
Malam yang menghanyutkan diiringi oleh suara gaduh setiap menitnya terus terdengar menambah adrenalin mereka berdua kali ini.
Vampir itu mulai bersiap untuk menunjukkan jurus andalannya sebagai raja kegelapan, sebuah jurus mematikan lagi berbahaya.
Seketika kegelapan itu terbagi menjadi dua antara kubu Hyun Wo dan vampir itu yang kemudian ia ubah menjadi berbagai senjata dari kegelapan.
Melayang di udara menunggu untuk dikendalikan.
Sementara Hyun Wo terlihat tenang-tenang saja dirinya saat ini selain fokus pada pertarungan ini juga mengendalikan hewan-hewan summon yang dipanggilnya.
Yang sekarang ini melakukan berbagai tugas seperti membantu para warga desa, menghalau serangan monster serigala, serta membalas serangan untuk mengalahkannya.
Saat ini Hyun Wo tidak memunculkan diri tiruannya lantaran kondisinya jiwanya masih belum stabil pasca mengalahkan ketua monster tengkorak.
Grep.
Telapak yang memegang devil sword Hyun Wo genggam erat.
Di satu sisi, kegelapan yang berada didekatnya dibiarkan begitu saja. Tidak diubah menjadi senjata seperti yang dilakukan oleh lawannya.
"Terimalah ini!" ucap Vampir itu mengerakan saat tangannya dari atas kebawah, bersamaan dengan itu senjata dari kegelapan mulai menuju ke arah Hyun.
Ting! ×145
Swosh... ×78
Senjata dari kegelapan itu layaknya senjata asli sungguhan terdapat pedang, belati berbagai macam, sabit, kapak dengan banyak jenis, busur panah, tombak, dan masih banyak lagi.
Semua itu di terima oleh Hyun Wo dengan gerakan pedangnya yang lincah seolah gerakan itu sudah terlatih dan ditempa puluhan tahun lamanya.
Nampak juga Hyun Wo yang santai dalam menahan maupun menghindari serangan beruntun itu, namun masih tetap ia perhatikan keselamatan dirinya.
Seakan sebuah pelindung dari garis pertahanan pedangnya melindungi Hyun Wo dari banyaknya serangan dari berbagai arah.
Shut...
Menemukan celah ia langsung mendekati vampir itu yang sudah mendarat di tanah, diikuti oleh senjata-senjata melayang tanpa awak itu.
Ting!
Menggunakan darah vampir itu merubahnya menjadi senjata untuk menangkis serangan tipuan lawannya barusan. Yang hampir saja membuatnya sekali lagi terbunuh.
"Permainan baru saja dimulai tuan...!" ucap vampir itu.
Ting!
Ting!
Hingga keduanya beradu senjata dengan seriusnya tanpa hambatan. Seiring waktu kecepatan mereka semakin bertambah, bahkan vampir itu sedikit kesulitan mengimbangi gerakan lawannya.
Jleb.
Jleb.
__ADS_1
Terakhir, keduanya saling menusuk pada tubuh lawannya masing-masing.
Hanya saja Hyun Wo tidak berdarah sama sekali kemudian dirinya melancarkan serangannya hingga tubuh vampir itu terbelah.
Kali ini lawannya itu seakan tidak ada harga dirinya sama sekali.
"Curang... sebenarnya apa dirimu seorang manusia?" tanya vampir itu merasakan sakit saat pedang tadi menembus titik jantungnya. Dirinya juga mencurigai lawannya bukan seorang manusia.
"Lihat baik-baik kenapa tubuhmu terasa sakit!" sahut Hyun sembari memperlihatkan pedang milik Raja Fredrick.
"Pedang itu... dari mana kau mendapatkannya, jangan bilang kau mencurinya langsung dari raja tua?"
"Hmm?"
"Kau tahu, Raja itu adalah lawan pertamaku. Yang artinya umurnya sudah lama hingga sampai sekarang ini!"
[Pemberitahuan sistem]
"Benar tuan, saya sudah mengkonfirmasi bahwa raja Fredrick memperpanjang umurnya dengan sihir terlarang. Umurnya yang panjang namun kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidupnya secara terus-menerus, seiring waktu!"
"Apa itu sesuatu yang tak terlihat? Karena aku melihatnya seperti baik-baik saja dari covernya!"
"Yang dimaksud tuan ada benarnya, sesuatu itu seperti hilangnya rasa kebahagiaan, lidah tidak bisa merasakan, dan sebagainya!"
"Keabadiannya itu sangat menyiksanya."
Pedang raja Fredrick dikatakan memiliki jiwa suci dari para pahlawan yang sudah tiada, secara turun temurun pedang itu selalu diwarisi kepada orang-orang tertentu.
Entah kepada ras manusia, elf, peri, best, sampai dahulu kala ada monster yang berada di pihak manusia dan menggunakannya sebagai simbol keadilan.
Itulah mengapa saat pedang itu mengenai tubuh abadi vampir akan menyerap beberapa kekuatannya dan memberikannya rasa sakit.
Vampir itu terlihat meringis kesakitan karena efek serangan tadi masih berasa di tubuhnya, meskipun tubuhnya sudah kembali seperti sediakala.
Jleb.
Shut...
Drep.
Swosh...
Gabungan serangan Hyun Wo yang dipadukan dengan energi pemberat tubuh lawan dan devil sword yang secara tiba-tiba menusuk dari belakang tubuh vampir itu, nyatanya belum seratus persen mengakhiri pertarungan ini.
Vampir itu memaksakan dirinya untuk lolos dari energi pemberat tubuh dengan cara apapun. Guna menghindari tebasan pedang suci.
Tak lama Devil sword yang masih menancap pada tubuhnya menghilang hanya meninggalkan bekas dalam.
"Selain setara denganku, dirimu juga bermain licik dan berani mengambil resiko!" ucap vampir itu yang kini melayang di udara, tak jauh dari Hyun.
"Pedang tadi kau ubah menjadi kegelapan, lalu menggantinya di saat diriku lengah dengan pedang suci! Dan untuk menghindari kecurigaan pedang suci itu kau ubah semirip mungkin dengan pedang tadi!" terang vampir itu dengan raut membenarkan perkataannya.
"Begitulah, kau ternyata tidak sebodoh yang aku kira, raja kegelapan!" sahut Hyun membenarkan.
__ADS_1
Saat ini para serigala itu menghilang tanpa sebab yang sebelumnyasedang bertarung melawan pahlawan, petualangan, dan para job lainnya.
Seluruh titik invasi kini hening tak ada suara lagi, sesaat setelah hilangnya monster serigala itu.
Sebelumnya monster tingkat rendah di desa Hawl sudah lenyap tak tersisa. Hanya saja meninggalkan teka-teki atas lenyapnya monster itu, bahkan Sayuri mencurigai monster itu yang tidak terlalu memfokuskan menyerang penduduk, malah lebih ke arah mencari sesuatu.
Dan monster serigala itu kini berada di tempat Hyun Wo bertarung dengan vampir itu.
Gregt..
Dengan pemberian kekuatan darah seketika monster serigala itu terlihat lebih kuat lagi daripada sebelumnya. Hyun Wo bisa melihatnya dari aura monster itu yang semakin jauh dari kata dijinakkan.
Bahkan mode pembunuh berganti menjadi mode kehancuran.
[Pemberitahuan sistem]
"Tuan, sebenarnya vampir itu sengaja memperkuat mereka untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk jika dirinya terbunuh! Karena darahnya sudah di transfer dalam tubuh serigala itu, yang suatu saat bisa membangkitkan dirinya kembali!"
"Saran saya tuan habisi mereka jangan sampai lolos dari desa ini!"
"Ya, aku mengerti. Serta aku menemukan sesuatu yang disembunyikan oleh vampir itu!"
"Apa berhubungan dengan cara mengalahkannya, tuan?"
"Ah.. iya, benar sekali. Dirimu memang serba tahu!"
"Kata siapa?"
"Tunggu, Luxia kamu...?"
"Maaf tuan, tadi hanya bug sistem!"
Shut...
Serentak serigala berjumlah dua puluh lebih itu melesat, beberapa dari mereka menuju Hyun Wo, sedangkan beberapa lainnya menjauhi tempat itu tanpa menggunakan teleportasi seperti sebelumnya.
"Saatnya menggunakan sihir terbaruku, hanya saja akan menguras banyak mana dalam penggunaannya," gumam Hyun.
Lingkaran sihir kemudian muncul dibawah kaki lalu kedua telapak tangan yang membentuk pecahan lingkaran disatukan.
Grauk..
Grauk.. × 18
Delapan belas monster serigala itu dilahap oleh sesuatu berwarna emas seperti wadah dengan cepat hingga menyisakan lima monster serigala.
Grep.
Grep.
Grep.
Tiga lainnya sudah Hyun Wo amankan. Sisanya di tahan oleh dua hewan summon level tinggi.
__ADS_1
Burung Phoenix api dan rubah iblis.