
Sekali lagi Hyun Wo berada di arena didalam Colosseum kali ini menantang pangeran tertua putra dari Raja Frederick.
Guna membuktikan kebenaran tentang kekeliruan analisis kemarin terhadap kemampuan penglihatan Elisha, yang kemarin sempat disangkal olehnya.
Bukan karena Hyun Wo tidak suka dengan Elisha dia hanya ingin membenarkan sesuatu yang memang dirasa adalah kebenaran hakiki.
Senyum sinis terlukis dari wajah pangeran Icarus saat menatap Hyun Wo usai dia menantangnya.
"Apa kamu tidak tahu.. bahwa aku ini telah membunuh banyak monster dan menghancurkan kejahatan ribuan jumlahnya!?" ucap Icarus merasa Hyun bukanlah tandingannya, meskipun ia tahu dia adalah juara satu turnamen Colosseum.
Dirinya menganggap juara satu belum tentu mencapai puncak jika hanya namanya dan gelar seperti itu yang dijadikan sebagai tolak ukur kemampuannya.
[Pemberitahuan sistem]
"Pangeran Icarus memang seorang petualang yang pernah berpindah dari satu benua ke benua lainnya hanya untuk mengalahkan lawan yang paling kuat! Entah lawannya berasal dari ras manapun, dia menganggap sama, menurutnya yang berbeda adalah sifat dan isi hatinya."
"Apa kamu bisa memberitahu ku siapa saja yang pernah dikalahkannya, Luxia?"
"Bisa tuan, ini datanya."
[Dari ras monster]
-Monster dengan sebutan si penghancur tubuh
-Monster langit yang dapat membelah udara dan langit
-Monster pencabik sang pembunuh manusia dengan seni membunuhnya
-Monster pemanah memiliki serangan jarak jauh berdampak besar
[Yang lainnya geser kebawah]
[Dari ras manusia]
-Gali dijuluki manusia dengan seribu sihir
-Matthias Raja gurun pasir merah
-Huang Li Cang pemimpin sekte pedang
[Yang lainnya geser kebawah]
[Dari ras berbagai ras lain]
-Tetua Orc Mordo dengan ribuan pasukannya
-Vin dari ras best perubah berbagai wujud mengerikan bak monster
-Tere dari ras elf penjaga gerbang terkenal akan kemampuan panah cahayanya
[Yang lainnya geser kebawah]
"Tunggu, terlalu banyak yang pernah dikalahkannya. Dan juga dari data level diri dan monster yang dilawannya, sepertinya... bukan lah para ahli lagi, lebih tepatnya para master!"
"Begitulah, bahkan dia mengalahkan mereka dengan tangan kosong. Meskipun Icarus menggunakan sihir saat pertarungan berlangsung."
Saat ini Elisha turun ke arena dan berbisik kepada kakaknya. Lalu menatap Hyun Wo dengan ekspresi cemberut.
Sementara Hyun Wo memasang kuda-kuda terlebih dahulu.
__ADS_1
"Adikku bilang, aku tidak harus membunuhmu, karena dirimu adalah suami masa depannya. Jadi aku tidak akan menggunakan kekuatanku sepenuhnya saat melawan mu.." ujar Icarus dengan senyuman di akhir, senyumannya itu terlihat seperti terpaksa.
"Sepertinya dia tidak rela jika aku menjadi adik iparnya, dan jika iya, harusnya dia berpura-pura kalah. Tapi mengetahui sifatnya dari Luxia, sepertinya dia tipe orang yang tidak akan pernah mengakui kekalahannya!" ucap Hyun dalam hati.
Pertarungan itu segera dimulai dengan beberapa aturan dari sang wasit.
Sebuah duel yang akan membuktikan kebenaran yang hakiki.
Saat ini pangeran Icarus tidak mengengam senjata apapun, dia lebih memilih bertarung dengan tangan kosong.
Untuk menghormatinya Hyun Wo juga sama akan berduel dengannya tanpa senjata.
Sementara Momo dan Sayuri berharap jika Hyun Wo yang akan memenangkan pertarungan ini, berbeda dengan Liliana dan Amaryllis yang serius dan fokus pada arena.
Mereka berdua tidak bisa memastikan dengan pasti jika Hyun Wo yang akan menjadi pemenang pertarungan ini, karena mengetahui kekuatan dan kemampuan yang dimiliki oleh pangeran Icarus.
Di arena
Keduanya lalu menjauh untuk membuat jarak terlebih dahulu. Terlihat perbedaan badan yang cukup jauh dari keduanya, pangeran Icarus memiliki tubuh besar dan otot-ototnya yang berurat serta padat.
Sementara Hyun Wo memiliki tubuh ideal dan dirinya nampak tenang seperti air yang mengalir.
"Mulai!!!"
....
Dash...
"Ghaa..."
Baru satu detik setelah wasit mengatakan dimulainya pertarungan Hyun Wo langsung saja mendapatkan serangan keras dari Icarus hingga membuatnya terhempas.
Drep.
Darah segar pun mengalir dari mulutnya setelah sebelumnya keluar secara spontan akibat tendangan dari lawannya yang mengenai pipinya, secara mendadak.
Keempat perempuan itu dibuat terkejut begitupun dengan yang lainnya. Bahkan Cyrus mengomentari.
"Bukannya gerakan tadi terlihat biasa-biasa saja, aku bahkan bisa melihatnya dengan jelas. Tapi... kenapa Hyun bisa lengah?"
"Bagaimana, mau lanjut? Aku hanya ingin mempercepat pertarungan ini saja, karena waktuku sangat berharga!"
"Ucapannya kontradiksi dengan raut wajahnya."
[Pemberitahuan sistem]
"Dia barusan menggunakan kekuatan magis untuk memperlambat tampilan waktu tuan, intinya saat dia bergerak dengan cepat hingga menendang tuan tadi, tuan akan melihatnya seolah dia belum bergerak. Atau pergerakan lambatnya, berbeda dengan waktu asli!"
"Ya, aku mengerti Luxia. Terimakasih untuk informasinya, aku juga merasa agak aneh sebelumnya."
Shut..
Icarus melesat disaat Hyun Wo tidak menyadari, dan kini hendak menyerang bahu lawannya dengan satu telapak tangan dimiringkan.
Sudah sangat dekat dengan target Icarus mulai melakukan penyerangannya yang dikala itu semua orang yang melihatnya, dibuat ingin memberitahukan kepada Hyun Wo akan ketidaksadarannya. Namun...
"Apa!? Kau..."
Dash...
__ADS_1
Tiba-tiba saja Hyun Wo seakan tersadar jika dirinya sedang diincar lalu menghindari serangan jarak dekat Icarus tadi sembari menyerang balik dengan tendangan keras bertumpu pada tubuh miringnya.
Brakk!!
Seketika Icarus terhempas hingga tubuh belakangnya menabrak pembatas arena yang kini sudah di modifikasi lebih kuat lagi agar tidak mudah hancur.
Bahkan di dunia alternatif bisa saja digadang-gadang sebagai materi kebal terhadap bom berukuran besar dengan daya ledaknya yang tinggi.
"Hehe.. sepertinya para pekerja harus di potong gaji kali ini!" ucap Cyrus terkekeh.
Icarus kemudian bangkit tatapannya nampak serius kali ini, terlihat bekas hempasan barusan merusak dalam pembatas itu.
Dia kini melangkah maju menghampiri Hyun Wo dengan senyuman yang hanya dia berikan kepada lawan terkuatnya saja.
"Aku akui dirimu pantas menjadi lawan ku, ku harap kau tidak menjadi sansak tinjuku setelah ini!"
Shut..
"Double shadow punch!!"
Dash × 30
Note: Satu pukulan setara dengan dua pukulan sekaligus.
Lebih cepat dari sebelumnya, hanya saja Icarus tidak menggunakan kekuatan magis. Dan kini mengarahkan pukulan bertubi-tubi pada lawannya hingga Hyun Wo menahannya dengan kedua tangan.
Dan sebelumnya pun Hyun Wo menghindari serangan Icarus serta meng-counter kekuatan magisnya yang dapat menipu waktu dengan insting terbaik.
"Kenapa Hyun... memilih untuk bertahan dari serangan itu, bukannya dia bisa menghindarinya seperti tadi?" gumam Momo dengan ekspresi khawatir.
"Mungkin ada alasannya dibalik keputusannya itu!" sahut Amaryllis nampak percaya diri dan fokus pada arena.
Mendekati pukulan kelima puluh...
Wosh...
Bugh!
"Gah!"
Hyun Wo membuka pelindung tangannya hingga pukulan Icarus lolos begitu saja masuk kedalam celah itu dan mengarah langsung ke wajah lawannya, namun saat mengira lawannya terlalu ceroboh.
Tak disangka aksi itu Hyun Wo lakukan untuk mengalihkan perhatian Icarus hingga ia tidak menyadari lawannya hendak menyerangnya dari titik buta.
Pukulan keras pada perut dari arah bawah kini diterima oleh Icarus, membuatnya mengeluarkan darah segar.
Tidak tinggal diam, dia langsung saja membalas setelah Hyun Wo menghindari pukulannya sebelumnya.
Sayangnya pukulan itu meleset seperti halnya Hyun Wo sudah memprediksinya, sejak sebelum serangan itu dilancarkan.
Dash...
Drep.
Icarus mulai linglung akibat serangan Hyun Wo barusan suatu serangan yang hanya menggunakan empat jari yang tidak digenggam.
Memang serangan tadi terlihat biasa-biasa saja, namun efeknya terasa pada bagian dalam tubuh lawannya.
Serangan itu Hyun Wo namakan poison finger.
__ADS_1
"Bagaimana, apa waktuku terbuang sia-sia sekarang?"