Luxia System

Luxia System
Belum Saatnya Mati


__ADS_3

Seperti halnya mengerahkan seluruh kekuatan tubuh untuk dijadikan serangan terakhir, monster musang membuat cahaya pada sekujur tubuhnya mengikis kulitnya dengan cepat.


....


Dash...


Sebuah kecepatan cahaya didapatkan. Hyun Wo terkena tendangan keras dari arah samping tanpa disadari, terlihat hal itu sangat menyakitkan.


Namun dalam waktu normal pergerakan seluruh dunia seakan menjadi lambat dan mereka berdua kini bertarung dalam ruang waktu.


Tendangan sebelumnya masih bisa Hyun Wo atasi.


Terlihat pergerakan mereka seperti halnya biasa-biasa saja dalam menyerang, mengelak, menepis, menyerang balik, dan menahan layaknya pertarungan gulat bebas.


Namun siapa sangka pergerakan asli mereka lebih cepat hingga langkah kaki saja dapat merusak tanah begitu berantakan.


Dan untuk saat ini tidak terlihat kerusakan tersebut. Masih nampak aman-aman saja.


Area seluas 500 meter pun sudah mereka berdua jajaki dan pergerakan super cepat itu sebelumnya melukis lintasan aneh.


Bagaikan jejak pesawat terbang di langit, lintasan bekas pergerakan itu masih bertahan.


Bugh!


Pukulan pelan namun dengan pukulan itu harusnya bisa menghancurkan gunung besar dengan mudah, akan tetapi Hyun Wo tidak ingin memukul monster musang dalam waktu lambat.


Itulah sebabnya ia harus menghentikan kurungan waktu itu.


Dengan cara dirinya terkena pukulan keras dari lawannya barusan.


Wosh...


Kembali ke waktu normal, hanya saja monster musang itu terlihat berdiri sembari melakukan gerakan memukul dengan condong kedepan.


Sementara Hyun Wo tidak terlihat sama sekali didekat monster itu. Area seluas 500 meter sedetik kemudian hancur berantakan, hanya menyisakan area bagi kedua perempuan itu dan pasukan monster musang berpijak.


Bruk.


"Pertarungan yang sengit, dia bahkan sempat lengah di detik terakhir saat diriku menggunakan semuanya! Habis ini aku pasti akan menyusulnya..."


Pasukan monster musang langsung berhamburan menghampiri pemimpinnya yang kini jatuh kebelakang, matanya melihat ke arah langit namun terasa berat untuk terpejam.

__ADS_1


Area yang sudah berantakan membuat monster itu juga terluka saat jatuh.


Sementara kedua perempuan itu hanya terdiam, sedetik kemudian mereka sadar hawa keberadaan Hyun Wo sudah tidak ada.


Berusaha untuk mencari dan mengedarkan pandangan ke sekeliling. Sayangnya tidak menemukan Hyun Wo sama sekali.


"Dimana Hyun apa dia..."


"Kita cari saja. Kurasa Hyun Wo masih disini.. dia mungkin saja terkubur!" timpal Liliana memotong perkataan Amaryllis dengan ekspresi tegar, tapi siapa sangka hatinya sangat terguncang sekarang ini.


Mereka berdua kemudian berpencar guna mencari keberadaan Hyun Wo di tempat yang sudah hancur itu.


"Tuan, apa tuan masih bisa bertahan?"


"Bertahanlah tuan, kami akan membantu!"


"Kalian memang bawahan paling bodoh. jurus tadi sudah aku gunakan sampai menyiksa seperti ini."


Luka sangat parah pada sekujur tubuh monster musang itu, menghilangkan bulu pada tubuhnya dan mengikis otot besar hingga tubuh yang semula besar kita seukuran manusia.


Tak lama di saat-saat terakhir monster musang akan merelakan kematiannya dengan cepat, seseorang datang dari langit pada cahaya matahari yang nampak silau.


Mengejutkan, dia adalah Hyun Wo. Masih Dalam keadaan baik-baik saja seperti di awal, ketika belum memulai pertarungan.


"Kau.. bagaimana bisa lolos dari kematian!?" tanya monster musang, ekspresinya bagaikan menekan keras titik kehidupannya. Terbelalak, terkejut, terkesima, semuanya menjadi satu.


Mata melotot dan rahang yang mengeras saat bertanya. Membuat Hyun Wo tersenyum miring melihat lawannya.


Sebegitu keras monster musang menahan kematiannya saat ini dengan memacu keras keadaan organ dalam tubuh. Bahkan jantungnya sendiri ia pompa manual.


"Itu karena diriku mengerahkan seluruhnya pada skenario!"


"....."


"Apa yang kau bicarakan manusia licik!?" sambung salah satu pasukan monster musang dengan emosi yang tersulut hendak menyerang, namun di tahan oleh rekannya. Dia sangat kesal dengan perkataan Hyun barusan.


"Oh, jadi dari awal aku hanya dalam kendali!" sahut monster musang kemudian. Sembari bernafas lega bersiap di detik menyakitkan selanjutnya.


"Begitulah, kau mati karena dirimu sendiri. Pukulan itu aku terima lantaran keputusanmu. Kau juga tahu, jika menggunakan seluruhnya pada serangan terakhir itu dirimu pasti akan mati pada akhirnya!" ucap Hyun tidak dimengerti oleh pasukan monster musang, yang hanya dipahami oleh ketuanya.


"Ya, pada akhirnya pertarungan ini memang harus diselesaikan..."

__ADS_1


Kedua perempuan itu melihat Hyun Wo kemudian melesat ke arahnya.


Berbeda dengan monster musang yang kebingungan lantaran dirinya tidak mati.


Hyun Wo kemudian menjelaskan skenarionya kepada monster musang dimana hal itu sudah menjadi tujuan awal.


Dan kini monster itu masih bernafas panjang tak disangka dia masih hidup setelah menggunakan seluruh energi dalam tubuh.


Yang pada saat itu menjadikannya sebagai serangan terkuat yang memiliki konsekuensi fatal dan mematikan.


•••


Hingga monster musang akhirnya paham dengan perkataan Hyun Wo.


Monster musang kemudian bangkit. Tak lama ia pun mengingatkan kembali pada sebuah kesepakatan sebelum pertarungan.


Disaat inilah Hyun Wo menginginkan monster itu untuk menjadi sekutu untuk melawan monster Lust.


Hal itu langsung disetujui, bahkan monster musang mengerakan pasukannya untuk perang besar.


Tubuh penuh luka monster itu pun kembali seperti semula setelah Hyun Wo memberinya pil tambahan.


Sementara di waktu yang sama monster Lust sedang menuju ke arah mereka.


Beberapa pasukan berjumlah seratus dilengkapi oleh senjata berasal dari abad kelima yang didapatkan dari penjarahan pun digunakan.


[Pemberitahuan sistem]


"Tuan, mereka sedang menuju kemari!"


"Baguslah, karena diriku sudah menaruh jebakan yang akan membuat setengahnya tewas!"


Dari kejauhan terlihat kedatangan monster Lust di pimpin oleh wakil ketua bernama "Bakr" selain seratus pasukan ada tiga puluh manusia dalam kendali, mereka sudah menganggap jika monster itu adalah keluarga.


"Hyun.. apa mereka benar-benar sudah tidak bisa diselamatkan lagi, hawa n*fsu manusia yang sudah terkontrol lama dan dalam apakah dapat kembali normal?" tanya Liliana.


"Tentu saja bisa, aku memiliki cara ampuh!"


"Benarkah, aku kira kamu akan pakai jalur menceramahi mereka."


"Meskipun itu adalah cara yang bagus, tapi sayangnya belum seratus persen menyelamatkan mereka semua, bahkan ada dari mereka yang mungkin saja tidak berpengaruh. Selama manusia memiliki hawa n*fsu orang yang jahat bisa kembali jahat dan orang yang sangat jahat dari yang awalnya baik bisa kembali seperti dulu!"

__ADS_1


"Kalau begitu aku mengandalkan dirimu Hyun..." sambung Amaryllis melingkari tangan Hyun dengan tangannya sembari mendekatkan diri. Hal itu juga dilakukan oleh Liliana karena merasa cemburu dan tidak ingin tertinggal.


"Hei... kalian bertiga jangan bermesraan di siang bolong, serius pada perang besar kali ini. Aku tahu jumlah mereka lebih banyak dari pasukan kecil ku, tapi diriku selalu melatih mereka dengan gigih. Kekuatan tempur besar kini berada di pihakmu, Hyun.." ucap monster Musang dengan senyum mengembang.


__ADS_2