
Tap..
"Manusia serigala itu berbeda dengan komik yang pernah aku baca, dia sepertinya lebih berbahaya," gumam Hyun setelah menghindari serangan barusan yang menyebabkan tempatnya tadi berlubang karena tekanan dari perubahan telapak tangan serigala itu.
Cahaya rembulan membuat tampang serigala itu semakin jelas, meskipun terlihat seperti membelakangi bulan purnama.
shut.
Brakk!!
Wosh...
Swosh...
Swosh...
Shut.
Saat ini Hyun Wo tahu jika serigala yang menyerangnya bukan hanya sekedar mengincar, tapi berniat membunuhnya dengan brutal.
Dash...
Menghindar dan menghindar hingga Hyun Wo mendekati serigala itu setelah menjauh, menghindar kembali lalu naik pada salah satu tangan serigala dan berhasil menendang wajahnya hingga terpental jauh.
Sayangnya hal itu merusak jalanan.
"Hei... kau harus membayarnya!!" rupanya ada beberapa orang yang melihat pertarungan itu, terutama satu orang yang meminta pertanggungjawaban lantaran halaman rumahnya rusak.
"Maaf aku tak sengaja!!"
Shut..
Serigala itu lalu bangkit melesat cepat ke arah orang itu seperti halnya menargetkannya.
"Ahh!!"
Bugh!
Blash...
Saat serigala itu hampir dekat dengan lantai atas dimana seorang pria tengah melihat keadaan di keluar, nampak serigala itu hendak menerkamnya. Namun.
Hyun Wo secara tak terduga meninju dagu serigala itu hingga menghentikan tindakannya, beberapa detik kemudian Hyun Wo menggunakan kekuatan kegelapan dan mendorong serigala itu agar menjauh dari rumah penduduk.
"Aku tidak akan membunuhmu karena dirimu adalah manusia, sekarang kau harus membayar perbuatan mu barusan!" ucap Hyun kesal lantaran kekuatan orang yang berubah menjadi serigala ini digunakan untuk kejahatan, apalagi hampir membunuh seseorang.
"Grrrr..."
Serigala itu masih menatap tajam Hyun Wo setelah bangkit, niat membunuhnya pun belum lenyap setelah menerima serangan menyakitkan tadi.
Gregt... gregt...
Tidak disangka serigala itu membuat tubuhnya semakin besar dan menyeramkan, kuku dan sesuatu yang menancap pada tubuhnya pun semakin berbahaya.
Nafasnya memburu dan mengeluarkan asap sementara otot-ototnya sudah bersiap untuk serangan selanjutnya.
Beberapa orang yang melihat dan menonton pertarungan gelandang melawan monster serigala pun semakin dibuat ketakutan.
Selain khawatir pada diri sendiri mereka juga mengkhawatirkan gelandang itu yang bisa saja mati mengenaskan.
Brakkk!
Shut...
__ADS_1
Serigala itu kini meleset ke arah Hyun Wo hingga memisahkan udara disekitarnya. Dan meninggalkan jejak merusak jalanan.
"Kalau begitu tidak bisa kubiarkan dia membuat kerusakan lebih dari ini, bisa-bisanya diriku... yang harus bertanggung-jawab," gumam Hyun nampak tenang.
Saat melihat kedepan Hyun Wo terlihat seperti orang tertekan.
"Gawat kita harus lari, gelandang itu sepertinya akan tewas sebentar lagi!" ucap seseorang memperingati rekannya.
Swosh...
Slash...
Bruk.
Bruk.
"Ya, aku tidak ingin hal itu terjadi."
Serigala itu terbelah menjadi dua dalam sekejap hingga membuatnya tewas setelahnya.
Di detik sebelumnya, Hyun Wo menghindari serangan kuku tajam serigala itu dari arah samping bersamaan dengan serangan balasan yang sudah dipersiapkan.
Lalu dengan kelima jari dirapatkan dalam posisi miring Hyun Wo membela serigala itu sekali serang.
Kini orang-orang yang melihat kondisi serigala itu dibuat mematung di tempat, tak bisa berkata-kata lagi.
Sementara Hyun Wo langsung menghilang dari lokasi kejadian setelah memastikan serigala itu telah mati.
Hyun Wo pergi bukan karena pikiran dirinya akan dimintai keterangan, tapi satu persatu hewan summon yang berjaga pada sepuluh titik desa ini mulai terancam. Bahkan ada dari hewan itu yang mati mengenaskan.
Sementara di sisi barat para petualang, archer, assassin, dari guild sedang disibukkan dengan kelelawar ribuan jumlahnya.
Membentuk monster-monster mengerikan yang sangat berbahaya.
Srak.
Srak.
Jleb.
Slash.
Beberapa pahlawan terbunuh dalam taktik penyerangan serigala itu yang terbilang cukup cerdik lagi mematikan.
Dikarenakan para pahlawan mengira jika serigala itu lemah, namun saat jumlah mereka berkurang serigala itu mulai menunjukkan wujud terkuatnya.
Membantai pula para petualang yang ada di sana, untungnya Amaryllis sampai di tempat itu dan langsung sigap membantu, membuat serangan para serigala terhenti. Dengan sihir pengikat.
Selagi pergerakan serigala itu terhentikan Amaryllis berteriak lantang agar semuanya ikut membantu.
Di atas bangunan tertinggi lebih tepatnya di sebuah gereja seseorang yang memiliki sayap dan serba dark dengan mulut bertaring dan aura kegelapan terpancar dari tubuhnya.
Sedang melihat dengan santai kerusuhan di desa Hawl, namun dirinya tersentak lantaran suatu hal.
"Jorr terbunuh, sayang sekali. Padahal dia adalah prajurit terkuat milikku! Sepertinya ada orang yang pantas menjadi lawan ku hehe..."
"Akan ku tunggu dia disini."
Bruk.
Bruk.
Bruk.
__ADS_1
"Kenapa aku selalu berjumpa dengan monster serigala bukannya monster itu!!" ucap Hyun sedikit kesal lantaran yang datang padanya adalah manusia yang sudah berubah menjadi serigala.
Sisi baiknya Hyun Wo membunuh mereka sebelum membuat kerusakan serta menaikkan level dirinya setiap membunuh monster itu dalam pencarian monster incaran.
[Pemberitahuan sistem]
"Saya mendeteksi monster itu berada di atas gereja tuan!"
"Apa gereja yang besar dan tinggi disana?"
"Benar tuan, disana monster itu sedang mengamati dari atas situasi di desa Hawl!"
"Baiklah, aku akan segera kesana, terimakasih Luxia."
Shut...
Hyun Wo langsung bergerak menuju ke arah gereja yang disebutkan oleh sistem Luxia dengan terburu-buru.
Menurutnya para manusia yang berubah menjadi monster serigala ada hubungannya dengan monster yang diincarnya.
Apabila mengalahkan bosnya mungkin para serigala itu yang kini berkeliaran akan musnah atau kembali menjadi wujud manusianya.
"Seorang manusia yang terlihat seperti gelandangan kenapa bisa sehebat itu membunuh Jorr dan para prajurit ku, apa dia sedang menyamar?" ucap monster yang kini dicari oleh Hyun, dia adalah Vampire.
"Baiklah, bermain-main dengannya sebelum pertarungan hidup dan mati adalah awal yang bagus. Tunggu dulu, bukannya aku ini abadi hehe.."
Di tengah perjalanan Hyun Wo dihadang oleh kedua tangan raksasa yang terbentuk oleh ribuan kelelawar.
Swosh...
Brakk!
Saat menghindar dari serangan salah satu tangan itu sialnya malah berimbas pada bangunan dan rumah warga.
Membuat otot rahang Hyun Wo menegang setelahnya.
Ia lalu menurunkan diri hingga menyentuh lantai di bawah kemudian melesat balik dengan dorongan kuat sampai meninggalkan jejak, dan orang yang disekitarnya dibuat terkejut.
Devil sword di keluarkan memiliki level 14 dan...
Swosh ×92
Sembilan puluh dua tebasan sekali mengayunkan, dilihat oleh Vampire itu dari jarak jauh melalui salah satu kelelawarnya.
"Tch, bagian tubuhku!"
Crash...
Seketika langit tempat kedua tangan besar ini berubah menjadi lautan darah, namun Hyun Wo mengantisipasinya dengan kemampuan tersembunyi yang terbuka dari Devil sword, sama halnya dengan Blood sword yang mengonversikan darah lawan sebagai daya serang berikutnya.
Menyerap seluruh darah dalam hitungan detik saja.
[Pemberitahuan sistem]
[Level Devil sword sekarang : 18]
[Membuka pasif serangan pengontrol jarak jauh]
"Hmm, langsung naik empat level ternyata, setelah melenyapkan tangan besar dari kelelawar tadi!" ucap Hyun yang kini terbang dengan skill sayap iblis.
Terlihat Vampir itu yang menggigit bawah bibirnya hingga berdarah lantaran kesal dengan aksi Hyun Wo barusan.
"Aku akan membuatnya merasakan rasa sakit seperti di neraka!!"
__ADS_1