
Di tangan satunya Hyun Wo membuka botol sihir yang sebelumnya dia sembunyikan dari keranjang. Serta botol yang ia gunakan sebagai umpan dalam menjebak wanita cantik tersebut.
"Sihir penangkap."
Tali bercahaya lalu muncul disekitar Hyun Wo dan langsung bergerak cepat mengarah pada lima orang yang mengancamnya. Tali tersebut berjumlah enam.
Ada yang masih menghindari pergerakan tali tersebut, ada pula yang menyerangnya. Tak lama mereka semua terikat hingga tergeletak di tanah.
Begitupun dengan wanita cantik yang Hyun Wo amankan, dia juga tak luput merasakan sihir tali tersebut yang kini mengikatnya.
Dalam kondisi terduduk dan terikat wanita cantik itu membuka mulutnya dengan ekspresi kesal dan berkata.
"Lepaskan aku! Kamu tidak bisa mengikatku seperti ini, aku ini memiliki level diri lebih tinggi darimu!" ucapnya seperti memberitahukan kepada Hyun jika dirinya lebih unggul.
[Pemberitahuan sistem]
"Orang lain bisa mengetahui maupun melihat level diri anda tuan, ada pula yang menyembunyikan level dirinya dengan sihir maupun kekuatan lain!"
"Begitu ya, pantas saja aku kebingungan tadi."
"Aku mau melepaskan mu asal kamu berjanji tidak akan mengulangi perbuatan mu ini, tadinya aku menyangka jika kamu ini seorang wanita penghibur, tapi kamu ini adalah pencuri berkelompok rupanya."
"Iya, aku janji nggak akan mengulangi perbuatan tidak baik seperti ini lagi, jadi... kamu lepasin aku ya!" sahutnya dengan wajah memelas serta menyuruh Hyun untuk melepaskan ikatan sihir pada dirinya.
Terpikir sebuah ide untuk memastikan perkataan wanita cantik tersebut dalam pikiran Hyun Wo, serta menguji kembali level dirinya apakah bisa menang melawan orang yang mempunyai level diri lebih tinggi darinya.
Luxia memberitahukan cara melihat level diri seseorang kepada Hyun Wo, dengan itu Hyun Wo dapat mengetahui level diri pencuri cantik ini. Sebutannya sekarang ini.
"Dia level tiga belas!? Bagaimana bisa wanita sepertinya memiliki level diri yang tinggi begitu, bahkan level diriku sekarang ini sangat jauh sekali dengannya. Apa aku bisa mengalahkan perempuan ini jika dia serius?" ucap Hyun dalam hati terkejut mengetahui level diri pencuri cantik itu.
"Tapi tunggu dulu, seharusnya dia bisa meloloskan diri dari sihir penangkap rendahan seperti ini. Tapi kenapa dia..." ucapnya masih didalam hati namun terjeda.
Wosh... tep!
Logam runcing melesat dari arah belakang Hyun Wo, untungnya ia menyadarinya dan sempat untuk menghindar.
Hyun Wo berbalik badan ingin melihat siapa yang melemparkan logam tersebut kepadanya, ia lalu menjumpai seorang pria berpenampilan seperti petualang.
Tatapan tajam pria berambut putih diarahkan kepada Hyun Wo seraya dia melangkahkan kakinya menuju orang yang dia kira sebagai lawan. Kemudian dia menghentikan langkahnya ketika dirasa jaraknya sekarang sudah cukup dengan Hyun sambil mengerakan tangannya.
Simbol-simbol sihir lalu muncul dan terlihat didepan pria berambut putih tersebut.
"Sihir elemen api, api pembakar tubuh!"
__ADS_1
Hyun Wo merasa ada sesuatu yang melewati tubuhnya seusai pria berambut putih tersebut melafalkan sihirnya, namun Hyun Wo sama sekali tidak memperdulikannya.
Tidak ada reaksi yang ditimbulkan setelah pria berambut putih mengatakan sihirnya hingga Hyun Wo dibuat tertawa geli.
"Ckk, sihir apa itu?" gumam Hyun dengan suara kecil.
"Sihir elemen angin, angin perusak tulang!"
"Tunggu-tunggu, ini masih di sekitar rumah warga kita tidak bisa begitu saja menggunakan sihir merusak tersebut!" ucap Hyun memperingati pria berambut putih tersebut. Namun...
Swosh...
Brak!!
Swosh...
Brak!!
"Gila. Dia berani merusak rumah warga hanya untuk membunuhku," ucap Hyun dalam hati sambil menghindari angin yang melesat cepat, ia bahkan berprasangka buruk tentang dirinya.
[Pemberitahuan sistem]
Misi mengalahkan pria yang memiliki sihir elemen.
Hadiah yang didapatkan : 1500 poin.
"Serius aku harus mengalahkan orang ini, tidak ada cara lain Luxia?"
"Tuan bisa membujuk Yu'an agar temannya berhenti mengamuk, lalu misi secara otomatis akan selesai,"
"Meski mudah untuk dilakukan tapi akan memakan waktu lama, apalagi aku tidak pandai dalam hal merayu wanita."
Di kediaman Sayuri kini Liliana sedang memasak di dapur sambil menunggu kedatangan Hyun Wo. Dia menggunakan kekuatan supranaturalnya demi mempermudah urusan memasak.
"Hyun, aku sangat menantikan dirimu... Aku mau mendengar pujian darimu saat kamu memakan masakan buatan ku. Aku sangat bahagia sekali karena kamu berjanji untuk selalu ada didekat ku, meskipun aku harus berpura-pura lupa ingatan agar kamu mau menjadikanku sebagai istrimu secara sah. Dan aku tidak ingin perempuan lain mengambil dirimu dariku," gumam Liliana.
Apa yang dikatakan Liliana hanya perumpamaan dirinya yang memang benar lupa tentang ingatan dirinya, tidak seperti apa yang dia katakan.
Bahkan untuk membohongi Hyun Wo pada keadaannya sekarang pun ia merasa takut, dan tidak ingin melakukannya.
Sejak Liliana bergumam Sayuri mendengar semua gumaman Liliana, dia sebelumnya ingin mengecek Liliana yang ada di dapur. Tidak disangka dia mendengar sesuatu yang tak pantas untuk dia dengar.
Beruntungnya rumah-rumah disekitar Hyun ini tidak ada empunya didalamnya, dan mungkin saja para penduduk sudah mengosongkan rumahnya. Pikir Hyun Wo.
__ADS_1
"Bukannya dua hari yang lalu aku sudah membicarakan kepada kepala desa untuk mencegah para penduduknya pergi, tapi kenapa dua rumah yang terkena serangan angin tadi tidak ada pemiliknya sama sekali. Bahkan suara keras pun tidak menarik penduduk di wilayah ini?" ucap Hyun dalam hati.
Demi mencegah kerusakan yang lebih parah lagi Hyun Wo lebih memilih untuk melawan pria berambut putih secara langsung.
Bugh!
"Argh!!"
Pukulan Hyun Wo mengenai bagian perut pria berambut putih setelah beberapa saat saling beradu teknik bertarung jarak dekat hingga pria tersebut terhempas setelahnya.
Skill Form remover digunakan kembali pada pertarungan jarak dekat Hyun dengan pria berambut putih sebelumnya.
Yang kini sudah menjadi skill tetap miliknya karena membelinya dengan harga pasti tidak membelinya
secara murah sehingga dinamakan skill sementara.
Di tambah pembelian skill lainnya yang bisa digunakan dalam pertarungan jarak dekat.
Crushing blow, satu pukulan diperkuat dalam jarak dekat. Dapat digunakan kembali setelah 20 detik setelah penggunaannya. Setiap penggunaan setelahnya diperkuat hingga mencapai batas tertentu sesuai level skill.
[Pemberitahuan sistem]
Berhasil menyelesaikan misi, hadiah yang diperoleh 1500 poin tambahan.
"Mudah sekali mengalahkan pria ini dengan gabungan dua skill sekaligus, walaupun dia memiliki level diri 7 tapi sihir yang dimilikinya lumayan hebat menurutku," ucap Hyun dalam hati.
Sayangnya perempuan cantik dan para pengikutnya yang sebelumnya terikat tali sihir penangkap sudah kabur disaat Hyun Wo berhadapan dengan pria berambut putih.
Mereka juga pergi sambil membawa keranjang berisikan botol-botol sihir sementara.
Sihir dalam botol tersebut juga sama seperti skill sementara yang bisa Hyun Wo beli dari sistem Luxia, ada waktu tertentu pada penggunaanya.
Itulah mengapa mereka bisa lepas dari sihir penangkap sebelumnya.
Meskipun keranjang berisikan botol sihir sementara lenyap dibawa pergi hingga Hyun Wo harus rugi besar, tapi untungnya karung berisi bahan-bahan pembuat obat tidak dibawa oleh mereka.
"Sudahlah, setidaknya karung ini tidak dibawa pergi oleh mereka. Jadi aku masih bisa membuat obat tanpa harus membeli bahan-bahan lagi."
Mendekati tubuh pria berambut putih yang tergeletak setelah terkena pukulan keras, Hyun kemudian mengecek denyut nadi pria tersebut.
Rupanya dia hanya pingsan dan perlu istirahat agar dirinya pulih kembali.
"Huh... teganya mereka meninggalkan teman mencurinya."
__ADS_1
"Saatnya pulang dan langsung membuat obat, lalu memanfaatkan waktu yang tersisa demi mengetahui penyebab hujan di desa ini agar Quest berhasil diselesaikan."
Hyun Wo pun pergi meninggalkan pria berambut putih tersebut pada sebuah rumah yang dia rusak sebelumnya. Hyun Wo berharap agar si empunya cepat pulang dan mengetahui keadaan rumahnya yang dirusak oleh seseorang.