
Beberapa orang suruhan yang notabenenya sebagai pengawal serentak mendekati Hyun Wo sembari mengucapkan rasa terimakasihnya.
"Terimakasih tuan, terimakasih."
"Tuan sangat hebat, sihir yang anda pakai mampu mengalahkan semua bandit itu sekaligus."
"Kalau boleh aku ingin berguru padanya."
Perasaan tidak enak menyelimuti diri Hyun Wo sehingga ia ingin lolos dari situasi ini dan cepat-cepat membalas perkataan mereka dengan tatapan khas seorang bangsawan yang gila akan kekuasaan.
Membuat mereka seketika diam dan tertunduk malu atas sikapnya barusan.
Setelah pria gemuk dilepaskan dari ikatan kencang oleh orang suruhannya dirinya langsung beranjak mendekati kereta kuda dan meminta maaf kepada Hyun Wo atas perjalanan kurang mengenakkan ini.
Dan tak lupa dirinya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas bantuan yang tak disangka sangka. Mau bagaimanapun Hyun Wo telah menyelamatkan nyawanya.
Pria gemuk lalu memutuskan pada kusir untuk kembali melanjutkan perjalanan, sementara beberapa orang suruhan yang tewas maupun terluka ditinggalkan di tempat kejadian.
Dengan ditemani oleh seseorang untuk mendapatkan bantuan nantinya.
"Tuan tidak apa-apa?" tanya wanita ras best tersebut entah kenapa berlinang air mata.
"Aku baik-baik saja, tapi kenapa kamu menangis? Tidak usah khawatir aku dalam keadaan sehat, lihat!"
"Emm... maafkan aku tuan, sebenarnya saya melihat mas..." belum usai bicara Hyun Wo sudah mendaratkan telapak tangannya pada rambut wanita best itu lembut.
Membelainya agak lama guna menghilangkan rasa kekhawatiran dirinya.
[Pemberitahuan sistem]
"Tuan, wanita best ini memiliki mata masa depan. Dia bisa melihat masa depan seseorang dari berbagai rangkaian kehidupan!"
"Luar biasa sekali, ternyata dia adalah berlian yang telah aku temukan."
"Pendapat saya mengenai dirinya yang meneteskan air mata, karena melihat hal buruk yang akan tuan alami di masa depan."
"Dari banyaknya rangkaian pilihan kehidupan dia malah melihat masa depan menyedihkan tentang diriku. Sepertinya aku harus mengetahui apa yang dilihatnya."
Beberapa menit berlalu akhirnya perjalanan mereka sampai di kediaman pria gemuk disambut hangat oleh penjaga dengan hormat kepada Hyun Wo yang masih didalam kereta kuda memasuki gerbang.
__ADS_1
Flashback on
"Boleh saya mengaku tuan, maaf atas sikap saya ini. Sebenarnya teman-teman saya yang masih terkurung di kediaman itu selalu disiksa setiap hari hiks..."
"Apa gadis ini mengandalkan air matanya ya untuk mendapatkan hati seseorang, tapi perkataannya selaras dengan Quest yang diberikan oleh Luxia. Menyelamatkan para budak dari pria gemuk itu."
Hyun diam sesaat sembari menyangga dagunya dengan kelima jari memikirkan taktik untuk menyelesaikan misinya.
"Oke, tidak masalah. Ide yang bagus."
"Tuan beneran mau membantuku?" tanyanya seraya mendekati wajah Hyun dengan wajah berseri-seri.
Sampai Hyun Wo merasakan nafas wanita didepannya itu dan malahan membuatnya terperangah.
Wanita best ini lalu menceritakan tentang temannya yang masih terkurung di kediaman iblis, menurutnya.
"Kami selalu mendapati penyiksaan setiap hari, baik mental maupun fisik dan pada akhirnya dijual pada seseorang yang membutuhkan budak. Tak tanggung-tanggung di kirim ke pasar gelap sebagai alat barter!"
"Ya ya... aku paham penderitaan yang kalian alami, bahkan menurutku kamu pernah dijadikan kelinci percobaan oleh mereka," sahut Hyun antuasias. Dirinya bersemangat untuk membunuh orang yang seharusnya mati mengenaskan.
"Um, apalagi jenis sepertiku "kelinci" setan."
"Mereka memanggilku begitu yang sebenarnya nama asliku Momo."
"Oh, nama yang bagus."
"Meskipun kedengarannya seperti nama anak kecil yang imut. Hmm tapi dia imut juga aslinya."
Setelahnya giliran Hyun Wo yang memperkenalkan dirinya kepada wanita ras best tersebut. Lalu ketika Momo sudah kenal dengannya ia pun bercerita lebih banyak lagi tentang pria gemuk di tengah perjalanan.
Flashback off
Pria gemuk itu menunjukkan jalan kepada Hyun Wo untuk menuju ruangan dimana para budak terpenjara disana. Dia bahkan antusias bercerita tentang dirinya kepada Hyun Wo sepanjang perjalanan, dan membuat Hyun Wo malas mendengarnya.
Sementara wanita best itu Hyun Wo tinggalkan didalam kereta kuda alasannya karena dirinya tidak bisa berjalan sehabis makan banyak.
Meskipun begitu ia tetap memperhatikan keselamatan wanita best itu sampai memasang pelindung tak kasat mata disekitar kereta kuda.
Rumah pria gemuk ini luas dan besar mampu menampung banyak orang sekaligus, namun sayangnya digunakan sebagai tempat jual beli budak. Menjadikannya sebagai tempat busuk.
__ADS_1
"Silahkan anda pilih sesuka hati tuan, para budak ini memiliki kualitas yang bagus. Dan diskon menarik tentunya!" ucap pria gemuk tersebut disertai senyuman miring tanpa merasa bersalah.
"Tunggu, kenapa mereka diberi sihir pembungkam mulut?" tanya Hyun melihat para budak yang tak bisa bicara dan terlihat simbol sihir pada setiap mulut mereka.
"Itu agar mereka tidak menganggu kenyamanan tuan, jadi saya terpaksa menggunakan sihir itu."
Tak disangka Hyun Wo melihat penjara lain yang tertutupi oleh kain-kain, bahkan melihat sekilas pergerakan dari dalam penjara kecil itu.
"Apa yang ada didalam penjara kecil itu seukuran kandang binatang, aku melihat ada pergerakan disana?" tanya Hyun sorot matanya mengintimidasi.
"...itu tempat... para budak yang sakit, yah, para budak dengan penyakit menular dan sangat berbahaya. Saya sarankan agar tuan tidak mendekati mereka!" ujar pria gemuk itu gelagapan.
Hyun Wo menunjukkan senyum smirk nya saat menatap pria gemuk yang kini terkejut melihat seorang konglomerat didepannya seakan berubah ekspresi menunjukkan jati diri aslinya.
Sebenarnya di luar Hyun Wo telah melepaskan hewan-hewan buas dari buku pemberian kakek pengemis itu guna menyerang para orang suruhan pria gemuk.
Menurut penuturan Momo yang ia dengar sebelumnya saat dalam perjalanan mereka adalah orang yang bengis, tidak ada satupun dari mereka berhati baik.
Karena perkataan Momo itu Hyun Wo jadi tidak ragu untuk membunuh semua orang-orang itu menggunakan hewan buas dalam buku. Menurutnya, mereka pantas mendapatkan kematian yang menyakitkan.
Di luar kediaman pria gemuk.
Seorang pria berteriak histeris saat melihat makhluk menakutkan berkuku tajam dapat berdiri selayaknya manusia.
Crak!
Crak!
Lalu menghabisi orang yang menghalangi jalannya dengan serangan cakaran jarak jauh.
Ada lima hewan yang Hyun Wo lepaskan lainnya di tugaskan pada tempat yang berbeda agar tidak ada satupun orang-orang keji itu lolos.
Burung Phoenix berwarna merah membakar kamp yang terdapat orang-orang keji itu hingga hangus.
Ular electro yang sedang dalam keadaan terpojok menerima berbagai serangan dari mereka dengan gabungan sihir bermacam jenis pun berhasil menumbangkan banyak orang sekaligus.
Sekumpulan tawon kematian bergerak memasuki setiap ruangan dan membunuh orang yang sudah dipastikan akan mati itu.
Macan es yang kini berada di belakang kediaman itu pun telah membekukan sekumpulan orang-orang keji yang hendak lari.
__ADS_1