Luxia System

Luxia System
Akan Merepotkan Melawannya Tanpa Rencana


__ADS_3

"Hehe.. boleh juga, sudah lama tidak ada orang yang membuatku sangat bersemangat sekali dalam bertarung. Kau tahu, sebelumnya aku tadi masih ragu!" ucap Icarus dengan senyum miring. Membuat orang yang melihatnya tertegun serta mengerutkan dahi.


Cyrus yang mendengar dengan jelas perkataan kakaknya hanya bisa menerka-nerka saja maksud dari ucapan kakaknya barusan, menurutnya aneh jika kakak tertuanya ragu dalam sebuah pertarungan.


Bukannya kakaknya dikenal buas saat berhadapan dengan lawannya.


"Apa karena dirinya tidak ingin dikalahkan dan menjadi ragu jika harus mengalahkan Hyun Wo, yang menyebabkan jika dia kalah, maka... Perkataan Elisha dan kemampuan penglihatannya adalah hal yang salah, karena berhubungan dengan takdir!" gumam Cyrus menyimpulkan sebab dari keraguan kakaknya, menurut penuturannya sendiri.


Sementara Sayuri dan Momo masih belum mengerti maksud dari keraguan lawan yang dihadapi oleh Hyun Wo.


Kini Icarus terlihat menekan bagian tubuhnya yang sebelumnya terkena serangan beracun dengan kelimanya jarinya.


Nampak ototnya mulai menegang dan kemudian...


Chu...


Icarus mengeluarkan zat beracun melalui mulutnya kemudian meludah ke samping. Kini racun dari jurus jari beracun milik Hyun Wo sudah dia atasi olehnya.


Drep.


"Sekarang aku akan keluarkan semuanya yang ku punya untuk mengalahkan mu!"


Shut...


Secepat kilat Icarus melesat dengan kedua telapak kakinya yang kini meninggalkan jejak telapak kaki yang besar.


Wosh...


Wosh...


Wosh... × 50


Mendekati Hyun Wo dan menyerangnya dari berbagai arah seakan pertarungan gulat bebas.


Yang seiring waktu kecepatan gerakan dan serangannya makin dipercepat ketika Hyun Wo terus mengelak.


Hanya saja berbagai teknik serangan dari pukul dan tendangan Icarus mampu Hyun Wo hindari.


"Selalu menghindar tidak akan membuatmu menang bukan, malah semakin membuatmu terdesak olehku!" ucap Icarus yang masih melancarkan serangan demi serangan.


Pada akhirnya dia menggunakan kekuatan magis kembali untuk menipu visualisasi serangan pada lawannya.


Lalu sebuah celah dilihat olehnya pada lawannya, Icarus pun mengarahkan pukulan terkuatnya pada Hyun Wo.


Wosh...


Dreg.


Sayangnya ketika pukulannya hampir menyentuh wajah Hyun Wo, Icarus tertarik ke bawah dengan gaya gravitasi kuat.


Sampai lantai arena berlubang oleh kakinya.


Dash...


Dan di momen ini Hyun Wo manfaatkan dengan serangan spontan berupa tendangan tajam mengarah pada ulu hati lawannya, namun tak disangka Icarus sempat menahan tendangan Hyun Wo tersebut, bahkan menangkapnya dengan satu tangan.


Sementara kedua kakinya terlihat menegang dari otot-ototnya seakan melawan gravitasi pemberat tubuh.

__ADS_1


Melihatnya Hyun Wo terlihat bergeming.


Dikala dirinya tertarik kebawah oleh skill tersebut dan menahan serangan dari lawannya, Icarus menarik kaki lawannya dan bersiap menghajarnya dengan tangan kirinya.


Bugh!


Keduanya pun saling menghajar dan mendaratkan pukulannya masing-masing. Hyun Wo mengenai wajah bagian samping Icarus, sementara Icarus sendiri memukul keras perut Hyun Wo dalam posisi setengah berdiri dan menunduk itu.


Tap..


Tap..


Setelahnya, keduanya pun mundur kebelakang dengan luka masing-masing.


"Uhuk!"


Hyun Wo terlihat menundukkan badannya sedikit lalu tiba-tiba saja batuk hingga keluar darah dari mulutnya.


[Pemberitahuan sistem]


"Tuan, kenapa tuan bisa terluka seperti itu? Bukannya gravitasi kuat tadi mengurangi serangan Icarus?"


"Bagaimana ya, mungkin tubuhku terkontaminasi oleh penyakit itu."


"Kalau begitu akan saya cek!"


Melihat lawannya terluka cukup parah hingga mengeluarkan darah lumayan banyak dari mulutnya, Icarus menatap Hyun Wo dengan dahi berkerut.


"Hyun!!!" ucap Momo berteriak karena khawatir kepada Hyun, nampak ada bulir air mata yang jatuh.


Kini Hyun Wo berjalan gontai menuju lawannya kemudian mengepalkan kedua telapak tangannya dan melesat ke arahnya.


Dan terlihat hendak melancarkan serangannya.


Bugh!


Tak disangka Hyun Wo malah terkena pukulan keras yang mendarat pada pipinya sebelum dirinya mendarat serangannya pada lawan.


"Menyerah lah, aku tidak ingin dirimu terluka parah hingga disaksikan oleh adikku. Lihat, dia sangat menghawatirkan dirimu!" ujar Icarus.


"Mungkin."


"Apa kau bilang?"


Shut..


Dash... ×30


Dash... ×50


Kini keduanya saling menyerang untuk pertama kalinya dan berhadapan pada jarak dekat.


Masing-masing dari mereka terkena serangan dari lawannya.


Tapi lebih unggul serangan Icarus yang terlihat memperkuat pukulannya, lantaran sebuah sihir ia gunakan untuk membuat serangannya memiliki bayangan setelah digabungkan dengan kekuatan magis.


Dan Icarus juga disebut sebagai orang yang memiliki dua kekuatan sekaligus dalam dirinya.

__ADS_1


Terus menerus mereka saling menyerang hingga lantai dalam terlihat rusak jika di lalui oleh keduanya.


Bugh!


"Hehe.." Icarus menyeringai setelah sihir perkuat tubuh dengan pukulannya membuat lawannya terhempas.


Bruk!


"Sudah ku bilang, penglihatan adikku memang benar. Hanya saja aku masih belum menerima dirimu jika sudah menikah dengan..."


Perkataannya tidak ia lanjutkan, saat melihat Hyun Wo kembali bangkit dari posisi tengkurap tadi setelah terkena pukulan Icarus.


Semuanya yang melihat mengira jika Hyun Wo terlalu memaksakan diri sampai-sampai Momo menyuruh Hyun Wo untuk berhenti, tapi...


"Momo, apa kamu lupa. Jika Hyun kalah dia akan menikahi putri Elisha, kamu tidak mau itu terjadi, kan?" ucap Amaryllis membuat Momo bingung. Perasaannya kini bercampur menjadi satu.


"Tenang Momo, moga aja Hyun menang, dia tidak selemah itu..." sahut Sayuri sembari menenangkan Momo.


"Tapi sebelumnya Hyun terluka parah..." timpal Momo air matanya semakin banyak yang keluar.


Berbeda dengan Liliana yang nampak tenang seperti biasa.


Sepertinya dirinya menemukan suatu kejanggalan.


"Masih belum, aku masih belum kalah. Bukannya peraturannya harus membuat salah satu dari kita tak bisa berdiri pasca terkena serangan lumayan mematikan dari lawan!?" ucap Hyun yang kini sudah berdiri tegak melihat kedepan lawannya.


"Pangeran.. bagaimana jika kita beradu serangan jarak jauh?" ajak Hyun dengan seringainya.


"Tsk, terlalu memaksakan diri. Aku akan... argh, tidak. Lebih baik kau menyerah saja, karena adikku kelihatannya sudah sangat khawatir padamu!"


"Iya kah, bukannya dia sedang mengkhawatirkan dirimu!" sahut Hyun membuat Icarus tersentak dalam diam.


Langsung saja serangan jarak jauh Hyun Wo arahkan pada Icarus.


Kecepatan serangan itu dalam... 0000. 01


Dengan sigap Icarus hendak melontarkan serangan balasan.


Daap..


Bugh!


Entah kenapa tubuhnya tak bisa digerakkan bahkan mananya tersisa sedikit saat Icarus baru mengeceknya.


Hingga ia harus menerima serangan jarak jauh dari Hyun Wo bersamaan dengan pukulan keras darinya.


Membuatnya seketika terhempas lalu dari arah belakang secepat kilat dari gerakannya, Hyun Wo sudah menahan tubuh Icarus dengan satu tangan.


"Hueek!!" darah segar keluar dari mulut Icarus.


Wasit hanya kebingungan melihat hal itu yang terjadi secara mendadak. Matanya tak mampu menangkap pengerakan dari mereka sebelumnya.


Kini Icarus tertunduk dalam keadaan berjongkok, sementara Hyun Wo berjalan santai ke arah wasit.


....


"!?"

__ADS_1


__ADS_2