
Seorang wanita cantik mendekati Hyun Wo hingga mengejutkan dirinya saat wanita itu menyentuh pundak Hyun Wo dari belakang.
"Maaf menganggu waktunya sebentar tuan, bisakah saya berbicara sebentar dengan tuan!" ucapnya dengan suara lembut. Pakaian wanita tersebut sangatlah menggoda, bahkan saat dirinya berjalan mendekati tempat Hyun Wo berada banyak pasang mata yang melihatnya.
Dirinya seakan menjadi pusat perhatian penonton secara instan.
Hyun Wo menduga jika wanita ini mungkin memiliki maksud tertentu mengapa datang kemari menemuinya.
"Baiklah, katakan saja!" jawab Hyun sembari melihat ke arahnya.
"Em... tapi bukan disini kita bicaranya tuan...."
"Huh... Ya sudah aku akan ikut denganmu, tapi pertama-tama kamu harus menjaga diri lebih baik lagi untuk kedepannya."
Setelah memberi petuah Hyun Wo melepaskan jubah miliknya kemudian menaruhnya pada tubuh wanita cantik itu guna menutupi pakaian yang menjadi pusat perhatian penonton sekarang ini.
Wajah wanita itu merah merona dan agak sedikit malu.
"...Terimakasih."
"Sama-sama."
Hyun Wo pun meninggalkan tempat duduknya lalu mengikuti wanita cantik itu.
"Dia tidak asik sekali, merusak pemandangan indah kita!"
"Yah, itu benar sekali. Aku jadi mendadak benci dengan pria itu."
"Hmm, kalau tidak salah dia yang menang di ronde pertama."
Perkataan beberapa penonton sempat Hyun Wo dengar membuatnya memandang rendah orang yang mengucapkan hal tidak baik pada perilaku Hyun Wo sebelumnya.
"Dasar sampah," cibir Hyun dalam hati.
Ronde kelima masih berlangsung sengit kedua orang yang berduel di arena masih saling menyerang dan bertahan. Mereka berdua berjuang dengan keras demi bisa mengalahkan satu sama lain.
Dash...
Dash...
Dash...× 9
__ADS_1
Cyrus mengarahkan banyak pukulan bertubi-tubi pada tubuh Gyo dalam suatu kesempatan.
Terlihat Gyo yang masih berdiri tegak, meskipun menerima serangan beruntun dari lawannya. Tubuhnya begitu banyak bekas pukulan dan agak dalam masuk ke tubuhnya.
Sementara Cyrus dibuat ngos-ngosan dengan nafas tersengal setelah menggunakan sihir penguat tinju pada Gyo yang sekarang ini masih belum tumbang.
"Monster itu memiliki pertahanan tubuh yang kuat, meskipun sekarang ini dirinya terluka setelah menerima pukulan beruntun dari pangeran!
"Kau salah, dia tidak terluka. Hanya saja pukulan pangeran membekas pada tubuhnya yang kekar itu."
Ucap dua penonton yang mengomentari Gyo maupun pangeran.
Drep!
Drep!
Sesaat Cyrus membuka matanya lebar-lebar melihat bekas pukulannya yang membekas pada tubuh Gyo kini tidak berbekas lagi. Beberapa detik yang lalu Gyo terlihat seperti menekan dirinya.
Kembali pada Hyun Wo yang sekarang ini berada dalam sebuah ruangan kecil berada didalam Colosseum. Dan ada satu pria berambut putih yang menunggunya sedang duduk pada sebuah sofa sembari menyesap teh.
Dia kemudian menjelaskan maksud dirinya memanggil Hyun Wo kemari dengan jelas secara rinci berhubungan dengan desa tempat Hyun Wo berasal.
Wanita cantik yang mengantar Hyun Wo kemari pun mengaku jika dirinya berasal dari desa yang sama, yang selamat dari kekejian para monster tebang.
"Amaryllis, panggil saja saya Mary tuan. Saya rasa tuan akan mengenal saya lebih dekat kedepannya!" ucap AmaryIIis merendah.
"Sama sekali aku tidak mengenal dan memiliki ingatan apa-apa tentang wanita cantik ini, apa dia benar-benar tinggal di desaku. Mungkin saja dia selalu menyembunyikan diri, atau kalau tidak aku terlalu buta karena baru mengetahuinya saat ini," ucap Hyun dalam hati.
Pria berambut putih itu lalu mengajak Hyun Wo untuk bekerjasama dalam memberantas monster terbang itu mengingat jika Hyun Wo adalah salah satu orang yang selamat dari pembantaian monster itu. Yang pasti Hyun Wo juga memiliki dendam pribadi.
[Pemberitahuan sistem]
"Pria ini berkata jujur tuan, saya juga mengetahui lokasi markas monster itu. Sebaiknya tuan menerima kerjasama dengannya agar tuan disegani oleh pria ini, dia sebenarnya adalah mantan kaisar yang terpuruk. Namun memiliki banyak pengetahuan yang dimilikinya!"
"Ya, aku pasti menerima kerjasama dengannya, sekalian membalas dendam pada monster itu yang telah mengambil kedua bola mata Liliana, aku akan membalasnya berkali-kali lipat!"
Setelah menerima kerjasama dengan pria itu Hyun Wo lalu diijinkan kembali untuk melihat jalannya turnamen yang diadakan setiap beberapa tahun sekali.
Di ronde kelima ini berakhir seri artinya mereka berdua tidak lanjut pada ronde selanjutnya, karena sebuah aturan tertulis pada turnamen ini.
Keduanya kini tergeletak setelah beradu kekuatan fisik. Gyo dalam keadaan babak belur, sementara Cyrus dalam keadaan berdarah-darah pada kepalanya. Namun hebatnya, keduanya masih bernafas.
__ADS_1
Di sisi lain mereka bertiga Liliana, Sayuri, maupun Momo nampak sedih lantaran tebakan ketiganya tidak ada yang benar. Yang berarti ketiganya saling mentraktir dan gagal mendapatkan Hyun Wo sesuai aturan yang mereka sepakati sebelumnya.
Ronde keenam pun langsung dilanjutkan.
Lusius( ras peri) Vs Olympius(ras manusia)
Lusius dikenal sebagai peri pembawa keberkahan bagi orang-orang yang bertemu dengannya, ia selalu membantu setiap orang yang membutuhkan bantuan tanpa meminta imbalan.
Olympius tercatat sebagai seseorang yang mampu menghancurkan gunung dengan pukulannya dan membelah dataran sedalam 40 meter pada tragedi peperangan manusia melawan monster 40 tahun yang lalu. Dan dirinya masih terlihat awet muda sampai sekarang.
"Mulai!!"
"Pria dari ras peri itu mengenakan pakaian seperti seorang imam suci, hmm... apa tujuan dirinya mengikuti turnamen ini, apa karena hadiahnya?" ucap Hyun dalam hati berpikir.
"Senang bertemu dengan anda tuan Olympius, suatu kehormatan bagi saya bisa berduel dengan anda," ucap Lusius merendah.
"Hmm, saya juga senang bertemu denganmu. Mari kita berduel dengan adil tanpa adanya kecurangan!" sahutnya.
"Dengan senang hati tuan, niscaya saya akan menyanggupinya."
Pedang dibelakang tubuh Olympius masih belum digunakan ia kemungkinan akan bertarung menggunakan kekuatan fisiknya terlebih dahulu.
Shut!
Wosh...
Melakukan serangan tajam dan mematikan pada pukulannya barusan yang terlihat aura berwarna ungu bercampur biru. Sebelumnya Olympius muncul didekat lawannya dengan cepat menggunakan suatu portal, namun masih bisa Lusius hindari.
Serangan dari jarak jauh kemudian Olympius arahkan kepada lawannya seperti halnya serangan meteor yang diarahkan berkecepatan tinggi.
Dam...
Dam...
Lusius terus menghindar dari berbagai serangan itu yang sudah merusak arena, dirinya dengan lihainya mengelak serangan yang tipis itu bagaikan orang telah mengetahui sesuatu mengarah pada dirinya dengan gerakan lambat.
Hingga beberapa saat kemudian Olympius terlihat akan menggunakan kekuatan lengan kanannya yang pernah menghancurkan gunung dalam dua kali pukulan.
Lalu melesat cepat memasuki sebuah portal dan muncul tepat dihadapan Lusius.
Semua penonton pun dibuat tertegun tidak ada yang bersuara lagi seketika suasana menjadi hening dalam sekejap. Melihat Lusius yang mampu menahan pukulan Olympius hanya dengan satu jarinya.
__ADS_1