
Hyun Wo kini tertarik dengan gaya gravitasi penuh dari salah satu kekuatan terkuat ketua monster tengkorak.
Membuatnya tak bisa menghindar hingga menembus sangat dalam kedalam bumi bersamaan dengan tanah yang seperti halnya hancur berlapis-lapis ke bawah.
Pada akhirnya membuatnya jatuh kedalam inti bumi dimana suhu disana sangat panas dan terdapat lahar dalam serta seperti halnya Hyun Wo berada dalam ruangan yang sangat besar.
Untungnya Hyun Wo bisa terlepas dari area kuat dengan gaya dorongan gravitasi yang sangat kuat sebelumnya.
Mungkin menurut Hyun Wo jika dirinya tidak lepas dia akan sampai pada inti terdalam bumi dimana suhunya akan lebih panas dibandingkan suhu permukaan matahari.
Dan sekali lagi dirinya dapat bertahan maupun beradaptasi dalam suhu panas tersebut kini dirinya berpijak pada bebatuan sembari memikirkan cara bagaimana dirinya mengalahkan monster itu.
Di tambah lagi dirinya sekarang berada di tempat yang jauh dari posisi awalnya tadi.
[Pemberitahuan sistem]
"Tuan, monster itu hampir dekat menuju kemari. Dan sepertinya mengetahui posisi tuan!"
Brash...
Bola api berkecepatan tinggi melesat ke arah Hyun Wo hingga membuatnya menghindarinya dengan gerakan cepat pula dan menjauhi area dari efek serangan itu.
Dikarenakan lahar panas seakan menyembur kemana-mana dan sangat membahayakan.
Tap..
Hyun Wo berpijak pada bebatuan lain yang ada disana, sementara ketua monster tengkorak baru saja menginjakkan kakinya.
Menatap Hyun Wo dengan tatapan tajam dan niat membunuh.
__ADS_1
"Tempat yang bagus untuk menjadikan peristirahatan terakhir bagimu!" ucap ketua monster dengan kata sarkas mengomentari tempat ini sebagai tempat Hyun akan mati.
Hyun Wo mengabaikan ucapan ketua monster tengkorak itu dirinya lebih memikirkan bagaimana caranya untuk menghabisinya.
Lalu sebuah ide terlintas di kepalanya.
"Akhirnya aku mendapati cara untuk membuatnya lenyap dari dunia ini, hanya saja aku butuh timing dan gerakan yang bagus untuk mengimbangi selalu!"
Shut..
Tepat di depan Hyun Wo monster itu hendak melayangkan sebuah pukulan keras sesaat setelah dirinya melesat.
Wus...
Tap..
Dengan mengepal satu tangannya sembari berbalik badan dan melihat kearah ketua monster tengkorak.
Shut..
Kini giliran Hyun Wo yang mendekati lawannya untuk melancarkan serangannya tanpa bersenjatakan pedang.
"Hehe datanglah pada kematian mu sendiri manusia bodoh!" umpat monster itu lalu dirinya bersiap pula untuk melesat.
Shut..
Keduanya lalu beradu fisik dengan saling menyerang dengan pukulan dan tendangan dengan gerakannya yang tak bisa dilihat lantaran sangat cepat.
Bahkan saat berpijak pada bebatuan untuk melakukan tolakan keduanya tidak terlihat menginjak permukaan batu.
__ADS_1
Layaknya angin yang tak berbekas pada sesuatu.
Bugh!
Bugh!
Hyun Wo mengenai wajah monster itu dengan pukulannya sementara dirinya terkena pula serangan balasan tepat di dadanya.
Satu tinjuan keras berselimut api yang mampu membakar pakaian Hyun Wo.
Beberapa saat hingga keduanya mendapati luka pada fisik seperti di area wajah, dada, dan perut. Nyatanya mereka masih beradu dalam keadaan seperti itu.
Dan entah mengapa Hyun Wo seperti halnya sengaja terkena pukulan keras dari ketua monster itu beberapa kali.
[Pemberitahuan sistem]
"Tuan, tidak baik jika tuan memaksakan diri saat ini. Tuan bisa saja...."
"Tenang saja Luxia, aku sudah mengkalkulasikan hal ini akan terjadi, sebenarnya aku membutuhkannya!"
"Saya masih tidak mengerti dan membaca taktik yang anda gunakan. Tuan memang tidak bisa ditebak."
Tap..
Tap..
Keduanya lalu menghentikan serangan sembari bersiap untuk menyerang satu sama lain lagi.
Bedanya, keduanya saat ini seperti sedang menyiapkan serangan terkuatnya masing-masing.
__ADS_1