
Hari ini pun Amaryllis pergi meninggalkan istana maupun tempat tinggalnya yang selama ini terdapat diary tentangnya.
Setelah meninggalkan istana dia bersama Hyun Wo pergi ke Colosseum guna mengambil barang-barang miliknya yang tertinggal disana.
Sementara untuk nama Amaryllis yang sempat kotor Raja sudah berjanji akan membersihkannya.
Mereka berdua kemudian berjalan meninggalkan Colosseum dan melalui area rimbunan pohon yang mengepung di kedua sisi.
"Ehem, Marry.. aku mau tanya padamu tentang pernyataan cintamu padaku, itu pasti adalah sebuah kebohongan. Ah... aku hanya meluruskannya saja, lagian kita akan berpisah cepat atau lambat!" ucap Hyun dalam perjalanan tersebut.
"Tidak, aku itu bukan sebuah kebohongan, akan tetapi harapan bahwa saat diriku mengatakannya kamu bakalan langsung menerima diriku, tapi... nyatanya kamu menahannya. Mungkin karena kamu mengira aku sedang melakukan akting?" terang Amaryllis kepada Hyun lalu meliriknya agak lama sembari menyamakan langkahnya dengan Hyun.
"Benar sekali, aku memang belum percaya padamu seratus persen pada saat itu, itulah mengapa aku harus menahan diri dengan strategi berpikir dulu sebelum bertindak, seperti itulah gambarannya."
"Hmm, kamu memang khas sekali. Tapi aku serius lho.. mengatakan ungkapan cintaku, jadi apa kamu mau berpacaran denganku?" langkah Amaryllis terhenti setelah agak mempercepat langkahnya guna menghadang Hyun.
Hingga langka Hyun Wo ikut terhenti karena ulah Amaryllis, ia tahu jika perkataan Amaryllis barusan memang serius, hanya saja ia tak mau membahayakan diri Amaryllis ketika mengikutinya berpetualang.
"Maaf, aku menolak perasaanmu Marry, bukan karena aku tidak suka padamu, akan tapi karena diriku memiliki ambisi untuk mengalahkan monster terkuat disepanjang petualangan dalam hidupku, sembari meninggalkan jejak tertentu pada tempat yang aku singgahi. Sesuatu itu aku katakan dapat mengubah sejarah, dimana dunia ini akan berubah seiring waktu!" jelas Hyun panjang lebar dengan perkataannya yang seakan mendorong Amaryllis untuk tidak mengikutinya sekaligus memadamkan perasaan cintanya.
Tapi nyatanya, Amaryllis malah makin menyukai Hyun Wo saja dilihat dari ekspresinya yang ceria dari sebelumnya.
Menunjukkan pula ketertarikan dirinya dengan pandangan mata antusias saat Hyun Wo melihatnya.
"Aku tetap akan pergi bersamamu Hyun... kemanapun kamu berada, bukannya akan lebih baik menghabiskan sisa umurku yang sedikit ini untuk menjelajahi luasnya dunia, bagaimana pendapatmu?"
"Baik, baik itu adalah keputusan dirimu. Untuk saat ini aku akan menerimanya untuk sementara. Dan jika kamu merasa pilihanmu salah suatu hari nanti atau besok, beberapa menit kedepan, seiring berjalannya waktu, kamu harus berjanji untuk mengatakannya padaku, karena aku tidak ingin memaksamu untuk terus melanjutkan ikut denganku, anggap saja perkataan ku tadi adalah syarat agar kamu dapat pergi bersamaku!"
"Mmmmm, aku berjanji dan akan mengatakannya padamu. Ngomong-ngomong kita kembali ke penginapan bukan, pacarmu pasti menunggu."
"Argh tidak, mereka bukan pacarku, aku menganggap mereka bertiga sudah seperti keluarga."
__ADS_1
"Begitu ya, kamu pria yang menyayangi keluarga. Bagaimana kalau kita membuat keluarga Hyun, aku yakin kita akan bahagia..."
Hyun Wo yang mendengarnya menjadi tersipu malu wajahnya memerah akibat perkataan Amaryllis begitu terang-terangan menyatakan kesiapannya untuk menjadi seorang calon istri.
Mereka berdua melanjutkan perjalanan.
"Hei... jangan asal berbicara Marry, kamu harusnya bersikap anggun dan menyaring ucapanmu terlebih dahulu, dari pertama kali aku bertemu denganmu kamu sangat berbeda dari yang sekarang, apa saat itu kamu hanya memainkan peran lain dirimu?" tanya Hyun sekaligus mengalihkan topik pembicaraan Amaryllis yang terlalu kesana.
"Benar, aku menggunakan kedok pada saat itu, dan sudah lama sekali aku menahannya. Sekarang karena aku bebas aku jadi tidak perlu lagi menahannya..."
"Itu masuk akal juga," gumam Hyun.
Sampai di wilayah desa Hyun Wo terkejut lantaran keadaannya yang hancur seperti terkena serangan monster.
Dan benar saja dugaannya, bekas jejak kaki, cakaran, dan pembunuhan keji menyimpulkan akan serangan monster yang sebelumnya menyerang desa ini.
Bergegas dengan cepat melesat menuju tempat penginapan Hyun Wo menemukan kondisi penginapan yang sudah hancur.
Yang kini hanya tersisa serpihan kecil lantaran hancur berantakan.
Beberapa orang yang memang di utus untuk terjun melawan monster pun diketahui tidak berdaya melawan monster itu.
Jasad mereka yang berjumlah banyak berserakan bagaikan ikan busuk yang terbuang dalam keadaan memprihatinkan.
Hyun Wo tidak peduli akan hal itu ia berusaha sekeras mungkin mencari keberadaan ketiga perempuan itu sama ketemu.
Sayangnya berkeliling desa ini ia tidak menemukannya.
"Tsk... kenapa jadi seperti ini, mengapa mereka para pahlawan begitu mudah dikalahkan hingga desa ini dibuat hancur berantakan oleh monster! Sialan!"
[Pemberitahuan sistem]
__ADS_1
"Desa ini memang beberapa waktu lalu telah di serang oleh monster tuan, bahkan setengah penduduk desa mereka culik dan setengahnya lagi mereka bunuh. Pahlawan pun dibuat kalang kabut karena monster itu memiliki kemampuan dan kekuatan tinggi!"
"Jadi dimana mereka membawa semua penduduk desa ini, aku akan memberi mereka perhitungan. Ada kemungkinan Liliana, Sayuri, Momo kalah saat menghadapi monster itu dan membuat mereka dibawa pergi."
"Saya mengetahuinya tuan tempatnya . . . . ."
Hyun Wo kembali melesat lalu menemukan titik lubang berdiameter 1.600 meter.
Dengan kedalaman yang masih belum ia kira-kira Hyun Wo menganggap jika lubang ini menuju markas monster yang menghancurkan desa dan menculik sebagian penduduk desa.
"Marry, kamu tunggu saja disini, aku akan masuk kedalam lubang ini. Atau lebih baik kamu pergi jauh-jauh dari sini, aku khawatir monster itu masih berkeliling di luar!" terang Hyun memutuskan untuk pergi melawan monster didalam lubang tersebut sendirian.
"Jangan pergi Hyun... monster itu terlalu kuat, bahkan aku melihat mayat pahlawan dengan level 45 mati mengenaskan, dirimu yang memiliki level diri di bawahnya pasti akan berakhir lebih tragis, aku mohon padamu..."
"Tidak masalah Marry, aku akan melakukan sebisa ku, ini bukanlah aksi balas dendam semata, tapi perlawanan manusia terhadap monster yang melewati garis perdamaian!"
Saat Hyun Wo akan pergi Amaryllis mencegahnya dengan sihir pengikat membuat Hyun Wo tak bisa bergerak.
"Baiklah, pegang tanganku Marry..."
Dan ketika Marry memegang tangan Hyun Wo dia menghilang dalam sekejap. Sengaja ia pindahkan menggunakan floating soul ke tempat jauh dan aman.
Selanjutnya Hyun Wo turun kebawah seraya memunculkan Devil Sword dan tiruan dirinya.
"Perbuatan mereka tidak bisa dimaafkan, mereka pantas mendapatkan kematian lebih mengerikan dan menyakitkan daripada mati saat diambil nyawanya oleh sang pencabut nyawa!" ucap tiruan dark Hyun bergumam dengan aura membunuh kuat terpancarkan pada dirinya.
"Lakukan saja semaumu, dan ingat untuk menyelamatkan orang-orang jika aku tidak sempat menolongnya!" sahut Hyun.
"Yeah, kulakukan untukmu. Karena kita pada kenyataannya memang satu tubuh. Ku usahakan melakukan dengan terampil, tenang saja hehehe.."
Wajahnya begitu mengerikan saat Hyun Wo meliriknya. Menandakan jika diri tiruannya itu haus akan membunuh.
__ADS_1