Luxia System

Luxia System
Mulainya Invasi Para Monster


__ADS_3

Sebelumnya.


Saat Hyun Wo melakukan tolakan pada pedang miliknya yang tertancap pada bagian dinding tanah yang dikedua sisinya terbelah.


Nyatanya pada saat itu pedang tersebut tidaklah terperangkap atau terkubur setelah Hyun Wo keluar dari jurang mendadak itu, malahan Hyun Wo dapat mengendalikan pedang itu dari dalam tanah tanpa diketahui oleh lawannya.


Berkat bantuan hewan summon miliknya yang sempat di panggil guna memastikan keadaan.


Sebenarnya ada tiga tipe hewan summon yang dipanggil oleh Hyun Wo sebelum pertarungan melawan Hangli, masing-masing mengawasi keadaan hutan itu dari udara, darat, dan juga di dalam tanah sekalipun.


Hewan summon itu berwujud tikus mondok dengan cakar lumayan tajam di setiap jari berguna untuk mengeruk tanah.


Tikus tersebut lalu membawa pedang yang tertinggal itu tanpa diketahui oleh siapapun. Dengan bergerak di dalam tanah.


Hingga disaat Hyun Wo hampir terkena serangan mematikan itu sebuah pedang melesat ke arah titik buta.


Pedang yang sengaja dilempar oleh tikus mondok.


Dimana Hangli maupun naga berkepala enam itu tak dapat melihat pedang melesat pada titik buta disekitarnya.


Hyun Wo lalu menggunakan skill berpindah tempat antara pedang melesat itu dengan dirinya. Sehingga lolos dari serangan mematikan itu. Yang nyaris saja membunuhnya.


Sementara untuk menjelaskan topeng-topeng pengendali disekitar Hangli, diketahui secara mengejutkan menghilang, disaat ia baru menyadarinya.


Hyun Wo lah pelaku utama dibalik hilangnya topeng pengendali itu saat kabut bekas serangan mematikan itu meluas hingga menganggu jarak pandang maupun menutupi area hutan yang nampak hancur sejauh 15 meter.


Caranya cukup sederhana, menyusup di dalam kabut tebal tanpa disadari. Hal itu berkat bantuan level dirinya, dengan kata lain membantu Hyun Wo untuk mendeteksi keberadaan lawannya.


Dengan ini Hangli tak dapat bergerak sekaligus terpojok pada keadaannya saat ini, lantaran cadangan energi para monster yang dikendalikannya guna mengisi mana sudah diatasi oleh Hyun Wo.


"Aku mengerti.. jadi begitu. Sebenarnya saat dirimu mematahkan hingga memutus kedua lenganku, dirimu sempat mengambil tongkat itu bukan?" ujar Hangli menyimpulkan dengan senyum sinis.


"Lalu?"


"Tentu saja kau bisa menggunakan tongkat itu guna mengendalikan topeng-topeng pengendali itu, serta melepas kendali dari para monster yang sudah ku sebar di hutan yang sangat luas ini!!" sambung Hangli menjawab Hyun dengan tatapan tajam.


"Hmm, kau ternyata sadar juga. Tidak sepenuhnya dirimu lengah, bukan!?" lanjut Hyun sedikit merubah topik. Di balas datar oleh Hangli.


Sebenarnya saat ini Hyun Wo sedang melakukan pengalihan kendali naga berkepala enam dari kendali lawannya.


Jadi untuk membuat Hangli tak melawan ia hanya perlu memanfaatkan obrolan guna menenangkan situasi.


"Lagian aku lengah karena dirimu terus menghindar dan menghindar. Di mataku kau itu adalah pengecut! Sialan!" umpat Hangli bernada tinggi, matanya melotot saat menengadah ke arah lawannya.


•••

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, Hangli baru menyadari hal yang jauh lebih gila daripada mengetahui kenyataan lawannya yang berhasil lolos dari serangan mematikan itu.


Lagi-lagi merujuk pada teknik khusus dari kemampuan lawannya, Hyun Wo. Sekaligus saingan cintanya di masa lalu dan sekarang.


Langsung saja Hangli berusaha untuk menengok kebelakang meskipun membuat lehernya kesakitan.


Hyun Wo sama sekali tidak memperdulikan lawannya tersebut yang tengah berusaha keras hanya untuk aksi kecil.


"Ternyata memang benar.. hehe... kau itu sudah mempersiapkan segalanya dari awal, sebelum pertarungan ini terjadi!" ucap Hangli terkekeh asal menyimpulkan, tatapannya sudah seperti orang yang tak waras, gila.


Hal itu karena Hangli mengetahui array dengan tingkat pertahanan tinggi sehingga dampak dari serangan mematikan itu tidak meluas lebih jauh lagi.


[Pemberitahuan sistem]


"Tuan, sepertinya pertarungan di area gersang itu sudah berakhir. Sementara sekawanan monster yang tahu akan dampak dari pertarungan ini sudah tidak lagi menuju ke sumber suara!"


Di ruang sistem.


"Begitu ya, itu hal yang bagus. Karena diriku sudah lelah dengan berbagai pertarungan hari ini. Aku penasaran, apa yang mereka lakukan? Apakah mereka baik-baik saja?"


•••


Di waktu yang sama, para monster level tinggi menginvasi area berpenduduk dan merusak segalanya.


Selain itu tipe job tertentu, berasal dari guild mulai turun tangan ikut membantu.


Meski banyak dari mereka yang terbunuh dan sebagian tewas dengan cara mengenaskan, tapi semangat mereka tepat membara.


Terus berjuang demi menghadapi invasi ras monster yang mendadak itu, meskipun nyawa taruhannya.


Sebelumnya.


Suasana siang hari nampak tenang-tenang saja, semua orang beraktivitas selayaknya kedamaian selalu berada di pihak mereka.


Lalu tak lama, suara ledakan terdengar dari pusat desa.


Keadaan yang awalnya damai kini menjadi mencekam.


Ledakan itu membuat area banyak rumah-rumah penduduk dalam waktu singkat hancur dalam sekejap.


Para monster kedalaman naik ke permukaan, sementara monster yang dapat terbang mulai menyerang. Invasi besar-besaran pun di mulai.


•••


Berbondong-bondong mereka bekerjasama guna melindungi penduduk desa dari serangan bagaikan Hujaman meteor.

__ADS_1


Serangan udara berasal dari monster level tinggi sungguh membuat beberapa pemilik kekuatan tertentu kewalahan.


Bahkan array terkuat sekalipun tak mampu menahan serangan gabungan dari beberapa monster udara tingkat tinggi. Lebih menyulitkan lagi keadaan di darat yang mulai bermunculan monster-monster dengan wujud aneh dan kemampuan luar biasa. Para cadre.


Beberapa orang terangkat ke atas dengan sendirinya, lalu perlahan-lahan tubuh mereka melebar hingga hancur menjadi daging dan darah.


Mirisnya lagi ketinggian para korban yang terangkat itu cukup memilukan saat tubuh mereka hancur di udara. Sebab, darah meraka yang berceceran terlihat seperti hujan darah disana.


•••


Bukan hanya desa, negara pun mengalami kejadian serupa. Bedanya jumlah monster disana bukan ditakuti dari jumlahnya, melainkan dilihat dari background masa lalunya.


Diketahui para monster itu berumur jutaan tahun yang kini ikut hadir dalam invasi tersebut.


Kekuatan monster itupun mampu membunuh banyak orang dalam sekali serangan beruntun.


•••


Di sisi mereka berdua, Momo dan Sayuri. Tengah kehabisan tenaga maupun mana. Hal itu dikarenakan mereka menghadapi monster yang tiada habisnya.


"Sigh.. kenapa mereka tak habis-habis...!" gerutu Sayuri nampak kelelahan dengan nafas tersengal.


"Momo juga tidak tahu, intinya sekarang ini ras monster sedang menginvasi kehidupan manusia!" sahut Momo terlihat dengan badan gemetaran dan tubuh penuh keringat, namun tetap memaksakan diri untuk bertarung melawan monster yang kini mulai mendekati mereka lagi.


Di sisi hutan.


Ras Orc kini sedang melawan ras elf yang hendak memberi bantuan tambahan menuju ke kota. Peperangan pun tak luput terjadi disana.


Pertumpahan darah juga terjadi di kawasan Morlin Deephia, tepatnya di lembah Young Ming.


Para ahli beladiri tengah disibukkan oleh para manusia yang berada di pihak monster. Lebih tepatnya bergabung ke semacam organisasi.


Sekarang ini mereka sedang melakukan penyerangan, tak lain untuk mencuri harta Karun ratusan tahun milik pemimpin sekte Gu Long.


Brakkk!


Semuanya berhenti bertarung, mereka mulai mengalihkan atensi ke sumber suara barusan.


Hanya sekali melihat, para manusia pengkhianat itu ketakutan setelah melihat kakek tua Feng.


"Hohoho.. sepertinya hari ini waktunya aku berolahraga!"


Krek.


Krek.

__ADS_1


__ADS_2