terdiam seketika pada beberapa detik setelahnya diketahui Lalui menyerang lawannya secara mendadak lalu mengayunkan pedangnya seperti akan membelah tubuh lawannya dari atas kepala.


"Apa dia tidak akan diskualifikasi jika aku terkena serangan mematikan barusan? Bukannya sama saja membuat penonton terganggu?" ucap Hyun dalam hati.


Luar biasanya Hyun Wo menahan pedang legenda itu dengan tangan kosong, lebih tepatnya jempol dan jari disekitarnya seperti sebuah penjepit.


Lalu menekan bagian tajam pedang tersebut sampai patah menjadi dua bagian yang mana membuat Lalui sangat marah.


Dirinya menggunakan suatu sihir pedang memunculkannya sebagai pembalasan pada lawannya.


Seratus pedang keluar dari bundaran sihir dan melesat ke arah Hyun hingga melakukan serangan secara bersamaan.


"Sihir ini terlalu berbahaya, jika aku lengah maka nyawaku akan melayang."


"Luxia, apa kamu memiliki suatu pedang dengan kekuatan luar biasa? Aku ingin meminjam sebentar."


"saya memilikinya tuan, hanya saja pedang itu berbahaya jika asal digunakan. Pedang itu bernama 'pedang pembela ruang' memiliki efek sesuai dengan julukannya yaitu membelah ruang!"


"Apa semacam portal pada bagian yang terbelah itu?"


"Iya tuan, tapi ruang itu adalah ruang hampa yang hanya ada kegelapan tak ada cahaya!"

__ADS_1


__ADS_2