
Aktivitas monster Lust itu dilakukan sejak lama sampai sekarang dengan tujuan utama tak lain adalah menaklukkan daratan yang dihuni oleh manusia.
Mereka menganggap dirinya adalah ibu alam yang kapan saja memiliki wewenang untuk memusnahkan kehidupan para manusia.
Dengan berkembangbiak selama ribuan tahun lalu, monster Lust memiliki pasukan tambahan untuk berperang hasil dari perut manusia.
Jumlahnya mencapai 60.000 lebih pasukan dan memiliki turunan kemampuan sihir dan kekuatan lainnya dari manusia yang dijadikan sebagai budak untuk melahirkan anak monster Lust.
Ngarai terdalam dan mematikan selain berbahaya karena di atasnya terdapat monster level sedang maupun rendah kini menjadi kerajaan bagi monster Lust karena dalam kedalaman tertentu di bawah tempat berpijak monster-monster itu ada ribuan pasukan tambahan monster Lust.
Mereka sengaja ditidurkan setelah sudah dewasa dan dilatih fisik maupun kekuatannya untuk dibangunkan kembali pada hari memulai invasi.
Dimana mereka yang akan menempati posisi atas Piramida dunia.
Sebuah ruangan yang dibuat sangat luas oleh tangan terampil beberapa monster Lust pun dijadikan tempat persenjataan.
"Apa yang kalian cari manusia rendahan, beraninya memasuki tempat kediaman kami?" tanya monster bertubuh besar memiliki wujud menyeramkan dan tangan berotot sembari menunjuk pada mereka bertiga, sebelumnya memang sengaja berpapasan.
Tak lama monster lain datang karena sebelumnya mencium aroma darah manusia. Dan mengikutinya hingga sampai di tempat dimana mangsa mereka sedang diincar oleh monster lain.
Di tempat ini monster lain saling membunuh dan mereka haus akan posisi pemimpin.
Dimana yang lemah akan menjadi santapan monster lain yang untungnya berada jauh dari tempat kehidupan manusia dan ras lain berada.
Ya, Hyun Wo maupun kedua perempuan itu datang jauh-jauh kemari.
Sebenarnya monster Lust menjadi salah satu anggota elit kerajaan monster. Dimana pasukan Elite tersebut dikatakan berbahaya dan dapat membuat kerusakan dalam radius yang luas.
"Pergilah para kroco, mereka adalah mangsa ku. Atau kalian akan aku bunuh juga setelahnya!" ucap monster bertubuh besar itu memperingati monster lain dengan ancaman nyawa.
"He.. he.. aku yang melihat mereka lebih dahulu, harusnya kau sadar diri monster sok berkuasa!" sahut salah satu monster dengan senyuman sinis.
"Oi... kalian malah berdebat hanya karena makanan kecil seperti kami, kenapa tidak saling membunuh saja! Lagian monster itu memiliki tubuh berlemak!" sela Hyun menyarankan kepada monster bertubuh besar itu tanpa rasa takut. Sembari menunjuk monster berwujud seperti gumpalan daging.
"Nanti mereka akan aku bunuh, tapi pertama-tama daging manusia akan menjadi pembuka Gyaaa!!"
Bugh!!
Seketika monster lain maupun kedua perempuan itu terperangah saat Hyun Wo menyerang lebih cepat monster itu sebelum meninjunya.
Bruk.
Badan monster itu berlubang lantaran terkena serangan Hyun Wo dari jarak dekat.
"Kekeke matilah monster bodoh hahaha akk!!" ucapan monster lain yang menertawai monster tadi pun terhenti saat Liliana menusuknya dengan kekuatan supranatural tangan kegelapan berjumlah empat yang dapat ia kendalikan.
Bisa berubah menjadi besar dan fisik pun bebas untuk di sesuaikan dengan kebutuhan.
__ADS_1
Kali ini tangan besar berkuku tajam yang sebelumnya membelah empat monster level rendah secara bersamaan tanpa disadari.
"Kalian terlalu berbangga diri, mati satu harus mati seluruhnya!" ucap Liliana setelahnya dengan tatapan mata tajam mengintimidasi dan niat membunuh, disikapi oleh para monster yang kini menatap tajam balik Liliana dan hendak menyerang secara bersamaan.
"Apa kamu bisa mengatasinya?" tanya Amaryllis kepada Liliana di sampingnya.
"Mudah saja, mereka hanya monster setengah pikiran manusia!" jawab Liliana percaya diri.
Dash...
Bugh!
Sementara Hyun Wo tanpa menunggu aba-aba langsung menghajar monster lain tanpa berpikir panjang.
Hyun Wo tahu kedua perempuan itu bisa mengatasi monster-monster level rendah dan beberapa monster level sedang.
Serta memberi keduanya kesempatan untuk menunjukkan kebolehannya.
Kedua perempuan itu lalu mulai beraksi sekalian meningkatkan level diri masing-masing.
Crak!
Crak!
Crak!
Crak!
Tanpa henti Liliana mengendalikan tangan kekuatan supranatural miliknya dengan lihai mencakar para monster sekaligus bertahan dari serangan balasan.
"Sihir elemen kristal, Sharp crystal stab!"
Srak.. ×37
Serangan sihir kristal tajam yang menyerang target secara otomatis saat diaktifkan dan mengikuti pergerakannya, kini membuat tubuh beberapa monster berlubang dari ujung kepala sampai kaki.
Beberapa saat hingga akhirnya monster-monster berhasil dikalahkan dengan mudah tanpa hambatan.
Wuss...
Brakk!!!
Monster bertubuh seperti manusia dalam wujud musang dan tubuh abnormal terlihat berbahaya dengan cakar, kulit, serta aura membunuh yang menyelimutinya.
Kini muncul dari atas seperti jatuh entah karena lompatan atau jatuhan dari tempat tinggi, kini berada tepat dihadapan Hyun Wo.
Dimana tanah yang di pijak kuat tadi jadi berantakan.
__ADS_1
Monster itu memakai pakaian dari tumbuhan dengan sangat apik seakan seorang kaisar.
"Sudah lama aku menantikan manusia sepertimu, dan penantian itu akhirnya sampai pada waktunya! Jadi bersiap-siaplah untuk bergulat denganku secara serius dalam duel seorang raja!" ucap monster itu berterus-terang akan kedatangannya, sembari menaikan satu lengannya ke atas di akhir ucapan. Hyun simpulkan monster tersebut memiliki level sedang ke atas.
Dap.
Dap.
Dap. × 30
Kletak!
Pletak!
Pasukan monster itu pun mulai berdatangan untuk melihat tuannya bertarung. Kedatangan mereka merusak pepohonan yang dilaluinya.
"Hyun?" ucap Amaryllis seakan menanyakan instruksi. Mereka tengah berlawanan melihat depan dan belakang.
"Kalian bantu aku menghabisi rekan monster ini saja!"
"Baik!" serentak kedua perempuan itu melesat dan menuju pasukan monster itu. Dilihat dengan acuh oleh ketuanya.
Saat ini mereka berada di sebuah hutan tak begitu lebat dan masih di jumpai lahan luas berisi batu kering dan bebatuan besar.
Sekarang ini mereka tepat berada di lahan berisi pepohonan yang tak terlalu rapat dan terdapat bebatuan besar yang tersebar dalam area ini.
"Tempat ini terlalu sempit untuk kita bertarung!" ucap monster musang sembari mengedarkan pandangan.
Shut...
Wosh...
Saat Hyun Wo mulai menyerang, monster musang itu nyatanya dapat menghindar dari serangan cepat barusan. Yaitu pukulan mematikan.
"Belum saatnya kita bertarung aku harus merubah tempat ini."
[Pemberitahuan sistem]
"Musang memiliki kemampuan pendengaran dan penglihatan yang sangat baik, dan bisa membaca perasaan manusia. Dalam keadaan ini monster tersebut memiliki semua itu dan lebih ditingkatkan, meskipun di sebut hewan nokturnal!"
Detik berikutnya saat Hyun Wo akan mulai melakukan penyerangan mendadak monster musang itu mengeluarkan serangan utamanya. Yaitu asap dari bau tubuhnya yang menyengat.
Namun berbeda dengan yang Hyun Wo lihat sekarang, bebatuan dan tumbuhan yang terkena asap agak hitam itu mulai meleleh.
"Lia! Mary! Berlindung terlebih dahulu dari asap itu!!" ucap Hyun lantang memperingati kedua perempuan itu.
Tak lama sebuah bundaran luas seperti tempat pertarungan tercipta, sekitaran yang terlihat hijau tadi kini berubah menjadi Padang kering hanya ada tanah sepanjang 500 meter.
__ADS_1