
Feng kemudian menyebut jika dirinya hanya lewat dan tidak ingin terlibat dengan masalah antara pasukan Colosseum dengan monster terbang.
Artinya aksi dirinya sebelumnya hanyalah perlawanan semata.
Disaat kepergiannya para pasukan yang tersisa terlihat murung lantaran tak berhasil membujuk Feng, sementara Hyun Wo sedang disibukkan membaca data pribadi maupun informasi yang berkaitan dengan tetua monster.
"Dia memiliki ketahanan fisik yang kuat dari berbagai serangan jarak jauh tuan, ditambah serangannya barusan telah membunuh lima orang dan tujuh ras elf sekaligus. Serta dia memiliki kemampuan tersembunyi!"
"Aku akui tetua monster bukan lawan yang mudah, itulah mengapa aku tidak sempat menyelamatkan nyawa beberapa pasukan. Tapi mengetahui informasi dari tabel ini aku memiliki ide untuk mengalahkannya!"
Kembali pada seseorang yang berada didalam gua dia sudah banyak membunuh monster terbang dengan sadisnya.
Mempermainkan incarannya terlebih dahulu baru membunuhnya, mereka mati merasakan dua rasa sakit sekaligus. Yaitu mental maupun fisik.
Hendak mengeluarkan jurus lainnya Hyun Wo menggagalkan tetua monster melancarkan serangannya, dengan cara mencecar.
"Anakmu tewas karena dirinya terlalu gegabah, dia mengira lawannya barusan mudah untuk dihadapi. Tapi kenyataannya dia harus berakhir tragis, bukanya yang salah adalah dirimu sebagai ayah!" ucap Hyun mengejutkan yang lain begitupun tetua monster.
Perkataan Hyun Wo barusan ternyata mempengaruhi tetua monster yang kini sedang berada udara, menatapnya dengan tatapan tajam dan raut wajah kesal.
"Apa dasarmu mengatakan jika diriku yang salah, bukannya kalian yang bersalah atas kematian anakku. Lalu...dari mana dirimu tahu dia..!"
"Mudah saja, karena aku selalu mengawasi markas ini sebelumnya. Mengetahui semua informasi tentang ras kalian para monster terbang, bahkan aku memiliki kelemahan dirimu!"
"Kau kira aku akan tertipu dengan perkataanmu itu!"
"Eit.. bagaimana jika aku mengatakan semua rahasia tentang dirimu, jika sesuai maka aku harap dirimu dan pasukanmu segera menyerah. Karena aku tidak ingin menimbulkan masalah lebih lanjut maupun pertumpahan darah lagi!"
Bisik-bisik terdengar dari para pasukan yang berada dibelakang Hyun Wo begitupun di pihak elf mereka berujar jika pria yang berkata barusan kepada tetua monster, mungkin saja ada benarnya.
Mengingat dia adalah juara turnamen.
Hyun Wo lalu mengatakan semua rahasia tetua monster berulang kali tanpa jeda berlanjut pada rahasia lainnya.
Hingga membuat tetua monster pasang surut dibuatnya, perasannya campur aduk dan terakhir merasa khawatir pada perkataan Hyun Wo.
"Bagaimana?"
"Yah, aku akui dirimu berkata jujur telah mengamati markas ini sejak lama. Baiklah, aku menyerah."
Ucapan tetua monster itu membuat para pasukannya membeku dalam diam hanya beberapa dari mereka saja serta penasehat yang menolak keputusan tersebut.
[Pemberitahuan sistem]
__ADS_1
"Tuan, kenapa menggunakan cara ini?"
"Kemungkinan menang melawannya lima puluh banding lima puluh, aku hanya tidak ingin membuang-buang tenaga. Sebelumnya aku menggunakan kekuatan supranatural 'Another personality' dan itu menguras setengah manaku!"
"Jadi apa langkah tuan selanjutnya, saya merasa tuan menyiapkan jebakan bagi tetua monster terbang?"
"Memang iya, nanti kamu lihat saja sendiri, Luxia."
Tetua monster kemudian berpijak pada tanah kemudian mendekati Hyun Wo sebelumnya penasehatnya ia perintahkan untuk tidak ikut campur.
"Dirimu ternyata orang yang menjadi juara satu pada turnamen seseorang setengah dewa, pantas saja mengejutkan diriku... heh. Aku akan terima kekalahan ini, sementara anakku aku anggap gugur dalam perang."
"Ya, aku turut berdukacita atas meninggalnya anakmu,"sahut Hyun ramah dengan raut berduka.
Setelah berkata ketua monster lalu berbalik hendak meninggalkan Hyun Wo. Namun...
Jleb!
"Kau!?"
"Maaf, tanganku tergelincir, ini salahku."
Tepat pada jantung tetua monster terbang, Hyun Wo menusukkan Devil sword digabungkan dengan skill pembeku darah kemudian ia membunuh tetua monster dengan mudahnya.
Siut... ×30
"Arghh!!"
"Arghh!!"
Sebelum pasukan elf hendak melontarkan anak panah guna membantu Hyun Wo yang diincar, pasukan monster terbang itu terbunuh oleh serangan dari arah belakang.
Dimana seseorang berwajah mirip Hyun Wo namun dengan aura gelap menggunakan jurusnya membunuh setiap lawannya tanpa sisa menggunakan bulu pada sayapnya terbuat dari kegelapan.
Dia adalah kepribadian hitam Hyun Wo muncul karena penggunaan kekuatan supranatural kegelapan.
Tak lama dirinya yang lain itu lenyap begitu saja meninggalkan kesan senyuman mengerikan.
Dengan ini monster terbang berhasil dilenyapkan dari wilayah ini.
Hyun Wo kemudian membagikan pil khusus yang dibuatnya pagi tadi kepada semua orang yang tersisa terutama ras elf, di prioritaskan diberikan kepada mereka yang terluka.
Para tawanan monster itu pun akhirnya di evakuasi dengan cepat sembari diobati langsung di tempat karena ada salah satu dari mereka sedang dalam keadaan sekarat.
__ADS_1
Tak lupa mereka yang diselamatkan mengucapkan rasa terimakasih sebesar-besarnya kepada Hyun Wo dan juga pasukan Colosseum tidak luput kepada pasukan ras elf.
Kepulangan Hyun Wo dari tempat pemburuan monster terbang disambut meriah oleh orang-orang didepan Colosseum, seakan menunggu kepulangannya.
Sambutan itu meriah sekali setelah salah satu dari mereka mengetahui para pasukan yang tersisa ini berhasil mengalahkan monster terbang.
Beda dengan mereka menyambut kedatangan para pasukan beberapa menit setelahnya, mengetahui salah satu keluarganya gugur dalam medan perang.
Dari kejauhan lantaran tidak ingin berdesak-desakan ketiga perempuan itu ikut memeriahkan suasana, tapi tertuju pada Hyun Wo.
"Kenapa jadi seperti ini, aku tidak menyangka akan pulang disambut sangat meriah, ini malah yang pertama kalinya. Bahkan mereka mengetahui diriku ikut dalam pemburuan, aku lupa menutup wajahku sebelumnya," ucap Hyun dalam hati.
Hyun Wo menduga jika dirinya telah ditipu oleh pria berambut putih padahal sebelumnya dia sudah berjanji akan merahasiakan pemburuan ini dari kebanyakan orang.
•••
Di ruang pribadi, Hyun Wo berbicara empat mata dengan pria berambut putih itu.
"Apa alasanmu melakukan semua ini, kau pasti paham maksudku bukan?" tanya Hyun ada raut kesal diwajahnya.
"Yah, aku mengerti. Sebenarnya aku ingin menjadikanmu sebagai pahlawan di kota ini, melalui ketertarikan dan popularitasmu di mata masyarakat. Dengan ini dirimu bisa diangkat menjadi pahlawan tanpa susah payah. Raja bahkan memberkatimu jika kamu bersedia."
"Sayangnya aku menolak, maaf."
"Apa!? Menjadi pahlawan adalah impian kebanyakan orang di dunia ini, bukannya penolakanmu sama saja menyia-nyiakan kesempatan? Pikiran kan lagi, aku akan sabar menunggumu!"
"Tetap saja aku menolak, karena tujuanku bukan menjadi pahlawan dan itu bukan salah satu impianku."
Hyun Wo kemudian ijin pergi meninggalkan ruangan pribadi milik pria itu.
Wosh...
Dikala Hyun Wo akan membuka pintu ia dibuat menghindari garpu yang melesat ke arahnya dari arah belakang.
"Apa maksudnya ini?" tanya Hyun berbalik badan.
"Kau tahu, aku memaksamu menuruti perkataanku!"
"Cih, memangnya kau siapa!"
Wus...
Dalam sekejap pria itu sudah berada di samping Hyun Wo dan menepuk pundaknya sembari membukakan pintu. Sembari membisikkan sesuatu.
__ADS_1
"Ingat perempuan bernama Amaryllis, dia berada di suatu tempat bersama dengan ketiga perempuan yang bersamamu!" ancam pria itu