
Liliana spontan mendekap Sayuri untuk menenangkannya agar tidak berlarut-larut dalam kesedihan. Takdir berkata lain, neneknya pergi meninggalkannya seorang diri untuk selama-lamanya.
"Hiks... nenek... hiks..."
Setelah puas mengeluarkan air matanya Sayuri tiba-tiba saja tidak sadarkan diri hingga Hyun Wo mengatakannya pada Liliana dengan ekspresi cemas.
"Sepertinya aku akan keluar sebentar mengabari para tetangga sekitar untuk membantu prosesi pemakaman nenek Sayuri, kamu jagalah dia, Lia."
"Mmm."
Tak lama para tetangga berdatangan menuju kediaman Sayuri sambil mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya neneknya.
"Manusia ini, ketika seseorang sudah meninggal baru dikenal kembali," gumam Hyun sedikit kesal lalu pergi guna menyelesaikan urusan lain.
Beberapa jam berlalu, prosesi pemakaman akhirnya selesai dilakukan pada hari kematian nenek Sayuri. Meskipun dalam keadaan hujan dengan kekuatan manusia di dunia ini hal seperti itu tidak menjadi masalah.
Sihir dapat membantu kehidupan manusia jauh lebih mudah lagi.
Hyun Wo masih mengingat perkataan nenek Sayuri sebelum beliau pergi agar Hyun Wo mau menikahi cucunya. Namun perkataan terakhir itu Hyun Wo tepis karena terbayang-bayang selalu dipikirkannya.
Dan ada rasa ragu dalam dirinya untuk memenuhi permintaan terakhir beliau.
"Apa kamu sudah merasa baikan Sayuri? Kamu sebelumnya tidak sadarkan diri lalu tubuhmu tiba-tiba menjadi panas karena demam."
Menunggu hingga beberapa menit baru Hyun Wo bertanya kembali serta menjelaskan situasi sebelumnya kepada Sayuri.
Sayangnya Sayuri tidak menjawab perkataan Hyun Wo dari tadi, ia hanya bangun untuk minum obat dibantu oleh Liliana, lalu ia kembali tidur dan menolak untuk mengganjal isi perutnya.
Sore hari Hyun Wo pergi seorang diri menemui kediaman kepala desa, tepat di depan pintu rumahnya ia lalu mengetuk pintu tanpa ragu.
Tok! tok! tok!
"Ya, bisa saya bantu?"
"Saya ingin bertemu dengan kepala desa!"
Wanita paruh baya yang Hyun Wo kira adalah istri kepala desa membukakan pintu lalu mengijinkannya untuk masuk kedalam terlebih dahulu.
Menunggu di suatu ruangan besar terdapat banyak buku-buku dan barang-barang kuno, Hyun Wo menunggunya. Kemudian kepala desa datang menyapanya.
Hyun Wo menyapa balik dengan ramah dan sopan, kepada kepala desa, lalu dirinya langsung menjelaskan maksud kedatangannya hingga terjadi perdebatan antara mereka. Tak lama kepala desa memutuskan untuk membicarakannya lagi maksud dari tujuan Hyun Wo di ruangan lain.
"Apa uang dan barang-barang ini cukup untuk menahan para penduduk desa pak? Walaupun anda sebelumnya menolak untuk membatalkan keputusan anda menyuruh para penduduk untuk meninggalkan desa!" ucap Hyun penuh penekanan, dia menaruh koin dalam kantong lumayan besar dan barang-barang yang dia dapat dari ras goblin waktu itu.
"Ini... darimana kamu mendapatkan koin dan barang-barang sebanyak ini?"
"Bapak kepala desa tidak perlu mengetahuinya, saya hanya ingin memberikan semuanya agar bapak mau membatalkan keputusan bapak atau bila perlu menahan penduduk desa."
"Baiklah, saya akan berusaha menahannya saja. Minimal 2 hari, dan apa yang kamu berikan kepadaku tidak bisa ditarik kembali."
__ADS_1
"Oh, tidak apa-apa. Baiklah, saya pamit pergi."
Hyun Wo lalu pergi meninggalkan kediaman kepala desa, melalui pembicaraan tadi ia jadi memahami watak dan sifat kepala desa.
Menurutnya, beliau itu sangat gila harta dan keputusannya sangat gegabah dalam mengambil tindakan keadaan para penduduknya.
Dua hari berlalu, Hyun Wo kesana kemari mencari berbagai informasi berhubungan dengan keanehan pada desa.
Banyak orang yang ia jumpai dan diajak basa-basi lalu membicarakan hal terkait desa menggunakan berbagai dalih untuk menyamarkan tujuan aslinya.
Di sebuah kedai makanan kering Hyun sedang memakan roti sendirian sambil menyeruput secangkir teh wangi.
"Huh... dua hari berlalu tapi aku belum bisa menemukan penyebab hujan di desa ini, yang selalu turun setiap waktu. Apa ada kekuatan misterius atau sebuah kutukan yang menjadi penyebab hujan berkepanjangan di desa Vilyt?" gumam Hyun Wo.
"Hey kawan, sepertinya aku lihat kau ini sedang murung. Apa aku boleh duduk disini guna menghilangkan gundah gulana di hatimu?" ucap pria yang membawa keranjang berisikan botol-botol.
"Yah, duduk saja. Dan ada perlu kamu menggangguku makan, kamu pasti menjual sesuatu kan?" sahut Hyun sambil mengungkap peran pria yang mendekatinya.
"Terimakasih, perkataan mu barusan aku tidak bisa menyangkalnya dan benar apa yang kamu katakan, aku ini menjual barang-barang unik!"
"Apa itu?" tanya Hyun dingin.
"Barang-barang langkah yang aku dapati dari petualangan ku beberapa tahun!"
"Oke. Aku beli semuannya."
Berguna sekali bagi seseorang yang tidak memiliki penyerapan murni atau yang ingin memiliki kekuatan sihir lain sesaat.
Hanya saja ada batas tertentu pada penggunaan sihir tersebut mirip dengan skill sementara yang Hyun Wo beli dari sistem.
Selesai menghabiskan roti, Hyun Wo lalu pulang menuju kediaman Sayuri untuk mengecek keadaannya dan meramu kan obat untuknya.
Di tengah jalan Hyun Wo dihadang oleh seseorang wanita cantik berpakaian menggoda.
"Tidak di zaman ini maupun di duniaku, wanita sepertinya selalu saja berkeliaran. Meskipun aku memilik banyak koin, aku tidak akan menghamburkan koin begitu saja hanya untuk wanita penghibur," ucap Hyun dalam hati mengamati dari ujung kepala sampai kaki wanita yang menghadangnya.
"Ada perlu apa kamu menghadang ku?" tanya Hyun.
"Itu, aku menginginkan barang-barang di tanganmu. Jadi berikan sekarang kepadaku atau aku akan berbuat tidak menyenangkan kepadamu!"
Wanita cantik tersebut mengancam Hyun Wo untuk memberikan barang-barang yang dibawanya berupa karung dan keranjang berisi tanaman herbal dan bahan dalam membuat obat serta sihir dalam botol.
[Pemberitahuan sistem]
"Sepertinya wanita ini memiliki rekan lain dalam menjalankan aksinya tuan, mereka sekarang ini sedang bersembunyi dan menunggu perintah darinya!"
"Kalau begitu dia ini mau merampok?"
"Iya tuan, identitas wanita ini tersembunyi dan dia mencuri barang-barang orang lain guna memberikannya kepada orang-orang yang membutuhkan!"
__ADS_1
"Wah.. aksi wanita ini seperti film aksi yang pernah aku tonton, tapi aku lupa namanya..." ucapnya dalam hati sambil mengingat-ingat film aksi yang pernah ia tonton.
"Cepat berikan barang yang kamu miliki!" ucap wanita cantik tersebut sambil mengarahkan pedangnya kepada Hyun dengan tatapan tajam.
"Coba saja kalau berani," balas Hyun dengan nada dan ekspresi sombong.
"Tsk, jangan salahkan aku kalau kamu terluka nantinya!"
"Sihir " mempercepat gerakan"
Wosh...
"Dia menghilang?" batin Hyun.
"Hiyaa..."
Ting!
Hyun Wo dengan cepat pula menutup payung ditangannya lalu menahan pedang yang diarahkan perempuan tadi kepadanya.
Tap!
*sambil mundur kebelakang*
"Kamu beruntung payung mu terbuat dari besi kuat, kalau tidak aku sudah mengalahkan mu sekali serang."
"Oh ya, aku mau mencoba sihir sementara ini, siapa tahu penjual tadi menipuku dengan barang-barang palsu. Lagipula tempat ini sangat sepi tidak ada orang sama sekali," ucap Hyun dalam hati seraya mengambil satu botol sihir sementara bertuliskan sihir penangkap.
Sebelum Hyun Wo menggunakan sihir dalam botol tersebut dalam bentuk kertas, perempuan cantik itu yang melihatnya langsung berusaha mencegah Hyun menggunakan sihir dalam botol tersebut.
Shut!
Gerakan lurus namun kecepatannya sangat konstan menuju ke arah Hyun Wo.
Grep!
"Apa!? Tidak mungkin kamu bisa mengimbangi sihir percepat ku."
Barusan Hyun Wo memancing wanita cantik tersebut untuk mendekat kearahnya menggunakan umpan sihir sementara dalam botol.
Dengan berpura-pura ingin membuka botol sihir sementara sebelumnya.
Lalu muncul 5 lima orang yang turun dari atap rumah warga langsung mengarahkan pedangnya ke arah Hyun Wo.
"Berani berbuat macam-macam aku akan langsung membunuh mu!" ancam salah satu orang yang membawa pedang kepada Hyun.
"Kalian butuh barang-barang milikku bukan? Cepat ambil dan pergi, tinggalkan dia disini saja!" ucap Hyun yang sedang mengamankan perempuan cantik tersebut dari belakang.
"Kamu... pria cabul!"
__ADS_1