Luxia System

Luxia System
Kecantikan Yang Menjerat


__ADS_3

Sebuah pedang bergagang emas dan perak menghiasi pegangan pedang itu yang nampak indah dilihat dari sudut manapun.


"Ambillah, ini sebagai hadiah karena dirimu mau menyelamatkan penduduk desa bahkan sampai mempertaruhkan nyawa. Saya sendiri mengetahui monster yang tuan Hyun hadapi memiliki level tinggi, haha.. saya mulai terbiasa dengan sistem pengelompokan kekuatan level monster yang tuan berikan pada saya!"


"Saya senang mendengarnya Yang Mulia, tapi untuk menerima pedang ini saya tidak bisa, dengan berat hati saya meminta maaf yang sebesar-besarnya."


Sebelumnya Luxia pernah memberitahu jika pedang itu pernah digunakan oleh Raja Fredrick saat menghadapi berbagai pertempuran.


Kekuatan pedang tersebut salah satunya adalah menyerap kekuatan magis dan sihir penggunanya yang lalu dikonversikan menjadi berbagai macam jurus tambahan, berskala dengan waktu.


Bahkan keuntungan lain meniru jurus lawan dalam waktu yang telah ditentukan.


Serta terbuat dari materi terkuat karena bagian tajam pedang tersebut ditambahkan tubuh monster level kehancuran, dimana monster itu memiliki tubuh yang sangat kuat.


"Apa alasan pasti kamu menolak? Sebenarnya pemberian ini saya berikan sebagai bentuk terimakasih lantaran kamu telah melenyapkan ancaman berbahaya itu, yang diketahui telah membuat kerusakan di berbagai tempat!"


[Pemberitahuan sistem]


"Benar apa yang dikatakan oleh Raja, tuan. Ketua monster tengkorak telah banyak membuat kerusakan di muka bumi selama ribuan tahun. Raja mungkin mengetahuinya dari kabar kerajaan lain yang meminta bantuan kepadanya!"


"Hmm, aku mengerti. Pantas saja Raja berani memberikan pedang miliknya yang paling berharga."


Beberapa saat berbincang Hyun Wo akhirnya menerima pedang pemberian dari Raja tersebut.


Namun dirinya harus mengajak putri Raja jalan-jalan atas dorongan Raja jika saja Hyun Wo adalah jodoh putrinya.


Hyun Wo menyanggupi karena merasa tidak enak jika menolaknya.


Mereka berdua kini berkeliling taman masih berada didalam wilayah kerajaan, sesekali Hyun Wo berbincang dengan putri Elisha yang menurutnya jarang berbicara.


Hanya sepatah kata saja yang memang perlu untuk diucapkan.


Lama berkeliling menikmati pemandangan indah disana Hyun Wo lalu mengajak putri Elisha untuk istirahat sejenak.


Putri Elisha mengangguk lalu duduk dengan anggun setelah Hyun Wo mengibas bangku yang akan diduduki oleh putri.


Dari rautnya yang tertutupi oleh tudung dan penutup mulut tak transparan Hyun Wo sekilas melihat raut di wajah Putri Elisha seperti halnya tersenyum.


Memunculkan teko dan gelas bahkan meja bernilai mahal dari ruang tanpa batas, kini Hyun Wo mempersilahkan Putri Elisha untuk memilih minuman apa yang akan dipilihnya untuk menghilangkan dahaga.


"Teh."


"Teh, hmm, pilihan yang bagus. Akan saya buatkan teh spesial untuk putri..." sahut Hyun dengan nada lembut sembari menundukkan kepalanya di akhir ucapan.


Menggunakan kekuatan supranatural miliknya dan sihir yang diperoleh dari sistem Hyun Wo kemudian menunjukan aksi akrobatiknya saat membuat teh.


Dari mengganti pakaian yang sekarang persis seperti pelayanan kerajaan yang terhormat dan memunculkan wadah berisi teh yang terlihat dalam kondisi segar.


Lalu meracik teh yang masih hijau itu sedemikian rupa hingga siap untuk disajikan.

__ADS_1


"Silahkan putri."


Putri Elisha lalu menyesap secangkir teh tersebut yang berbau harum.


"Pas, rasanya sungguh nikmat."


"Terimakasih atas pujian anda tuan putri."


Berlanjut melihat area kolam berisi ikan-ikan hias tak disangka momen tidak terduga terjadi.


Penutup wajah putri Elisha terlepas saking asyiknya memberi makan ikan-ikan sembari berjongkok.


Saat putri beranjak Hyun Wo melihat wajah cantik putri Elisha dari samping.


Sungguh kecantikan yang tiada duanya yang selama ini disembunyikan hingga bertahun-tahun.


"Hmm!?" putri Elisha yang menatap Hyun dibuat bingung lantaran orang yang ditatap malah mengalihkan pandangan dengan sangat cepatnya. Tapi mata putri Elisha masih bisa menangkapnya.


"Itu putri.. penutup mulut anda terlepas!" ujar Hyun dengan perasaan bersalah wajahnya pun menggambarkannya dengan jelas, sementara putri Elisha terlihat tenang-tenang saja.


"Tidak apa-apa. Kamu boleh melihatnya..."


"Maaf saya tidak bisa, lalu tempat ini apa aman dari orang-orang putri? Kalau begitu saya akan memeriksanya!"


Putri Elisha tambah bingung namun ia tertawa kecil mendengar ucapan Hyun Wo. Kemudian membuka mulutnya.


"Aman tenang aja, nggak ada yang berani memasuki wilayah kolam ini jika ada aku yang memasukinya. Terus udah dipasangi array khusus!" jelas putri Elisha ada nada bercanda, mengingat jika rumor tentang dirinya itu termakan oleh Hyun.


Beberapa saat ia dibuat mematung melihat kecantikan itu.


Lalu tubuh Hyun Wo kaku tak bisa digerakkan sama sekali lantaran tumbuhan berakar kini menjeratnya secara perlahan.


Terlihat akar yang menjeratnya itu sangat indah lantaran dihiasi oleh bunga-bunga dan nuansa mempesona.


Tak lama dirinya tersadar dan baru menyadari jika sebelumnya hanyalah daya tarik putri Elisha yang seakan-akan mengikat siapa saja yang melihatnya.


Dan pasti akan jatuh hati dalam sekali memandang, itulah kesimpulan yang bisa Hyun Wo terangkan saat ini.


"Ada apa? Kamu tadi melamun?" tanya putri Elisha sembari mendekati Hyun.


"T-tidak ada apa-apanya tuan putri, saya hanya terpesona saja melihat kecantikan putri yang baru pertama kali saya lihat seumur hidup saya!" ucap Hyun memilih untuk jujur.


Putri Elisha lalu tertawa kecil melihat ekspresi dan kata-kata Hyun tadi.


Siang ini Hyun Wo memutuskan untuk kembali ke penginapan setelah Raja memperbolehkannya pergi.


Mengejutkannya, putri Elisha sempat mencegah Hyun Wo agar tetap disana sampai makan siang berlangsung.


Tapi Hyun Wo menolaknya dengan baik dan sopan, yang tidak disangka membuat hati putri Elisha saat itu merasa sakit.

__ADS_1


Baru kali ini ada orang yang menolaknya.


•••


Dalam perjalanan pulang Hyun Wo melakukan penyamaran agar dirinya tidak dikenali oleh warga desa dengan alasan tak ingin memanfaatkan kebaikan mereka.


Karena saat ia keluar di pagi hari tadi hanya untuk membeli roti tertentu ia malah mendapati banyak pemberian dari warga.


Shut..


Tap..


Shut..


Tap..


Mendarat dengan sempurna setelah melewati jalur udara yaitu di atas genting rumah-rumah penduduk dan berakhir di balkon.


Yang saat itu kebetulan Amaryllis sedang memakan kue sembari menikmati indahnya pemandangan.


"Ah.. Hyun, kamu baru pulang ya, tapi kenapa kamu berpakaian seperti orang tua begitu?" tanya Amaryllis ketika menyadari kehadiran seseorang. Dan dirinya bisa menebak jika orang itu adalah Hyun.


"Hei... aku melakukannya karena status ku sekarang ini."


"Oh... aku mengerti, kamu tidak suka ya jadi populer?"


"Begitulah, membuatku lelah saja."


"Tapi... jika kamu memanfaatkannya kamu bakalan memperoleh hasil suatu hari nanti!"


"....."


Hyun Wo berpikir sejenak perkataan Amaryllis tadi mengingatkan dirinya pada tujuan petualangannya.


"Mau kue?"


"Boleh."


"Yam..." Hyun Wo mengigit sepotong kue yang disodorkan oleh Amaryllis menggunakan garpu. Dan Hyun sedikit memakannya.


"Kue yang enak, siapa yang membuatnya?"


"Momo."


"Huh? Mana mungkin, dia kan tidak bisa..."


"Momo dari pagi belajar keras hanya demi membuat kue, yang pada akhirnya berhasil pada tahap sempurna."


"Bagus, ada kemajuan Momo. Ngomong-ngomong siapa yang mengajarinya, aku penasaran? Pasti Sayuri?"

__ADS_1


"Salah, yang mengajarinya adalah aku!" sahut Amaryllis sembari memakan sepotong kue yang barusan dimakan oleh Hyun.


__ADS_2