
Mendengar ucapan Hyun Wo yang menegaskan dirinya akan membabi buta musuhnya dengan cara sadis, membuat para monster di pihak musuh tertegun hingga setengah dari mereka memilih untuk melarikan diri.
Sementara setengah dari monster monster itu memilih untuk melawan manusia itu dengan amarah menggebu.
Mereka tidak menyadari jika target yang mereka incar hanyalah tiruan dari tubuh aslinya semata.
Sedangkan Hyun Wo melesat ke arah timur sembari memanggil hewan summon dari buku pemberian pengemis tua waktu itu.
Burung elang bertubuh besar yang dapat menembus udara dengan kecepatannya saat terbang. Hyun Wo panggil sebagai tunggangan menuju tempat Amaryllis maupun Liliana sedang dalam keadaan terdesak.
Namun di atas burung tersebut Hyun Wo nampak tenang seperti biasanya. Dan tidak terpengaruh oleh kecepatan burung elang yang dipanggilnya, meskipun melesat cepat saat terbang.
Menandakan dirinya sudah kembali pulih seperti sediakala.
Dan untuk urusan perang di lahan luas yang sudah gersang itu Hyun Wo menyerahkannya kepada diri tiruannya.
•••
Waktu sebelumnya.
Dikala Amaryllis membawa Liliana yang tengah tak sadarkan diri dengan sihir peringan tubuh.
Beberapa penjaga dari pasukan monster musang terbunuh secara misterius, bahkan hewan summon level sedang "Beruang bertubuh emas" lenyap tanpa sebab.
Hal itu menghentikan perjalanan mereka menuju tempat aman. Diketahui oleh Amaryllis tempat tersebut adalah sebuah desa kecil disebut sebagai desa pengguna Array.
Dimana penduduknya sangat ahli dalam penggunaan Array dan sihir khusus desa mereka.
Saat ini menyisakan tujuh belas pasukan monster musang dan tiga hewan summon milik Hyun Wo yang menjaga sekitaran.
Kini sekitaran tempat mereka itu adalah rimbunan hutan belantara. Dan jarak menuju desa itu masih jauh untuk saat ini.
Amaryllis mulai menapaki tanah, sementara para penduduk yang diselamatkan berada didalam kristal berbentuk bola yang dapat melayang dan dikendalikan.
Mereka sengaja dibuat tidur agar kondisi tubuh mereka kembali membaik. Apalagi beberapa diantara para tawanan sudah sangat lama tak melihat matahari.
Akan ada efek negatif jika sampai dia melihat siang hari dikala matahari sedang terik-teriknya.
Liliana yang masih belum sadarkan diri tengah berbaring di dalam kristal persegi dengan pengamanan tingkat tinggi.
Wuss...
Angin berhembus menerpa mereka hingga membuat pepohonan dan sekitarnya bergerak -gerak.
Keanehan lalu diketahui oleh Amaryllis saat melihat salah satu pasukan monster musang menyerangnya dari belakang.
Sebuah topeng tertanam pada tubuh monster itu.
"Jadi ada monster dengan tipe pengendali yang dapat mengendalikan lawannya dari jarak jauh. Kalau gitu... aku sekarang ini dalam keadaan sulit, lantaran aku terkepung!?" gumam Amaryllis menyimpulkan kondisi seraya menghindari serangan mendadak itu.
Dan benar saja, seluruh pasukan monster musang yang kini berjaga membentuk lingkaran dan tiga hewan summon milik Hyun Wo juga menjadi korban.
Dari jauh seseorang yang tak diketahui identitasnya sedang menggunakan kemampuan miliknya.
Tubuhnya dikelilingi oleh banyaknya topeng yang berterbangan serta orang itu memegang sebuah tongkat aktif penghubung kekuatan magis sang pengendali.
__ADS_1
"Mari kita mulai permainannya... hihihi" ucapnya dengan girang, bahkan wajah dari balik topeng yang dikenakan oleh orang itu seperti halnya memperlihatkan wajah terobsesi.
Kenyataannya Amaryllis masuk kedalam perangkap penggunaan kekuatan magis pengendalian dari seseorang itu sejak awal.
Hanya saja dirinya tidak menyadari dari awal satu persatu dari pihaknya yang dikendalikan.
Hingga dalih dari si pengendali kekuatan magis itu mulai mengendalikan beberapa pasukan monster musang untuk melakukan bunuh diri.
Bahkan hewan summon pun melakukan hal yang sama lantaran tubuhnya telah di tanamkan sebuah topeng secara tak sadar.
Pada akhirnya Amaryllis lengah tidak menyadari jika formasi para monster musang dan tiga hewan summon bukan sebagai penjaga yang akan melindunginya, tapi malah sebaliknya.
Satu persatu monster musang yang dalam kendali mulai menyerang Amaryllis, beberapa diantaranya terlihat akan menghancurkan kristal persegi berisi Liliana didalamnya.
Monster itu kini mendekati objek melayang tak jauh dari tanah tersebut.
Jleb!
Jleb!
Jleb!
Namun saat empat monster musang akan menggunakan cakar guna menghancurkan kristal itu, secara tak terduga tubuhnya dalam sekejap tertusuk oleh kristal lancip. Yang menyembul secara tak terduga dari bagian kristal persegi itu.
"Sihir elemen, wind blow!!"
Wusss...
Srak!!
Srak!!
Hantaman angin dari sihir elemen Amaryllis gunakan untuk melumpuhkan monster musang yang mencoba untuk mendekatinya.
Para monster itu kini terlihat terluka parah dengan tubuh tercabik-cabik.
Wuss...
Dua kali penggunaan akhirnya mampu mengalahkan pasukan monster musang yang dikendalikan. Meskipun harus mengurangi mana secara drastis dari penggunaan sihir barusan.
Brakkk!!
"Ahhh!!"
Glep.
Serangan mengejutkan dari dalam tanah tepat dibawah kaki muncul begitu mendadak, hingga Amaryllis tak menyadari akan bahaya mengintai dan membuatnya berada dalam kondisi tak disangka-sangka, yaitu berada di dalam perut ular berwarna ungu dengan sisik berduri.
Ular tersebut adalah salah satu hewan summon yang telah dikendalikan oleh seseorang itu dari jauh.
Di tempatnya, pria itu akhirnya membuka topeng, dan dia adalah mantan tunangan Liliana.
Dia memutuskan untuk berpihak dengan ras monster setelah desanya hancur berantakan.
__ADS_1
"Hahaha... berada di pihak monster ternyata sangat menyenangkan. Aku bisa membunuh siapa saja kapanpun aku mau, sepuasnya, tanpa hukum yang menjerat perbuatan ku sekarang ini, heh..!"
Gorila berwarna putih kini terlihat menguatkan tinju guna menembus pertahanan dari kristal persegi berisi wanita cantik tak berdaya itu.
Sementara hewan summon satunya berwujud serigala dengan tubuh ditumbuhi semak belukar masih diam tak bergerak.
Crak!
Crak!
Sraak...
Amaryllis berhasil keluar dari dalam perut ular lumayan besar itu, dengan cara mengubah cairan didalam sana menjadi kristal lancip yang terus tumbuh hingga seukuran pohon.
Pada akhirnya merusak tubuh hewan summon malang itu.
Terakhir Amaryllis merobek daging ular tersebut sebagai jalar keluarnya.
Tubuhnya yang lengket pun sedikit menganggu pergerakan dirinya dikala berhadapan dengan gorila berkekuatan fisik yang sangat luar biasa.
Dari serangan jarak dekat gorila itu nampak agresif.
Sebelumnya, pukulan keras dari gorila itu mampu melubangi tanah hingga dalam.
Blash...
Brakk!!!
Brakk!!!
Kembali Amaryllis menghindari serangan dari tinju yang diperkuat hewan summon itu. Barusan mampu menghancurkan banyak pepohonan sekaligus pada arah serangan.
Tidak banyak jurus yang bisa Amaryllis gunakan, dikarenakan mana miliknya terkuras terlalu banyak demi melindungi para tawanan dan Liliana.
Beberapa menit berlalu, akhirnya serigala berwujud tumbuhan itu ikut menyerang.
Akibat dampak dari pertarungan itu menyebabkan keberadaan mereka diketahui oleh monster lain.
Berbondong-bondong beberapa monster level rendah maupun tinggi mendekati tempat sumber suara dari sebuah pertarungan.
Ada yang datang dengan kecepatan konstan sangat terburu-buru, ada yang menuju ke sana lewat jalur tanah, dan ada pula yang datang dengan niatan membunuh ras nya sendiri.
Mengetahui banyak monster yang mendekat Amaryllis langsung saja bersiap untuk menghadapi resiko terburuknya.
Menit demi menit berlalu, tiba saatnya monster yang mendekat sudah berada tak jauh dari mangsanya.
"Sihir pelindung, Light shield!!!"
Semacam sihir yang mampu menyerap cahaya disekitarnya sebagai pelindung.
Wosh... Jleb.
Slash ×32
"Akhirnya kamu datang...."
__ADS_1