
Pagi-pagi sekali Hyun Wo bangun berniat untuk melakukan rutinitas pagi seperti memasak bahan makan sebagai sarapan pagi. Dan membuat ramuan herbal secara rutin.
Seusai sarapan pagi selesai disiapkan Hyun Wo lalu menaruhnya pada batu yang bisa dijadikan penganti meja makan dari tiga macam masakan yang ia buat, Hyun Wo lalu membangunkan Liliana yang masih tidur.
Baru setelah itu mereka berdua sarapan pagi bersama dalam suasana hangat bagaikan suami istri. Seperti Liliana yang memberikan semangat pagi kepada Hyun Wo dan kecupan secara tak terduga.
Sementara Hyun Wo dengan wajah memerah menyuapi Liliana sebaik-baiknya sangat lembut dan hati-hati, meskipun sesekali saat melihat wajah cantik Liliana membuatnya berpaling.
Tak lama seusai sarapan mereka berdua menuju ke arah sungai untuk mandi sekaligus Hyun Wo mencari keberadaan tentang orang desa yang secara misterius jasadnya menghilang.
Serta menemukan tanda-tanda kehidupan siapa tahu ada yang berhasil menyelamatkan diri dari desa saat serangan monster berlangsung.
[Pemberitahuan sistem]
"Di depan sana tak jauh dari tempat tuan berada ada 5 goblin yang membawa sesuatu!"
"Goblin... hmm sepertinya aku mau bertanya pada mereka, mereka juga cocok dijadikan tersangka."
Tepat seperti yang dibilang oleh sistem kini Hyun Wo dan Liliana berpapasan dengan 5 goblin yang salah satu diantara membawa karung besar.
"Manusia!?" ucap salah satu goblin seraya mengambil pedang dari sarungnya.
"Hey tenang-tenang! Kami hanya ingin lewat untuk pergi ke sungai saja dan bertanya kepada kalian," jelas Hyun Wo ramah. Sementara Liliana bersembunyi dibelakangnya.
"Pergi ke sungai itu alasan biasa, tapi bertanya kepada kami itu tidak mungkin, kami pasti menolaknya. Lagi pula manusia itu makhluk yang tidak bisa dipercaya."
Ras goblin memang salah satu ras di dunia ini yang memiliki hobi atau ambisi menjadi ras terkaya dibandingkan menguasai daratan dan menyerang manusia. Meskipun begitu ada dari kelompok mereka yang membantai manusia.
Masuk juga kedalam salah satu ras yang dapat menaikkan level diri manusia.
"Aku tahu, ras kalian memang bermusuhan dengan manusia. Sebagian lagi menyerang karena di serang, bahkan sebaliknya. Jadi aku bisa simpulkan ras goblin tidak semuanya jahat!"
"Perkataan mu manis dan menyenangkan anak muda, tapi kami tetap akan menyerang mu karena tahu apa yang sedang kami lakukan sekarang!"
"Bisa aku simpulkan bahwa mereka sedang membawa barang-barang yang tersisa dari kehancuran desaku," ucap Hyun dalam hati.
Dari mereka lalu menurunkan pedang dan mengatakan bahwa orang-orang di desa sudah musnah tak ada yang tersisa, akan tetapi sekarang mereka masih bisa bertemu dengan orang desa.
__ADS_1
Goblin itupun membisikkan sesuatu kepada rekan-rekannya bahwa dua orang ini mungkin memiliki kekuatan hebat sehingga bisa lolos dari serangan monster bersayap.
"Begini saja, kita damai dan tidak saling melukai satu sama lain. Kami juga akan memberimu barang-barang bagus yang telah kami temukan dengan syarat melepaskan kami!" ucap goblin yang bisa dikatakan sebagai ahli mengambil keputusan diantara rekannya yang lain.
"Boleh, kalian aku lepaskan."
"Padahal sebelumnya mereka menatapku dengan tatapan tajam dan mengintimidasi," gumam Hyun dalam hati yang kini bersedekap.
[Pemberitahuan sistem]
"Tapi tuan, mereka bisa saja menyerang tuan dikemudian hari! Dan mereka bisa memberi exp lebih untuk menaikkan level diri maupun pedang tuan!"
"Tidak apa-apa, aku memang melepaskan mereka karena maksud lain. Ya... bisa dibilang sebagai balas budi mereka nanti di kemudian hari kepadaku."
"Tapi sebelum kalian pergi aku mau bertanya? Apa ras kalian tahu tentang mayat-mayat korban desa?" tanya Hyun langsung to the point.
"... itu kami sama sekali tidak mengetahuinya, tapi yang aku tahu monster bersayap memiliki perjanjian dengan monster lain!" jelas salah satu goblin.
"Hmm lalu. Bagaimana kamu bisa mengetahui mereka memiliki perjanjian dengan monster lain dan apa tujuannya?"
"Aku mengetahuinya dari tim informasi kami, dia mendengar pembicaraan monster bersayap, sementara kelompok kami tidak menculik mayat orang-orang desa sama sekali."
Hyun Wo lalu melanjutkan perjalanan setelah memberi perintah bagi kelima goblin tadi.
Sesampainya di sungai Hyun Wo bergegas untuk mempersiapkan segala kebutuhan mandi dari shampo yang sudah dia racik, sabun, dan pembersih mulut dari daun mint.
Tak butuh waktu lama bahkan dengan sendirinya Liliana melepaskan bajunya dibantu oleh Hyun Wo memberinya kain yang menutupi bagian sensitif.
Sampai saat inipun Liliana masih mengira jika dia sudah menikah dan Hyun Wo adalah suaminya, itulah mengapa dia sama sekali tidak malu saat Hyun Wo membantu dirinya melepaskan pakaian.
Untuk menghindari air yang membasahi mata Liliana menggunakan kekuatan supranaturalnya untuk melindungi area matanya. Terdapat cahaya abu-abu disekitar matanya.
Hyun Wo mulai menggosok badan Liliana karena Liliana memaksanya.
"Ini terlalu memalukan, di kehidupanku sebelumnya bahkan aku sama sekali tidak pernah mandi bersama wanita," gumam Hyun dalam hati.
Rambut panjang menjuntai berwarna hitam lekat milik Liliana kini dibersihkan dengan lembut oleh oleh Hyun Wo. Hingga membuat Liliana mendesah beberapa kali merasakan pijitan dari jari Hyun Wo pada kepalanya.
__ADS_1
"Emm..."
"Gawat!" batin Hyun terkejut.
"Hum? Hyun kamu..."
"Dia ternyata menyadarinya," ucap Hyun dalam hati.
"Tidak apa kok kalau kamu mau melakukan itu, aku tidak keberatan!"
"Sial, kalau begini terus mana bisa aku menahannya. Tapi tunggu dulu, untuk sekarang dia seperti orang lain bukan dirinya yang asli. Bahkan apa yang dia katakan barusan bukan dari kemauan dirinya," ucap Hyun dalam hati.
Hyun Wo menolak secara halus dan menjelaskan hal tadi kepada Liliana, membuatnya tertawa kecil karena alasan Hyun Wo.
Mereka pun melanjutkan aktivitas mandinya dalam keadaan canggung setelahnya.
[Pemberitahuan sistem]
[Quest baru dan misi menghentikan fenomena aneh desa seberang]
[Quest menemukan penyebab hujan yang melanda desa seberang yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa henti]
[Misi mencegah penduduk desa meninggalkan tempat tinggal mereka]
[Bila berhasil menyelesaikan dua-duanya user mendapatkan 3000 poin, sedangkan salah satu gagal hanya 1000 di poin]
"Quest dan Misi ya, kelihatannya menarik buat aku selesaikan. Letak desa seberang pun berada tak jauh dari sini, aku mengetahuinya saat berada di gunung. Dimana awan mendung yang berbeda menghujani desa di bawahnya."
Desa seberang tersebut bernama Vilyt salah satu dari desa terpencil di wilayah Morlin Deephia.
Hanya sedikit warga desa yang tinggal disana karena desa tersebut selalu turun hujan tanpa henti-hentinya selama 10 tahun lebih.
Beberapa penduduk bahkan pindah desa karena tidak ingin perekonomian dan kelangsungan hidupnya terganggu.
Intensitas hujan lumayan relatif tidak terlalu besar dan kecil, namun curah hujan tersebut selalu membasahi desa setiap waktu.
"Luxia, berapa poin yang aku miliki sekarang? Aku ingin membeli beberapa skill sementara?"
__ADS_1
"Baik tuan, papan informasi akan segera ditampilkan."