
Para monster serentak mengalihkan pandangan mereka ke arah Hyun Wo sesaat setelah mendengar perkataannya.
"Kini monster yang kalian cari sedang dalam keadaan terluka, karena aku sudah membuatnya dalam keadaan terdesak. Itulah sebabnya aku mengatakan kepada kalian untuk menuju ke tempatnya sekarang ini!" ujar Hyun nampak serius membuat sebagian monster yang tersisa mempercayainya, sedangkan beberapa dari mereka terlihat kesal.
"Tch, saudara-saudara dari ras kita telah terbunuh banyak. Apa kau akan bertanggung jawab atas hal ini huh, membunuhmu di akhir tidak membuatku puas!"
"Begitu ya, bukannya para monster harusnya tidak memiliki hati nurani seperti manusia, walaupun ras kalian sama. Lagian dia terbunuh karena telah berjasa, jika kalian berpikir saudara kalian telah mati sia-sia. Dan kurasa pemimpin para monster adalah monster yang paling kuat?!" ucap Hyun menyeringai ke arah mereka, sebelumnya ucapannya menekan di tengah-tengah.
"Benar, hukum dari ras kami yang terkuat menjadi pemimpin, sedangkan yang lemah seperti halnya bawahan. Sampai dia dikalahkan oleh monster yang lebih kuat darinya," timpal salah monster membenarkan perkataan Hyun.
Tak lama setelah pembicaraan itu mereka langsung saja menuju ke tempat diri tiruan Hyun Wo sedang berhadapan dengan monster incarannya, sekaligus yang dibenci oleh para monster yang kini sedang bersama Hyun Wo asli.
Sementara diri gelapnya Hyun Wo sedang melawan monster yang barusan telah ia buat terluka terlihat monster itu masih saja emosi lantaran rencananya terganggu, padahal sedikit lagi akan berhasil.
Menghidupkan ribuan pasukan yang akan dia jadikan budak guna memulai orde baru.
"Hyun, apa kami boleh membantu?" tanya Sayuri berniat ingin membantu sebisanya, dengan dalih membawa dua perempuan itu yang mungkin saja berpikiran sama.
"Tidak usah, aku belum membutuhkan bantuan kalian. Duduklah dan lihat terlebih dahulu, amati setiap pergerakannya. Kalian pasti paham maksudku bukan?"
"Iya, kami mengerti!" ucap ketiga perempuan itu serentak membuat ketiganya dalam keadaan canggung setelahnya.
"Ku bunuh kau pria gila, akan aku jadikan budak paling hina ke...ke...ke..."
"Ya... tapi sebelum khayalanmu menjadi nyata, bukannya dirimu harus mengalahkan diriku heh..." sahut Hyun dengan senyum lebar menyeringai.
"Kau lebih pantas menjadi monster!"
Wosh...
"???"
__ADS_1
Dash...
"Maaf ya, kakiku licin barusan."
Bruk...
Monster itu terpental lumayan jauh setelah terkena tendangan keras dari Hyun Wo secara mendadak tanpa dia sadari.
Dia kemudian bangkit tanpa bantuan tubuhnya mungkin saja karena aura disekitar dirinya.
Selanjutnya monster itu memunculkan makhluk aneh, sedangkan sebagian tubuhnya menjadi tengkorak lalu berbicara.
"Matilah manusia terkutuk! Orang rendahan sepertimu pasti akan mati mengenaskan, oleh makhluk abadi berasal dari bagian terdalam bumi ini!"
"Fufufu wajahmu terlihat bagus saat dalam keadaan hidup dan mati ya... Bagaimana jika dirimu aku beri kesempatan hidup, menjadi budakku seumur hidup atau mati mengenaskan sebagai budak paling hina?!"
Hyun Wo terlihat berdecak kesal dengan ekspresi terganggu di wajahnya. Seperti halnya dirinya dihadapkan dalam pilihan sulit. Sangat-sangat sulit.
"Dasar monster jelek, aku tidak sudi berdekatan denganmu. Kau malah seperti p*l*c*r rendahan saja, bahkan lebih buruk. Dasar wanita j*l*ng!!"
Ketiga perempuan itu yang mendengar pembicaraan keduanya menjadi terkejut dengan perilaku dan perkataan Hyun Wo sampai saat ini, meskipun sudah mengetahui dia bukan Hyun Wo yang asli.
Tapi yang mereka rasakan hal lain dalam hati seakan inilah sifat Hyun Wo yang asli, dirinya paling gelap, atau mungkin sengaja melakukannya lantaran berada dalam situasi menyulitkan.
"Kau... Dikasih hati malah minta jantung, tidak ada lagi kesempatan bagimu, meskipun nanti dirimu bersujud dan memohon-mohon padaku!" tegasnya dengan ekspresi sangat marah namun terlihat dia menahannya.
Melihat ekspresi gelisah Hyun Wo menyimpulkan pada kesimpulan diri monster itu jika lawannya sebenarnya berpura-pura berlagak kuat di depannya.
Mengira jika sebelumnya, saat dia terkena berbagai serangan hanyalah kebetulan saja.
Kini dirinya dipenuhi kesombongan mencapai puncaknya memandang remeh lawan yang akan dihadapinya itu.
__ADS_1
"Kau sebenarnya berpura-pura berlagak sok kuat kan?" ucap monster itu secara tiba-tiba membuat Hyun terlihat dengan raut tercengang, seperti halnya kejahatan terbesarnya terungkap.
"Tidak usah dijawab, ekspresimu sudah mengatakannya. Biar aku tambah lagi penderitaan atas dirimu yang berani membuatku sangat marah, yang untuk saat ini baru dirimu seorang. Aku akan menjadikan ketiga perempuan itu sebagai mesin pembuat keturunan para monster, meskipun mereka mati nantinya, akan aku menghidupkan lagi dan lagi, hihihi bagaimana, luar biasa bukan?"
Ketiga perempuan itu semakin ketakutan terhadap ucapan monster itu, ketiganya bahkan merasa tidak ada harapan sama sekali bagi Hyun Wo untuk menang.
"Gimana ini... aku tidak mau jadi mainan seperti itu, apa sebaiknya kita kabur terus cari Hyun yang sebenarnya?" ucap Momo gelisah serta menyampaikan pendapat.
"Tunggu dulu, kita jangan gegabah. Bisa saja itu adalah rencana dia, kalian lihat kan, sebelumnya Hyun menggunakan trik-trik licik saat menghadapi monster itu. Mungkin saja ada harapan baginya untuk menang, kita hanya perlu menunggu waktunya saja!" ujar Liliana membuat Momo tenang mengurangi kecemasannya seketika.
Begitupun Sayuri, dia nampak tenang setelahnya percaya dengan perkataan Liliana maupun Hyun Wo yang sedang menyiapkan strategi kemenangan.
Tapi dalam sekejap harapan itu sirna saat melihat tatapan Hyun Wo yang sempat menoleh ke arah mereka bertiga nampak sangat putus asa.
Harapan satu-satunya yang mereka harapkan kini terlihat pasrah pada keadaan. Membuat mereka terbayang-bayang jika saja monster itu berhasil menangkapnya, maupun mengalahkan Hyun Wo.
Hal buruk bisa saja menimpa mereka, bahkan bersifat abadi.
Dalam situasi ini tak ada pilihan lain bagi mereka bertiga selain membantu Hyun Wo, walaupun taruhannya adalah nyawa.
Liliana lalu berusaha untuk membuat kedua temannya membakar semangat saat ini. Meyakinkan keduanya bahwa melawan lebih baik daripada hanya diam saja.
"Jangan membantuku!!" ucap Hyun sedikit menoleh kebelakang, ucapannya penuh penekanan barusan membuat mata ketiganya terbuka lebar serta menghentikan langkah yang baru saja mereka yakinkan akan menghampiri Hyun untuk bergabung dengannya.
"Oh... baik sekali dirimu, mau memperlihatkan kematian paling mengenaskan yang akan terjadi dihadapan mereka!" timpal monster itu yang sebelumnya memikirkan ucapan Hyun.
"Maju sini monster tua!" cibir Hyun kepada monster itu dengan lantang.
Membuat monster itu yang tersinggung atas perkataan Hyun Wo tadi merasa sangat kesal dibandingkan ucapan sarkas Hyun Wo sebelumnya.
Nampak rahang monster itu menegang memperlihatkan otot-otot wajahnya yang tidak menjadi tulang belulang. Giginya pun berbunyi dengan sorot mata tajam.
__ADS_1
"Serang dia!! bunuh dan buat dia menderita!" ucapnya mengangkat satu tangan sembari memerintahkan para makhluk berwujud aneh yang tak terhitung jumlahnya berada didepan, samping, maupun belakang dirinya.