Luxia System

Luxia System
Penghormatan


__ADS_3

"Apa dia sudah setara dengan dewa, hebat sekali kemampuannya!"


"Dalam beberapa detik saja sanggup melumpuhkan dua makhluk berbahaya."


"Menurutku, mungkin ras peri itu akan masuk dalam salah satu kandidat juara."


Ucapan penonton disekitar Hyun Wo yang nampak bersemangat sekali mengomentari peserta dari ras peri yang nampak luar biasa di arena.


"Meriah sekali para penonton, bahkan mereka tidak diskriminasi pada seseorang yang berbeda ras. Aku jadi salut dengan mereka," ucap Hyun dalam hati.


[Pemberitahuan sistem]


"Tuan, sebenarnya saya melihat beberapa murid didikan Lusius menuju kemari. Mereka bukan hanya mendukung tapi memberitahukan hal penting kepada gurunya!"


"Apa kamu tahu tujuan mereka apa Luxia, lebih spesifik?"


"Saudara mereka sedang sekarat dan membutuhkan pertolongan dari Lusius segera!"


"Hmm, sepertinya akan terjadi hal yang tak terduga."


Sementara itu di markas monster terbang mereka sedang membahas mengenai penyerangan selanjutnya, memilih desa maupun kota yang rapuh untuk diserang.


Markas mereka berada didalam tanah, sedangkan pintu masuk melalui gua sebagai penyamaran agar tidak terlihat mencolok.


"Desa Aludra. Kita besok akan meluluhlantakkan sampai habis tak tersisa, sembari mencari seseorang berbakat dan jiwa para penduduk!" ucap tetua monster terbang sedang duduk di singgasananya, sekitarannya terdapat banyaknya tengkorak kepala manusia.


Sebuah desa sebagai tempat pengasingan bagi para wanita pengkhianat dan memiliki masa lalu kelam. Tak hanya itu, bahkan sekarang ini siapa saja bisa di asing kan ke desa tersebut tanpa alasan yang logis.


Aludra berarti "gadis perawan" namun berbalik pada desa yang mayoritasnya adalah para perempuan bekas, begitulah sebutan hina mereka.


Sementara untuk penjagaan di desa itu mulai melemah lantaran asupan makanan pokok bagi para penjaga gerbang desa dan pengurus desa berkurang secara drastis dari waktu ke waktu.


Dan mereka hanya mengandalkan hasil alam dari desa ini, selain itu bercocok tanam untuk dapat memperoleh hasil bumi yang dapat mereka manfaatkan dengan baik.


"Tuan, menurut saya kita harus berhati-hati pada turnamen 'seseorang setengah dewa' yang sedang berlangsung sekarang ini, karena waktu penyerangan kita besok, bisa saja peserta turnamen masih ada disekitar wilayah ini!"


"Bukan saya meremehkan tuan, tapi menurut informasi dari orang kami para peserta lumayan kuat, bahkan hampir ada yang setara dengan dewa!" ujar penasehat tetua monster terbang.


"Hahahaha, manusia semakin menarik saja seiring waktu. Tapi sayangnya para monster di dunia ini pun tidak akan tinggal diam, mereka terus meningkatkan kemampuan, dan bisa saja ada monster paling berbahaya yang akan mengengam dunia!"

__ADS_1


Aura yang terpancarkan dari ambisi tetua monster terbang mampu membuat anak buahnya ketakutan sekaligus tunduk kepadanya.


Masih berlangsungnya ronde pertama, salah satu peserta belum terlihat tanda-tanda kekalahan pada dirinya masing-masing, meskipun Porte telah ditekan oleh Lusius yang mampu mengalahkan makhluk summom miliknya.


Tik.. tik..


Suara jarum jam membuat Lusius mematung secara perlahan, disekitarnya terdapat area putih seakan mengurung dirinya.


Setelahnya Porte mengendalikan serigala summon disampingnya untuk memperkuat serangan hingga serangan itu diarahkan pada Lusius yang dalam keadaan tak bisa bergerak.


Di saat bersamaan Hyun Wo terlihat menyentuh dagunya fokus melihat pada arena dan memikirkan akan hal sebelumnya.


Flashback on


"Tuan yang ada disana, bagaimana kalau kita taruhan 50 koin emas siapa pemenang ronde pertama ini?" ucap salah seorang penonton tak jauh dari Hyun mengajaknya taruhan.


"Oke. Kita akan taruhan, tapi... hanya kau seorang saja. Kelihatannya tidak seru?"


"Lima temanku akan ikut taruhan juga, jadi tenang saja."


"Benar, aku malahan akan bertaruh 70 koin emas. Dan aku mendukung Lusius!"


Ucapan Hyun Wo barusan membuat mereka terdiam sejenak sebagian dari mereka bahkan tertawa geli, sebagian lagi menghela nafas tak habis pikir dengan pemuda ini. Bertaruh pada kemungkinan 1: 1000


Flashback off


Saat serangan dari seringala itu hampir dekat dengan Lusius dengan ukuran lebih besar dari sebelumnya dan hanya dua langkah darinya.


Slash...


Tembakan bak laser itu terpotong menjadi empat bagian saat Lusius mampu menggerakkan kedua tangannya lalu dalam keadaan menyilangkan lengan ia mampu memperlihatkan aksi yang tak disangka-sangka.


Bagian dari serangan serigala itu lalu terhempas ke arah samping, atas maupun bawah. Lusius pun sempat menjauh dari tempatnya itu. Sementara pelindung arena terdapat noda hijau.


Sementara kedua tangan Lusius yang digunakan untuk memotong serangan itu nampak baik-baik saja.


Kini Lusius mendekati Porte dengan berlari bersamaan dengan itu Porte merasa gugup sampai menggunakan kekuatan terkuat makhluk berwujud sebuah jam yang mempunyai sayap kelelawar untuk menghentikan Lusius.


Tik.. ×100000/ detik

__ADS_1


Suara jarum jam pun berdetik dengan cepat bersamaan dengan putarannya yang melaju terus-menerus.


Gerakan Lusius pun semakin melambat dan dirinya perlahan berubah seiring waktu yang dipercepat itu. Dalam area kecil disekitarnya.


Menua dalam waktu singkat, meskipun ras peri dan Elf terkadang butuh ribuan tahun agar nampak menua.


Sayangnya hal itu tidak membuat Lusius menghentikan langkahnya ia tetap melawan hukum alam tersebut sampai-sampai makhluk berwujud sebuah jam itu lenyap menjadi debu dan mengembalikan wujud muda Lusius seperti semula.


[Pemberitahuan sistem]


Tuan, dia sangat berbahaya jika bertemu dengan tuan di final. Dan membutuhkan waktu agak lama untuk mengalahkannya. Tapi untungnya tebakan tuan tepat seperti yang dibilang!"


"Yah, kamu benar Luxia. Orang itu lumayan kuat atau mungkin sangat kuat untuk aku hadapi. Diriku saja seseorang yang baru beberapa hari lalu bereinkarnasi ke dunia ini, merasa terhormat bisa melihat aksinya."


Kini Lusius mengepalkan satu tangannya dan hendak menyerang lawannya dari depan sepertinya pukulan ini akan mengakhiri ronde pertama.


Porte sendiri dibuat gelisah dan khawatir akan keselamatan dirinya yang seakan tinggal beberapa detik saja, namun...


"Guru!!"


Wus...


Suara serentak tak asing ditelinga Lusius membuatnya menghentikan pukulan yang hampir menyentuh kedua tangan Porte dalam keadaan melindungi diri.


Seperti halnya memahami kedatangan murid-muridnya itu Lusius lalu melesatkan diri ke arah wasit.


Mengejutkannya, ia mengatakan hal tak terduga yang tak mungkin banyak orang menebak maupun berpikiran ke arahnya.


Lusius mengatakannya sendiri dengan lantang jika dirinya mengundurkan diri dari turnamen.


Sebagian penonton kecewa dan dibuat terbawa perasaan menyikapi keputusan Lusius yang mendadak itu. Diketahui ia melakukannya lantaran salah satu muridnya sedang sekarat dan butuh pertolongan darinya secepat mungkin.


"Astaga... itu tidak terpikirkan olehku, tapi untungnya tebakanku benar. Dan pemenangnya pasti..." ucap salah seorang penonton yang sebelumnya bertaruh dengan Hyun tadi.


Dengan ini wasit akan segera mengatakan pemenang ronde pertama dengan berat hati, namun saat dirinya akan mengumumkan hal tersebut. Dirinya di cegah oleh Porte.


"Aku juga mengundurkan diri dari turnamen!!"


"Hee..." Hyun terlihat menyeringai menandakan pula tebakan dari taruhannya barusan tepat seperti tebakannya.

__ADS_1


__ADS_2