
Selesai memberi bantuan kepada orang-orang pilihan Hyun Wo memutuskan untuk mencari tokoh bahan-bahan obat. Ia mencari sejenis bahan obat tertentu yang masuk dalam resep herbal guna mengembalikan ingatan Liliana.
"Cepat jalannya, dasar wanita j*lang!"
Ctak!
"Kyaa hiks..."
Melewati jalur lebih sepi dibandingkan awal berangkat dan masih di wilayah pasar Hyun Wo dikejutkan oleh suara wanita dari ras best.
Terlihat berpakaian lusuh compang camping yang sebelumnya dianiaya oleh pria berbadan gemuk dengan sebuah pecut ditangannya.
"Tunggu, tunggu apa yang tuan lakukan pada ras best ini?" tanya Hyun saat pecut itu hampir dilayangkan pada tubuh penuh luka seorang wanita dari ras best.
"Dia terlalu lama saat berjalan, membuatku muak saja padanya!" jawabnya sembari menunjuk ras best tersebut dengan raut wajah marah menyoroti orang yang ditunjuk.
Perempuan ras best itu langsung bersembunyi dibelakang tubuh Hyun Wo sambil menyeka air matanya, bahkan badannya terlihat gemetaran.
Melirik best dibelakangnya Hyun Wo melihat kedua tangan wanita ini yang terikat oleh tali sampai membekas.
Tentu saja membuat darahnya naik bercampur rasa sedih pada wanita malang ini sudah berapa lama dirinya menderita hingga sampai seperti ini.
Ia mengepalkan kedua tangannya erat lantaran emosi yang membuncah atas perlakuan pria berbadan gemuk ini terhadap wanita dari ras best, ingin sekali dirinya menghajar pria di depannya.
"Tuan, dia itu hanya seorang budak yang sakit-sakitan, tidak bernilai tinggi. Bahkan untuk menjualnya saja aku tidak yakin memasang harga normal!" jelasnya membuatnya Hyun tenang sesaat.
"Jadi wanita dari ras best ini adalah seorang budak, pantas saja dia diperlakukan kasar seperti tadi. Jika aku terlambat menolongnya mungkin saja dia..."
"Tuan sepertinya seorang konglomerat terlihat dari pakaian mahal yang tuan kenakan, kalau boleh saya ingin memutuskan kerjasama dengan tuan?!"
"Cih, apa-apaan orang ini. Dia hanya penjilat kelas teri!" umpat Hyun didalam hati kesal dengan perkataan pria gemuk didepannya.
"Sepertinya anda terlalu memandang remeh saya, bisnis anda ini menjual para budak bukan? Bukannya itu artinya sama saja dengan merendahkan diri saya, ketika bekerjasama dengan anda."
Pria itu terlihat gelagapan dibuatnya hingga berkeringat dingin tidak berani untuk menatap mata orang yang baru dikenalnya.
"Saya orangnya segan jadi untuk menutupi kesalahan anda, sebagai gantinya saya akan mengambil hak budak ini!" ucap Hyun sejurus kemudian.
Pria gemuk itu menunjukkan senyuman manisnya setelah memahami maksud perkataan Hyun Wo yang ia sangka sebagai konglomerat. Dia tidak ingin mendapatkan masalah besar apabila menyinggung orang di atas dirinya.
"Setuju. Silahkan tuan ambil best cantik ini, dia adalah orang yang rajin memasak, berkebun, dan mem..."
"Sudah sudah, aku tidak mau mendengar informasi tentang dirinya, saat ini aku sedang sibuk!"
__ADS_1
[Pemberitahuan sistem]
[Quest menyelematkan ras best dan ras elf serta manusia dari perbudakan]
[Selesai menyelesaikan Quest, hadiah misi berupa skill Power imitation]
"Quest dadakan kah, tapi baru kali ini hadiahnya hanya skill saja, mana poinnya Luxia?"
"Itulah hadiah yang akan tuan dapatkan dari menyelesaikan Quest, dan benar Quest ini berhubungan dengan perilaku baik tuan, untuk poin sepertinya tidak berlaku bagi Quest ini."
"Ya sudah tidak apa-apa, skill itu lumayan menarik. Skill peniru kekuatan ya."
Hyun Wo lalu tersadarkan kembali dari lamunannya dan membuka mulut untuk membicarakan sesuatu kepada pria gemuk ini.
"Ehem, setelah saya pikir-pikir tempat saya kekurangan banyak orang. Kalau boleh saya ingin membeli beberapa budak!" jelas Hyun nampak serius memainkan aktingnya.
Seperti mendapatkan bongkahan emas besar pria gemuk itu tertegun dengan ekspresi terkejut, setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Hyun Wo.
Hyun Wo sendiri menatap jijik orang ini, karena merasakan menikmati hidup layak dan berkecukupan sampai perutnya begini dari penderitaan orang lain. Yaitu bisnis menjual beli budak.
"Apa anda bisa menolong saya?" tanya Hyun guna membuyarkan lamunan pria gemuk itu.
"... bisa tuan, saya memiliki banyak budak. Kalau begitu tuan ikut saya ke tempat kediaman saya!"
Perjalanan menuju kediaman pria gemuk itu berlangsung menggunakan kereta kuda. Didalamnya hanya ada Hyun Wo dan ras best yang sebelumnya telah ia selamatkan.
"Hmm, sepertinya dia ini best tipe hewan kelinci. Dilihat dari telinganya," ucap Hyun didalam hati memandangi wanita best tersebut yang sedang makan dengan lahap. Tidak tahu jika dirinya sedang diawasi.
"Ah, maafkan saya tuan. Sepertinya saya terlalu tidak sopan makan seperti ini," ucapnya setelah tahu pria yang menyelamatkannya sedang melihat kearahnya.
Tampang memelas dia keluarkan agar tidak memicu emosi penyelamatannya yang pada akhirnya akan membuangnya.
"Tenang, aku ini orang baik. Tidak usah takut, tidak apa-apa kamu makan seperti tadi, lagian kamu terlihat kurus kering dan sedang kelaparan. Jadi kalau bisa habiskan saja semua makanan ini!" ucap Hyun menunjukan senyuman ramah.
Tak! tak!
"Huh, suaranya apa itu?"
[Pemberitahuan sistem]
"Tuan, di luar ada sekawanan penjahat yang hendak merampok kereta ini!"
"Mereka pasti ingin menjarah harta benda si pemilik. Lalu bagaimana dengan pria gemuk itu, bukannya dia yang mengawal didepan?"
__ADS_1
"Dia sudah dilumpuhkan tuan, sepertinya para bandit itu berjumlah lebih dari sepuluh!"
Hyun Wo menyibak jendela pada kereta kuda yang ditumpanginya dan melihat para bandit itu dari dalam. Terlihat mereka sedang bertarung dengan orang-orang suruhan pria gendut itu.
Dan suara barusan ditimbulkan dari panah yang menancap pada dinding kereta.
"Tuan, diluar..."
"Tenang saja, akan aku urus mereka, karena berani-beraninya merusak ketenangan ku!" sahut Hyun melihat wanita best ini gemetar karena ketakutan.
Memutuskan untuk keluar dikala mereka masih sibuk bertarung Hyun Wo lalu mengeluarkan botol sihir sementara. Baginya menghadapi sekumpulan penjahat ini tidak pantas dengan kekuatan aslinya.
"Hati-hati tuan!"
Kereta kuda lalu berhenti saat salah satu dari bandit itu mengancam kusir dengan menodongkan pisau dekat lehernya.
Sementara Hyun Wo langsung menyerangnya secara tiba-tiba menggunakan sihir dalam botol itu hingga bandit tersebut terkapar.
"Terimakasih tuan," ucap kusir kepada Hyun namun diabaikan karena hendak menolong nyawa seseorang.
Srak!
Srak!
Dua orang bandit berhasil di lumpuhkan sisa lima belas orang lagi saat Hyun Wo menghitungnya sendiri.
Salah satu orang suruhan pria gemuk itu tertolong lalu mengucapkan terimakasih kepada Hyun Wo.
"Hey... anak muda itu telah membunuh dua rekan kita, serang dia!!"
"Padahal aku tidak membunuhnya, dasar si penggosip," cibir Hyun dalam hati.
Sebagian dari para bandit itu kini beramai ramai mendekati Hyun Wo untuk segera membalaskan dendam rekannya yang disangka telah mati.
"Nah, kalau terkumpul seperti ini kan jadi mudah aku membersihkannya."
"Sihir es "pembekuan abnormal" hehe rasakan ini."
Kletak!
Karena mereka sudah semuanya berkumpul untuk menyerang Hyun Wo dalam posisi lurus tanpa adanya rencana penyerangan masing-masing maka mudah sekali mereka untuk diatasi.
Kini mereka semua menjadi beku diselimuti oleh es dengan ekspresi dan gayanya yang berbeda-beda.
__ADS_1