Luxia System

Luxia System
Berujung Tragis


__ADS_3

Di tengah pengejarannya terhadap Liliana dua monster bersayap tiba-tiba menghadang Hyun Wo saat dalam perjalanannya. Dua monster tersebut memandang dengan tatapan mata tajam bak predator yang hendak memburu mangsanya.


"Sepertinya aku tidak akan sempat mengejar Liliana, karena dua monster ini kelihatannya tidak akan memberiku jalan untuk sekedar kabur," ucap Hyun dalam hati menebak bahwa dirinya tidak akan bisa mengejar Liliana.


[Pemberitahuan sistem]


"Tuan, aku sarankan untuk membeli beberapa item dan skill khusus guna mengalahkan monster ini. Karena ada hadiah khusus yang bisa tuan dapatkan saat mengalahkannya."


[Misi tambahan membunuh monster]


"Bukannya poinku sedikit hanya 100 poin mana mungkin aku bisa menggunakannya?"


"Tuan belum tahu ada item dan skill sementara yang bisa tuan beli dibawah 100 poin!"


"Begitu ya, baiklah. Aku akan membelinya. Lalu hadiah apa yang bisa aku dapatkan saat berhasil mengalahkannya?"


"500 poin untuk setiap monster bersayap yang tuan bunuh."


"Gila, lumayan juga kalau aku bisa mengalahkan 10 monster sekaligus. Hanya saja menurut informasi yang Luxia katakan monster bersayap ini memiliki kecepatan yang lumayan cepat saat bergerak. Bahkan levelnya lumayan tinggi jika di catat dalam buku tingkatan monster," ucapnya dalam hati membayangkan hadiah dan risiko yang tidak sebanding.


"Oh ya Luxia? Bagaimana jika aku terbunuh?" tanya Hyun mengeluarkan pertanyaan yang mengganjal dalam hatinya.


"Tentu saja tuan akan mati dan tidak bisa bangkit kembali, kecuali tuan membeli skill tertentu dalam shop pembelian. Dan harganya pun sangat mahal jika dihitung dengan uang karena skill tersebut sebanding dengan kegunaannya!"


"Sama seperti hukum tidak tertulis yang ada di dunia tempat asalku, bahwa yang kaya lebih diuntungkan," ucap Hyun dalam hati karena apabila dia mempunyai poin cukup banyak maka dia tidak akan kesulitan untuk kemungkinan kedepanya.


Hyun Wo mengecek kembali item dan skill yang akan dia beli, sepertinya memilih item harus sesuai dengan situasi dan kondisi. Dan itupun yang dilakukan oleh Hyun Wo sekarang.


"Form remover, skill ini sepertinya cocok pada saat keadaan terdesak. Lalu blood sword sebagai damage dan penambah kekuatan serang.


Form remover adalah salah satu skill yang dapat membuat si pengguna menghilang dalam sekejap, memiliki durasi 3 detik serta durasi pengaktifan kembali pada 4 detik setelahnya. Pasif unik membuat pengguna kebal dari serangan apapun saat menghilang hanya pada 1 detik. Masa berlaku 10 menit.


Sedangkan Blood sword adalah salah satu item penyerangan yang cocok bagi pengguna serangan jarak dekat memiliki pasif unik saat mengenai lawan hingga berdarah. Darah itulah yang akan dikonversikan menjadi damage tambahan.


Mengetahui poinnya yang sedikit Hyun Wo lebih memilih untuk membeli skill tersebut, karena hanya membutuhkan 20 poin dan 30 poin saja.

__ADS_1


Kelemahannya skill tersebut bersifat sementara dan tidak selamanya dapat digunakan, saat membelinya menggunakan poin dibawah 100 yang terbilang relatif antara untung dan rugi.


Tap..tap..tap


Srak!


"Berhasil membuat satu monster berdarah. Kini serangan berikutnya akan di perkuat!" gumam Hyun bersemangat setelah berhasil mengenai lawannya yang dikombinasikan dengan senjata dan skill miliknya.


"Apa bocah ini tadi menghilang? tanya monster bersayap pada rekannya yang terkena serangan dari Hyun.


"Sepertinya begitu. Kelihatannya kita harus hati-hati!"


"Selanjutnya aku akan mengarahkan pedang pada leher salah satu monster itu," ucap Hyun dalam hati.


Wosh...


"Matilah bocah!"


Tiba-tiba saja saat Hyun Wo memejamkan mata ia sudah berada pada posisi menyulitkan, karena dua monster bersayap tersebut ada disebelah sampingnya hendak menyerangnya secara bersamaan.


Brak!!!


Sebelum kejadian berhasil di detik 1,5 Hyun Wo menghilang pada saat pukulan dua monster bersayap tadi menyerangnya. Sebetulnya percuma jika Hyun Wo menghilang dia masih bisa terkena pukulan, namun karena pasif dari skill menghilang tersebut dia jadi selamat.


"Kemana tubuh bocah yang tadi kita hajar? Kurasa serangan mematikan tadi sudah mengenainya, aku nyakin sekali?"


"Mungkin tubuhnya telah hancur akibat serangan mematikan yang kita targetkan kepadanya."


"Kalau iya..."


Crak!


"Argh..."


Dari arah belakang Hyun Wo langsung menebas leher monster yang sedang berbicara pada rekannya, keadaan tersebut dimanfaatkan oleh Hyun Wo sebagai balasan terhadap serangan kedua monster padanya tadi.

__ADS_1


Brak!


Pedang yang dipegangnya terlihat memancarkan cahaya kemerahan sekilas menandakan kekuatan daya serang berikutnya meningkat.


"Akhirnya aku berhasil mengalahkan satu. Kini harusnya bukan masalah saat menghadapi monster yang satunya," ucap Hyun dalam hati mengatakan keberhasilan dirinya yang bisa membunuh salah satu monster bersayap dengan mudahnya, meski harus menggunakan cara yang terbilang licik.


"Arg... aku akan membunuhmu bocah!!"


Satu monster tersebut langsung dengan cepatnya menuju ke arah Hyun Wo secara terang-terangan. Dan...


Sementara di waktu yang sama Liliana telah kehabisan tenaga saat melawan ketua monster bersayap hingga membuat nafasnya berat saat bernafas dan tersengal-sengal.


Mananya kini telah habis setelah berbagai jurus sudah ia keluarkan demi menghadapi ketiga monster sekaligus.


"Kekuatan supranatural milikmu lumayan hebat gadis, hanya saja perlu didikan orang yang lebih mahir agar kau dapat belajar darinya. Bagaimana jika kita membuat kesepakatan, kau ikut denganku ke markas tempat kami. Disana ada beberapa master kekuatan supranatural yang bisa mengajarimu!" ucap ketua monster memberi kesempatan kepada Liliana yang sudah kehabisan tenaga dan mana. Ketua monster tersebut mengakui kekuatan supranatural milik gadis didepannya lumayan berguna bagi tujuan terbesarnya.


"Lebih baik aku mati daripada mengikuti monster jahat sepertimu!" jawab Liliana, matanya menatap ketua monster dengan sorot mata kebencian dan tidak suka.


Ada rasa ingin membunuh yang kuat dalam diri Liliana yang terarah kan pada ketua monster tak jauh di depannya. Walaupun saat ini kondisinya terluka di bagian tangan dan kakinya.


"Mata biru mu itu terlihat sangat indah dan cantik, sayangnya digunakan untuk melihatku dengan tatapan paling aku benci. Tatapan kebencian serta niat membunuh," ucap ketua monster menangapi tatapan benci dari gadis yang melihatnya. Ketua monster sendiri memiliki masa lalu pahit saat mengingat orang bermata biru.


Hendak menggunakan kekuatan yang tersisa sembari menyembunyikan aksi dadakannya, Liliana berpura-pura pasrah saat ketua monster sedang mendekatinya.


"Maafkan aku ibu, ayah, aku akan menyusul kalian setelah berhasil mengalahkan monster ini," dalam hati Liliana menangis mengingat kembali kedua orang tuanya yang telah mati terbunuh oleh monster.


Anggapan itu ia simpulkan saat melawan ketiga monster sebelumnya, salah satunya mengatakan jika dirinya pernah membunuh dua orang yang memiliki ciri sama dengan orang tua Liliana.


"Death aisle..."


Di waktu ketika kekuatan supranatural terkuat milik Liliana dikeluarkan, ketua monster langsung menyadari dan menghilang dalam sekejap. Lalu muncul secara tiba-tiba didekat Liliana dan menghajarnya dengan keras.


Pada akhirnya Liliana tergeletak tanpa bisa bergerak sedikitpun. Pada waktu itulah ketua monster menghampirinya untuk mengambil mata Liliana.


"Aaagrh!!!"

__ADS_1


"Aku sangat benci mata biru ini, mata penuh dosa yang pernah merenggut kedua nyawa..." belum selesai bicara ketua monster dikejutkan oleh suara seseorang.


"Aku terlambat!?"


__ADS_2