Luxia System

Luxia System
Rencana Penyamaran


__ADS_3

Sepulangan nya, Hyun Wo langsung disambut hangat oleh Liliana yang ia rasa ada yang janggal karena Liliana tidak bisa melihat namun tahu pasti kedatangan dan keberadaan seseorang.


"Kamu bersemangat sekali saat aku pulang, apa ada sesuatu yang ingin kamu tunjukkan dan ingin kamu sampaikan?" ucap Hyun Wo setelah menatap lama wajah berseri-seri Liliana.


"Kamu seperti cenayang bisa tahu apa yang ada dalam pikiranku."


"Cuma menebak saja, kalau begitu aku kebelakang dulu untuk mandi dan menaruh kantung ini!"


"Iyaa, kamu mandi aja dulu. Nanti aku kasih tahu kepadamu seusai kamu mandi."


"Oke, tunggu aku di meja makan ya, karena aku sangat lapar Lia."


"Hmm."


Hyun Wo langsung menuju kearah tempat mandi sederhana yang tersedia di kediaman Sayuri, disana ia lalu menaruh kantung berisi bahan-bahan pembuat obat.


Hyun Wo juga langsung menyalahkan api untuknya segera memulai mengolah bahan-bahan pembuat obat, menggunakan api berasal dari skill miliknya. Dibeli secara mendadak.


Bajunya yang basah kuyup dan kantung yang sebelumnya dia bawa sangat berat karena basah, membuatnya kini kelelahan saat mandi.


"Hari yang berat, semoga saja hari ini ada kesempatan buatku untuk menyelesaikan Quest. Soalnya ini baru pertama kalinya aku menyelesaikan Quest namun membutuhkan waktu lebih dari satu hari."


Seusai melakukan ritualnya kurang lebih selama 20 menit Hyun Wo lalu menuju meja makan. Sudah ada berbagai macam masakan disana yang telah Liliana siapkan untuk makan siang.


Serta Sayuri yang sudah dalam keadaan pulih dari rasa keterpurukannya selepas neneknya pergi dari kehidupannya.


Dia kembali beraktivitas normal seperti biasa hanya saja dibatasi oleh Hyun Wo untuk tidak bekerja lagi mulai sekarang.


Biasanya Sayuri bekerja apa saja demi mencukupi kebutuhan sehari-harinya maupun neneknya.


Hyun Wo kemudian menaruh kendi berisi obat ramuannya di meja makan, ia pandai meramu obat setelah banyak mengetahui tentang obat-obatan melalui item yang ia beli dari sistem.


Dua kendi berisik obat dalam bentuk cair tersebut memiliki khasiat dan kegunaan yang berbeda, karena satu untuk Sayuri satu lagi untuk Liliana. Tergantung pada kebutuhan si peminum.


Di sela-sela menyantap hidangan makan siang, Liliana bertanya kepada Hyun Wo tentang dirinya yang berjuang keras mencari informasi terkait desa ini.


"Apa kamu sudah mendapati informasi yang dibutuhkan, Hyun?"

__ADS_1


"Belum sih, sebagian informasi aku rasa dibuat-buat oleh mereka mengarah pada cerita legenda!"


"Maaf kalau aku menyela, sebenarnya buat apa kamu mengetahui banyak informasi tentang desa, aku sangat penasaran dari hari sebelumnya?" ucap Sayuri menyela pembicaraan sambil menanyakan hal yang membuatnya penasaran.


"Yah, sebenarnya aku melakukan hal itu lantaran aku yang ingin mencari tahu penyebab hujan terus-menerus di desa ini!" jawab Hyun jujur sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal dengan tatapan ramah.


Sayuri memahaminya dengan santai, lalu ia menceritakan sebuah kisah persis seperti yang diceritakan oleh pemilik kedai waktu itu. Hanya saja kali ini dia menambahkan letak spesifik tempat persembahan elf waktu itu.


Mengetahuinya membuat Hyun Wo berniat untuk pergi kesana, namun sebelum Hyun Wo memberi tahu. Sayuri sudah mengerti akan niatan Hyun Wo dan mencegahnya pergi kesana dengan alasan tempat itu selalu dijaga oleh para pelindung desa.


Menurutnya mustahil untuk masuk kesana tanpa bantuan orang dalam dan alasan yang benar-benar logis.


Bahkan kata Sayuri orang dengan koin banyak dan bisa membayar penuh biaya masuk pun tidak diizinkan masuk dengan mudahnya.


"Serius? Memang segitu rahasianya dan terlarangnya tempat itu sehingga sulit untuk dikunjungi?" tanya Hyun masih berusaha mencerna informasi yang disampaikan oleh Sayuri barusan.


"Iya, mungkin saja karena tempat itu sangat dihormati oleh para penerus desa ini. Sebagai bentuk penghormatan kepada nenek moyang yang memang mewasiatkan tempat itu untuk tidak dikunjungi!" jelas Sayuri tentang tempat persembahan elf itu yang dia ketahui.


Diam dan berpikir sejenak, Hyun Wo berusaha mencari cara untuk memasuki tempat persembahan tersebut yang menurutnya ada rahasia besar tersembunyi dibaliknya. Menunggu untuk dikuak.


"Gitu ya, aku jadi penasaran sekali dengan tempat itu. Umm kira-kira kalau menyamar ketahuan nggak ya?" ucap Liliana berbicara kepada Sayuri yang duduk dekat dengannya, karena kursi mereka berdekatan.


"Itu dia! Pasti bisa!" ucap Hyun mengagetkan Liliana serta Sayuri, setelah mendengar perkataan keduanya.


Terbesit sebuah ide licik untuk melakukan penyamaran demi memasuki tempat persembahan yang sangat terlarang tersebut.


Apalagi tempat tersebut menurut Hyun Wo sendiri ada hubungannya dengan hujan yang melanda desa Vilyt selama bertahun-tahun lamanya tanpa jeda.


"Luxia, apa kamu memiliki skill yang memungkinkan user dapat menyamar sama persis seperti orang yang dia inginkan?"


"Saya memilikinya tuan, banyak skill dan item yang bisa tuan dapatkan. Terutama skill menyamar yang kebetulan diperlukan tuan sekarang ini!"


"Berapa harganya, aku akan membelinya secara permanen?"


"2.000 poin tuan."


"Apa!? Mahal sekali?"

__ADS_1


"Harganya disesuaikan dengan kegunaan yang sangat banyak tuan, ditambah berbagai atribut lain ketika level semakin naik."


"Ya sudah, tidak apa-apa. Lagipula bukan di waktu ini saja aku menggunakan skill penyamaran, mungkin saja ketika situasi dan keadaan tertentu aku akan menggunakannya lagi."


Skill face impersonator adalah skill peniru berbagai wajah target sesuai kehendak si pengguna, memiliki batas pengguna disesuaikan dengan level. Serta dapat meniru seratus persen tubuh target sesuai dalam keadaan apapun.


Pada level tertinggi si peniru dapat menggunakan sihir orang yang ditiru nya, namun hanya 25 persen saja. Artinya tidak sekuat sihir yang dimiliki oleh pengguna asli.


Serta level pada skill berguna untuk meningkatkan skill tersebut lebih kuat dan berefek lebih banyak lagi.


[Pemberitahuan sistem]


"Selamat skill face impersonator dapat tuan gunakan kapanpun dan di manapun!"


"Jika tuan memerlukan bantuan lain, saya akan senang hati membantu tuan."


"Yah. Tapi aku harus menukarkan poinku bukan? Lagipula kamu ini tidak sepenuhnya sebuah sistem yang memberi skill dan hal lainnya kepada user, aku rasa."


"Tuan, sepertinya ada urusan jauh lebih penting yang harus segera tuan selesaikan!"


Hyun Wo merasa jika Luxia mengalihkan pembicaraan dengannya, tapi alasannya itu bisa Hyun Wo terima karena masuk akal seusai keadaan user saat ini.


"Hyun... kamu mau pergi kesana?" tanya Liliana lembut saat menatap Hyun.


"... yah, aku memang berniat pergi kesana."


"Tapi Sayuri bilang ada orang-orang yang memiliki level diri tinggi yang selalu menjaga tempat persembahan itu?"


"Tenang saja Lia, aku sekarang sudah memiliki penyerapan murni. Jadi aku mempunyai kekuatan supranatural yang bisa aku gunakan untuk masuk kesana dengan mudah!"


"Tapi kan... itu cuma penyamaran, belum tentu kamu menang dalam adu kekuatan."


"Kamu tenang saja, percayalah padaku."


Liliana terus menghawatirkan Hyun Wo karena dirinya tidak ingin ditinggal lagi, walaupun hanya sementara. Dia ingin selalu berada didekat Hyun Wo kapanpun dan di manapun.


Namun Liliana faham jika dirinya ikut maka akan menjadi beban dan menyusahkan Hyun Wo saja, apalagi saat melakukan penyamaran, meskipun Liliana memiliki kekuatan supranatural yang dapat membantu penyamaran Hyun Wo.

__ADS_1


Melalui kata manis dan bujukan akhirnya Liliana dapat percaya kepada Hyun Wo sepenuhnya.


Lalu Sayuri berpesan agar Hyun Wo berhati-hati saat sudah memasuki tempat persembahan yang berada didalam ruang bawah tanah, dimana ada banyak sekali jebakan sihir dan hal berbahaya tak terduga.


__ADS_2