Luxia System

Luxia System
Terkadang Kekuatan Bukan Ditentukan Dari Keunggulan Yang Kau Miliki


__ADS_3

"Cepat hentikan pertarungan di ronde ini!!" ucap Baron berteriak kepada wasit yang mengurus jalannya turnamen pada setiap ronde di arena. Sebagian penonton melihat ke sumber suara berasal dari Baron berkuasa itu.


Di arena Feng masih mencekik leher Hosen dia kemudian memandanginya sambil memberi petuah.


Dalam keadaan nafas yang sudah hampir mencapai batasnya dan wajah yang sudah membiru serta mengeluarkan air mata, Hosen meminta maaf kepada Feng sembari mengakui kekalahan dan kesalahan dirinya.


Bersamaan dengan wasit yang memberi perintah kepada Feng untuk menghentikan pertarungan sekaligus tidak membunuh Hosen, Feng lalu melepaskan cengkraman tangannya pada Hosen.


"Kau harus belajar lagi anak muda, masa depanmu masih panjang dan kekuatanmu sangat luar biasa. Sebenarnya aku melakukan hal barusan, tidak ingin benar-benar membunuhmu. Yang tadi itu hanya ujian saja, jangan dimasukkan kedalam hati!" ucap Feng kepada Hosen sembari melenggang pergi menuju ke arah wasit.


Karena Hosen mengakui kekalahannya secara terang-terangan setelah Feng pergi ia pun menjadi peserta yang kalah di ronde ketujuh ini.


Pemenang ronde ketujuh pun adalah Feng dari ras manusia, seorang pertapa yang tertarik mengikuti turnamen ini.


Penonton mulai ramai kembali hingga suara mereka menggema dan terdengar dari luar Colosseum.


Tiga puluh menit kemudian semua peserta bersiap untuk memasuki babak kedua dimana peraturan khusus akan ditambahkan lagi, bertujuan agar tidak membahayakan penonton dan tidak memberikan tontonan paling mengerikan yang dilarang pada turnamen.


Di ronde kedelapan sebelumnya di menenangkan oleh Porte dari ras manusia, sementara ronde kesembilan dimenangkan oleh Castalia dari ras best.


Delapan orang yang mengisi daftar di babak kedua dan akan bertarung menentukan semi final Hyun Wo, Lalui, Addison, Eric, Lusius, Feng, Porte, Castalia.


Dan secara acak para peserta sudah memiliki lawannya masing-masing berhubung Hyun Wo mengubah pengaturan lawannya ia pun akan berhadapan dengan Eric di ronde ketiga babak kedua.


Saat ini Hyun Wo sendiri bergegas pergi ke tempat berkumpulnya peserta pada babak kedua ini, namun di tengah perjalanannya ia bertemu Yu'an.


"Hyun, semoga kamu menang di babak kedua ini..." ucap Yu'an lembut kepada Hyun.


"Eh, kamu berbeda dari yang biasanya, apa kamu terbentur oleh sesuatu sebelumnya atau..."


Bugh!


"Argh!"


Belum selesai bicara Hyun Wo langsung menerima pukulan keras dari Yu'an pada bagian perut hingga dirinya meringis kesakitan.


"Ini terlalu menyakitkan... kamu ternyata..."


"Berani bicara lagi akan aku keluarkan jurus terkuat kepadamu ya!" ancam Yu'an dengan ekspresi serius membuat Hyun tidak bicara lagi.

__ADS_1


"Padahal sebelumnya dia terlihat lemah lembut dan mencirikan seorang wanita idaman, sayangnya jika seseorang salah bicara kepadanya dia akan menjadi sangat berbahaya. Dari kucing kecil menjadi singa liar!" ucap Hyun dalam hati.


Tak jauh dari tempat mereka berdua ada seseorang yang mengintai dengan senyuman menyeringai.


"Hem... sepertinya wanita itu akrab dengan Hyun Wo."


Ronde pertama di babak kedua pun langsung dilanjutkan.


Porte(ras manusia) Vs Lusius( ras peri)


Porte dikenal sebagai jenius muda ahli Summoner dapat memanggil berbagai tipe mahluk, di ronde kedelapan ia mampu mengeluarkan tiga makhluk summom jenis pertahanan, penyerangan, dan suport sekaligus.


Lusius pria berasal dari ras peri yang membuat para penonton terpukau pada aksinya di ronde keenam saat menahan serangan Olympius yang tercatat pernah menghancurkan gunung.


"Mulai!!"


"Penambahan aturan di babak kedua ini, tidak diijinkan menggunakan kekuatan berskala besar, membunuh lawan secara brutal dan mengabaikan perkataan wasit. Hmm, masuk akal dua peraturan baru ini!" ucap Hyun yang saat ini berada di tempat penonton khusus peserta turnamen.


"Menurutmu siapa yang akan menang di ronde pertama ini?" ucap Castalia salah satu peserta yang kini duduk bersebelahan dengan Hyun.


"Entahlah, aku tidak bisa menebaknya."


"Hmm..." Hyun hanya membalasnya dengan anggukan dan deheman. Castalia melirik Hyun yang menurutnya tidak asik untuk diajak bicara, kini ia melihatnya dengan ekspresi cemberut.


[Pemberitahuan sistem]


"Castalia sebelumnya mengalahkan peserta dari ras monster dengan mudah tuan, dia sebenarnya memiliki kekuatan besar yang dia sembunyikan!"


"Begitu ya, dia satu-satunya peserta perempuan yang masuk ke babak dua. Aku akan melihat kemampuannya seperti apa di arena nanti."


Porte mengerakan satu tangannya seperti orang yang sedang menulis lalu memunculkan mahluk yang di panggilnya dalam jenis berbeda-beda, empat makhluk sekaligus.


Diantaranya makhluk berambut panjang dilihat seperti perempuan dengan tubuh sepenuhnya putih hanya kedua kaki dan tangan serta separuh wajahnya yang berwarna hitam. Wujud manusia seperti monster dan berdiri tegak.


Makhluk terbang seperti aura kegelapan berbentuk tanpa tubuh bagian bawah dengan kuku panjang dengan bagian belakangnya terdapat tangan-tangan seperti halnya tentakel.


Serigala dengan sekujur tubuhnya penuh mata berwarna hijau terang dan Sebuah jam kecil yang memiliki kedua sayap kelelawar.


Sementara Lusius hanya mengamati lawannya tanpa bergeming dan tanpa menggunakan senjata apapun.

__ADS_1


Saat Porte mengangkat satu tangannya mahluk berwujud seperti manusia campuran antara monster langsung menghilang.


Dan muncul di belakang Lusius secara mendadak dengan satu lengannya mengeluarkan pedang berwarna hitam.


Disaat bersamaan Porte mengerakan jarinya pada aksi tangannya yang terangkat tadi yaitu berputar mundur searah jarum jam.


Sebuah jam bersayap kelelawar pun berdetak.


Swosh...


Dalam 0.001 detik sebelumnya.


Lusius menghindari serangan makhluk yang menyerangnya dari belakang, meskipun dirinya dibuat melambat.


Kemudian serigala bermata banyak di sekujur badannya langsung menembakan cairan berwarna hijau seperti laser dari mulutnya, mengarahkannya pada Lusius yang dalam posisi rapuh akan serangan dari jarak jauh itu.


Slash...


Penonton dibuat terdiam lantaran Lusius mengubah arah serangan serigala itu saat sudah dekat dengannya dan mengarahkannya kepada makhluk yang menyerangnya dari belakang.


"Aaa!!!"


Teriakan melengking seorang perempuan keluar dari mulut mahluk itu sampai-sampai memekikkan telinga para penonton. Hingga Hyun Wo menutupi telinganya dengan kedua telapak tangannya.


Perlahan-lahan wajah makhluk itu mulai berubah menjadi tengkorak yang sebelumnya meleleh akibat terkena cairan hijau itu sampai kebawah badannya, seketika dia pun tumbang.


"Tsk! Dia baru saja membunuh makhluk summon penyeranganku level 8 Benar-benar sial bertemu dengannya di babak kedua ini!" ucap Porte dengan raut wajah sedikit kesal melihat makhluk yang dipanggilnya diseberang sana tergeletak tak bernyawa.


Mata Lusius yang berwarna putih seluruhnya melihat Porte seperti menunggu serangan berikutnya, pikir Porte sembari berdecak.


Mahluk terbang itu kemudian menuju ke arah Lusius menyerangnya dengan cakar tajam dan panjang. Dilanjutkan dengan gabungan serangan tentacle dibelakang tubuhnya.


"Harusnya Laet bisa melumpuhkan ras peri itu dengan mudah, dia bisa membaca pikiran seseorang dan menebak arah serangannya!" gumam Porte dengan suara kecil.


Kletak!


Crack!


Porte terlihat membuka matanya lebar-lebar, bahkan tak percaya dengan apa yang dia lihatnya. Makhluk sebagai pertahanannya kini dibuat tidak ada apa-apanya berhadapan dengan Lusius.

__ADS_1


__ADS_2