
Liliana memanggil Hyun Wo yang tengah berlatih dengan riang gembira lantaran telah memaksakan hidangan enak untuknya.
Hyun Wo membalasnya dengan anggukan disertai senyuman lalu ia pun masuk kedalam.
Di ruang makan, keempat perempuan itu sibuk menata menu-menu sarapan yang terbilang mewah dan terlihat berkesan.
Penataan satu menu makanan yang tertata rapi seperti masakan koki membuat Hyun Wo melongo.
"Sini Hyun cobain masakan buatan ku!" ujar Momo menawarkan masakan buatannya, berupa makanan laut seperti udang dan daging ikan yang diolah sedemikian rupa.
"Aku juga memaksakan untukmu Hyun," dilanjutkan dengan Sayuri yang menawarkan, lalu Amaryllis yang menunjukkan, dan Liliana secara tak terduga memasukkan daging pada mulut Hyun.
"Emhm.. enak..."
"Kalau begitu giliran-ku!" serentak ketiga perempuan itu mendekatkan diri dengan masakannya masing-masing kepada Hyun.
Pada akhirnya Hyun Wo sarapan dengan perut yang membuncit setelahnya lantaran memakan semua masakan buatan keempat perempuan itu agar salah satu dari mereka tidak cemburu.
Gleg.. gleg...
"Oh ya, aku akan ijin kepada kalian akan pergi selama dua hari atau tiga hari, apa boleh?"
"Tidak boleh!!" keempat perempuan itu begitu kompak menjawabnya.
"Kenapa?"
Dan jawaban dari keempat perempuan itu bermacam-macam yang intinya mereka tidak akan mengijinkan Hyun Wo pergi jika mereka tidak ikut juga.
Yang mana Hyun Wo harus mengambil langkah jujur untuk tujuan kepergiannya kali ini. Yang hanya seorang diri.
Atau mengambil jalur kebohongan demi kebaikan mereka, dikarenakan misi ini lumayan berbahaya bagi mereka yang tak bisa mengontrol diri sepenuhnya.
Hyun Wo menjelaskan kepada mereka tentang bahayanya misi kali ini dan bukan sekedar petualangan saja, melainkan pengendalian diri yang sangat berpengaruh disana.
Karena lawan kali ini adalah monster Lust monster yang dapat mengendalikan hawa n*fsu seseorang kemudian mengendalikannya.
Bahkan kemampuan lain monster itu bisa memanipulasi korbannya dengan berbagai perasaan buatan.
Dan akan sangat berbahaya bagi seseorang yang melawannya tanpa pengendalian diri yang kuat. Kecuali para imam suci.
Hyun Wo juga menceritakan pula sebuah kisah kepada mereka tentang seorang raja yang kehilangan rakyatnya dan tanah kekuasaannya dalam kurun waktu satu bulan.
__ADS_1
Berawal dari kedatangan monster Lust yang memanipulasi seorang budak perempuan cantik dan masuk dalam kehidupan raja, lalu mengacaukan kehidupannya. Tanpa raja sadari.
Istri dan anaknya lambat laun bahkan sampai membenci raja itu.
Tidak sampai disitu, budak dalam manipulasi itu juga membisikkan kata-kata manis namun menghipnotis kepada raja hingga terjadi kejadian mengejutkan malam itu.
Istri raja dan ketujuh anaknya terbunuh dengan cara yang mengerikan yang dapat disaksikan sendiri keesokan harinya oleh warga sekitar.
Raja juga ditemukan mati dalam keadaan tanpa busana namun tersenyum bahagia.
Aksi monster Lust tidak berhenti sampai disitu, aksinya lalu meramba kepada warga-warga desa yang kini tidak memiliki seorang pemimpin.
Dalam keadaan bingung dan sibuk mencarikan pengganti yang sesuai.
Dan banyak beberapa orang yang pada akhirnya dimanipulasi. Hingga...
Tepat pada saat malam itu semua orang berubah menjadi seperti hewan dalam arti mereka yang tidak bisa mengendalikan hawa n*fsu mereka secara naluriah.
Pembunuhan, kekerasan, perampokan, penistaan, dan berbagai lain menunjukkan sisi terburuk manusia di malam itu lengkap sudah ditunjukkan.
Kerajaan yang makmur dan sejahtera itu pada akhirnya runtuh meninggalkan warna hitam pekat tentang sisi manusia, dikenal sebagai kematian dalam keadaan tak suci oleh para pendeta.
"Hu... ceritanya seperti asli," ucap Momo merinding.
"Kalau sudah lama terjadi... terus ada kejadian yang disebabkan oleh monster itu tidak, setelahnya?" tanya Sayuri penasaran.
"Tidak lagi. Monster itu seakan menghilang dari muka bumi entah kemana, mungkin saja ada beberapa kejadian ulah dari monster Lust yang tersamarkan oleh perbuatan monster lain!" jelas Hyun yang ia ketahui dari pembicaraannya dengan Luxia.
"Sepertinya monster itu memiliki level tinggi ya... aku sampai tak habis pikir apa tujuan monster itu membuat satu kerajaan kena imbasnya!?" timpal Liliana terlihat menyangga dagunya dengan jari, tengah memikirkan jawabannya.
"Menurutku monster itu belum membutuhkan korban lagi setelah kejadian itu, mereka sebenarnya mencuri para warga setelahnya, meskipun sudah tak bernyawa. Aneh bukan?" ucap Amaryllis.
"Hei... kamu tahu darimana Mary?" tanya Hyun.
"Aku sih banyak mendapatkan informasi dari temanku yang bekerja sebagai seorang pengurus guild!"
Kini Hyun Wo menunggu keputusan mereka setelah menceritakan kisah kelam akibat ulah monster itu.
"Kami akan tetap ikut!" jawab mereka secara serentak yang mana membuat Hyun tak habis pikir dengan jalan pikiran mereka masing-masing, apakah sama.
"Kenapa... kalian tetap kekeh untuk ikut?" tanya Hyun sudah kehilangan semangat untuk membuat mereka menarik keputusan barusan.
__ADS_1
Amaryllis mendekati Hyun Wo ia lalu membuka mulut.
"Karena aku memiliki sihir agar seseorang tidak memiliki hawa n*fsu dalam jangka waktu tertentu!"
"Waa..." sahut Momo dengan wajah berseri-seri.
"Tetap saja, karena yang kita lawan bukan satu monster saja, melainkan banyak dari mereka sekaligus!" ungkap Hyun agar mereka menyerah untuk ikut.
Keempat perempuan itu nampaknya memikirkan kembali keputusannya.
Hingga beberapa saat kemudian salah satu dari mereka memilih untuk tak ikut, karena sadar akan dirinya sendiri yang bisa saja menyusahkan Hyun Wo. Momo mengatakannya dengan raut bersalah.
"Aku menghargai mu Momo, jadi tenanglah, bagaimana jika aku minta dibuatkan beberapa masakan saat aku pulang, aku janji akan pulang dua hari setelahnya!"
"Tapi kapan, aku tidak mau masakan yang ku buat dengan sepenuh hati terbuang...?"
"Tenang saja, nanti aku mengabari kepulangan ku melalui kabar dari hewan summon!"
"Hmmmm," sahut Momo berdehem dengan bahagianya.
Lalu tak lama setelahnya Sayuri menjadi kandidat yang tak ikut lagi. Dia mengakui takut akan sisi buruk manusia yang permainkan oleh monster itu.
Hyun Wo kemudian berpikir untuk menyenangkan hati Sayuri karena tak ikut, dan ide pun ditemukan.
"Sayuri, hasil dari rajutan mu ini sangat cocok denganku dan sangat cantik. Bagaimana jika kamu membuatkan satu lagi untukku, aku pesan yang warna hitam elegan hehe.."
"Dengan senang hati Hyun... aku akan membuatkannya..." sahut Sayuri dengan wajah menahan malu.
Kini tinggal mereka berdua.
"Berbeda dengan mereka aku akan ikut!" tandas Liliana seperti tak ingin dibantah lagi.
"Ya aku juga, akan ikut bersamamu Hyun..." diikuti oleh Amaryllis, dia menatap Hyun dengan pandangan menggoda.
Siang ini mereka bertiga Hyun Wo, Liliana, dan Amaryllis pergi menuju tempat kediaman monster itu bersembunyi.
Yang sebenarnya hanya diketahui oleh sedikit orang saja.
Mereka kemudian saling melambaikan tangan, dan perjalanan demi mengalahkan monster Lust pun dimulai.
Dengan kereta kuda bisa dipastikan perjalanan itu akan memakan waktu lama maka alternatif lainnya adalah dengan menggunakan kekuatan masing-masing.
__ADS_1
Di sebuah ngarai terdalam yang basah oleh tetesan air terlihat aktivitas monster Lust yang terbilang menjijikan.
Mereka melakukan hal buruk kepada beberapa ras seperti manusia, elf, dan peri.