Luxia System

Luxia System
Emosi Membangkitkan Sifat Lain Dirinya


__ADS_3

Tidak menyangka bahwa Hyun Wo akan menceritakan ambisinya kepada Liliana tanpa keraguan sedikitpun, yang mungkin saja ia dijadikan alasan agar Liliana terus bersamanya.


Serta menghindari kebohongan dan ketidakjelasan Hyun Wo yang akan selalu berpindah-pindah tempat, lalu membohongi Liliana seperti sebelumnya.


Di suatu tempat lumayan jauh dari keberadaan Hyun Wo sekarang.


Jiwa dari kekuatan supranatural "Floating soul" miliknya sedang mengamati orc yang membawa peti besar.


Orc yang membawanya mengenakan tudung hitam dan pakaian mirip dengan manusia. Lengkap dengan sepatu dan aksesoris lainnya.


"Apa yang mereka lakukan di tempat ini?"


Dari kejauhan Hyun Wo bisa melihat apa yang dilewati oleh jiwanya tersebut selayaknya roh penasaran.


Sementara dirinya yang sedang dalam perjalanan dengan Liliana masih bisa melakukan kesibukan lain.


Jiwanya bisa diketahui maupun tidak diketahui oleh siapapun karena bisa menghilang dalam artian "tak terlihat" dalam beberapa menit.


Orc yang dilihatnya berjumlah lebih dari satu hanya saja yang kini dilihatnya ada 5 orc, 3 berpakaian seperti manusia dan 2 lainnya menyesuaikan dengan ras nya.


Terbilang seperti tempat persembunyian karena areanya tertutup dan strategis cocok sebagai markas persembunyian.


Dan tak bisa dipercaya bahwa tanaman hijau seperti ilalang dan sebagainya menutupi pada sekitaran area tersebut.


Ada goa yang tidak diketahui luas dan panjangnya serta banyak tanaman karnivora seakan menjaga area goa di sekelilingnya.


"Aku pernah melihat tanaman seperti ini, di duniaku. Aku menyebutnya " tanaman pemakan serangga" yang aku ketahui ukurannya kecil berbeda dengan yang aku lihat sekarang ini."


"Lalu kenapa tanaman ini tidak agresif dan menyerang orc yang berada di dekatnya?"


Setelah 5 orc tersebut memasuki goa, jiwanya pun ikut masuk kedalam dan mengikuti mereka setelah jiwa tersebut dalam mode tidak terlihat.


Didalam goa terlihat lembab dan berbau daging yang dibakar, aromanya menyeruak ketika jiwa Hyun Wo masuk.


"Bau ini berasal dari sana."


Melayang di udara dan menuju tempat aroma menyeruak tersebut berasal, Hyun Wo sempat melihat pakaian manusia yang dilewatinya.


Tergeletak di tanah goa yang sebagiannya sudah dalam keadaan koyak dengan berbagai jenisnya.


Menembus sebuah pintu yang sudah di bentuk sedemikian rupa dengan batu goa mengharuskan jiwa tersebut menembus masuk kedalam.


Dan yang dilihatnya sangat mengejutkannya hingga raganya yang sedang asyik mengobrol dengan Liliana seketika tertegun.


"Ada apa Hyun?"


"...aku melihat..."


Dirinya bergidik ngeri sampai-sampai sulit mengatakan apa yang dilihatnya kepada Liliana, bahkan untuk menjelaskannya Hyun Wo tidak akan pernah.


Di dalam goa yang diluar nya sangat hijau dan tenang malah menyimpan rahasia didalamnya.


Yang dilihat jiwanya sekarang ini adalah aksi sadis berdarah-darah yang dilakukan oleh orc terhadap manusia serta ras elf.


"Tsk, jadi daging itu adalah..."

__ADS_1


Justru dalam posisinya ini membuatnya kesal dan ingin membantai para orc, namun manusia yang akan dijadikan makanan tersebut sudah dalam keadaan mati.


Tidak ada reaksi apapun ketika tubuh manusia tersebut sedang dicincang oleh orc.


Dengan cepat jiwanya tersebut langsung melesat menuju orc incarannya, penasaran pada peti besar yang masih dibawah oleh orc lain masuk lebih dalam kedalam goa.


Lalu terdengar suara wanita yang menjerit dan tangisan serta rintihan di suatu ruangan. Ketika jiwa tersebut memasukinya terlihat pemandangan menyedihkan sekaligus memilukan.


"Ahh..."


"Ahh..."


Pemandangan tersebut langsung membuat darahnya mendidih dan...


Wosh...


"Manusia ini!? Kenapa dia bisa masuk kesini? Aku tidak ingat pernah membawanya?"


Sekarang ini Hyun Wo berpindah tempat pada jiwanya dan bersatu kembali dengan raganya, meninggalkan Liliana di tengah perjalanan.


Blood sword ia keluarkan dan langsung maju melawan orc yang hendak menyerangnya.


Srak!!


Srak!


Pletak!


Argrh!!!


Para orc yang lain berdatangan sambil membawa senjata seperti pedang, tombak, dan panah. Mereka meniru cara bersenjata ras manusia. Lalu serentak menyerang Hyun Wo.


Ting!!


Sekali serang beberapa orc bersenjatakan pedang langsung terbunuh hingga darahnya berceceran dimana-mana dan mengenai orc lainnya.


Darah tersebut langsung di konversikan menjadi damage tambahan blood sword yang semakin lebih kuat dari sebelumnya.


Pandangan orc lainnya kepada Hyun Wo berbeda dari yang sebelumnya, ada yang ketakutan dan mundur secara-secara perlahan. Hingga kabur secara sembunyi-sembunyi. Tapi dalam hatinya, Hyun Wo memutuskan untuk tidak membiarkan satu pun dari para orc ditempat ini lolos.


Di tengah rasa ketakutan para orc tersebut memuncak Hyun Wo kembali melancarkan serangannya sampai tuntas.


Arrgh!!!


Jleb!


Swosh...


"Matilah manusia iblis!!!"


Orc berukuran besar hendak memukulkan senjata tongkatnya kepada Hyun Wo yang sekarang ini ia sedang menunggunya.


Crak!


Belum apa-apa orc tersebut langsung tumbang dikarenakan sisi gelap dibelakangnya membentuk sebuah bayangan tajam.

__ADS_1


Para orc mulai menyerang Hyun Wo dari segala arah dan mengira hal tersebut bisa membunuh ancaman terbesarnya sekarang.


Mereka terlihat marah melihat rekan-rekannya dibantai oleh seorang manusia dengan mudahnya.


Sayangnya mereka semua terbunuh dalam kegelapan saat lilin dan obor penerangan padam.


Sumbu pada lilin dan obor pun kembali menyala setelah para orc dalam keadaan mengenaskan. Sebagian masih bernafas namun anggota tubuhnya tidak lengkap, sebagiannya lagi terbunuh dalam keadaan parah.


Goa ini pun menjadi saksi bisu atas kematian massal para orc.


Sementara para perempuan dari berbagai kalangan tua dan muda yang sempat melihatnya shock seketika.


"Manusia sialan, kau bahkan lebih kejam daripada kami. Cara membunuhmu sangat mengerikan..."


Jleb!


"Tutup mulutmu yang kotor itu, tidak pantas dirimu untuk mengatakannya!"


"Hahaha aku jadi gila saat menyerang mereka secara membabi-buta. Sial!"


Dalam keadaan setengah telanjang, perempuan di ruangan ini telah mengalami hari-hari buruk sebelum Hyun Wo datang kemari.


Bahkan ada dari mereka yang mati mengenaskan dan Hyun Wo melihatnya dengan mata kepalanya sendiri.


"Hyun? Apa kamu ada disini?"


"Lia!?"


"Bukannya seingat ku dia telah aku tinggalkan, tapi sekarang ini dia..."


"Aku ada disini Lia, sebaiknya kamu tidak usah bertanya apa yang aku lakukan disini. Karena hal itu dapat mengganggumu lumayan lama nantinya!"


"Lalu kenapa kamu bisa berada disini?"


"...aku menggunakan kekuatan supranatural milikku yang dapat membawaku kemari dan aku membawa seorang gadis bersamaku!"


"Gadis?"


Gadis tersebut adalah Sayuri yang ikut bersama dengan Liliana kemari. Dia sekarang ini berada diluar goa dengan mata tertutup kain yang disekitar nya terlihat pemandangan hampir sama seperti didalam goa.


Semua tanaman karnivora terbunuh dengan sadis beserta orc yang sedang ada diluar. Siapakah pelakunya?


Dalam situasi ini Hyun Wo menerka-nerka demi mendapatkan suatu kesimpulan.


"Sakit..."


"Argh..."


"Suara apa itu?"


"Mereka ini adalah orang-orang yang kelaparan sekaligus terluka, jadi kamu tunggu dulu selagi aku menyelesaikan masalahku."


"Hmm."


"Ngomong-ngomong kamu berpindah tempat langsung kesini kan, di ruangan ini?" tanya Hyun lagi.

__ADS_1


"Aku tidak tahu, setelah merasa sudah berpindah tempat aku langsung saja memanggil namamu..."


__ADS_2