Luxia System

Luxia System
Dalang Kejadian Di Masa Lalu


__ADS_3

Di saat bersamaan ketika pelindung dari penyerapan cahaya milik Amaryllis terbentuk. Dan para monster berada tak jauh di dekatnya.


Serangan mematikan melesat hingga membunuh banyak monster sekaligus. Tentunya, monster yang sebelumnya telah dikendalikan oleh seseorang ikut terkena imbasnya.


Hangli yang tahu mainannya terbunuh pun kesal dan berkata akan membunuh pria yang diketahuinya dekat dengan Liliana.


Flashback on


Hangli yang selalu melihat Liliana bersama dengan Hyun Wo merasa kesal, teman masa kecil sekaligus cinta pertamanya itu menganggapnya sebagai lawan jenis biasa.


Bahkan saat ia bertemu dengan Liliana dirinya hanya bertegur sapa, itupun Hangli yang duluan menyapa.


Suatu hari Hangli memberanikan diri menyatakan cintanya kepada Liliana, sang pujaan hatinya itu, sayangnya Liliana menolak dengan alasan dirinya memiliki seseorang yang dicintai.


Mengetahui orang yang dicintai oleh pujaan hatinya itu adalah Hyun Wo, membuat Hangli berniat akan mencelakainya.


Tanpa diketahui oleh siapapun Hyun Wo yang memiliki fisik lemah pada saat itu sering diganggu oleh orang-orang tak dikenalnya sebelumnya.


Mereka berani menghajar serta menyakiti Hyun Wo dengan berbagai cara, namun tak sampai sekarat.


Hal itu terus berlanjut hingga pada akhirnya cara itu tak membuat Hyun Wo di jauhi oleh Liliana, malahan dia terus mengunjungi Hyun Wo untuk sekedar mengobati luka dan membantu urusan lainnya.


Kesal dengan keadaan yang semu, Hangli beralih dengan cara lain yaitu mendekati kedua orang tua Liliana, dengan niatan memiliki hubungan yang baik.


Sampai akhirnya rencana lama itu membuahkan hasil, Liliana terpaksa dijodohkan oleh ayahnya yang seorang pemilik guid besar dikarenakan selaras dengan pencapaian keluarga mereka.


Namun Liliana menolak hal tersebut dan selalu menemui Hyun Wo jika ada kesempatan, meskipun telah diperingati oleh kedua orang tuanya agar tidak menemuinya.


Dan beberapa hari sebelum Liliana memberitahukan dirinya akan bertunangan dengan Hangli.


Hyun Wo nyatanya meninggal di dalam rumahnya sendiri.


Dikarenakan kepalanya terbentur oleh benda tumpul begitu keras dan kelaparan yang dirasakannya.


Dan pelaku dari kematian Hyun Wo sebelumnya adalah....


"Hahaha akulah yang menyuruh orang-orang itu untuk membunuh bocah lemah itu! Tak ku sangka aku bertemu dengannya lagi, dia pasti menyembunyikan kemampuannya. Dan itu membuatku sangat marah sehingga aku berniat akan membunuhnya lagi dengan keji!" gumam Hangli dengan seringainya, dia kini berada di atas pohon.


Tap..


"Benar begitu, kurasa kau harus mempelajari lebih dalam lagi lawanmu!" ucap seseorang yang entah mengapa sudah berada di belakang Hangli. Membuatnya terperangah.


Krakk!!


"Argh!!!!"

__ADS_1


Hangli meraung kesakitan dengan lantang lantaran kedua lengannya dari pinggul lepas dari tubuhnya.


Menyisakan tubuh tanpa lengan dengan luka yang sangat parah.


Ia mendarat dengan langkah gontai sembari menengadah ke arah pohon guna melihat seseorang yang telah melakukan hal buruk padanya.


"Grrr... sialan! Sialan! Sialan! Sialan! Akan ku bunuh kau!!!" ucap Hangli yang terlihat gila karena rasa sakit yang tengah dirasakannya, matanya keluar air mata, dan wajahnya begitu masam dengan gigi menggertak.


Orang yang telah membuatnya terluka itu adalah... Hyun Wo.


Memang sebelumnya Hangli melihat Hyun Wo berada di tempat Amaryllis maupun Liliana, mereka berdua dalam keadaan terpojok oleh monster yang dikendalikan.


Dan sampai saat ini pun monster dalam kendali yang masih tersisa dapat melihat Hyun Wo, lantaran mata monster itu terhubung dengan Hangli.


Di sana terlihat Hyun Wo yang sedang menolong Liliana.


Tapi anehnya, Hyun Wo berada di tempat berbeda namun dalam waktu yang sama.


[Pemberitahuan sistem]


"Hewan summon milik pengemis tua yang tuan bantu waktu itu sangat berguna, burung gagak peniru itu bisa menyerupai siapa saja dan dapat dikendalikan dari jauh! Seakan jurus yang sama milik Hangli."


Di ruangan sistem.


"Ya, aku sangat menghargai pemberiannya, yaitu buku ini. Ku harap kakek tua itu selalu mendapatkan kebahagiaan di manapun dia berada."


•••


Ia kini membantu Liliana untuk meningkatkan energi dalam diri, guna memulihkan spiritualnya.


Dan di saat bersamaan mentransfer mana dalam diri kepada Amaryllis.


Skill tersebut Hyun beli dari sistem Luxia, seharga 4000 poin. Berlaku selamanya. Serta dapat ditingkatkan sesuai dengan level.


Skill itu bernama which transfers dimana si pengguna dapat memberikan mana dalam dirinya kepada seseorang.


"Huf.. huf.. aku senang kamu datang tepat waktu Hyun, aku berhutang nyawa lagi kepadamu. Umm... jika boleh, aku mau kok membalasnya dengan menikahi mu?" ceplos Amaryllis dikala dirinya sedang beristirahat, setelah bertarung mati-matian melawan para monster serta hewan summon yang tengah dikendalikan.


Meskipun begitu dirinya sempat mengajak Hyun Wo bercanda, tapi siapa sangka. Ucapannya itu adalah impian baginya.


"Kamu ini, gigih sekali. Aku salut denganmu Mary... Ku harap kamu dapat meningkatkan kemampuan agar senantiasa melindungi dirimu selalu di masa depan!" balas Hyun sembari menatap Amaryllis lekat yang tak jauh darinya.


Perkataan Hyun Wo barusan seperti halnya mengisyaratkan sesuatu, ada makna dibalik ucapannya itu.


Bahwa dirinya tidak mungkin selalu melindungi Amaryllis, yang berarti tidak senantiasa di sisinya.

__ADS_1


Amaryllis yang mengartikannya membuatnya tersenyum kecut.


•••


Kembali di posisi Hyun Wo yang tengah berhadapan dengan Hangli.


Kedua tangannya telah putus, namun kekuatan miliknya itu masih aktif untuk saat ini.


Topeng-topeng melayang disekelilingnya pun masih setia berada di sampingnya.


Terlihat pula Hangli dengan sorot mata tajam dan senyuman lebar. Hal itu membuat Hyun Wo mengerutkan dahi.


"Apa kau sudah gila?" celetuk Hyun kepada Hangli dibalas dengan tawa kemenangan.


"Hahahaha, aku tahu dirimu sekarang ini adalah dirimu yang asli! Salah kan dirimu yang sudah membuatku sangat marah, sehingga aku harus menggunakan boneka terbaikku!"


"Lantas apa urusannya denganku? Lagipula kedua tanganmu sudah tidak ada, kamu ini sudah tak berguna lagi!" ucap Hyun menekankan kalimatnya di akhir, sengaja memprovokasi Hangli agar dia tak dapat berfikir jernih dalam keadaannya saat ini.


Damn!!


Suara dentuman cukup keras membuat Hyun Wo mendelik tajam ke arah pijakannya.


Brakkk!!!


Tepat di bawah kaki Hyun Wo monster berukuran Titan keluar secara mengejutkan.


Naga berkepala enam memiliki kemampuan elemen pada satu kepala masing-masing.


Air, petir, api, tanah, es, angin semuanya menjadi satu dalam satu badan.


"Hahahaha hahahah.." tawa Hangli cukup bangga dengan pencapaiannya ini.


"Tch, merepotkan sekali. Tapi..."


[Pemberitahuan sistem]


"Saya bisa menebak apa yang tengah tuan pikirkan, jika tuan mengalahkan naga itu, naga berkepala enam bisa tuan jadikan hewan summon!"


Di ruang sistem.


"Benar sekali. Rasanya aku seperti mendapatkan harta langka dikala diriku mendapati bahaya."


Saat naga berkepala enam itu keluar dari dalam tanah Hyun Wo sekali lagi menggunakan skill pertama yang dibelinya dari sistem. Bernama form remover.


Sehingga dirinya mampu menghindar dari efek kemunculan naga itu.

__ADS_1


Di waktu yang sama di dalam kerajaan monster, lebih tepatnya di singgasana. Tetua para monster menyeringai lantaran mengetahui kemampuan manusia itu.


Beda dengan Amaryllis yang terdiam setelah mengetahui mahluk sebesar itu muncul secara tak terduga.


__ADS_2