Luxia System

Luxia System
Seperti Kembali Terlahir


__ADS_3

Elf tersebut dibiarkan berbaring sampai dirinya kembali pulih seperti sediakala. Serta menunggu obat racikan Hyun Wo bekerja dengan baik dalam tubuh elf tersebut.


Hujan yang turun terus-menerus selama 10 tahun pun sudah berhenti setelah akar penyebab ditangani.


Detik ini, menit ini para penduduk keluar dari kediamannya. Mereka sangat terkejut melihat hujan yang selalu menguyur desanya kini telah usai lenyap begitu saja.


"Lihat. Hujan berhenti!?"


"Ah iya, apa aku tidak salah lihat!?"


"Ini adalah suatu keberkahan bagi kita semua selama melewati tahun-tahun penuh akan kesusahan."


"Mama, lihat! Hujannya berhenti!"


"Iyaa, sayang. Mama melihatnya hiks..."


Dan banyak lagi reaksi penduduk yang mengetahui bahwa hujan telah berhenti mengguyur desanya.


Sementara itu, di atas pengunungan sebelah desa Vilyt di sisi barat. Pria bertopeng berpakaian serba hitam sedang mengamati desa Vilyt.


Tak lama dia menghilang bersamaan dengan angin yang menerpanya.


Akari yang keluar pun sangat terkejut melihat langit mendung kini berubah menjadi awan putih tipis, dan matahari mulai menyinari desa Vilyt dengan sempurna.


Desa ini seakan terlahir kembali sebagai desa yang keluar dari masa-masa sulitnya.


Di kediaman Kepala Desa.


"Anak muda itu benar-benar bisa diandalkan."


Di sebuah tempat persembunyian pencuri harta benda orang kaya.


"Bos, lihat. Hujan berhenti!"


"Hmm."


"Kira-kira siapa ya pahlawan yang telah berjasa ini? Aku ingin sekali menemuinya dan menyampaikan rasa terimakasihku," ucap ketua pemimpin pencuri harta benda orang kaya dalam hati.


"Bos, berarti keranjang berisi botol sihir ini tidak jadi kita berikan kepada penduduk desa?"


"Hmm kita akan kembalikan kepada pemiliknya hari ini juga, jadi aku tugaskan kepada kalian untuk mencari si pemilik barang tersebut!"


"Baik!"


Di satu sisi dimana rumah kosong telah rusak sebagian ketika si empunya pergi.

__ADS_1


"Siapa yang harus bertanggung jawab terhadap kerusakan ini!" ucap pria paruh baya.


"Disini yah, dia pasti orangnya!"


"Hmm anak muda selalu berbuat onar, cepat Ikat dia. Lalu kita mintai pertanggungjawaban setelah dia bangun."


Sayuri pun tak kalah terkejutnya melihat apa yang dilihatnya sekarang ini. Benar-benar suatu anugerah menurutnya.


Dia menangis lantaran mengingat harapan mendiang neneknya ketika beliau masih hidup yang ingin melihat matahari bersinar cerah dan hujan berhenti turun di desanya.


Tidak peduli terhadap kehebohan yang ada diluar, Hyun Wo memilih menggunakan waktu dirinya ketika berada di kediaman Sayuri untuk membuat obat.


Satu bahan obat guna menyembuhkan Liliana yang lupa ingatan telah Hyun Wo dapatkan. Tinggal beberapa lagi yang belum ia telusuri tempat keberadaannya.


Keesokan harinya, Hyun Wo bersama dengan Liliana pamit meninggalkan kediaman Sayuri karena urusanya di desa Vilyt sudah diselesai.


Untuk semuanya Hyun Wo menyuruh Akira dan kepala desa untuk menjaga rahasia.


Sementara para penduduk memilih untuk tidak meninggalkan kampung halamannya. Mereka berubah pikiran ketika desa sudah kembali normal.


"Selamat tinggal Sayuri," ucap Hyun seraya berbalik badan dan pergi meninggalkan Sayuri.


Liliana sempat menyampaikan perpisahan kepada Sayuri sebelum dia pamit.


"Untuk cucuku Sayuri, maaf nenek tidak bisa menemanimu terlalu lama. Kini sudah saatnya nenek untuk pergi, sebenarnya nenek tahu hari ini nenek akan pergi, tapi nenek lebih memilih untuk merahasiakannya. Nenek harap kamu dapat hidup dengan baik dan ingat selalu apa yang nenek ajarkan. Hiduplah demi harapan kecil nenek Sayuri..."


Tulisan tersebut ditulis menggunakan sihir di detik-detik terakhir beliau meninggal tanpa sepengetahuan Cucunya. Pada titik yang sangat panjang akhirnya beliau bisa menuliskan kembali agar Sayuri menikahi orang yang dicintai dan hidup dengan bahagia.


Secepat mungkin Sayuri kini mengejar Hyun Wo dan Liliana. Dia bergegas pergi setelah membereskan keperluannya dalam sihir "penyimpan" sesuatu.


Di satu sisi Hyun Wo masih berjalan bersama Liliana untuk meninggalkan desa Vilyt ketimbang menggunakan sihir dari Liliana atau skill serta kekuatan milik Hyun Wo.


Ada alasan tertentu yang membuat mereka berdua tidak sembarangan saat menggunakannya.


Brak!


Sebuah pedang tiba-tiba jatuh dari atas tepat dihadapan mereka berdua seolah-olah hendak menahan perjalanan mereka.


Hyun Wo menghentikan langkahnya diikuti oleh Liliana yang memang memegang tangan Hyun Wo disepanjang perjalanan.


Pedang berkilau berwarna perak pada bagian gagangnya membuat Hyun tertarik untuk memilikinya. Dan disaat ia hendak mengambilnya.


Grep!


Wanita pemimpin pencurian harta benda orang kaya kini berada didekat Hyun Wo dan mencegahnya di waktu Hyun Wo akan menarik pedang yang tertancap pada tanah.

__ADS_1


"Maaf, ini pedang milikku."


"Kamu!?"


Untuk antisipasi Hyun Wo langsung menghindar dari dekat wanita cantik tersebut tanpa berpikir panjang.


"Aku tidak akan mencuri lagi dari kalian, aku hanya ingin mengembalikan keranjang ini!" jelasnya ramah.


"Itu kan keranjang berisi sihir didalam botol yang sebelumnya dicuri olehnya, aku nyakin," dalam hati Hyun Wo mengingat-ingat kejadian yang pernah dialaminya.


Hingga ia pun memutuskan untuk mengambilnya karena wanita cantik tersebut menyodorkannya kepada Hyun Wos sambil mendekat kepadanya.


"Terimakasih sudah mengembalikan barang milikku, dengan ini masalah diantara kita selesai. Aku harap kamu tidak mencuri lagi untuk kedepannya."


Sedikit nasehat tersebut ia katakan kepadanya, sebelum pergi meninggalkan wanita tersebut tanpa sepatah kata lagi.


"Tunggu! Aku masih ada urusan pribadi denganmu!" ucapnya ketika jarak antar dirinya dan Hyun Wo tidak dekat lagi.


"Hyun? Dia itu siapa?" tanya Liliana.


"Dia itu ketua segerombolan orang yang mencuri barang milikku kemarin, maaf aku merahasiakannya darimu."


"......"


Liliana nampaknya murung setelah Hyun Wo menjelaskan kepadanya tentang siapa wanita tersebut.


"Aku sedang sibuk. Lain kali saja kita menyelesaikan urusan pribadi itu, diwaktu lain saja ketika aku sedang tidak sibuk!" ucap Hyun menegaskan, berkata dusta.


[Pemberitahuan sistem]


"Wanita ini akan terus memaksa, meskipun tuan mengatakan kepadanya alasan logis. Jadi tuan turuti saja permintaannya, aku bocorkan, dia mau mengajak tuan berduel!"


"Berduel? Ternyata begitu, wanita cantik ini belum kapok setelah aku kalahkan kemarin. Menurut intuisi ku dia mungkin berniat mengalahkan diriku untuk membuat dirinya puas akan kemenangannya."


"Begitu ada benarnya tuan, lebih baik menerima duelnya nanti."


"Oke. Aku terima tantangan duel yang kamu katakan."


Wanita tersebut tersipu malu setelah Hyun Wo berkata hal barusan.


"Ada denganmu?" tanya Hyun.


"Kamu bisa membaca pikiran orang lain ya, padahal aku belum mengatakan bahwa aku menantang duel denganmu, tapi kamu sudah mengetahuinya?"


"Oh tidak, aku lupa akan hal itu. Bodohnya aku langsung berkata tanpa memikirkannya dahulu. Kalau gini Liliana pasti berpikir hal yang sama seperti wanita itu," ucap Hyun dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2