Luxia System

Luxia System
Penyerbuan Serentak


__ADS_3

Keesokan harinya, Hyun Wo bangun pagi sekali dikala matahari belum terbit ia langsung mencuci muka lalu memutuskan untuk berlatih di luar Colosseum.


Angin pagi yang berhembus membuatnya bersemangat memulai berlatih penyerapan murni, meskipun terasa dingin menerpa dirinya.


Hyun Wo juga berniat untuk mengembangkan jurus dari kekuatan supranatural miliknya.


"Semoga saja hari ini cuacanya cerah, dari anginnya saja kemungkinannya lima puluh persen."


Menarik nafas dalam-dalam sambil duduk bersila kemudian Hyun Wo memfokuskan diri agar pikirannya tidak mudah terganggu.


Dirinya berada di sebuah batu seakan menghadap bulan yang setengahnya tertutupi oleh awan.


Usai berlatih ia pun berniat membuat obat dalam bentuk pil sebagai penyembuh luka yang mana mampu menyembuhkan luka ringan secara cepat.


"Dua puluh pil ini sepertinya cukup, setidaknya akan berguna bagi orang-orang yang terluka saat melakukan pemburuan monster terbang itu!"


Amaryllis memergoki Hyun Wo sedang membuat obat dari jauh, dia kemudian menghampirinya.


"Selamat pagi... kamu bersemangat sekali ya pagi-pagi begini! Um... kamu juga berkeringat, apa kamu habis berlatih?" ucap Amaryllis ketika sampai didekat Hyun sembari menanyakan sesuatu dan memberikan sebuah lap.


"Pagi Mary, terimakasih. Kamu juga bangun pagi sekali. Apa ini sudah kebiasaan dirimu?" sahut Hyun yang malah bertanya balik saat ini ia sedang menjaga kondisi api pada wadah besar berisi bahan obat yang tengah di rebus.


Tempat ini pun memang digunakan sebagai peracikan obat tingkat tiga yaitu jenis obat memiliki manfaat bagi tubuh saat mengalami luka sedang, serius, maupun berat. Itupun untuk luka luar.


"...Kebiasaan, iya sih. Aku bangun pagi sekali karena aku bertugas menjaga keamanan Colosseum ini, tuan mempekerjakan diriku selama aku tinggal disini!" sahut Amaryllis mengakui.


"Bukannya disini ada banyak penjaga, apa dirimu salah satu dari ketua disini?"


"Benar, seratus buat kamu Hyun..."


Tatapan mata Amaryllis saat Hyun Wo lihat dikala ia menatapnya seakan menyembunyikan kesedihan, tertutupi oleh senyuman manis. Bahkan senyuman yang dia tunjukkan pada Hyun Wo terlihat dibuat-buat, namun Hyun Wo berpura-pura tidak menyadarinya.


Serta ekspresinya seperti orang meminta bantuan sekilas.


"Apa ini firasat atau mungkin dia memang sedang membutuhkan bantuan ku, tapi mana mungkin pria berambut putih yang waktu itu mengajak diriku berkerjasama bertindak semena-mena pada Amaryllis hingga membuatnya menderita?" ucap Hyun dalam hati.


Matahari terbit dengan sempurna terlihat jelas tanpa ada awan yang menutupi menandakan hari ini cuacanya akan cerah, meskipun anginnya sejak pagi agak kencang.


Pemburuan terhadap monster terbang yang pernah merusak beberapa desa kini dilakukan. Lima puluh pasukan kavaleri dan tiga puluh barbarian dan juga dua puluh guardian dikerahkan.


Dibantu oleh pasukan elf yang memiliki dendam pribadi kepada monster itu.


Lokasi markas monster terbang lumayan jauh dari Colosseum dan harus melewati jalan memutar, karena akan sulit jika melewati hutan kegelapan.


Di tengah perjalanan mereka bertemu dengan segerombolan orc sehingga setengah dari mereka melawan segerombolan orc tersebut, sebagiannya lagi terus melaju.

__ADS_1


Sampai di depan markas, sepuluh barbarian dan sepuluh guardian masuk kedalam markas monster bersayap, termasuk Hyun Wo yang ikut bersama mereka.


Berjalan menyusuri goa dengan hati-hati mereka lalu menghentikan langkahnya disaat jalan yang ditapaki telah buntu pada sebuah jurang dimana isinya banyak bangunan terbuat dari tanah berjejeran dibawah.


Mereka kemudian menunduk sambil mengamati para monster terbang yang sedang melakukan aktivitasnya seperti manusia.


Penerangan berwarna oranye pun digunakan oleh monster itu sebagai pencahayaan guna melakukan aktivitas sehari-hari mereka, didalam goa ini yang menurut Hyun Wo mereka sebut rumah.


Jurang tersebut lumayan dalam dan pintu masuk kesini pun seukuran monster itu.


"Kita hanya perlu memancing mereka agar keluar dari sarang saja kan?"


"Benar, tapi sebelum itu kita bunuh beberapa monster dengan kekuatan yang kita miliki disini, agar mengurangi jumlah monster yang akan dilawan!"


"Oke, aku setuju. Semuanya, mari kita gabungkan kekuatan!" perintah ketua dalam regu yang memasuki goa ini.


Mereka berkata kepada satu sama lain dengan suara kecil sementara Hyun Wo akan bertindak saat monster itu mulai menyerang balik kemari. Tapi...


"Tunggu. Aku melihat ada manusia disana, dan bukan hanya satu, mereka ditawan pada penjara kecil, apa kalian lihat!" ujar Hyun memberitahu.


"Aku masih belum melihatnya, apa penglihatanku bermasalah."


"Bagaimana ini ketua, apa kita..."


"Arkk!"


Siut...


"Sial! Monster itu mengetahui keberadaan kita sekarang langsung serang saja!"


Kayu lancip dengan sumbu terbakar melesat cepat bagaikan busur panah ke arah mereka mengakibatkan tiga orang tewas seketika.


Sebagai pembalasan terhadap saudaranya yang gugur mereka berinisiatif untuk menggabungkan kekuatan miliknya untuk melawan serangan monster dari atas menuju bagian bawah, menargetkan kediaman para monster terbang disana.


"Dimana bocah tadi, dia menghilang?"


"Dia mungkin saja lari, dan jangan pikirkan orang lain lebih baik kita fokus pada misi kita saat ini!"


Saat ini Hyun Wo turun langsung ke permukaan jurang guna menyelamatkan manusia maupun ras lain yang ditawan.


Menghadapi monster yang menghadangnya sekali lewati dengan kekuatan supranatural miliknya.


"Sepertinya ada seseorang dibawah yang menyerang monster-monster itu seorang diri, tapi aku tidak bisa mengetahui dia siapa!"


"Yah. Aku melihatnya. Dia lumayan hebat bisa mengalahkan sepuluh monster sekaligus, lihat itu!"

__ADS_1


"Apa kau bilang, sepuluh!? Itu terlalu luar biasa. Sebenarnya siapa dia?"


Mereka yang berada di atas terus beradu serangan jarak jauh dengan monster yang ada dibawah, bahkan ada monster yang langsung menyerang mereka dengan amarah memuncak. Mengingat tempat tinggalnya hancur terbakar.


Brakk!


Crak!


Beberapa orang mulai terbunuh dan beberapa dari mereka memberitahu pada rekannya yang tengah menunggu kabar di luar goa.


[Pemberitahuan sistem]


"Level diri tuan terus meningkat seiring waktu saat mengalahkan tiga monster terbang sekaligus, karena semakin tinggi level diri semakin sulit lagi untuk meningkatkannya!"


Crak!


Slash!


Monster terbang yang mendekati Hyun Wo pun di buat tumbang seketika dikala mereka mendekati Hyun Wo serentak seraya menggunakan kekuatannya.


Di satu sisi di ruangan khusus ketua monster terbang.


"Lapor. Ada yang menyerang masuk kemari ketua!"


"Bukannya mereka masih berada di atas sana?"


"...itu benar ketua, tapi satu perwakilan dari mereka sangat kuat dan sulit untuk di atasi. Dia sudah membunuh sepuluh lebih pasukan penyerangan kita sekali lewat!"


Ketua monster terbang yang mendengar laporan dari anak buahnya itu kini tidak berkata lagi dia langsung beranjak dari tempat duduknya kemudian melesat cepat keluar dari ruangan tersebut.


Sementara tetua monster terbang memerintahkan pasukan pilihannya untuk membunuh manusia yang berada di gua ini.


"Tetua, saya merasakan aura berbahaya menuju kemari. Apa saya langsung turun tangan untuk menghentikannya?!"


"Tidak perlu, biar anakku saja yang menghadapi manusia itu."


Blarrr...


Bola api membara berjumlah lima mengepung Hyun Wo dari segala sisi bergerak cepat memutari dirinya.


"Ini yang kalian sebut kuat? Anak ini baru menerima jurus rendah dariku saja sudah terbunuh, apa kalian jadi lemah karena bermalas-malasan huh?" ucap ketua monster terbang kepada beberapa anak buahnya dengan ekspresi marah.


Padahal Hyun Wo sedang membebaskan para tawanan tanpa diketahui oleh siapapun, sedikit demi sedikit hingga dirasa tawanan yang berada di goa ini telah di pindahkan ke luar olehnya menggunakan Floating soul dalam hitungan dua puluh detik pada setiap memindahkan satu orang.


Ia menggunakan tubuh palsu untuk mengalihkan perhatian mereka yang padahal tujuan aslinya membebaskan para tawanan terlebih dahulu.

__ADS_1


"Terimakasih banyak tuan telah membantuku, dan semua orang yang sudah ditahan sangat lama didalam goa ini!" ucap seorang pria berpakaian compang camping menatap Hyun sendu dia berasal dari ras elf.


__ADS_2