
Merasa dirinya telah berubah dalam sekejap karena amarah yang membuncah membuat Hyun Wo jadi tidak enak hati dengan dirinya maupun si pemilik tubuh ini.
Yang untungnya kejadian mengerikan ini tidak sempat diketahui oleh Liliana jika sampai diketahui mungkin dia akan membenci Hyun Wo, pikirnya.
Sebenarnya ada yang mengganjal didalam hati Hyun Wo saat ini mengenai Liliana namun ia tepis karena ada hal penting yang harus ia selesaikan terlebih dahulu. Yaitu membantu para korban dari kekejian orc di goa ini yang terlihat lemah dan tidak berdaya.
Menemukan sebuah ide Hyun Wo lalu menyuruh Liliana untuk menunggunya di suatu tempat tak jauh dari goa ini.
Sementara untuk para korban Hyun Wo berniat untuk membawa mereka ke desa Vilyt.
"Lia, kamu aku pindahkan ke tempat yang lebih baik ya daripada disini. Goa ini sangat kotor sebenarnya, dan baunya sangat tidak sedap!" ujar Hyun yang memang terbukti kebenarannya.
"Baik, aku mengerti. Tapi... kamu suruh dia dulu untuk masuk kesini, dia seorang gadis yang mencari mu Hyun, pasti kamu mengenalinya."
"Hmm siapa dia? Apa dia diluar sekarang, apa tidak terjadi sesuatu saat dia berada diluar, sebenarnya disekitar goa ini ada tumbuhan karnivora berbahaya untuk didekati manusia."
"Kalau begitu kamu temui saja dia segera, aku bisa berpindah tempat dengan kekuatan supranatural milikku!"
"Akan ku cek dia sekarang hati-hati Lia."
Liliana mengangguk faham sebagai balasan perkataan Hyun Wo barusan sembari mengembangkan senyumannya.
Liliana lalu berpindah tempat dengan kekuatan supranaturalnya meninggalkan Hyun Wo ditempat tersebut.
Wosh...
"Aku harap tidak terjadi apa-apa dengan Liliana, memahami monster di dunia ini bagaikan tetangga," batin Hyun.
Hyun Wo juga menggunakan kekuatan supranaturalnya untuk berpindah tempat dengan "Floating soul" yang sudah berada di depan goa.
"Sayuri!? Kamu... kenapa bisa ada disini?"
Bukan kaget lagi bagi Hyun Wo melihat Sayuri yang sedang berada disekitar goa ini seorang diri. Dia juga terkejut dan bertanya-tanya pada sekitaran goa.
"...aku sebenarnya mengikuti dirimu sampai kesini Hyun, ada hal yang harus aku katakan kepadamu mengenai wasiat nenekku!" jelas Sayuri sedikit terbata-bata dan berkeringat dingin melihat darah pada pakaian Hyun yang tak kalah membuatnya berpikir keras.
__ADS_1
"Sepenting itukah? Sampai kamu datang jauh-jauh kesini yang sebenarnya tidak logis untuk mengikuti ku, apalagi aku sebelumnya berpindah tempat. Jadi aku harap kamu jujur saat aku tanyakan lagi."
"Berhubung sekarang ini aku sedang membutuhkan bantuan mu maka kesampingkan dulu wasiat nenekmu itu. Tapi ada pemandangan tidak enak dipandang yang mungkin kamu sendiri tidak tahan saat melihatnya, para korban yang mendapat perilaku tidak menyenangkan dari para orc?"
Selagi Sayuri belum memutuskan untuk membantu dan belum memasuki goa, Hyun Wo memberitahu terlebih dahulu kepadanya mengenai situasi dan kondisi didalam goa.
"Aku mau membantumu tapi aku tidak tahan melihat hal berdarah-darah!" ujar Sayuri
"Ya sudah, kamu bantu sebisa mu saja. Nanti aku akan bawa mereka kemari. Hanya saja aku masih penasaran siapa yang menghabisi tumbuhan karnivora ini dan para orc yang ada diluar?"
"Tanaman karnivora, orc? Aku tidak melihatnya disini?"
Hyun Wo nyakin jika Sayuri telah terkena sihir ataupun kekuatan supranatural dan magis. Mana mungkin hal mencolok seperti ini tidak dilihatnya yang bahkan sangat jelas di mata.
"Begitu ya, kalau begitu aku masuk kedalam dulu ya Sayuri. Kamu harus hati-hati dan waspada saat menungguku!" pinta Hyun tidak membahas lagi mengenai masalah tadi.
"Iya, kamu tenang aja."
[Pemberitahuan sistem]
"Gadis ini memiliki sihir penyembuhan tuan, dia bisa memulihkan kondisi tubuh seseorang dengan cepat. Sepertinya kita bisa meminta bantuan darinya."
Beberapa saat kemudian hingga Hyun Wo membantu para korban bersama dengan Sayuri yang hanya sebatas penyembuhan saja. Kini para korban bisa melindungi dirinya sendiri untuk pergi ke desa Vilyt yang tak jauh dari sini.
Selama membantu para korban tadi Hyun Wo juga dibantu oleh Luxia dalam perhitungan penyembuhan, dengan memberikan informasi medis dan pengetahuan umum mengenai pertolongan pertama bagi para korban.
Ramuan herbal buatan Hyun Wo pun juga berperan penting demi kesembuhan diawal membuat para korban dalam kondisi membaik.
Sekaligus memerintahkan kepada salah seorang wanita yang Hyun Wo percayai dan di rasa sudah pulih untuk bersiap memimpin perjalanan ke desa Vilyt.
"Aku percayakan mereka padamu jadi hati-hati saat dalam perjalanan. Katakan saja kepada kepala desa Vilyt bahwa aku telah menolong kalian semua, atau berikan kode "pria dari desa sebelah" dia pasti langsung faham."
"Baik, aku akan sampaikan kepada kepala desa Vilyt setelah sampai disana. Serta menjaga dengan baik mereka semua. Kamu bisa percayakan kepadaku."
"Syukurlah, aku lega sekarang."
__ADS_1
Hyun Wo kembali masuk kedalam goa guna mengecek untuk yang terakhir kalinya, disana ia juga menemukan harta benda diduga milik para korban.
Beberapa mayat korban yang meninggal sudah Hyun Wo atur sedemikian rupa agar saat penduduk desa Vilyt sampai langsung tinggal membawanya saja.
Sementara Sayuri memohon kepada Hyun untuk menikahinya atas dasar wasiat neneknya. Memang bagi Hyun Wo permohonan Sayuri tidak menjadi masalah untuk ia tolak, akan tetapi Sayuri mengatakan hal buruk yang akan menimpa diri Hyun Wo jika sampai menolak.
"Dalam surat wasiat nenek mengatakan kamu memiliki penyakit dalam yang sangat berbahaya jika tidak segera diobati maka akan berakibat fatal!"
"Yah, aku tahu penyakit ku membahayakan diriku. Tapi untuk wasiat aku tegaskan tidak bisa menerimanya. Kita bahkan baru kenal kemarin-kemarin bukan, jadi tidak masalah bagimu untuk mengabaikan wasiat itu."
Sebisa mungkin Hyun Wo berusaha untuk menolak permohonan Sayuri atas wasiat neneknya. Baginya menambah satu beban lagi tidak bisa diterimanya.
Sayuri terdiam tidak berkata sepatah lagi malahan menundukkan kepalanya dalam diam.
"Maafkan aku Sayuri. Kurasa permintaan nenekmu terlalu jauh bagiku untuk mengabulkannya. Aku yakin dirimu pasti menolaknya bukan, hanya karena wasiat ini saja kamu sampai..."
"Ada yang belum aku sampaikan lagi kepadamu Hyun, bahwa nenekku telah mengutuk dirimu sebelumnya!"
"Maksudmu?"
"Kutukan ini sudah turun-temurun menyelimuti keluarga nenekku bahwasanya sebelum beliau meninggal akan memilih orang kepercayaan untuk mengurus maupun menjaga cucunya dikemudian hari, intinya nenekku sudah percayakan aku padamu Hyun. Kalau kamu menolak dengan pasti jiwamu akan diambil olehnya!"
"Siapa dia?" tanya Hyun spontan.
"Iblis kutukan."
[Pemberitahuan sistem]
"Tuan, kurasa menuruti permohonan nenek gadis ini adalah salah satu tindakan yang tepat. Itupun pilihan terbaik agar tuan tidak kenapa-kenapa!"
"Apa ada item yang dapat menghilangkan kutukan Luxia? Jujur saja aku masih belum bisa melupakan kejadian yang aku alami di duniaku. Mengenai wasiat tersebut yang mengharuskan aku untuk menikahi gadis ini sangat sulit untuk aku terima."
"Ada. Tapi harganya disesuaikan. Jadi tidak semurah item-item lainnya!"
"Aku tebak antara 1000-3000 poin?"
__ADS_1
"Membutuhkan 7600 poin tuan."
"Mahal sekali harganya!?"