Luxia System

Luxia System
Perjalanan Yang Tertunda Lebih Dari Satu


__ADS_3

Setelahnya, Hyun Wo merasa tubuhnya seperti di perkuat seusai mengalahkan monster kelelawar barusan. Kini dirinya lebih kuat dibandingkan sebelumnya pertanda jika dirinya telah menaikkan level diri secara tidak disadari.


"Aku langsung naik ke level 7 hanya sekedar mengalahkan monster itu," ucap Hyun dalam hati tak percaya bahwa dirinya telah naik level.


Melihat aksi seorang pria muda melawan monster yang sangat berwibawa, dan berhasil mengalahkannya dengan kekuatan supranatural yang dimilikinya tanpa terluka, kini ketiga petualang dan satu Hunter berebut untuk menjadikan Hyun Wo sebagai rekannya.


Diiming-imingi uang, barang menarik berharga tinggi, serta budak pemuas kebutuhan Hyun Wo sama sekali tidak tertarik dengan tawaran tersebut.


Memilih untuk pergi begitu saja meninggalkan mereka yang termangu melihat kepergian Hyun Wo dengan ekspresi wajah menolak tawaran tersebut mentah-mentah.


"Apa kalian tidak apa-apa, tidak ada yang menggangu kalian saat aku pergi?" tanya Hyun pada Sayuri dan juga Liliana.


Saat Sayuri hendak membuka mulutnya untuk menjawab ucapan Hyun Wo barusan Liliana kemudian berbicara dan membuatnya memilih untuk diam karena ada yang mewakili.


Mereka bertiga lalu melanjutkan perjalanan menuju kastil tempat monster zombie itu berada. Namun di tengah perjalanan seorang Hunter menawari Hyun Wo sebuah peta.


"Saya adalah seorang Hunter yang kebetulan sedang menjelajahi hutan ini, sembari menuliskan rute dan tempat menarik yang ada di hutan kegelapan. Melihat anda yang mengenakan pakaian mewah, saya jadi ingin menjual peta ini kepada anda, sebuah peta yang dapat menuntun anda ke tempat manapun di hutan ini!"


Belum percaya sepenuhnya pada perkataan pria paruh baya ini Hyun Wo memutuskan untuk menganalisa terlebih peta tersebut.


"Boleh aku melihat petanya dulu, untuk memastikan?"


"Boleh, silahkan anda lihat."


Beberapa saat hingga sistem Luxia menginformasikan kepada Hyun Wo jika peta tersebut asli. Bukan dibuat untuk menipu seseorang.


Hanya saja Hyun Wo tidak membutuhkannya, karena ia memiliki Luxia sebagai penunjuk arah yang murah.


"Maaf tuan, saya tidak membutuhkan peta ini. Bukan karena saya meragukan keasliannya, tapi karena saya sudah tau letak tempat tujuan saya!" ucap Hyun menegaskan dengan sopan.


"Yah, kalau begitu terimakasih untuk waktunya anak muda. Semoga perjalanan mu menyenangkan," ucap pria paruh baya tersebut sembari melenggang pergi.


"Heh, apa maksudnya pria itu mengatakan semoga menyenangkan perjalanan kita, apa dia sedang memperingati kita Hyun?" ucap Sayuri mengomentari.


"Mungkin saja, karena dia itu Hunter luar biasa."

__ADS_1


"Benar apa kata Hyun, pria itu memiliki level diri 25 dan mempunyai aura membunuh yang sangat kuat. Yang artinya sudah banyak monster dan makhluk yang sudah dibunuh olehnya," ujar Liliana memperkuat perkataan Hyun barusan mengenai pria yang menurutnya luar biasa.


Sementara Hyun Wo membenarkannya dalam hati apa yang tengah Liliana sampaikan saat ini kepada Sayuri.


Hampir setengah perjalanan menuju ke kastil kini langkah mereka terhenti saat mendengar suara memekikkan telinga.


Dap!


Suara tersebut ternyata berasal dari monster setinggi manusia dewasa dengan kukunya yang sangat panjang dan tajam serta mulut seperti corong.


Turun dari atas pohon dan langsung mengepung targetnya.


"Ada lagi ancaman yang menunda perjalanan kita menuju ke kastil, hutan ini memang dipenuhi oleh monster," gumam Hyun sembari bersiap mengantisipasi serangan.


Tidak di sangka Liliana langsung membunuh tiga monster sekaligus yang berada di depannya. Membuat Sayuri tidak terkesiap jika Liliana sebelumnya menggunakan kekuatan supranatural secara mendadak.


Saat monster itu mulai beraksi Hyun Wo menggunakan botol sihir untuk membasmi hama di depannya, sebutan Hyun Wo pada mereka.


Sayuri juga ikut membantu dengan menyerang monster itu menggunakan botol sihir yang diberikan oleh Hyun Wo, pada suatu kesempatan dan timing yang pas saat menghindari serangan kuku panjang dari monster itu.


Mati satu tumbuh seribu monster itu terus berdatangan setelah sekelompok dari mereka tadi sudah dikalahkan oleh mereka bertiga.


Dan disaat monster itu mulai bersatu menuju pada targetnya untuk menyerang secara bersamaan mereka tiba-tiba saja tumbang dengan tubuh yang mengering, lalu berubah menjadi debu dan tertiup angin.


Sebelumnya Hyun Wo melihat dibawah kaki monster itu ada semacam cairan berwarna hitam.


"Liliana mengganggu kekuatan supranatural miliknya lagi, dan aku baru melihat kekuatan supranatural dirinya yang lain, kali ini sangat membantu pada kondisi merepotkan," ucap Hyun dalam hati.


"Mereka lenyap begitu saja?" ucap Sayuri tidak menyadari apa yang sebenarnya terjadi pada monster itu.


"Udah aku lenyap kan kok... yang penting mereka tidak sampai melukai orang yang paling aku cintai..."


Mendengar penyampaian Liliana tersebut Sayuri dibuat terdiam hingga beberapa saat sampai Hyun Wo menanyai kondisi mereka berdua dengan wajah memerah.


"Level diri aku langsung naik drastis setelah mengalahkan sedikit monster itu," ucap Liliana disertai senyuman manisnya.

__ADS_1


"Padahal dia sudah membunuh banyak monster sekaligus, mungkin karena Liliana tidak bisa melihat," ucap Hyun dalam hati.


Berbagai ancaman mereka temui sepanjang perjalanan yang akhirnya digunakan sebagai kesempatan untuk menaikkan level diri.


Melawan monster tingkat rendah namun sedikit mengganggu bagi mereka, karena membuang waktu dan menunda perjalanan terus menerus.


Yang pada akhirnya sebuah kastil terlihat dari kejauhan oleh Hyun Wo dan juga Sayuri. Kastil besar dengan banyaknya lantai serta nampak menyeramkan saat dipenuhi oleh kabut.


"Kita harus berhati-hati saat memasuki kastil itu, atau bila perlu aku akan memancing monster didalam sana agar keluar!" ucap Hyun menasehati sambil memberi arahan.


Liliana mengangguk paham dikuti oleh Sayuri sembari menghirup udara segar dalam-dalam lalu ia hembuskan.


Setelah masuk pada area kastil yang dilindungi oleh pagar besi dengan pintu yang tak terkunci mereka lalu mencium bau busuk.


Sayuri langsung menutup mulut dan hidungnya dengan kedua telapak tangannya, sementara Hyun Wo berpura-pura menahan bau busuk tersebut agar terlihat keren. Karena Liliana sama sekali tidak bereaksi apapun terhadap bau busuk yang kini sangat menyengat.


"Kamu nggak mencium bau busuk kak Lia?" tanya Sayuri terbata sambil menutup mulutnya di setiap mengucapkan kata.


"Enggak tuh, aku tidak mencium bau apa-apa."


"Jangan bilang kakak..."


"Aku hanya menggunakan kekuatan supranatural aja biar terhindar dari bau yang menyengat!"


"Oh, syukurlah, aku kira penciuman kakak..." belum selesai berbicara Sayuri dikejutkan oleh kedatangan seseorang dari dalam kabut dengan jalannya yang terhuyung-huyung.


Alis mata Hyun Wo berkerut melihat seseorang itu bukan hanya dia seorang saja, melainkan ada banyak orang yang masih belum terlihat karena tertutupi oleh kabut. Hyun Wo samar-samar melihatnya.


Sampai seseorang itu benar-benar sepenuhnya keluar dari kabut dan menampakkan dirinya.


"Dia manusia yang sudah menjadi zombie!" ucap Sayuri melihat wajah pria tersebut terlihat yang mengerikan.


"Eh, zombie? Mana?" sahut Liliana.


"Di depan kita kak, nggak jauh dari sini. Zombie itu sedang mendekat kemari!"

__ADS_1


Hyun Wo lalu mengeluarkan sisa botol sihir yang ia taruh pada kantong baju sebelumnya. Memberikan satu kepada Liliana dan satu lagi kepada Sayuri sisanya ia hendak menggunakannya sendiri.


__ADS_2