
Dengan melesat lebih cepat dari sebelumnya dikarenakan skill sayap Devil tak disangka Hyun Wo melihat kakek tua di bawah sana yang sedang terancam oleh dua serigala yang menganggunya.
Kakek tua itu terlihat gemetaran sembari membawa keranjang berisi ubi dan roti, nampak begitu ketakutan melihat dua serigala dengan tampang menyeramkan, dinamakan mode pembunuh.
Dinding bata kini membuat dirinya tersudutkan hingga kakek tua itu hanya bisa pasrah menerima keadaan.
Beliau pun menutupi dirinya dengan kedua tangan saat dua serigala itu hendak menyerang.
Bersamaan dengan satu roti gandum yang nampak terjatuh dari keranjang itu.
Slash...
Slash...
Bruk.
Bruk.
"Yam... yam roti ini enak sekali..." ucap Hyun sempat mengambil roti yang hampir jatuh itu sembari menghabisi dua serigala dalam satu gerakan.
Kakek tua itu membuka matanya lalu merasakan firasat negatif berbahaya tadi sudah menghilang, didepannya seorang pemuda dengan pakaian lusuh dan kusam telah menyelamatkannya.
"Nak, terimakasih sudah membantu kakek! Sepertinya kamu menyukai roti itu, ambillah sesukamu, kakek masih punya banyak roti dan ubi disini!" ucap kakek itu setelah menghampiri Hyun sembari menawarkan roti dalam sebuah keranjang berisi beberapa roti dan ubi manis.
Saat ini Hyun Wo tahu jika kakek tersebut sedang membutuhkan ubi dan roti itu untuk beberapa orang.
"Sama-sama kek, untuk roti saya sudah cukup memakan satu roti ini saja! Lagian saya sudah kenyang, kalau begitu saya pamit dulu kek!" sahut Hyun sembari melesat meninggalkan kakek itu, namun siapa sangka sekantung kecil uang ia taruh pada keranjang itu tanpa sepengetahuan si pemilik.
Di tambah hewan summon yang sekali lagi di panggil untuk mengawasi Kakek itu sampai pulang ke rumah dengan selamat.
Suara-suara gaduh di desa ini terdengar bahkan dari kejauhan dan Hyun Wo sudah mengetahui keberadaan monster-monster yang meramaikan malam sunyi ini secara jelas, dikarenakan mata yang terhubung dengan semua hewan summom yang dipanggilnya.
Sebidang tanah sebagai jalan yang lumayan luas dengan di samping kiri dan kanannya terdapat perumahan warga, Hyun Wo mendaratkan kakinya setelah melihat gereja dengan bangunannya yang begitu besar dan tinggi.
Pandangan matanya kini menatap dengan teliti gereja itu sembari mencari monster dalam bayang-bayang yang sedang dicari.
Brug.
Brug.
Berjalan mendekati gereja itu dengan langkah normal tak disangka dua serigala dalam mode pembunuh dengan aura membunuh yang sangat kuat dan berbahaya dari sebelumnya, tengah bersiap untuk menyerang.
Dengan kuku tajam dan tubuh lebih besar dibandingkan beberapa serigala yang ia temui sebelumnya. Menambahkan kesan monster itu memiliki kekuatan yang setara dengan monster level kehancuran.
"Grrrr..."
"Grrrr..."
Shut...
Shut...
Grep.
Grep.
Sedetik melesat kedua serigala itu langsung dicengkeram oleh tangan kegelapan layaknya tangan monster, sementara Hyun Wo masih sibuk mencari keberadaan monster yang dicarinya.
__ADS_1
Sibuk menatap gereja itu dari kejauhan.
Mengabaikan kedua serigala yang tengah berusaha untuk meloloskan diri.
Tap..
"Selamat malam tuan, senang berjumpa dengan anda di malam yang meriah ini!"
Kini monster yang dicari-carinya itu menampakkan dirinya secara terang-terangan dan baru kedua kalinya semenjak ribuan tahun terakhir, dia menampakkan dirinya.
Menandakan jika Hyun Wo adalah orang yang membuatnya harus memperlihatkan wujudnya.
Vampir itu mengambil darah manusia dan ras lain melalui kelelawar miliknya yang mempunyai tingkatannya sendiri.
Tanpa menampakkan dirinya secara terang-terangan.
Hyun Wo tidak menyahut perkataan vampir itu dirinya hanya menatap kedepan seperti fokus untuk pertarungan kali ini.
Sementara vampir itu menyeringai melihat seorang manusia yang membuatnya tertarik untuk dijadikan lawan terkuatnya yang kedua.
Angin malam mulai berhembus kini terasa kehadirannya menyeruak dalam tubuh.
Tang...
Suara jam besar berbunyi menandakan waktu sudah menunjukkan jam dua belas malam tepat.
Purnama yang seolah-olah berada di pucuk gereja seperti halnya menonton pergerakan mereka dari sana.
Detik ini Hyun Wo mengunyah roti yang dipegangnya lalu tak sengaja jatuh bersamaan dengan vampir itu yang mulai melangkah.
"Ups... tanganku licin tadi!"
Saat ini Hyun Wo membelakangi vampir itu dalam sekejap sembari melanjutkan kembali menguyah roti yang langsung dilahapnya.
Di satu sisi tubuh vampir itu telah menjadi bagian kecil-kecil.
Tak lama potong tubuh itu mulai membentuk kembali perawakannya seperti semula.
"Oh, ternyata begitu," gumam Hyun.
"Maaf tuan aku ini abadi..." sahut vampir itu sembari menoleh kebelakang dengan senyuman lebar.
Sementara kedua serigala yang dicengkeram tadi kini terlihat tergeletak tak bernyawa dengan kondisi tubuh masih utuh.
Keduanya, Hyun Wo maupun vampir itu kembali bertatap mata mengamati masing-masing lawannya.
Shut...
Shut...
Swosh ×30
Crak!
Keduanya lalu bersamaan maju, Hyun menggunakan Devil sword sementara vampir itu hanya dengan tangan kosong dan senyuman percaya dirinya.
Sudah beberapa kali vampir itu menghindari serangan Devil sword hingga kedua tangannya terpotong dalam satu serangan tipuan.
__ADS_1
Secepat kilat tangan Hyun Wo yang kosong menembus tubuh vampir itu di titik jantung, hanya saja dirinya merasa aneh.
Dash...
Brek!
Ia kemudian menendang vampir itu dan tepat memasukkannya kedalam penjara mistis yang sudah dipasangi segel.
Di dalam ruangan sistem.
"Aneh sekali. Vampir itu tidak memiliki jantung!"
"Selain itu keanehan lainnya, vampir tersebut tidak takut pada gereja yang diatasnya terdapat salib!"
Brakk!
Blash...
Blash...
Penjara mistis itu lalu hancur berkeping-keping dan keluar kegelapan yang menyeruak melayang di udara.
Samar-samar membentuk wujud vampir yang kini terlihat membelakangi bulan.
Kegelapan bagaikan air bah mulai berkumpul menjadi satu. Kemudian mengarah pada Hyun Wo, dan jurus vampir itu dinamakan.
"Ocean of darkness!!"
Blamm...
Seketika menenggelamkan Hyun Wo hingga tak terlihat lagi batang hidungnya sementara sekitarannya seperti terhempas karena efek jurus itu.
Rumah-rumah terlihat bergeser dan dimasuki oleh kegelapan.
"Hahaha sayang sekali, padahal dia adalah lawannya yang harus memuaskan diriku dalam pertarungan hidup dan mati!"
"Bukannya ini salahku karena menggunakan kekuatan sejati ku terlalu terburu-buru, yaitu raja dari kegelapan!" oceh vampir itu lagi menganggap dirinya sudah mengalahkan lawannya.
Siutt... × 67
Crap.
Wosh... ×46
Selang beberapa waktu kegelapan itu malah menyerang penggunanya, sebuah serangan tajam melesat cepat secara terus-menerus hingga melubangi tubuhnya, sampai lenyap menyisakan tetesan darah.
Jurus kekuatan supranatural "kegelapan" milik Hyun Wo itu disebut sebagai "The darkness is piercing"
Sayangnya tubuh vampir itu mulai terbentuk kembali hingga seperti semula. Terlihat raut wajahnya tertegun dan kebingungan.
"Ah... aku lupa memberitahu namaku, Hyun Wo si penguasa kegelapan!" ucap Hyun dengan seringaian licik.
Raut kesal, marah, dan apapun itu menjadi satu dalam raut wajah vampir itu dan terlukis dengan jelas namun luar biasanya, vampir itu masih bisa menahan diri.
Dalam sebuah sejarah dan seumur hidupnya Hyun Wo adalah orang yang membuatnya sangat marah.
"Hehe... boleh juga. Kau pantas menjadi lawan ku, penguasa kegelapan!"
__ADS_1